Langsung ke konten utama

studi wisata



 










MENGENAL WISATA BALI

LAPORAN KUNJUNGAN STUDI WISATA
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian nasional Tahun Pelajaran 2019/2020

Oleh:
1.    AYU LISTIANI                            NISN 8096
2.    DITA ANGGRAENI                   NISN 8099
3.    SEPTINA PUTRI N.W.S                        NISN 8118
4.    ST. NAJWATUZZAINI              NISN 8121



KELAS XI MIPA 1
SMA NEGERI 1 LARANGAN
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
2019

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Judul Laporan Kunjungan : Mengenal Wisata Bali

Laporan kunjungan studi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan dan disahkan sebagai prasyarat mengikuti Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2019/2020.



Larangan,   13 Mei 2019

Pembimbing II                                                            Pembimbing I


Dra. Hj. Rofiqoh                                                       Hj. Hery Tri Wahyuni S.Pd
NIP. 196505221997022001                                       NIP. 196305281988032004













PENGESAHAN

Laporan Kunjungan Studi dengan judul “Mengenal Wisata Bali.” yang disusun oleh:

1.      Nama         : AYU LISTIANI                               NISN 8096
2.      Nama         : DITA ANGGRAENI                       NISN 8099
3.      Nama         : SEPTINA PUTRI N.W.S                 NISN 8118
4.      Nama         : ST. NAJWATUZZAINI                  NISN 8121


Progam Studi  : MIPA
Telah menulis laporan kunjungan studi dan disetujui oleh guru pembimbing, sehingga laporan ini dinyatakan sah pada hari ini tanggal 13 Mei Tahun 2019.



. . . .

Kepala Sekolah,


Drs. H. Mohammad Royani, M.Pd.
NIP. 19640224 199412 1 001




MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO
1.      Orang yang tidak pernah menggunakan imajinasinya laksamana burung tanpa sayap.
2.      Kunci kepintaran adalah belajar dengan sungguh-sungguh.
3.      Dimanapun Anda berada jadilah orang yang berguna bagi siapa saja.
4.      Ikhtiar menuju tawakal, dan berakhir keterharuan ataskesabaran. 
5.      Keberhasilan tidak datang secara tiba-tiba, tapi karenausaha dan kerja keras.

PERSEMBAHAN
Karya ilmiah ini saya persembahkan kepada:
1.      Allah SWT. 
2.      Ayah dan Ibu tercinta. 
3.      Guru Pembimbing serta Bapak Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Larangan.
4.      Bapak dan Ibu Guru SMA Negeri 1 Larangan. 
5.      Teman-teman di SMA Negeri 1 Larangan
6.      Dan pembaca yang budiman.












KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayahNya, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan perjalanan ke Bali yang diberikan sekolah sebagai kelengkapan tugas dengan tepat waktu.
            Kami ucapkan terima kasih kepada  :
1.      Drs. H. Mohammad Royani, M.Pd. selaku kepala sekolah SMA Negeri 1 Larangan
2.      Hj. Hery Tri Wahyuni S.Pd,  selaku pembimbing I
3.      Dra. Rofiqoh, selaku pembimbing II
4.      Dan pihak-pihak lainnya yang telah membantu.

            Semoga laporan ini dapat menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi kita semua. Kami sudah berusaha menampilkan yang terbaik dalam laporan perjalanan ini. Namun, kami menyadari bahwa laporan perjalanan ini masih belum sempurna. Maka dari itu, dengan tulus dan kerendahan hati, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan dan penyempurnaan laporan di masa yang mendatang. Atas saran, kritik maupun bantuan kami ucapkan terima kasih.
Larangan, 13 Mei 2019          


Tim Penulis











DAFTAR ISI

                                                                                                                        Halaman


LEMBAR JUDUL.............................................................................. i
LEMBAR PERSETUJUAN...................................................... ........ ii
LEMBAR PENGESAHAN...................................................... ........ iii
LEMBAR MOTTO DAN PERSEMBAHAN.......................... ........ iv
KATA PENGANTAR............................................................... ........ v
DAFTAR ISI............................................................................. ........ vi
DAFTAR GAMBAR................................................................ ........ vii


BAB I   PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang............................................................. ........ 1         
B.     Rumusan Masalah........................................................ ........ 1         
C.     Tujuan Penulisan.......................................................... ........ 1         
D.    Manfaat Penulisan........................................................ ........ 1         
E.     Metode Penulisan......................................................... ........ 2         
BAB II   KAJIAN TEORI2
A.   Profil Institusi yang Dikunjungi.................................. ........ 3
BAB III PEMBAHASAN
A.     Objek Wisata................................................................ ........ 4         
B.. Pusat Oleh-oleh............................................................ ........ 10
C.    Kebudayaan Masyarakat Bali....................................... ........ 12
BAB IV PENUTUP
A.    Kesimpulan................................................................... ........ 15       
B.     Saran ............................................................................ ........ 15
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................ 16       




















DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 2.1 Foto Kelompok di Armatim................................... ........ 3
Gambar 3.1 Anggota Kelompok di Tanah Lot.......................... ........ 4
Gambar 3.2 Foto Bersama Pemeran Barong.............................. ........ 5
Gambar 3.3 Pantai Pandawa...................................................... ........ 7
Gambar 3.4 Pantai Dreamland................................................... ........ 8
Gambar 3.5 Pantai Kuta............................................................. ........ 9
Gambar 3.6 Halaman Depan Joger............................................. ........ 10

BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Untuk menambah wawasan, pengalaman dan mengenal lingkungan secara langsung maka siswa dapat berinteraksi melakukan studi dan berwisata tentang lingkungan sekitar. Tujuan pembelajaran studi wisata sendiri selain memberi pemahaman juga menanamkan pengalaman – pengalaman yang berarti dan dapat dijadikan dasar pemikiran serta perilaku baik dimasa sekarang maupun yang akan datang.
Indonesia merupakan Negara kepulauan (Negara yang terdiri dari banyak pulau). Salah satunya adalah pulau Bali yang memiliki kekayaan alam dan budaya yang menarik. Setiap tahunnya banyak wisatawan mancanegara maupun domestik datang mengunjungi pulau yang terkenal sebutan Pulau Dewata ini.
Studi wisata merupakan kegiatan untuk mengenal dan mengetahui objek pembelajaran diluar lingkungan sekolah seperti beberapa obyek wisata dan obyek belanja. Kegiatan ini juga sekaligus mempererat hubungan antara siswa denga siswa, guru dengan siswa dan lingkungan sekitar

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Objek wisata apa yang dikunjungi ?
2.      Apa saja pusat oleh-oleh yang dikunjungi ?
3.      Apa saja kebudayaan yang terdapat di Pulau Bali ?

C.    TUJUAN PENULISAN
1.      Untuk mengetahui objek kunjungan, obyek wisata yang terdapat di Surabaya, Bali dan Yogyakarta
2.      Untuk mengetahui adat dan kebudayaan masyarakat Bali.

D.    MANFAAT PENULISAN
1.      Menambah wawasan mengenai Armada Timur AL di Surabaya
2.      Menambah wawasan mengenai seni budaya dan sejarah msyarakat Bali
3.      Menambah wawasan mengenai kebudayaan dan sejarah Yogyakarta
4.      Menghilangkan kejenuhan (refresh) para siswa dai kegiatan belajar disekolah.
5.      Mengenal dan mengetahui objek pembelajaran diluar lingkungan sekolah
Seperti Wisata Belanja dan Budaya Malioboro, Kuta Bali, Pantai Pandawa dll
6.      Mempererat hubungan antara siswa denga siswa, guru dengan siswa dan lingkungan sekitar
7.      Membuka sudut pandang baru bagi siswa-siswa SMAN 1 Larangan
8.      Memberikan siswa peluang untuk berinteraksi dengan masyarakat diluar sekolah misal dengan wisatawan asing

E.     METODE PENULISAN
1.      Observasi yaitu melakukan pengamatan secara langsung terhadap permasalahan di lapangan.
2.      Wawancara yaitu metode yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyan kepada pemandu wisata.
3.      Studi pustaka yaitu metode yang dilakukan dengan cara mengumpulkan buku-buku yang berkaitan dengan penyusunan laporan perjalanan.


















BAB II
KAJIAN TEORI

A.    PROFIL YANG DIKUNJUNGI
Gambar 2.1

PT. PAL Surabaya dan Komando Armatim merupakan pusat kegiatan Komando Utama TNI Angkatan Laut yang lahir pada 30 Maret 1985. Komando ini bermarkas besar di Surabaya, Jawa Timur dan membawahi wilayah laut Indonesia bagian timur. PT.PAL Indonesia (persero), bermula dari sebuah galangan kapal yang bernama MARINA dan didirikan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1939. Pada masa pendudukan Jepang, Perusahaan ini beralih nama menjadi Kaigun SE 2124. Setelah kemerdekaan, Pemerintah Indonesia menasionalisasi Perusahaan ini dan mengubah namanya menjadi Penataran Angkatan Laut (PAL). Pada tanggal 15 April 1980, Pemerintah mengubah status Perusahaan dari Perusahaan Umum menjadi perseroan Terbatas sesuai dengan akta No. 12, yanng dibuat oleh Notaris Hadi Moentoro, SH.

Lokasi Perusahaan di Ujung, Surabaya, dengan kegiatan utama memproduksi kapal perang dan kapal niaga, memberikan jasa perbaikan dan pemeliharaan kapal, serta rekayasa umum dengan spesifikasi tertentu berdasarkan pesanan.Kemampuan rancang bangun yang menonjol dari PAL Indonesia telah memasuki pasar Internasional dan kualitasnya telah diakui dunia. Kapal-kapal produksi PAL Indonesia telah melayari perairan di seluruh dunia.



BAB III
PEMBAHASAN

A.    OBYEK WISATA
1.      TANAH LOT
Gambar 3.1

Tanah Lot adalah sebuah objek wisata di  Bali. Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan yang lain terletak di atas tebing mirip dengan PuraUluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa. Ia adalah Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu, penguasa Tanah Lot yang bernama Bendesa Beraben merasa iri kepadanya karena para pengikutnya mulai pergi untuk mengikuti Danghyang Niartha.Bendesa Beraben kemudian menyuruh Danghyang Niartha meninggalkan Tanah Lot.Danghyang Niartha menyanggupi, tetapi sebelumnya ia dengan kekuatan memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura di sana. Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Akhirnya disebutkan bahwa Bendesa Beraben menjadi pengikut Danghyang Niartha.

Obyek wisata ini terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan. Disebelah utara Pura Tanah Lot terdapat sebuah Pura yang terletak di atas tebing yang menjorok ke laut.Tebing ini menghubungkan Pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan (melengkung). Pura ini disebut dengan Pura Karang Bolong.

2.      DANAU BEDUGUL

            Ada beberapa cerita  yang menyebutkan mengenai  sejarah asal usul nama tempat wisata ini sehingga disebut Bedugul. Cerita yang pertama yaitu, Bedugul di ambil dari kata dua kata yaitu  "Bedug" karena adanya kelompok  masyarakat Muslim di sekitar bedugul dan “Kul” dari Kul-kul yang merupakan alat komuniksi tradisional masyarakat Bali yang fungsinya hampir sama seperti kentongan.alam lontar Babad Mengwi tersirat menguraikan bahwa I Gusti Agung Putu sebagai pendiri kerajaan Mengwi mendirikan Pura di pinggir Danau Beratan, sebelum beliau mendirikan pura taman ayun Dalam lontar tersebut tidak disebutkan kapan beliau mendirikan Pura Ulun Danu Beratan, namun yang terdapat dalam lontar itu adalah pendirian pura taman ayun yang upacaranya berlangsung pada hari Anggara Kliwon Medang sia tahun Saka Sad Bhuta Yaksa Dewaya itu tahun caka 1556 atau 1634 M. Salah satu masjid yang berdiri kokoh di pulau Bali, adalah Masjid Besar Al Hidayah di kawasan Bedugul Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan.  Bahkan masjid ini layak dikunjungi umat Islam yang berwisata di Bali,  karena arsitektur danlandscape sekitar masjid menyajikan keindahan yang luar biasa. lam lontar Babad Mengwi tersebut diketahui bahwa Pura Ulun Danu Beratan didirikan sebelum tahun saka 1556, oleh I Gusti Agung Putu. Semenjak pendirian pura tesebut termasyurlah kerajaan Mengwi, dan I Gusti Agung Putu digelari oleh rakyatnya" I Gusti Agung Sakti". 
            Pura Ulun Danu Beratan terdiri dari 4 komplek pura yaitu:
Pura Lingga Petak, Pura Penataran Pucak Mangu, Pura Terate Bang, dan Pura Dalem Purwa berfungsi untuk memuja keagungan Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa Tri Murti, guna memohon anugerah kesuburan, kemakmuran, kesejahteraan manusia dan lestarinya alam semesta
. Bedugul terletak di Kabupaten Tabanan, kilometres (30 mi) di sebelah utara kota Denpasar atau 20 kilometres  (12 mi) sebelah selatan Singaraja.

3.   TARI BARONG
Gambar 3.2

Tari Barong Bali menggambarkan pertarungan antara kebajikan (Barong) melawan kebatilan (Rangda). Menurut umat Hindu Bali, barong adalah binatang purbakala yang menjadi simbol kebajikan. Sedangkan Rangda adalah binatang purbakala mahadahsyat yang menggambarkan kebatilan. Pertunjukkan Tari Barong Bali ini juga mempertunjukkan adegan-adegan yang seru yaitu adegan debus dimana terdapat bebrapa orang yang telah di ciprati air suci dan dikuasai oleh makhluk halus mensukkan kerisnya didada. Masyarakat  Bali percaya bahwa mahluk-mahluk halus tersebut adalah kaki tangan Ratu Gede Mecaling, penguasa alam gaib di Lautan Selatan Bali yang berstana di Pura Dalem Ped, Nusa Penida. Saat itu, seorang pendeta sakti menyarankan masyarakat untuk membuat patung yang mirip Ratu Gede Mecaling, yang sosoknya tinggi besar, hitam dan bertaring, lalu mengaraknya keliling desa. Rupanya, tipuan ini manjur. Para mahluk halus ketakutan melihat bentuk tiruan bos mereka, lalu menyingkir. Hingga kini, di banyak desa, secara berkala masyarakat mengarak Barong Landung untuk menangkal bencana. Pertunjukan tari barong ini bertempat di Batubulan, Gianyar dekat Pantai Kuta Bali.

4.    TANJUNG BENOA

         Tanjung Benoa Bali adalah pantai yang sangat terkenal dengan aktivitas rekreasi air atau wisata bahari dan sering disebut dengan nama, Tanjung Benoa watersport. Jenis wisata bahari yang tersedia di pantai Tanjung Benoa adalah watersport Tanjung BenoaTempat wisata Tanjung Benoa, sangat berdekatan dengan salah satu tempat wisata di Bali yang sering digunakan sebagai tempat konfrensi, yaitu Nusa Dua. Selain itu, pesona lain pantai ini adalah Pulau Penyu. Disebut Pulau Penyu, karena pulau ini merupakan tempat penangkaran berbagai spesies penyu yang sudah mulai langka Pulau ini yang berjarak kurang lebih 30 menit perjalanan dengan perahu.Untuk mencapai lokasi ini, wisatawan harus menaiki perahu beralas kaca alias glass bottom yang memungkinkan menikmati pemandangan bawah laut selatan Bali yang indah. Tarif sewa perahu sekitar Rp 60.000 per orang.

         Tanjung Benoa terletak di ujung selatan pulau Bali, terletak di Kecamatan Tanjung Benoa, Kabupaten Badung Bali. Tanjung Benoa ini adalah nama pantai yang berujung sempit. Jarak tempuh bila hendak ke pantai ini kira-kira 12 km dari Bandara Ngurah Rai, lebih kurang 30 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor.

5.      PUJA MANDALA
     Puja Mandala Nusa Dua mulai dibangun tahun 1994 atas bantuan PT. BTDC (Bali Tourism Development Centre) yang memberikan bantuan lahan seluas 2 hektar untuk membangun kelima tempat ibadah tersebut. Lahan itu dibagi sama besar dan luasnya. Pendirian bangunan diserahkan sepenuhnya pada umat masing-masing agama, dengan aturan pendirian bangunan tersebut harus sama tingginya. Puja Mandala Nusa Dua secara resmi disahkan pada tahun 1997 oleh Menteri Agama Bapak Tarmidzi Taher. Saat itu hanya Gereja Bunda Maria Segala Bangsa (Katholik), Jemaat Bukit Doa (Protestan) dan Masjid Ibnu Batutah yang sudah selesai pembangunannya. Sedangkan, Wihara Budhina Guna (Budha) baru selesai pembangunannya pada tahun 2003.
     Lokasi Puja Mandala berada di tepi kanan jalan arah menuju Hotel STP (Sekolah Tinggi Pariwisata). Puja Mandala berjarak sekitar 12 km dari Bandara Ngurah Rai ke arah Nusa Dua. Juga berdekatan dengan lokasi patung Garuda Wisnu Kencana yang sangat fenomenal dan Pura Sad Khayangan Jagad Uluwatu.

6.      PANTAI PANDAWA

Gambar 3.3

Pantai Pandawa merupakan pantai dimana masyarakat desa kutuh melakukan ritual melasti (Penyucian desa secara ritual Hindu), Masyarakat desa kutuh harus menuruni tebing sekitar 60 meter dengan berjalan kaki untuk mencapai pantai ini sebelum akhirnya Kepala Desa adat Kutuh, Bpk. Drs. Inyoman Mesir berinisiatif untuk menjadikan pantai ini lebih mudah di akses oleh masyarakat untuk kepentingan upacara sehingga memudahkan masyarakat dalam melaksanakan ritual melasti. Karena keindahan pantai pandawa yang sangat alami dan pantai yang bersih dan memanjang sekitar 1 kilometer, Pantai pandawa akhirnya semakin di kenal oleh beberapa masyarakat desa lainya dan akhirnya menyebar luas hingga ke mancanegara karena keindahan pantainya. Sepanjang tebing menuju pantai terdapat patung Dewi Kunti (Ibu Dari Pandawa bersaudara) dan Panca Pendawa (Pandawa Bersaudara) yaitu patung Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan sahadewa, Semua Patung di Bangun di sepanjang tebing limestone yang di Buat menjorok ke dalam Goa. Karena pantai ini semakin di kenal oleh wisatawan lokal dan manca negara, Pantai ini pun berbenah dengan berbagai pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum untuk memberikan kenyamanan Pengunjung.
Pantai pandawa ini terletak di desa Kutuh, Kuta Selatan, desa yang dahulunya menjadi satu dengan Desa Ungasan, Desa Kutuh terletak di antara Nusa Dua dan Uluwatu, sekitar 30 menit dari Airport Ngurah Rai. Denpasar.

7.      PANTAI DREAMLAND






Gambar 3.4

Gambar 1.5
Asal usul nama Dreamland dikarenakan dulu di area ini sempat terdapat sebuah proyek perumahan dan objek wisata. Namun proyek tersebut terhambat dan terbengkalai sedangkan para penduduk desa Pecatu yang dulunya hidup sebagai petani sangat berharap proyek selesai dan mereka bisa menekuni bisnis lain di bidang pariwisata. Pelataran pantai indah ini semula hanya titik kecil dari areal 900 hektare milik PT Bali Pecatu Graha (BPG) yang sempat heboh pada tahun 1996. Lahan seluas itu diborong untuk disulap menjadi resor superluks "Resor Pecatu Indah". Konon resor itu akan dipadukan dengan kawasan wisata, seraya memanfaatkan keindahan dan keaslian alam, sekaligus pelestarian lingkungan hidup. Pemilik resor tersebut, Tommy Soeharto, anak mantan Presiden Soeharto, hendak membuat "lingkungan permukiman dan wisata paling unik di seluruh Asia Tenggara". Tapi seiring Indonesia tersapu krisis moneter dan krisis kredibilitas pimpinan, megaproyek ini mulai meredup. Pantai Dreamland yang kini ramai dikunjungi para wisatawan mancanegara maupun domestik ternyata awalnya bernama Pantai Cemongkak. Pantai yang indah akan ombaknya serta dikelilingi tebing ini, mempunyai history tersendiri yang mungkin tidak banyak diketahui. Karena warga setempat mengais nafkah atau sumber kehidupan dengan berjalan kaki mencapai 10 kilo jaraknya ke Pantai Cemongkak untuk mencari kerang mutiara pantai, biasa disebut dengan congkak. Arti nama Pantai Cemongkak awalnya karena warga setempat mencari congkak atau kerang di pantai. Mutiara tersebut kemudian dipermak menjadi hiasan kalung dan juga gelang yang kemudian dijual per cangkir Rp 5 ribu sampai Rp 8 ribu. Wisatawan melihat keindahan ombak yang dikeliling tebing dan suasana yang natutal.
Pantai Dreamland ini berada di Desa Pecatu, Kabupaten Badung yang terletak di bagian selatan Pulau Bali. Sekitar 30 menit dari Pantai Kuta ke arah Jimbaran. Pantai yang masih asri dan alami ini terletak di ujung selatan Badung Selatan.

8.   PANTAI KUTA
Gambar 3.5

            Sebelum menjadi objek wisata, Kuta merupakan sebuah pelabuhan dagang. Di mana produk dari lokal diperdagangkan kepada pembeli dari luar Bali. Pada abad ke-19, Mads Lange, seorang pedagang Denmark, datang ke Bali dan mendirikan basis perdagangan di Kuta. Keahliannya dalam bernegosiasi, membuat Mads Lange sebagai pedagang yang terkenal antara raja-raja Bali dengan Belanda. Pantai Kuta terletak di Kabupaten Badung.

9.      YOGYAKARTA

Yogyakarta merupakan satu provinsi yang berstatus daerah khusus dan biasa dikenal dengan sebutan DIY. Daerah Istimewa Yogyakarta (Jawa: Dhaérah Istiméwa Ngayogyakarta) adalah Daerah Istimewa setingkat provinsi di Indonesia yang merupakan peleburan Negara Kesultanan Yogyakarta dan Negara Kadipaten Paku Alaman. Daerah Istimewa Yogyakarta terletak di bagian selatan Pulau Jawa, dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia. Daerah Istimewa yang memiliki luas 3.185,80 km2 ini terdiri atas satu kotamadya, dan empat kabupaten, yang terbagi lagi menjadi 78 kecamatan, dan 438 desa/kelurahan. Menurut sensus penduduk 2010 memiliki populasi 3.452.390 jiwa dengan proporsi 1.705.404 laki-laki, dan 1.746.986 perempuan, serta memiliki kepadatan penduduk sebesar 1.084jiwaperkm

C. PUSAT OLEH-OLEH
1.  TEMAN JOGER

Gambar 3.6

            Joger merupakan kependekan dari nama pemilik toko ini yaitu Joseph Theodorus Wulianadi dengan sahabatnya yang berasal dari Jerman yaitu Gerhard yang memberinya modal usaha. Pak joger yang merupakan adik kandung Jaya Suprana direktur Jamu Jago ini merupakan pemilik CV Wira’s Garment Melania Soraya yang memproduksi kaos-kaos dan pernak-pernaik khas Joger dan Jok Mah Li (Pojok mahal sekali yaitu barang-barang luar negeri yang dijual dengan harga miring). Barang-barang yang dijual ditokonya ada sekitar 10.000 macam. Gerainya selalu penuh dengan wisatawan yang dengan bangga memakai kaos-kaos yang bertuliskan kata-kata “bijak” ciptaan pak Joger, diantaranya : “Belanja tidak belanja tetap thank you.” Teman Joger bertempat di desa Luwus, di tepi Jalan Raya Luwus Bedugul

2.      CENING BAGUS

Cening Bagus ini adalah salah satu pusat belanja oleh-oleh khas Bali koleksi barang lengkap dan lebih murah, pasar modern yang menyediakan berbagai koleksi barang-barang kerajinan khas Bali menjadi tujuan alternatif belanja yang memberikan kenyamanan dan kemudahan. Lokasi tempat oleh-oleh ini ada di Jl. Raya Batubulan NO. 10, Batubulan Sukawati Kabupaten Gianyar.

3.      KRISNA
Krisna merupakan toko souvenir dan oleh-oleh khas pulau dewata terbesar di Bali yang dimiliki oleh pasangan I Gusti Ngurah Anom (Pak Cok) dan Ketut Mastrining. Dimulai dengan sebuah toko kecil di Jalan Nusa Indah, Denpasar, dan kemudian berkembang menjadi empat toko, satu di Jalan Nusa Kambangan Denpasar , satu lagi di Sunset Road dan yang terbaru buka 24 jam di Jalan Raya Tuban pada tahun 2010. Lokasinya di Jl. Sunset Road, Legian dan jalan Raya Kuta sebelah patung Kereta (dekat airport).

4.      KARANG KURNIA
Karang Kurnia adalah pusat oleh-oleh di pulau Bali yang didirikan oleh I Gede Wireyasa di Karang Kurnia ditemukan berbagai jenis  kerajinan, oleh-oleh dan berbagai jenis makanan, sebagai  contoh lukisan, patung, pakaian anak dan dewasa, bed cover, pernak pernik, batik, dompet. Barang-barang tersebut tidak asli dibuat oleh orang Bali melainkan banyak yang diambil dari pulau Jawa seperti batik. Di Karang Kurnia juga terdapat bermacam-maam  aksesoris yang dapat ditulisi dengan kata-kata sesuai dengan keinginan kita.   Harga-harga di Karang Kurnia lumayan murah dibandingkan Cah Ayu atau pasar lain di Bali. Dengan lahan parkir yang cukup luas dan suasana yang lumayan segar membuat pengunjung nyaman. Lokasinya di Jl. Gatot Subroto Barat, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara.

5.      MALIOBORO YOGYAKARTA

Malioboro merupakan kawasan perbelanjaan yang legendaris yang menjadi salah satu kebanggaan kota Yogyakarta. Penamaan Malioboro berasal dari nama seorang anggota kolonial Inggris yang dahulu pernah menduduki Jogja pada tahun 1811 – 1816 M yang bernama Marlborough. Kolonial Hindia Belanda membangun Malioboro di pusat kota Yogyakarta pada abad ke-19 sebagai pusat aktivitas pemerintahan dan perekonomian. Malioboro menyajikan berbagai aktivitas belanja, mulai dari bentuk aktivitas tradisional sampai dengan aktivitas belanja modern. Salah satu cara berbelanja di Malioboro adalah dengan proses tawar-menawar terutama untuk komoditi barang barang yang berupa souvenir dan cenderamata yang dijajakan oleh pedagang kaki lima yang berjajar di sepanjang trotoar jalan Malioboro. Berbagai macam cederamata dan kerajinan dapat anda dapatkan disini seperti kerajinan dari perak, kulit, kayu, kain batik, gerabah dan sebagainya. Lokasi di Jl. Malioboro, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

D.    KEBUDAYAAN MASYARAKAT BALI
1.      Sistem kepercayaan
Mayoritas masyarakat Bali adalah beragama Hindu. Dalam kehidupan beragama, masyarakat Bali yang beragama Hindu percaya adanya satu tuhan dalam bentuk Trimurti yang Esa yaitu Brahmana (yang menciptakan), Wisnu (yang melindung dan memelihara), dan siwa (yang merusak). Selain itu masyarakat Bali juga percaya kepada berbagai Dewa yana lain yang kedudukannya yang lebih rendah dari Trimurti, seperti dewa Wahyu (dewa angin), dan Dewa Indra (dewa perang). Agama Hindu di Bali juga mempercayai adanya roh abadi (Otman), buah dari setiap perbuatan (Karmapala), kelahiran Bali dari jiwa (Punarbawa) dan kebebasan jiwa (moksa), semua ajaran-ajaran itu berada di kitab Wedha.
Tempat untuk melakukan persembahyangan (ibadah) agama Hindu di Bali dinamakan Pura atau Sangeh. Tempat ibadah ini berupa sekelompok bangunan-bangunan suci yang sifatnya berbeda-beda. Ada yang bersifat umum seperti Pura desa dan ada yang sifatnya khusus yaitu Pura keluarga. Di Bali terdapat beribu-ribu pura atau sangeh yang masing-masing pura tersebut mempunyai hari upacara (hari perayaan) tertentu sesuai denga perayaan leluhur mereka yang telah ditentukan oleh sistem tanggalanya sendiri-sendiri.
Upacara tradisional khas Bali yang mempunyai daya tarik bagi wisatawan adalah upacara Ngaben. Ngaben merupakan upacara kremasi atau pembakaran jenazah di Bali, Indonesia. Upacara adat Ngabenmerupakan sebuah ritual yang dilakukan untuk mengirim jenazah pada kehidupan mendatang. Dalam upacara ini, jenazah diletakkan dengan posisi seperti orang tidur.
2.      Sistem Kasta
Akibat kuat agama Hindu, di Bali berlaku sistem kasta, yaitu pemisahan masyarakat berdasarkan kedudukan atau tingkat kehormatan. Berdasarkan hal tersebut, masyarakat Bali dibedakan menjadi 4 Kasta, yaitu :
     a.  Kasta Brahmana
Kasta ini ditempati olah para dewa kerajaan, seperti pendeta. Kasta Brahmana,
orang yang mengabdikan dirinya dalam urusan bidang spiritual seperti sulinggih, pandita danrohaniawan. Selain itu disandang oleh para pribumi.
b.      Kasta Ksatria
Kasta ini ditempati oleh para bangsawan kerajaan.
Kasta Ksatria, para kepala dan anggota lembaga pemerintahan. Seseorang yang menyandang gelar ini tidak memiliki harta pribadi semua harta milik Negara.
a.      Kasta Waisya
Kasta ini di tempati oleh para petani dan pedagang. Kasta Waisya, orang yang telah memiliki pekerjaan dan harta benda sendiri petani, nelayan, pedagang, dan lain-lain.
b.      Kasta Sudra
Kasta Sudra pada Kasta Sudra pelayan bagi ketiga kasta di atasnya. Masyarakat Bali yaitu mereka yang keberadaanya kurang dihormati.
3.      Sistem Kesenian
Sistem keseniandi Baliuntuk seni tari tradisional di Baliberdasarkan fungsinya digolongkan dalam tiga jenis yaitu Tari Wali (Tari Sakral) yang merupakan tarian keagamaan yang dianggap keramat, Tari Bebali merupakan tarian yang berfungsi sebagai pengiring upacara, dan Tari Balih-Balihan merupakan tarian yang berfungsi sebagai hiburan. Jenis tarian sakral atau yang dianggap keramat antara lain : Tari Sanghyang Dedari, Tari Rejang Sutri, Tari Pendet, Tari Baris Gede, Tumbak, Baris Jangkang, Baris Palung, Pusi, Seraman, Tekok Jago, Topeng Pajangan, Wayang Lemah, Wayang Sudamala, Tari Abuang, Tari Bruntuk, Tari Dakamalon, Tari Ngayab, dan Tari Kincang-Kincung. Sedangkan tari yang termasuk kedalam tari balih-balihan diantaranya tari Legong, Barong, Kecak, dan tari Pendet. Alat pakaian atau gander yang digunakan oleh masyarakat akan disucikan atau disakralkan.ara lain tari-tarian Bali, rumah adat dan pakaian adat Bali.
4.      Sistem Kekerabatan
Perkawinan merupakan hal yang paling penting dalam kehidupan manusia, demikian juga dengan masyarakat Bali yang memperoleh hak-hak dan kewajiban-kewajibannya sebagai warga masyarakat, untuk melakukan perkawinan.
Menurut ajaran adat lama yang banyak dipemgaruhi oleh sistem klan-klan (dadra) dan sistem kasta (wangsa), perkawinan dilakukan antara warga se-klan atau antara warga yang dianggap sederajat dalam kasta.
Sistem garis keturunan dan hubungan kekerabatan orang Bali berpegang kepada prinsip patrilineal (purusa) yang amat dipengaruhi oleh sistem keluarga luar patrilineal yang mereka sebut dadia dan sistem pelapisan sosial yang disebut wangsa (kasta). Sehingga mereka terikat ke dalam perkawinan yang bersifat endogami dadaia dan atau endogami wangsa. Orang-orang yang masih satu kelas (tunggal kawitan, tunggal dadia dantunggal sanggah) sama-sama tinggi tingkatannya. Dalam perkawinan endogami klen dan kasta ini yang paling ideal adalah antara pasangan dari anak dua orang laki-laki bersaudara.




























BAB IV
PENUTUP

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas selesainya penulisan laporan ini. Penulis berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulisan ini, sehingga bermanfaaf bagi para pembaca.
     Penyusunan laporan ini belum sempurna mungkin masih banyak kesalahan dalamuraian, tulisan dan lainnya, maka kami mohon kritik dan saran pembaca. Atas kritik dan saran yangmembangun dari pembaca, kami ucapkan terima kasih semoga bermanfaat untuk penyemppurnaan laporan ini.

A.    Kesimpulan
Dengan melihat uraian yang telah penulis sampaikan maka disimpulkan bahwa :
1.      Adanya objek-objek wisata yang menarik di Bali meningkatkan jumlah wisatawan  mancanegaramaupun domestik sehingga dapat menambah devisa provinsi Bali pada khususnya dan devisa negara pada umumnya.

B.     Saran
1.      Perlu ditingkatnnya tenaga-tenaga profesional dalam bidang pariwisata yang memiliki pengalaman, keterampilan dan kemampuan berinteraksi yang baik dengan cara mendirikan perguruan tinggi pariwisata, pendidikan menengah pariwisata, pusat penelitian dan pengembangan pariwisata.
2.      Perlu adanya penambahan fasilitas-fasilitas yang masih dianggap kurang seperti tempat parkir, transportasi, toiletisasi dan akomodasi lain. Hal tersebut sangat berpengaruh bagi kemajuan jasa pariwisata Bali.









DAFTAR PUSTAKA

1.      Tanah Lot. Dikutip 5 April 2019 dari Sejarah Tanah Lot: https://id.m.wikipedia.org/wiki/
2.      Dikutip 8 April 2019 dari Sejarah Bedugul:  https://www.gurupendidikan.co.id/danau-bedugul/
3.      MM TOUR BALI. Dikutip 10 April 2019 dari Sejarah Tari Barong: https://www.mmtourbali.com/sejarah-tari-barong-bali-harga-tiket-masuk.html
4.      Wira Rental Bali. Dikutip 4 Maret 2019 dari Tanjong Benoa: https://www.rentalmobilbali.net/tanjung-benoa-tempat-wisata-bali/
5.      Fitriani, Wina Nur (2014) Dikutip 9 Maret 2019 dari Puja Mandala: https://21studiousness.wordpress.com/2013/11/20/puja-mandala-pemersatu-antar-umat-beragama/
6.      Dikutip 25 Maret 2019 dari Pantai Pandawa: http://liputanislam.com/traveling/pantai-pandawa-pantai-tersembunyi-yang-mempesona-di-bali/
7.      Dikutip 25 Maret 2019 dari Pantai Dreamland: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pantai_Dreamland
8.      Dikutip 25 Maret 2019 dari Pantai Kuta: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pantai_Kuta
9.      Dikutip 25 Maret 2019 dari Sejarah Yogyakarta: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta
10.  Dikutip 25 Maret 2019 dari Joger: https://www.wisatakuliner.com/teman-joger-luwus/
11.  Dikutip 25 Maret 2019 dari Cening Bagus: https://www.balitoursclub.net/pusat-oleh-oleh-cening-bagus-bali/
12.  Dikutip 26 Maret 2019 dari Krisna : https://www.asiawisata.com/krisna-pusat-oleh-oleh-khas-bali/
13.  Dikutip 30 Maret 2019 dari Karang Kurnia: http://wikiagussetyoaji.blogspot.com/2013/09/tugas-laporan-perjalanan-dibali.html?m=1
14.  Dikutip 31 Maret 2019 dari Malioboro: https://www.njogja.co.id/kota-yogyakarta/malioboro-yogyakarta.






Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH MENGENAI PERSATUAN DAN KESATUAN PADA MASA DEMOKRASI LIBERAL

MAKALAH MENGENAI PERSATUAN DAN KESATUAN PADA MASA DEMOKRASI LIBERAL DIAJUKAN UNTUK MEMNUHI TUGAS PELAJARAN PPKN                                                 Nama Kelompok (4): 1.     DIO ADAM BACHTIAR 2.     EVI ASTUTI 3.     NUGI ALFAJAR 4.     RIZKY SAKINAH P                                                 Kelas : XII IPS 1 PEMERINTAH KABUPATEN BREBES DINAS PENDIDIKAN DAN K...

MAKALAH KEPENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA

MAKALAH KEPENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA   NAMA KELOMPOK : 1.       A. WILDAN M. 2.       WAKHIDI K. 3.       KHAERUL MUSTASILHAQ 4.       TOHIRIN JAMAL P. 5.       ABDUL WAHAB 6.       YODI 7.       IKROM FAUDI KELAS :  MADRASAH ALIYAH DARULL ISTIKOMAH JL. RAYA UTARA  SONGGOM ,  Songgom  Lor, Kec.  Songgom , Kab.  Brebes  Prov. Jawa Tengah 2020 KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanya atas rahmat dan petunjuk-Nya saya dapat menyelesaikan penulisan berupa makalah yang berjudul “KE PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA (1942-1945)” Sumber dari makalah ini berupa buku-buku sejarah yang ditambah dengan informasi yang di...
ABRASI Abrasi yang biasa disebut dengan erosi gelombang laut atau erosi marin adalah proses pengikisan pantai oleh gelombang laut. Penyebab abrasi adalah permukaan air laut yang naik, dikarenakan mencairnya es di kutub. Sehingga berdampak pada pengikisan daerah permukaan yang lebih rendah. Abrasi ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah besar atau kecilnya gelombang laut dan cepat lambat gelombang tersebut. Sementara kekuatan abrasi disebabkan oleh beberapa hal, yaitu : besar kecil gelombang laut, tingkat kekerasan batuan (makin keras batu, kian tahan terhadap abrasi), dalamnya laut pada muka pantai (semakin dalam, kekuatan abrasi makin besar), banyaknya materi yang dibawa oleh gelombang (banyaknya materi yang sebagian besar berupa pasir atau kerikil akan menambah kekuatan abrasi jadi kian besar juga). Bentang alam hasil dari abrasi antara lain : -           Cliff (tebing pantai) Merupakan pantai yang mempu...