BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Massa
jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi massa jenis
suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Massa jenis
rata-rata setiap benda merupakan total massa dibagi dengan total volumenya.
Sebuah benda yang memiliki massa jenis lebih tinggi (misalnya besi) akan
memiliki volume yang lebih rendah daripada benda bermassa sama yang memiliki
massa jenis lebih rendah (misalnya air). Satuan SI massa jenis adalah kilogram
per meter kubik (kg/m3).
Massa
jenis suatu bahan pangan merupakan salah satu indikator yang secara langsung
maupun tidak langsung turut berperan dalam suatu proses pengolahan pangan
maupun mutu suatu produk. Berat jenis didefinisikan sebagai perbandingan
kerapatan dari suatu zat terhadap kerapatan air, harga kedua zat itu ditentukan
pada temperatur yang sama, jika tidak dengan cara lain yang khusus. Istilah
berat jenis, dilihat dari definisinya, sangat lemah; akan lebih cocok apabila
dikatakan sebagai kerapatan relatif.
Sebuah benda memiliki massa jenis lebih
tinggi (misalnya besi) akan memiliki volume yang lebih rendah daripada benda
bermassa sama yang memiliki massa jenis lebih rendah (misalnya air). Satuan SI
massa jenis adalah kilogram per meter kubik (kg/m3). Massa jenis berfungsi untuk menentukan zat.
Setiap zat memiliki massa jenis yang berbeda. Dan suatu zat berapapun massanya,
berapapun volumenya akan memiliki massa jenis yang sama. Massa jenis air lebih
besar daripada massa jenis minyak. Massa jenis air 1 gram/cm3 dan massa
jenis minyak 0,8 gram/`cm3. Oleh karena itu, berapapun banyaknya minyak yang dicampurkan
ke dalam air maka minyak akan tetap di atas.
B. Tujuan
Adapun
tujuan dari percobaan ini adalah untuk mencari atau mengetahui massa jenis zat
cair.
BAB II
LANDASAN TEORI
Pengetahuan tentang
massa jenis dalam sebuah praktikum sangat penting mengingat bahwa pengetahuan tentang
massa jenis akan selalu kita butuhkan dan selalu kita gunakan dalam praktikum
lanjutan atau dalam pengaplikasiannya dalam penelitian (Bresnick, 2002). Massa
jenis (density) suatu zat adalah kuantitas konsentrasi zat dan dinyatakan dalam
massa persatuan volume. Nilai massa jenis suatu zat dipengaruhi oleh
temperatur. Semakin tinggi temperatur, kerapatan suatu zat semakin rendah
karena molekul - molekul yang saling berikatan akan terlepas. Kenaikan
temperatur menyebabkan volume suatu zat bertambah, sehingga massa jenis dan
volume suatu zat memiliki hubungan yang berbanding terbalik (Besari, 2005).
Salah satu sifat
yang penting dari suatu bahan adalah densitas (density)-nya, didefinisikan
sebagai massa persatuan volume. Bahan yang homogen seperti es atau besi,
memiliki densitas yang sama pada setiap bagiannya. Kita gunakan huruf Yunani ρ
(“rho”) untuk densitas. Jika sebuah bahan yang materialnya homogen bermasa m
memiliki volume v, densitasnya ρ adalah
ρ
= mv (1) keterangan:
ρ
= massa jenis air (kg/m3);
m
= massa benda (kg); V = volume benda (m3)
Densitas suatu
bahan, tidak sama pada setiap bagiannya; contohnya adalah atmosfer bumi (yang
seakin tinggi akan semakin kecil densitasnya) dal lautan (yang semakin dalam
akan semakin besar densitasnya). Untuk bahan-bahan ini persamaan (1)
memperlihatkan densitas rata-rata.. Secara umum, densitas bahan tergantung pada
faktor lingkungan suhu dan tekanan (Juliastuti, 2002).
Zat
cair pada kedua mulut pipa berbeda. Bagaimana hubungan antara massa jenis dan
tinggi zat cair dalam pipa U? Misalkan, massa jenis zat cair pertama adalah ρ1 dan massa jenis zat cair
kedua adalah ρ2. Dan titik pertemuan kedua zat cair, kita buat garis mendatar yang
memotong kedua kaki pipa U. Misalkan, tinggi permukaan zat cair pertama dari garis
adalah h1 dan tinggi permukaan zat cair kedua dari garis adalah h2. Zat cair
prtama setinggi h1 melakukan tekanan yang
sama
besar dengan tekanan zat cair kedua setinggi h2.
P1
= P2
Dengan
menggunakan persamaan 2-1 diperoleh
ρ1
g h1 = ρ2 g h2
ρ1
h1 = ρ2 h2 (2-2)
Dengan menggunakan persamaan 2-2,
kita dapat menentukan massa jenis zat cair lain jika massa jenis salah satu zat
cair dikaetahui. Harus diperhatikan bahwa kedua zat cair yang dimasukkan dalam
pipa U tidak boleh zat cair yang bercampur, misalnya air dan alkohol. Kedua zat
cair yang dimasukkan harus tidak bercampur agar batasnya jelas. Dengan
demikian, tinggi permukaan masing-masing zat cair dapat diukur.
Definisi Operaional Variabel
a) Kedalaman
zat cair (cm) adalah ketinngian zat cair, yang diukur dari permukaan zat cair
ke permukaan zat cair yang berada di dalam corong
b) Massa
jenis zat cair adalah kerapatan massa dari zat cair yang dimasukkan kedalam pipa U dan gelas
kimia
c) Tekanan
hidrostatik adalah besarnya tekanan yang disebabkan oleh tinggi permukaan zat
cair yang dicari berdasarkan rumus tekanan berbanding lurus dengan massa
jenisnya dan tinggi permukaan zat cair pada pipa U dikali dengan percepatan
gravitasi 9,80.
Hukum pokok
hidrostatika dapat digunakan untuk menentukan massa jenis Zat cair dengan
menggunakan pipa U. Hidrostatika dimanfaatkan antara lain dalam mendesain
bendungan, yaitu semakin ke bawah semakin tebal; serta dalam pemasangan infus,
ketinggian diatur sedemikian rupa sehingga tekanan zat cair pada infus lebih
besar daripada tekanan darah dalam tubuh (Esvandiari, 2006). Air memiliki rapat
jenis 1,00.103 kg/m3,
atau 1,00 g/cm3. Rapat jenis sembarang substansi yang dinyatakan dalam gram per
centimeter kubik secara numerik sama dengan specific gravity-nya; rapat jenis
sembarang subsansi yang dinyatakan dalam kilogram pe meter kubik sama dengan
103 kali specific gravity-nya (Wihantoro etl al, 2005).
Minyak goreng
selain digunakan dalam dunia industri juga digunakan dalam rumah tangga sebagai
media penghantar panas dalam pengolahan makanan sehari-hari. Seiring dengan
meningkatnya industri pengolahan makanan terutama industri kecil dan rumah
tangga, kebutuhan masyarakat akan minyak goreng juga semakin meningkat. Namun
demikian, industri-industri kecil ini seringkali tidak mengontrol temperatur
minyak yang digunakan dan membuangnya setelah digunakan beberapa kali,
sedangkan dalam industri rumh tangga minyak goreng digunakan terus-menerus.
Keadaan ini memberikan efek negatif terhadap kualitas produk makanan,
lingkungan, dan kesehatan manusia (Vera, 2005).
Minyak goreng
sering kali dipakai untuk menggoreng secara berulang-ulang, bahkan sampai
warnanya coklat tua atau hitam dan kemudian dibuang. Penggunaan minyak goreng
secara berulang-ulang sangat berbahaya bagi kesehatan. Dalam penggunaannya,
minyak goreng mengalami perubahan kimia akibat oksidasi dan hidrolisis,
sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada minyak goreng tersebut. Untuk
mengatasinya, limbah minyak goreng bekas (jelantah) dapat digunakan sebagai
bahan baku pembuatan biodiesel
A.
Alat
dan Bahan
|
No |
Alat dan Bahan |
Gambar |
|
1 |
Alat
ukur |
|
2 |
Pipa
U |
|
Air
yang sudah diberi warna |
|
|
|
Minyak |
|
B.
Cara
Kerja/Prosedur
1. Masukan
air ke dalam pipa U menggunakan suntikan di bagian kanan.
2. Ukur
tinggi air mula-mula.
3. Setelah
itu, masukkan minyak ke pipa U di sebelah kiri
4. Ukur
tinggi air dan minyak, kemudian masukkan data.
5. Hitung
selisih antara tinggi minyak dan air.
6. Jika
sudah mendapatkan data pertama, maka lakukan langkah-langkah tadi pada
percobaan berikutnya.
7. Catat
hasil data untuk menghasilkan hasil dari praktikum. Atau dengan menonton video
berikut ini.
https://drive.google.com/file/d/17XyVraUmqj9id7EwxM1Q_-eDXvEYT9WF/view?usp=sharing
C.
Data/Tabel
dan Analisa/ Perhitungan
|
No |
Tinggi
Air (cm) |
Tinggi
Minyak (cm) |
ρ minyak |
|
1 |
10,5 |
11,5 |
0,91 |
|
2 |
13,5 |
15,5 |
0,87 |
|
3 |
17 |
19,5 |
0,87 |
|
Rata-rata |
13,67 |
15,5 |
0,88 |
D.
Pembahasan
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dapat
disimpulkan bahwa massa jenis air dan minyak tidak sama. Dan Dengan
dilakukannya praktikum ini dapat menambah pengetahuan kita dan kegiatan ini
dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA
Fazia, A. (2021). LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA
ELASTISITAS. 10 OKTOBER 2021, 1-11.






Komentar
Posting Komentar