MENGENAL WISATA BALI
LAPORAN KUNJUNGAN STUDI WISATA
Diajukan
sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian nasional Tahun Pelajaran
2019/2020
Oleh:
1.
AYU LISTIANI NISN 8096
2.
DITA ANGGRAENI NISN
8099
3.
SEPTINA PUTRI N.W.S NISN 8118
4.
ST. NAJWATUZZAINI NISN 8121
KELAS XI MIPA 1
SMA NEGERI 1 LARANGAN
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
2019
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Judul Laporan Kunjungan :
Mengenal Wisata Bali
Laporan kunjungan studi ini
telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan dan disahkan sebagai prasyarat
mengikuti Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2019/2020.
Larangan, 13 Mei 2019
Pembimbing II Pembimbing
I
Dra. Hj. Rofiqoh Hj. Hery Tri Wahyuni S.Pd
NIP. 196505221997022001 NIP.
196305281988032004
PENGESAHAN
Laporan Kunjungan Studi dengan judul “Mengenal
Wisata Bali.” yang disusun oleh:
1.
Nama : AYU LISTIANI NISN
8096
2.
Nama : DITA ANGGRAENI NISN 8099
3.
Nama : SEPTINA PUTRI N.W.S NISN
8118
4.
Nama : ST. NAJWATUZZAINI NISN
8121
Progam Studi : MIPA
Telah
menulis laporan kunjungan studi dan disetujui oleh guru pembimbing, sehingga
laporan ini dinyatakan sah pada hari ini tanggal 13 Mei Tahun 2019.
. . . .
Kepala Sekolah,
Drs. H. Mohammad Royani, M.Pd.
NIP. 19640224 199412 1 001
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO
1. Orang
yang tidak pernah menggunakan
imajinasinya
laksamana burung tanpa sayap.
2. Kunci
kepintaran adalah belajar dengan sungguh-sungguh.
3. Dimanapun
Anda berada jadilah orang yang berguna bagi siapa saja.
4. Ikhtiar menuju tawakal,
dan berakhir keterharuan ataskesabaran.
5. Keberhasilan tidak datang secara tiba-tiba,
tapi karenausaha dan kerja keras.
PERSEMBAHAN
Karya ilmiah ini saya persembahkan kepada:
1.
Allah SWT.
2.
Ayah dan Ibu tercinta.
3.
Guru
Pembimbing serta Bapak Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Larangan.
4.
Bapak dan Ibu Guru SMA
Negeri 1 Larangan.
5.
Teman-teman di SMA Negeri 1 Larangan.
6.
Dan
pembaca yang budiman.
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayahNya, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan
perjalanan ke Bali yang diberikan sekolah sebagai kelengkapan tugas dengan
tepat waktu.
Kami
ucapkan terima kasih kepada :
1. Drs. H. Mohammad
Royani, M.Pd. selaku kepala sekolah SMA
Negeri 1 Larangan
2. Hj. Hery Tri
Wahyuni S.Pd, selaku pembimbing I
3. Dra.
Rofiqoh, selaku pembimbing II
4. Dan
pihak-pihak lainnya yang telah membantu.
Semoga
laporan ini dapat menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi kita semua. Kami
sudah berusaha menampilkan yang terbaik dalam laporan perjalanan ini. Namun,
kami menyadari bahwa laporan perjalanan ini masih belum sempurna. Maka dari
itu, dengan tulus dan kerendahan hati, kami mengharapkan kritik dan saran yang
membangun demi perbaikan dan penyempurnaan laporan di masa yang mendatang. Atas
saran, kritik maupun bantuan kami ucapkan terima kasih.
Larangan, 13 Mei 2019
Tim Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
LEMBAR JUDUL.............................................................................. i
LEMBAR PERSETUJUAN...................................................... ........ ii
LEMBAR PENGESAHAN...................................................... ........ iii
LEMBAR MOTTO DAN PERSEMBAHAN.......................... ........ iv
KATA PENGANTAR............................................................... ........ v
DAFTAR ISI............................................................................. ........ vi
DAFTAR GAMBAR................................................................ ........ vii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang............................................................. ........ 1
B. Rumusan
Masalah........................................................ ........ 1
C. Tujuan
Penulisan.......................................................... ........ 1
D. Manfaat
Penulisan........................................................ ........ 1
E. Metode Penulisan......................................................... ........ 2
BAB II KAJIAN TEORI2
A. Profil Institusi yang Dikunjungi.................................. ........ 3
BAB III PEMBAHASAN
A.
Objek Wisata................................................................ ........ 4
B.. Pusat Oleh-oleh............................................................ ........ 10
C. Kebudayaan
Masyarakat Bali....................................... ........ 12
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan................................................................... ........ 15
B. Saran ............................................................................ ........ 15
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................ 16
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Foto Kelompok di Armatim................................... ........ 3
Gambar 3.1 Anggota Kelompok di Tanah Lot.......................... ........ 4
Gambar 3.2 Foto Bersama Pemeran Barong.............................. ........ 5
Gambar 3.3 Pantai Pandawa...................................................... ........ 7
Gambar 3.4 Pantai Dreamland................................................... ........ 8
Gambar 3.5 Pantai Kuta............................................................. ........ 9
Gambar 3.6 Halaman Depan Joger............................................. ........ 10
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Untuk menambah wawasan, pengalaman dan
mengenal lingkungan secara langsung maka siswa dapat berinteraksi melakukan
studi dan berwisata tentang lingkungan sekitar. Tujuan pembelajaran studi
wisata sendiri selain memberi pemahaman juga menanamkan pengalaman – pengalaman yang berarti
dan dapat dijadikan dasar pemikiran serta perilaku baik dimasa sekarang maupun
yang akan datang.
Indonesia merupakan Negara kepulauan (Negara yang terdiri dari banyak
pulau). Salah satunya adalah pulau Bali yang memiliki kekayaan alam dan
budaya yang menarik. Setiap tahunnya banyak wisatawan mancanegara maupun domestik datang mengunjungi pulau
yang terkenal sebutan Pulau Dewata ini.
Studi wisata merupakan kegiatan untuk mengenal dan mengetahui objek
pembelajaran diluar lingkungan sekolah seperti beberapa obyek wisata dan obyek
belanja. Kegiatan ini
juga sekaligus mempererat hubungan antara siswa denga siswa, guru dengan siswa
dan lingkungan sekitar
B. RUMUSAN
MASALAH
1. Objek wisata
apa yang dikunjungi ?
2. Apa saja
pusat oleh-oleh yang dikunjungi ?
3. Apa saja kebudayaan
yang terdapat di Pulau Bali ?
C. TUJUAN
PENULISAN
1.
Untuk mengetahui objek kunjungan,
obyek wisata yang terdapat di Surabaya,
Bali dan Yogyakarta
2. Untuk
mengetahui adat dan kebudayaan masyarakat Bali.
D. MANFAAT
PENULISAN
1.
Menambah wawasan mengenai Armada Timur AL di Surabaya
2.
Menambah wawasan mengenai seni budaya dan sejarah
msyarakat Bali
3.
Menambah wawasan mengenai kebudayaan dan sejarah Yogyakarta
4.
Menghilangkan kejenuhan (refresh) para siswa dai
kegiatan belajar disekolah.
5.
Mengenal dan mengetahui objek pembelajaran diluar
lingkungan sekolah
Seperti Wisata Belanja dan Budaya Malioboro, Kuta Bali, Pantai Pandawa
dll
6.
Mempererat hubungan antara siswa denga siswa, guru
dengan siswa dan lingkungan sekitar
7.
Membuka sudut pandang baru bagi siswa-siswa SMAN 1
Larangan
8.
Memberikan siswa peluang untuk berinteraksi dengan
masyarakat diluar sekolah misal dengan wisatawan asing
E. METODE
PENULISAN
1.
Observasi yaitu melakukan pengamatan secara
langsung terhadap permasalahan di lapangan.
2.
Wawancara yaitu metode yang dilakukan dengan
cara mengajukan pertanyaan-pertanyan kepada pemandu wisata.
3.
Studi pustaka yaitu metode yang dilakukan dengan
cara mengumpulkan buku-buku yang berkaitan dengan penyusunan laporan
perjalanan.
BAB II
KAJIAN TEORI
A. PROFIL YANG
DIKUNJUNGI
Gambar 2.1
PT. PAL Surabaya dan Komando Armatim merupakan pusat kegiatan Komando Utama
TNI Angkatan Laut yang lahir pada 30 Maret 1985. Komando ini bermarkas besar di
Surabaya, Jawa Timur dan membawahi wilayah laut Indonesia bagian timur. PT.PAL
Indonesia (persero), bermula dari sebuah galangan kapal yang bernama MARINA dan
didirikan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1939. Pada masa pendudukan Jepang,
Perusahaan ini beralih nama menjadi Kaigun SE 2124. Setelah kemerdekaan,
Pemerintah Indonesia menasionalisasi Perusahaan ini dan mengubah namanya
menjadi Penataran Angkatan Laut (PAL). Pada tanggal 15 April 1980, Pemerintah
mengubah status Perusahaan dari Perusahaan Umum menjadi perseroan Terbatas
sesuai dengan akta No. 12, yanng dibuat oleh Notaris Hadi Moentoro, SH.
Lokasi Perusahaan di Ujung, Surabaya, dengan kegiatan utama memproduksi
kapal perang dan kapal niaga, memberikan jasa perbaikan dan pemeliharaan kapal,
serta rekayasa umum dengan spesifikasi tertentu berdasarkan pesanan.Kemampuan
rancang bangun yang menonjol dari PAL Indonesia telah memasuki pasar
Internasional dan kualitasnya telah diakui dunia. Kapal-kapal produksi PAL
Indonesia telah melayari perairan di seluruh dunia.
BAB III
PEMBAHASAN
A. OBYEK WISATA
1. TANAH LOT
Gambar 3.1
Tanah Lot adalah sebuah objek wisata di Bali. Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di
atas bongkahan batu dan yang lain terletak di
atas tebing mirip dengan PuraUluwatu. Pura Tanah
Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa. Ia adalah
Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan
ajaran Hindu dan membangun Sad
Kahyangan tersebut pada abad ke-16.
Pada saat itu, penguasa Tanah Lot yang bernama Bendesa Beraben merasa iri kepadanya
karena para pengikutnya mulai pergi untuk mengikuti Danghyang Niartha.Bendesa
Beraben kemudian menyuruh Danghyang Niartha meninggalkan Tanah Lot.Danghyang
Niartha menyanggupi, tetapi sebelumnya ia dengan kekuatan memindahkan Bongkahan
Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura di sana. Ia
juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai
sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai
ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan
mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Akhirnya disebutkan bahwa
Bendesa Beraben menjadi pengikut Danghyang Niartha.
Obyek wisata
ini terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km
barat Tabanan. Disebelah utara Pura Tanah Lot terdapat sebuah Pura yang
terletak di atas tebing yang menjorok ke laut.Tebing ini menghubungkan Pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan (melengkung). Pura ini disebut dengan Pura Karang Bolong.
2.
DANAU BEDUGUL
Ada beberapa cerita yang menyebutkan mengenai
sejarah asal usul nama tempat
wisata ini sehingga disebut Bedugul.
Cerita yang pertama yaitu, Bedugul di ambil dari kata dua kata yaitu
"Bedug" karena adanya kelompok masyarakat Muslim di
sekitar bedugul dan “Kul” dari Kul-kul yang merupakan alat komuniksi
tradisional masyarakat Bali yang fungsinya hampir sama seperti kentongan.alam lontar Babad Mengwi tersirat menguraikan bahwa I Gusti Agung Putu
sebagai pendiri kerajaan Mengwi mendirikan Pura di pinggir Danau Beratan,
sebelum beliau mendirikan pura taman ayun Dalam lontar tersebut tidak
disebutkan kapan beliau mendirikan Pura Ulun Danu Beratan, namun yang
terdapat dalam lontar itu adalah pendirian pura taman ayun yang upacaranya
berlangsung pada hari Anggara Kliwon Medang sia tahun Saka Sad Bhuta Yaksa
Dewaya itu tahun caka 1556 atau 1634 M. Salah satu masjid yang berdiri kokoh di pulau Bali, adalah
Masjid Besar Al Hidayah di kawasan Bedugul Kecamatan Baturiti Kabupaten
Tabanan. Bahkan masjid ini layak dikunjungi umat Islam yang berwisata di
Bali, karena arsitektur danlandscape sekitar masjid menyajikan
keindahan yang luar biasa. lam lontar Babad Mengwi
tersebut diketahui bahwa Pura Ulun Danu Beratan didirikan
sebelum tahun saka 1556, oleh I Gusti Agung Putu. Semenjak pendirian pura
tesebut termasyurlah kerajaan Mengwi, dan I Gusti Agung Putu digelari oleh
rakyatnya" I Gusti Agung Sakti".
Pura Ulun Danu Beratan terdiri dari 4
komplek pura yaitu:
Pura Lingga Petak, Pura Penataran Pucak Mangu, Pura Terate Bang, dan Pura Dalem Purwa berfungsi untuk memuja keagungan Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa Tri Murti, guna memohon anugerah kesuburan, kemakmuran, kesejahteraan manusia dan lestarinya alam semesta. Bedugul terletak di Kabupaten Tabanan, kilometres (30 mi) di sebelah utara kota Denpasar atau 20 kilometres (12 mi) sebelah selatan Singaraja.
Pura Lingga Petak, Pura Penataran Pucak Mangu, Pura Terate Bang, dan Pura Dalem Purwa berfungsi untuk memuja keagungan Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa Tri Murti, guna memohon anugerah kesuburan, kemakmuran, kesejahteraan manusia dan lestarinya alam semesta. Bedugul terletak di Kabupaten Tabanan, kilometres (30 mi) di sebelah utara kota Denpasar atau 20 kilometres (12 mi) sebelah selatan Singaraja.
3. TARI BARONG
Gambar 3.2
Tari Barong
Bali menggambarkan pertarungan antara kebajikan (Barong) melawan kebatilan
(Rangda). Menurut umat Hindu Bali, barong adalah binatang purbakala yang
menjadi simbol kebajikan. Sedangkan Rangda adalah binatang purbakala
mahadahsyat yang menggambarkan kebatilan.
Pertunjukkan
Tari Barong Bali ini juga mempertunjukkan adegan-adegan yang seru yaitu adegan
debus dimana terdapat bebrapa orang yang telah di ciprati air suci dan dikuasai
oleh makhluk halus mensukkan kerisnya didada. Masyarakat Bali percaya bahwa mahluk-mahluk halus tersebut adalah kaki tangan Ratu Gede
Mecaling, penguasa alam gaib di Lautan Selatan Bali yang berstana di Pura Dalem
Ped, Nusa Penida. Saat itu, seorang pendeta sakti menyarankan masyarakat untuk
membuat patung yang mirip Ratu Gede Mecaling, yang sosoknya tinggi besar, hitam
dan bertaring, lalu mengaraknya keliling desa. Rupanya, tipuan ini manjur. Para
mahluk halus ketakutan melihat bentuk tiruan bos mereka, lalu menyingkir.
Hingga kini, di banyak desa, secara berkala masyarakat mengarak Barong Landung
untuk menangkal bencana.
Pertunjukan tari barong ini bertempat di
Batubulan, Gianyar dekat Pantai Kuta Bali.
4. TANJUNG BENOA
Tanjung Benoa Bali adalah pantai yang sangat terkenal dengan aktivitas
rekreasi air atau wisata bahari dan sering disebut dengan nama, Tanjung Benoa
watersport. Jenis wisata bahari yang tersedia di pantai Tanjung Benoa adalah watersport
Tanjung Benoa. Tempat
wisata Tanjung Benoa, sangat
berdekatan dengan salah satu tempat wisata di Bali yang sering digunakan sebagai tempat konfrensi, yaitu Nusa
Dua. Selain itu, pesona lain
pantai ini adalah Pulau Penyu. Disebut Pulau Penyu, karena pulau ini merupakan
tempat penangkaran berbagai spesies penyu yang sudah mulai langka Pulau ini
yang berjarak kurang lebih 30 menit perjalanan dengan perahu.Untuk mencapai
lokasi ini, wisatawan harus menaiki perahu beralas kaca alias glass bottom yang
memungkinkan menikmati pemandangan bawah laut selatan Bali yang indah. Tarif
sewa perahu sekitar Rp 60.000 per orang.
Tanjung Benoa terletak di ujung
selatan pulau Bali, terletak di Kecamatan Tanjung Benoa, Kabupaten Badung Bali.
Tanjung Benoa ini adalah nama pantai yang berujung sempit. Jarak tempuh bila
hendak ke pantai ini kira-kira 12 km dari Bandara Ngurah Rai, lebih kurang 30
menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor.
5. PUJA MANDALA
Puja Mandala Nusa Dua
mulai dibangun tahun 1994 atas bantuan PT. BTDC (Bali Tourism Development
Centre) yang memberikan bantuan lahan seluas 2 hektar untuk membangun kelima
tempat ibadah tersebut. Lahan itu dibagi sama besar dan luasnya. Pendirian
bangunan diserahkan sepenuhnya pada umat masing-masing agama, dengan aturan
pendirian bangunan tersebut harus sama tingginya. Puja Mandala Nusa Dua secara
resmi disahkan pada tahun 1997 oleh Menteri Agama Bapak Tarmidzi Taher. Saat
itu hanya Gereja Bunda Maria Segala Bangsa (Katholik), Jemaat Bukit Doa
(Protestan) dan Masjid Ibnu Batutah yang sudah selesai pembangunannya.
Sedangkan, Wihara Budhina Guna (Budha) baru selesai pembangunannya pada tahun
2003.
Lokasi Puja Mandala berada di tepi kanan
jalan arah menuju Hotel STP (Sekolah Tinggi Pariwisata). Puja Mandala berjarak
sekitar 12 km dari Bandara Ngurah Rai ke arah Nusa Dua. Juga berdekatan dengan
lokasi patung Garuda Wisnu Kencana yang sangat fenomenal dan Pura Sad Khayangan
Jagad Uluwatu.
6. PANTAI PANDAWA
Gambar 3.3
Pantai Pandawa
merupakan pantai dimana masyarakat desa kutuh melakukan ritual melasti
(Penyucian desa secara ritual Hindu), Masyarakat desa kutuh harus menuruni
tebing sekitar 60 meter dengan berjalan kaki untuk mencapai pantai ini sebelum
akhirnya Kepala Desa adat Kutuh, Bpk. Drs. Inyoman Mesir berinisiatif untuk
menjadikan pantai ini lebih mudah di akses oleh masyarakat untuk kepentingan upacara sehingga
memudahkan masyarakat dalam melaksanakan ritual melasti. Karena keindahan
pantai pandawa yang sangat alami dan pantai yang bersih dan memanjang sekitar 1
kilometer, Pantai pandawa akhirnya semakin di kenal oleh beberapa masyarakat
desa lainya dan akhirnya menyebar luas hingga ke mancanegara karena keindahan
pantainya. Sepanjang
tebing menuju pantai terdapat patung Dewi Kunti (Ibu Dari Pandawa bersaudara)
dan Panca Pendawa (Pandawa Bersaudara) yaitu patung Yudhistira, Bima, Arjuna,
Nakula dan sahadewa, Semua Patung di Bangun di sepanjang tebing limestone yang
di Buat menjorok ke dalam Goa. Karena
pantai ini semakin di kenal oleh wisatawan lokal dan manca negara, Pantai ini
pun berbenah dengan berbagai pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum untuk
memberikan kenyamanan Pengunjung.
Pantai
pandawa ini
terletak di desa Kutuh, Kuta Selatan, desa yang dahulunya menjadi satu dengan
Desa Ungasan, Desa Kutuh terletak di antara Nusa Dua dan Uluwatu, sekitar 30
menit dari Airport Ngurah Rai. Denpasar.
7.
PANTAI DREAMLAND
Gambar 3.4
|
Gambar
1.5
|
Pantai
Dreamland ini berada di Desa Pecatu, Kabupaten Badung yang terletak
di bagian selatan Pulau Bali. Sekitar 30 menit dari Pantai Kuta ke arah
Jimbaran. Pantai yang masih asri dan alami ini terletak di ujung selatan Badung
Selatan.
8.
PANTAI KUTA
Gambar 3.5
Sebelum menjadi objek
wisata, Kuta merupakan sebuah pelabuhan dagang. Di mana produk dari lokal
diperdagangkan kepada pembeli dari luar Bali. Pada abad ke-19, Mads Lange,
seorang pedagang Denmark, datang ke Bali dan mendirikan basis perdagangan di
Kuta. Keahliannya dalam bernegosiasi, membuat Mads Lange sebagai pedagang yang
terkenal antara raja-raja Bali dengan Belanda. Pantai Kuta terletak di Kabupaten
Badung.
9. YOGYAKARTA
Yogyakarta
merupakan satu provinsi yang berstatus daerah khusus dan biasa dikenal dengan
sebutan DIY. Daerah Istimewa Yogyakarta (Jawa: Dhaérah Istiméwa Ngayogyakarta) adalah Daerah Istimewa setingkat provinsi
di Indonesia yang merupakan peleburan Negara Kesultanan
Yogyakarta dan Negara Kadipaten Paku
Alaman. Daerah Istimewa
Yogyakarta terletak di bagian selatan Pulau Jawa, dan
berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia.
Daerah Istimewa yang memiliki luas 3.185,80 km2 ini terdiri atas satu kotamadya, dan
empat kabupaten, yang terbagi lagi menjadi 78 kecamatan, dan 438
desa/kelurahan. Menurut sensus penduduk 2010 memiliki populasi 3.452.390 jiwa
dengan proporsi 1.705.404 laki-laki, dan 1.746.986 perempuan, serta memiliki
kepadatan penduduk sebesar 1.084jiwaperkm
C. PUSAT
OLEH-OLEH
1. TEMAN JOGER
Gambar 3.6
Joger merupakan kependekan dari nama pemilik toko ini yaitu Joseph Theodorus
Wulianadi dengan sahabatnya yang berasal dari Jerman yaitu Gerhard yang
memberinya modal usaha. Pak joger yang merupakan adik kandung Jaya Suprana
direktur Jamu Jago ini merupakan pemilik CV Wira’s Garment Melania Soraya yang
memproduksi kaos-kaos dan pernak-pernaik khas Joger dan Jok Mah Li (Pojok mahal
sekali yaitu barang-barang luar negeri yang dijual dengan harga miring).
Barang-barang yang dijual ditokonya ada sekitar 10.000 macam. Gerainya selalu
penuh dengan wisatawan yang dengan bangga memakai kaos-kaos yang bertuliskan
kata-kata “bijak” ciptaan pak Joger, diantaranya : “Belanja tidak belanja tetap
thank you.” Teman Joger bertempat di desa Luwus, di tepi Jalan Raya Luwus
Bedugul
2.
CENING BAGUS
Cening
Bagus ini adalah salah satu pusat belanja oleh-oleh khas Bali koleksi barang
lengkap dan lebih murah, pasar modern yang menyediakan berbagai koleksi
barang-barang kerajinan khas Bali menjadi tujuan alternatif belanja yang
memberikan kenyamanan dan kemudahan.
Lokasi
tempat oleh-oleh ini ada
di Jl. Raya
Batubulan NO. 10, Batubulan Sukawati Kabupaten Gianyar.
3. KRISNA
Krisna
merupakan toko souvenir dan oleh-oleh khas pulau dewata terbesar di Bali yang
dimiliki oleh pasangan I Gusti Ngurah Anom (Pak Cok) dan Ketut Mastrining.
Dimulai dengan sebuah toko kecil di Jalan Nusa Indah, Denpasar, dan kemudian
berkembang menjadi empat toko, satu di Jalan Nusa Kambangan Denpasar , satu
lagi di Sunset Road dan yang terbaru buka 24 jam di Jalan Raya Tuban pada tahun
2010. Lokasinya di Jl.
Sunset Road, Legian dan jalan Raya Kuta sebelah patung Kereta (dekat airport).
4. KARANG
KURNIA
Karang Kurnia adalah pusat
oleh-oleh di pulau Bali yang didirikan oleh I Gede Wireyasa di Karang Kurnia
ditemukan berbagai jenis kerajinan, oleh-oleh dan berbagai jenis makanan,
sebagai contoh lukisan, patung, pakaian anak dan dewasa, bed cover,
pernak pernik, batik, dompet. Barang-barang tersebut tidak asli dibuat oleh
orang Bali melainkan banyak yang diambil dari pulau Jawa seperti batik. Di
Karang Kurnia juga terdapat bermacam-maam aksesoris yang dapat ditulisi
dengan kata-kata sesuai dengan keinginan kita. Harga-harga di
Karang Kurnia lumayan murah dibandingkan Cah Ayu atau pasar lain di Bali.
Dengan lahan parkir yang cukup luas dan suasana yang lumayan segar membuat
pengunjung nyaman. Lokasinya di Jl. Gatot Subroto Barat, Pemecutan
Kaja, Denpasar Utara.
5.
MALIOBORO
YOGYAKARTA
Malioboro
merupakan kawasan perbelanjaan yang legendaris yang menjadi salah satu
kebanggaan kota Yogyakarta. Penamaan Malioboro berasal dari nama seorang
anggota kolonial Inggris yang dahulu pernah menduduki Jogja pada tahun 1811 –
1816 M yang bernama Marlborough. Kolonial Hindia Belanda membangun Malioboro di
pusat kota Yogyakarta pada abad ke-19 sebagai pusat aktivitas pemerintahan dan
perekonomian. Malioboro menyajikan berbagai aktivitas belanja, mulai dari
bentuk aktivitas tradisional sampai dengan aktivitas belanja modern. Salah satu
cara berbelanja di Malioboro adalah dengan proses tawar-menawar terutama untuk
komoditi barang barang yang berupa souvenir dan cenderamata yang dijajakan oleh
pedagang kaki lima yang berjajar di sepanjang trotoar jalan Malioboro. Berbagai
macam cederamata dan kerajinan dapat anda dapatkan disini seperti kerajinan
dari perak, kulit, kayu, kain batik, gerabah dan sebagainya. Lokasi di Jl. Malioboro, Sosromenduran,
Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
D.
KEBUDAYAAN MASYARAKAT BALI
1.
Sistem kepercayaan
Mayoritas masyarakat Bali adalah
beragama Hindu. Dalam kehidupan beragama, masyarakat Bali yang beragama Hindu
percaya adanya satu tuhan dalam bentuk Trimurti yang Esa yaitu Brahmana (yang
menciptakan), Wisnu (yang melindung dan memelihara), dan siwa (yang merusak).
Selain itu masyarakat Bali juga percaya kepada berbagai Dewa yana lain yang
kedudukannya yang lebih rendah dari Trimurti, seperti dewa Wahyu (dewa angin),
dan Dewa Indra (dewa perang). Agama Hindu di Bali juga mempercayai adanya roh
abadi (Otman), buah dari setiap perbuatan (Karmapala), kelahiran Bali dari jiwa
(Punarbawa) dan kebebasan jiwa (moksa), semua ajaran-ajaran itu berada di kitab
Wedha.
Tempat untuk melakukan
persembahyangan (ibadah) agama Hindu di Bali dinamakan Pura atau Sangeh. Tempat
ibadah ini berupa sekelompok bangunan-bangunan suci yang sifatnya berbeda-beda.
Ada yang bersifat umum seperti Pura desa dan ada yang sifatnya khusus yaitu
Pura keluarga. Di Bali terdapat beribu-ribu pura atau sangeh yang masing-masing
pura tersebut mempunyai hari upacara (hari perayaan) tertentu sesuai denga
perayaan leluhur mereka yang telah ditentukan oleh sistem tanggalanya
sendiri-sendiri.
Upacara tradisional khas Bali yang
mempunyai daya tarik bagi wisatawan adalah upacara Ngaben.
Ngaben merupakan upacara kremasi atau pembakaran jenazah di Bali,
Indonesia. Upacara adat Ngabenmerupakan sebuah ritual yang dilakukan untuk
mengirim jenazah pada kehidupan mendatang. Dalam upacara ini, jenazah
diletakkan dengan posisi seperti orang tidur.
2. Sistem
Kasta
Akibat kuat agama Hindu, di
Bali berlaku sistem kasta, yaitu pemisahan masyarakat berdasarkan kedudukan
atau tingkat kehormatan. Berdasarkan hal tersebut, masyarakat Bali dibedakan
menjadi 4 Kasta, yaitu :
a.
Kasta Brahmana
orang yang mengabdikan dirinya dalam urusan
bidang spiritual seperti sulinggih, pandita danrohaniawan. Selain itu disandang oleh para pribumi.
b.
Kasta Ksatria
Kasta ini
ditempati oleh para bangsawan kerajaan.
Kasta Ksatria,
para kepala dan anggota lembaga pemerintahan.
Seseorang yang menyandang
gelar ini tidak memiliki harta pribadi semua harta milik Negara.
a.
Kasta Waisya
Kasta ini di tempati oleh para petani dan pedagang.
Kasta Waisya, orang yang telah memiliki pekerjaan dan harta benda sendiri
petani, nelayan, pedagang, dan lain-lain.
b.
Kasta Sudra
Kasta Sudra pada Kasta Sudra pelayan bagi ketiga kasta di atasnya. Masyarakat
Bali yaitu mereka yang keberadaanya kurang dihormati.
3.
Sistem Kesenian
Sistem keseniandi Baliuntuk seni
tari tradisional di Baliberdasarkan fungsinya digolongkan dalam tiga jenis
yaitu Tari Wali (Tari Sakral) yang merupakan tarian keagamaan yang dianggap
keramat, Tari Bebali merupakan tarian yang berfungsi sebagai pengiring upacara,
dan Tari Balih-Balihan merupakan tarian yang berfungsi sebagai hiburan. Jenis
tarian sakral atau yang dianggap keramat antara lain : Tari Sanghyang Dedari,
Tari Rejang Sutri, Tari Pendet, Tari Baris Gede, Tumbak, Baris Jangkang, Baris
Palung, Pusi, Seraman, Tekok Jago, Topeng Pajangan, Wayang Lemah, Wayang
Sudamala, Tari Abuang, Tari Bruntuk, Tari Dakamalon, Tari Ngayab, dan Tari
Kincang-Kincung. Sedangkan tari yang termasuk kedalam tari balih-balihan
diantaranya tari Legong, Barong, Kecak, dan tari Pendet. Alat pakaian atau
gander yang digunakan oleh masyarakat akan disucikan atau disakralkan.ara lain
tari-tarian Bali, rumah adat dan pakaian adat Bali.
4. Sistem
Kekerabatan
Perkawinan merupakan hal yang
paling penting dalam kehidupan manusia, demikian juga dengan masyarakat Bali
yang memperoleh hak-hak dan kewajiban-kewajibannya sebagai warga masyarakat,
untuk melakukan perkawinan.
Menurut ajaran adat lama yang
banyak dipemgaruhi oleh sistem klan-klan (dadra) dan sistem kasta (wangsa),
perkawinan dilakukan antara warga se-klan atau antara warga yang dianggap
sederajat dalam kasta.
Sistem garis keturunan dan hubungan
kekerabatan orang Bali berpegang kepada prinsip patrilineal (purusa) yang amat
dipengaruhi oleh sistem keluarga luar patrilineal yang mereka
sebut dadia dan sistem pelapisan sosial yang disebut wangsa (kasta).
Sehingga mereka terikat ke dalam perkawinan yang bersifat endogami dadaia dan
atau endogami wangsa. Orang-orang yang masih satu kelas (tunggal kawitan,
tunggal dadia dantunggal sanggah) sama-sama tinggi tingkatannya. Dalam
perkawinan endogami klen dan kasta ini yang paling ideal adalah antara pasangan
dari anak dua orang laki-laki bersaudara.
BAB IV
PENUTUP
Puji syukur
kehadirat Allah SWT atas selesainya penulisan laporan ini. Penulis berterima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulisan ini, sehingga bermanfaaf bagi para pembaca.
Penyusunan
laporan ini belum sempurna mungkin masih banyak
kesalahan dalamuraian, tulisan dan
lainnya, maka kami mohon kritik dan saran pembaca. Atas kritik dan saran yangmembangun dari pembaca, kami ucapkan
terima kasih semoga bermanfaat untuk penyemppurnaan laporan ini.
A. Kesimpulan
Dengan melihat uraian yang
telah penulis sampaikan maka disimpulkan bahwa :
1. Adanya objek-objek wisata yang menarik di Bali meningkatkan jumlah wisatawan
mancanegaramaupun domestik sehingga dapat menambah devisa provinsi Bali pada khususnya dan devisa
negara pada umumnya.
B. Saran
1.
Perlu
ditingkatnnya tenaga-tenaga profesional dalam bidang pariwisata yang memiliki
pengalaman, keterampilan dan kemampuan berinteraksi yang baik dengan cara
mendirikan perguruan tinggi pariwisata, pendidikan menengah pariwisata, pusat
penelitian dan pengembangan pariwisata.
2. Perlu adanya penambahan fasilitas-fasilitas yang masih dianggap kurang seperti
tempat parkir, transportasi, toiletisasi dan
akomodasi lain. Hal tersebut sangat berpengaruh
bagi kemajuan jasa pariwisata Bali.
DAFTAR
PUSTAKA
1. Tanah Lot.
Dikutip 5 April 2019 dari Sejarah Tanah Lot: https://id.m.wikipedia.org/wiki/
2. Dikutip
8 April 2019 dari Sejarah Bedugul:
https://www.gurupendidikan.co.id/danau-bedugul/
3. MM TOUR BALI.
Dikutip 10 April 2019 dari Sejarah Tari Barong:
https://www.mmtourbali.com/sejarah-tari-barong-bali-harga-tiket-masuk.html
4.
Wira
Rental Bali. Dikutip 4 Maret 2019 dari Tanjong
Benoa: https://www.rentalmobilbali.net/tanjung-benoa-tempat-wisata-bali/
5.
Fitriani, Wina Nur (2014) Dikutip 9
Maret 2019 dari Puja Mandala:
https://21studiousness.wordpress.com/2013/11/20/puja-mandala-pemersatu-antar-umat-beragama/
6. Dikutip
25 Maret 2019 dari Pantai Pandawa:
http://liputanislam.com/traveling/pantai-pandawa-pantai-tersembunyi-yang-mempesona-di-bali/
7.
Dikutip 25 Maret 2019 dari Pantai
Dreamland: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pantai_Dreamland
8.
Dikutip 25 Maret 2019 dari Pantai Kuta: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pantai_Kuta
9. Dikutip
25 Maret 2019 dari Sejarah Yogyakarta: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta
10. Dikutip
25 Maret 2019 dari Joger: https://www.wisatakuliner.com/teman-joger-luwus/
11. Dikutip
25 Maret 2019 dari Cening Bagus:
https://www.balitoursclub.net/pusat-oleh-oleh-cening-bagus-bali/
12. Dikutip
26 Maret 2019 dari Krisna :
https://www.asiawisata.com/krisna-pusat-oleh-oleh-khas-bali/
13. Dikutip
30 Maret 2019 dari Karang Kurnia: http://wikiagussetyoaji.blogspot.com/2013/09/tugas-laporan-perjalanan-dibali.html?m=1
14. Dikutip
31 Maret 2019 dari Malioboro: https://www.njogja.co.id/kota-yogyakarta/malioboro-yogyakarta.
SEMOGA BERMANFAAT
BalasHapus