Langsung ke konten utama

ABRASI

Abrasi yang biasa disebut dengan erosi gelombang laut atau erosi marin adalah proses pengikisan pantai oleh gelombang laut. Penyebab abrasi adalah permukaan air laut yang naik, dikarenakan mencairnya es di kutub. Sehingga berdampak pada pengikisan daerah permukaan yang lebih rendah.
Abrasi ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah besar atau kecilnya gelombang laut dan cepat lambat gelombang tersebut. Sementara kekuatan abrasi disebabkan oleh beberapa hal, yaitu : besar kecil gelombang laut, tingkat kekerasan batuan (makin keras batu, kian tahan terhadap abrasi), dalamnya laut pada muka pantai (semakin dalam, kekuatan abrasi makin besar), banyaknya materi yang dibawa oleh gelombang (banyaknya materi yang sebagian besar berupa pasir atau kerikil akan menambah kekuatan abrasi jadi kian besar juga).
Bentang alam hasil dari abrasi antara lain :
-          Cliff (tebing pantai)
Merupakan pantai yang mempunyai batuan keras juga terjal dan curamnya pegunungan. Tebing bagian bawah yang lama  kelamaan mengikis akan membentuk wave cut platform. Termasuk cekungan yang terbentuk di dinding cliff atau disebut relung
-          Cave, arch, stack, stump
Cave atau sebutan gua yang ada di tebing pantai, apabila terobosan gua sampai dua sisi tebing akan jadi arch, arch yang terkena pengikisan atau erosi dan menyisakan tiang yang jauh dari cliff akan membentuk stack, sementara jika stack mengalami erosi dan gugur masuk ke bawah air laut dinamakan stump.
-          Dataran abrasi. Adalah wilayah dataran yang sudah terkena abrasi dan dapat dilihat secara jelas saat air laut surut.
Cotoh gambar abrasi (pengikisan tanah di pesisir pantai)











EROSI


Erosi disebut juga pengikisan atau kelongsoran adalah suatu proses atau peristiwa hilang atau terkikisnya lapisan permukaan tanah yang bergesar atau berpindah ke tempat lain disebabkan oleh pergerakan air, angin, es atau gravitasi yang berlangsung secara alamiah ataupun sebagai akibat dari tindakan/perbuatan manusia.
Erosi bisa terjadi akibat interaksi antara faktor iklim, topografi, tanah, vegetasi dan manusia. Faktor iklim yang sangat berpengaruh terhadap erosi yaitu intensitas curah hujan. Kecuraman dan panjang lereng merupakan faktor topografi yang berpengaruh terhadap terjadinya erosi tanah. Luas kemiringan lereng, luas lahan kritis, luas tanah berkedalaman rendah sangat berpengaruh terhadap terjadinya erosi dan sedimentasi

Jenis-jenis Erosi 

Menurut Asdak (2010), terdapat beberapa jenis erosi, yaitu sebagai berikut:
Erosi Percikan (Splash erosion).
  1. Erosi Kulit (Shet Erosion).
  2. Erosi Alur (rill erosion).
  3. Erosi Parit (gully erosion).
  4. Erosi Tebing Sungai (streambank erosion).
  5. Erosi Internal Sungai (Internal or subsurfacace erosion
  6. Tanah Longsor (land slide).
Contoh ganbar erosi (pengikisan atau kelongsoran)





TOMBOLO

Tombolo yaitu endapan pasir yang menghubungkan daratan dengan pulau yang berada di dekat pantai. Jadi Tombolo merupakan daratan yang menghubungkan antara pulau utama dengan pulau di sekitarnya. Jadi tombolo merupakan kelanjutan dari spit yang memanjang ke pulau lain. Tombolo ini sering kali di jadikan sarana perhubungan darat bagi wisatawan untuk mengunjungi pulau lain yang terhubung dengan tombolo tersebut.
Contoh Gambar Tombolo









EKSARASI

Pengertian eksarasi adalah erosi yang disebabkan oleh aliran es yang mencair sehingga menghancurkan material yang dilewatinya. Eksarasi banyak terjadi di daerah pegunungan salju seperti Alpen dan di Puncak Jaya Wijaya. Contoh fenomena hasil eksarasi adalah moraine.
Jadi Erosi gletser yang dilakukan oleh gerakan longsoran es atau es yang mencair menuruni pegunungan. Hasil pengikisan batuan terseret ke bawah dan ketika tenaga pengangkut melemah, maka material-material akan terendapkan. Material yang terendapkan oleh erosi salah satunya adalah morena (moraine).
Mekanisme erosi di lingkungan glasial berhubungan langsung dengan proses pergerakan es dan mekanisme pembekuan es. Mekanisme erosi kontak langsung dari massa es yang bergerak atau kontak langsung antara media transport terhadap batuan dikenal sebagai mekanisme transportbedload. Produk erosi berupa bongkah-bongkah batu lepas yang besar (boulder) menyudut dikenal sebagai Till, sedangkan yang sudah menjadi batu disebut Tillite.

Contoh Gambar Eksarasi











Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH MENGENAI PERSATUAN DAN KESATUAN PADA MASA DEMOKRASI LIBERAL

MAKALAH MENGENAI PERSATUAN DAN KESATUAN PADA MASA DEMOKRASI LIBERAL DIAJUKAN UNTUK MEMNUHI TUGAS PELAJARAN PPKN                                                 Nama Kelompok (4): 1.     DIO ADAM BACHTIAR 2.     EVI ASTUTI 3.     NUGI ALFAJAR 4.     RIZKY SAKINAH P                                                 Kelas : XII IPS 1 PEMERINTAH KABUPATEN BREBES DINAS PENDIDIKAN DAN K...

MAKALAH KEPENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA

MAKALAH KEPENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA   NAMA KELOMPOK : 1.       A. WILDAN M. 2.       WAKHIDI K. 3.       KHAERUL MUSTASILHAQ 4.       TOHIRIN JAMAL P. 5.       ABDUL WAHAB 6.       YODI 7.       IKROM FAUDI KELAS :  MADRASAH ALIYAH DARULL ISTIKOMAH JL. RAYA UTARA  SONGGOM ,  Songgom  Lor, Kec.  Songgom , Kab.  Brebes  Prov. Jawa Tengah 2020 KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanya atas rahmat dan petunjuk-Nya saya dapat menyelesaikan penulisan berupa makalah yang berjudul “KE PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA (1942-1945)” Sumber dari makalah ini berupa buku-buku sejarah yang ditambah dengan informasi yang di...