KAJIAN STRUKTUR RUMAH TRADISIONAL
PAPUA HONAI
Pola
Permukiman Suku Dani
Kompleks permukiman dari suku Dani adalah Silimo. Satu kompleks silimo
terdiri dari beberapa massa bangunan dengan fungsi-fungsi khusus, dan satu
silimo dihuni oleh satu keluarga luas terbatas (extended family).
Konsep penataan massa di dalam satu silimo
- Filosofi Bangunan
Filosofi bangunan Honai, melingkar atau bulat mempunyai artian :
1.
Menjaga kesatuan dan persatuan yang
paling tinggi sesama suku serta mempertahankan budaya yang telah diwariskan
oleh para leluhur untuk selamanya.
2.
Dengan tinggal dalam satu honai maka
kita sehati, sepikir dan satu tujuan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan
3.
Honai merupakan simbol dari kepribadian
dan merupakan martabat dan harga diri dari orang suku yang harus dijaga oleh
keturunan atau anak cucu mereka di kemudian hari.
4.
Karakteristik Rumah Honai
Bangunan rumah honai memiliki karakteristik yang merupakan bentuk
adaptasi terhadap cuaca dingin dan angin kencang,secara garis besar adalah
sebagai berikut:
- Berbentuk
bulat/melingkar
- Ukuran diameter 4m – 6m
- Ketinggian ± 3m – 7m (2
lantai)
- Tidak terdapat jendela
(minim bukaan)
- Bagian-Bagian
Bangunan Honai
- Rumah Hanoi terdiri dari 2 lantai, yaitu
- Elemen-Elemen
Bangunan Honai
Bangunan Bagian Atas
Bagian atas bangunan terdiri atas atap bangunan Honai
Bagian Atap Honai
Penutup atap yang digunakan adalah ilalang yang memiliki makna. Meski
terlihat lemah, ilalang juga bisa sangat tajam. Ini adalah gambaran kekritisan
dan akarnya yang dalam serta kuat menghujam bumi adalah gambaran atas keyakinan
hidup yang tidak pernah mati, Sehingga dari sudut pandang ini, ilalang bermakna
mandiri, kuat, kritis dan dinamis.
Bangunan Bagian Tengah
Bagian tengah bangunan terdiri atas dinding dan tiang bangunan
Tiang Honai
Tiang rumah honai ini terbuat dari kayu besi. Tiang bangunan ini juga
diibaratkan sepertti tulang punggung manusia yang menopang tubuh kita agar
tetap tegak.
Dinding Honai
Pada rumah honai dinding terbuat dari bahan papan kayu kasar disusun
melingkar. Memiliki makna kesatuan dan persatuan yang paling tinggi untuk
mempertahankan dan mewariskan budaya suku, harkat, martabat dan Bermakna
sehati, sepikir dan satu tujuan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
Bangunan Bagian Bawah
Bagian bawah bangunan terdiri atas lantai bangunan
Lantai Honai
Lantai rumah honai ini hanya beralaskan rumput atau jerami yang
menggambarkan kesederhanaan, kemudian ketidakadaannya kursi didalamnya membuat
para masyarakat Dani mempersilahkan tamunya untuk duduk dibawah yang beralaskan
jerami. hal ini menggambarkan kebersamaan masyarakat Dani.
- Bahan-Bahan
Bahan yang digunakan sebagai berikut:
- Kayu besi (oopihr)
- Kayu buah besar
- Kayu batu yang paling
besar
- Kayu buah sedang
- Jagat (mbore/pinde)
- Tali
- Alang-alang
- Papan alas dll.
3.1 Karakteristik Honai
Secara garis besar bentuk Honai
adalah sebagai berikut:
1. Berbentuk bulat/melingkar
2. Ukurannya sempit (diameter 4m - 6m)
3. Ketinggian sekitar 2.5m – 5 m (2 lantai)
4. Tidak berjendela dan ketinggian pintu sangat
rendah
(sangat minim bukaan)
Filosofi Honai bentuk
bulat
dan melingkar dari rumah honai
memiliki filosofi yang
dipegang
teguh oleh
masyarakat Dani,
yang mencerminkan
nilai-nilai yang
diturunkan dari generasi ke generasi, yaitu sebagai berikut.
1. Kesatuan dan persatuan yang paling
tinggi
untuk mempertahankan dan mewariskan budaya, suku, harkat, martabat yang
telah dipertahankan oleh
nenek moyang dari dulu hingga saat ini. 2. Bermakna sehati,
sepikir dan
satu
tujuan dalam menyelesaikan
suatu pekerjaan.
Pada malam
hari,hanya diterangi oleh
nyala api dari perapian yang terdapat di tengah
honai.
Bahan yang digunakan
sebagai berikut:
1. Kayu
besi
(oopir) digunakan
sebagai tiang tengah
2. Kayu
buah besar
3. Kayu
batu
yang
paling besar
4. Kayu
buah sedang
5. Jagat (mbore/pinde)
6. Tali
7. Alang-alang
8. Rotan
9. Papan
yang
dikupas
10. Papan las,dll
3.3.1 Fungsi-fungsi Rumah Honai
Rumah adat
Papua ini Fungsi utamanya adalah
sebagai tempat tinggal.
Fungsi lainnya
dari
Rumah Honai seperti:
1.
Tempat penyimpanan
alat-alat perang dan berburu
2.
Tempat mengembleng anak lelaki agar bisa
menjadi
orang yang kuat waktu
dewasanya nanti dan berguna
bagi
sukunya.
3.
Tempat untuk menyusun strategi perang, jika terjadi peperangan.
4.
Tempat menyimpan alat-alat atau simbol dari adat suku
yang
sudah ditekuni sejak dulu









Komentar
Posting Komentar