LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA
ELASTISITAS
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa atas segala rahmat dan hidayahNya, saya dapat meyelesaikan laporan hasil
kerja saya tentang praktikum “Elastisitas Karet membuktikan Hukum Hooke” ini.
Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada bapak guru fisika saya yaitu “ Bpk. Aenu Syaekhudin”
yang telah membimbing sehingga terselaikannya hasil laporan ini.
Kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk
dapat memberikan kesempurnaan laporan ini, sehingga dapat bermanfaat bagi saya
dan semua pihak.
Brebes,
9 Oktober 2021
Asyifa
Fazia
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ........................................................................................ i
KATA PENGANTAR...................................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1
A. Latar Belakang .................................................................................. 1
B. Tujuan .............................................................................................. 1
BAB II LANDASAN TEORI .......................................................................... 2
A. Alat dan Bahan .................................................................................. 6
B. Cara
kerja/Prosedur ........................................................................... 6
C. Data/Tabel dan Analisa/Perhitungan ................................................ 7
D. Pembahasan ...................................................................................... 7
BAB III PENUTUP ......................................................................................... 8
A. Kesimpulan
....................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 8
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam
kehidupan sehari-hari kita tidak terlepas dari yang namanya ilmu fisika, dimulai
dari yang ada dalam diri kita sendiri seperti gerak yang kita lakukan setiap
saat, energi yang kita pergunakan setiap hari sampai pada sesuatu yang
berada di luar diri kita, salah satu contohnya adalah pegas yang biasa
digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk kebutuhan tertentu.
Dalam
kehidupan sehari-hari pegas memiliki peranan penting. Sebagai contoh, pegas
dapat kita jumpai pada sepeda motor. Dimana pegas pada sepeda motor
sering disebut dengan nama shock breaker. Dengan adanya shock breaker ini maka
kita merasa nyaman ketika mengendarai sepeda motor. Hal ini terjadi karena
shock breaker tersebut memiliki sifat elastisitas (kembali ke bentuk semula)
seperti sifat pegas pada umumnya. Pegas tidak hanya dimanfaatkan pada sepeda
motor, tetapi pada semua kendaraan yang kita gunakan hingga pada kasur yang
digunakan. Pegas merupakan salah satu contoh benda elstisitas. Contoh benda
elastis lainnya adalah karet mainan.
Ketika kita
menarik karet mainan sampai batas tertentu karet tersebut bertambah panjang.
Jika terikan tersebut dilepaskan, maka karet akan kembali ke panjang semula.
Demikian juga ketika kita merentangkan pegas, pegas tersebut akan bertambah
panjang, tetapi ketika dilepaskan panjang pegas akan kembali seperti semula.
Oleh karena
itu, banyaknya kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang melibatkan pinsip
pegas maka percobaan ini penting untuk dipahami, sehingga dapat
mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
B. Tujuan
Adapun
tujuan dari percobaan ini adalah untuk mencari hubungan antara gaya yang
diberikan dengan konstanta pegas serta pertambahan panjang pegas. Selain itu,
percobaan ini juga untuk menjelaskan hubungan antara gradient garis pada grafik
dengan nilai tetapan pegas.
BAB II
LANDASAN TEORI
Pegas merupakan suatu benda yang memiliki sifat
elastis atau lentur. Sifat elastis dari suatu pegas sangatlah penting. Misalnya
dalam dunia otomotif, kenyamanan berkendara sangat dipengaruhi oleh pegas yang
terdapat di shockbreaker.
Jika sebuah pegas diberi gangguan sehingga pegas
meregang (berarti pegas ditarik) atau merapat (berarti pegas ditekan), pada
pegas akan bekerja gaya pemulihan yang arahnya selalu menuju titik asal. Dengan
kata lain, besar gaya pemulihan pada pegas-pegas ini sebanding dengan gangguan
atau simpangan yang diberikan pada pegas. Pernyataan tersebut dikenal dengan
hukum hooke. Selain itu, jika sebuah pegas ditarik dengan gaya tertentu, maka
panjangnya akan berubah. Semakin besar gaya tarik yang bekerja, semakin besar
pertambahan panjang pegas tersebut. Ketika gaya tarik dihilangkan, pegas akan
kembali ke keadaan semula. Jika beberapa pegas ditarik dengan gaya yang sama,
pertambahan panjang setiap pegas akan berbeda. Perbedaan ini disebabkan oleh
karakteristik setiap pegas. Karateristik suatu pegas dinyatakan dengan konstanta
pegas (k).
Hukum Hooke
menyatakan bahwa jika pada sebuah pegas bekerja sebuah gaya, maka pegas
tersebut akan bertambah panjang sebanding dengan besar gaya yang bekerja
padanya.
Secara matematis, hubungan antara besar gaya yang bekerja dengan pertambahan
panjang pegas dapat dituliskan sebagai berikut:
F = k ∆x
Keterangan :
F = gaya
yang bekerja (N)
k =
konstanta pegas (N/m)
∆x =
perubahan panjang pegas
Selain rumus
umum, diatas adapun rumus dan besaran dalam hukum hooke yaitu:
1.
Tegangan
Tegangan adalah suatu keadaan dimana
sebuah benda mengalami pertambahan panjang ketika sebuah benda diberi gaya pada
salah satu ujungnya sedangkan ujung lainnya ditahan. Contohnya. seutas kawat
dengan luas penampang x m2, dengan panjang mula-mula x meter ditarik dengan
gaya sebesar N pada salah satu ujungnya sedangkan pada ujung yang lain ditahan
maka kawat akan mengalami pertambahan panjang sebesar x meter. Fenomena ini
mengambarkan suatu tegangan yang mana dalam fisika disimbolkan dengan σ dan
secara matematis bisa ditulis seperti berikut ini.
Keterangan:
F = Gaya (N)
A = Luas penampang (m2)
σ = Tegangan (N/ m2 atau Pa)
2.
Regangan
Regangan
adalah suatu perbandingan antara pertambahan panjang kawat dalam x meter
dengan panjang awal kawat dalam x meter. Regangan ini bisa terjadi dikarenakan
gaya yang diberikan pada benda ataupun kawat tersebut dihilangkan, sehingga
kawat kembali ke bentuk awal.
Hubungan ini secara matematis bisa
dituliskan seperti berikut ini :
Keterangan:
e = Regangan
ΔL = Pertambahan panjang (m)
Lo = Panjang mula-mula (m)
Sesuai
dengan persamaan di atas, regangan (e) tidak mempunyai satuan dikarenakan
pertambahan panjang (ΔL) dan panjang awal (Lo) adalah besaran dengan satuan
yang sama
3.
Modulus Elastisitas (Modulus Young)
Dalam
fisika, modulus elastisitas disimbolkan dengan E. Modulus elastisitas
menggambarkan suatu perbandingan antara tegangan dengan regangan yang dialami
bahan. Dengan kata lain, modulus elastis sebanding dengan tegangan dan
berbanding terbalik regangan.
Keterangan:
E = Modulus elastisitas (N/m)
e = Regangan
σ = Tegangan (N/ m2 atau Pa)
4.
Mampatan
Mampatan
adalah suatu keadaan yang hampir serupa dengan regangan. Perbedaannya
terletak pada arah perpindahan molekul benda sesudah diberi gaya. Berbeda
halnya pada regangan dimana molekul benda akan terdorong keluar setelah diberi
gaya. Pada mampatan, sesudah diberi gaya, molekul benda akan terdorong ke
dalam (memampat).
5.
Hubungan Antara Gaya Tarik dan
Modulus Elastisitas
Bila ditulis
secara matematis, hubungan antara gaya tarik dan modulus elastisitas meliputi:
Keterangan:
F = Gaya (N)
E = Modulus elastisitas (N/m)
e = Regangan
σ = Tegangan (N/ m2 atau Pa)
A = Luas penampang (m2)
E = Modulus elastisitas (N/m)
ΔL = Pertambahan panjang (m)
Lo = Panjang mula-mula (m)
·
Susunan pegas
·
Pegas disusun seri
Secara umum,
kosntanta pegas pengganti seri dapat dinyatakan sebagai berikut.:
1/Kgabungan =
1/K1 + 1/K2
Keterangan:
Kgabungan:kosntanta
gabungan pegas bersusun Seri (N/m)
- Pegas disusun parallel
Secara umum,
kosntanta pegas pengganti parallel dapat dinyatakan sebagai berikut:
Kgabungan =
K1 + K2
Keterangan:
Kgabungan:
kosntanta gabungan pegas bersusun parallel (N/m)
Pegas ada yang disusun secara tunggal, ada juga yang disusun seri atau paralel.
Untuk pegas yang disusun seri, pertambahan panjang total sama dengan jumlah
masing-masing pertambahan panjang pegas . Sehingga pertambahan total x
adalah: x = x1 + x2.
Sedangkan untuk pegas yang disusun paralel,
pertambahan panjang masing-masing pegas sama. Yaitu: x1 = x2 = x3. dengan
demikian: Kp = k1 + k2
Perlu selalu di ingat bahwa hukum Hook hanya berlaku untuk daerah elastik,
tidak berlaku untuk daerah plastik maupun benda-benda plastik.
Menurut Hooke, regangan sebanding dengan tegangannya, dimana yang dimaksud
dengan regangan adalah persentase perubahan dimensi. Tegangan adalah gaya yang
menegangkan per satuan luas penampang yang dikenainya. Sebelum diregangkan
dengan gaya F, energi potensial sebuah pegas adalah nol, setelah diregangkan
energi potensialnya berubah menjadi: E = kx2
Jika sebuah benda diberikan gaya maka hukum Hooke
hanya berlaku sepanjang daerah elastis sampai pada titik yang menunjukkan batas
hukum Hooke. Jika benda diberikan gaya hingga melewati batas hukum Hooke dan
mencapai batas elastisitas, maka panjang benda akan kembali seperti semula.
Jika gaya yang diberikan tidak melewati batas elastisitas. Tapi hukum Hooke
tidak berlaku pada daerah antara batas hukum Hooke dan batas elastisitas. Jika
benda diberikan gaya yang sangat besar hingga melewati batas elastisitas, maka
benda tersebut akan memasuki daerah plastis dan ketika gaya dihilangkan,
panjang benda tidak akan kembali seperti semula, benda tersebut akan berubah
bentuk secara tetap. Jika pertambahan panjang benda mencapai titik patah, maka
benda tersebut akan patah.
Berdasarkan
persamaan hukum Hooke di atas, pertambahan panjang (L) suatu benda bergantung
pada besarnya gaya yang diberikan (F) dan materi penyusun dan dimensi benda
(dinyatakan dalam konstanta k). Benda yang dibentuk oleh materi yang berbeda
akan memiliki pertambahan panjang yang berbeda walaupun diberikan gaya yang
sama, misalnya tulang dan besi.
Demikian juga, walaupun sebuah benda terbuat dari
materi yang sama (misalnya besi), tetapi memiliki panjang dan luas penampang
yang berbeda maka benda tersebut akan mengalami pertambahan panjang yang
berbeda sekalipun diberikan gaya yang sama. Jika kita membandingkan batang yang
terbuat dari materi yang sama tetapi memiliki panjang dan luas penampang yang
berbeda, ketika diberikan gaya yang sama, besar pertambahan panjang sebanding
dengan panjang benda mula-mula dan berbanding terbalik dengan luas penampang.
Makin panjang suatu benda, makin besar pertambahan panjangnya, sebaliknya
semakin tebal benda, semakin kecil pertambahan panjangnya.
A.
Alat
dan Bahan
|
No |
Alat dan Bahan |
Jumlah |
|
1 |
Penggaris |
1 |
|
2 |
Botol
ukur |
1 |
|
3 |
Air |
Secukupnya |
|
4 |
Karet
gelang |
2 |
|
5 |
Botol
plastik |
1 |
B.
Cara
Kerja/Prosedur
1. Ambil
2 karet gelang, kemudian simpul membentuk angka 8.
2. Lingkarkan
salah satu karet gelang pada bagian mulut botol sampai karet benar-benar
kencang.
3. Kaitkan
karet pada kawat yang sudah dipasang untuk mengukur.
4. Ukur
panjang karet mula-mula
5. Setelah
itu, isi botol dengan air yang ditentukan dan tutup botol tersebut.
6. Kemudian
gantungkan botol, dan ukur panjang karet untuk mendapatkan data pertama.
7. Jika
sudah mendapatkan data pertama, maka lakukan langkah-langkah tadi pada
percobaan berikutnya.
8. Catat
hasil data untuk menghasilkan hasil dari praktikum. Atau dengan menonton video
berikut ini.
https://drive.google.com/file/d/1MoWQ60qUbMleyHju1gLIde6Mi9ZwgyNq/view?usp=sharing
C.
Data/Tabel
dan Analisa/ Perhitungan
|
No |
M
(kg) |
F(N) |
PJ.
Karet x (cm) |
|
1 |
0,06 |
0,45 |
7,5 |
|
2 |
0,12 |
1,26 |
10,5 |
|
3 |
0,18 |
2,43 |
13,5 |
D.
Pembahasan
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dapat
disimpulkan bahwa beban yang diberikan akan mempengaruhi perubahan panjang,
semakin kecil beban yang diberikan maka pertambahan panjangnya semakin kecil
dan sebaliknya semakin besar beban yang diberikan untuk pertambahan panjangnya
semakin besar. Gaya yang diberikan sebanding dengan perubahan panjang.
Dengan
dilakukannya praktikum ini dapat menambah pengetahuan kita dan kegiatan ini
dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
DAFTAR
PUSTAKA
Fazia, A. (2021). LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA
ELASTISITAS. 10 OKTOBER 2021, 1-11.
Komentar
Posting Komentar