Langsung ke konten utama

PERADABAN LEMBAH SUNGAI KUNING (TIONGKOK KUNO)



MAKALAH
PERADABAN LEMBAH SUNGAI KUNING
(TIONGKOK KUNO)



Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Sejarah peminatan


Nama Kelompok 2:
1.   Ayu Widiyawati
2.   Deede Ayu Puspita
3.   M. Fatchu Rahman Al Ghozali
4.   Sarah Azahra
5.   Iqbal Syaimima
Kelas : X IPS 3


PEMERINTAH KABUPATEN BREBES
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 JATIBARANG
JL. Raya Karanglo Tegalwulung, Karanglo, Kec. Jatibarang, Kab. Brebes
Prov. Jawa Tengah, Kode Pos 52261
2020

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin kami tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui dampak dan pengaruh pembelAjaran bagi siswa. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar.
Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Judul dari makalah ini sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada guru yang telah banyak membantu penyusun agar dapat menyelesaikan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

Jatibarang,      Februari 2020
Penyusun


Tim Penyusun
















DAFTAR ISI

K ATA PENGANTAR ................................................................................. i
DAFTAR ISI ................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 1
A.    Latar Belakang Masalah ...................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah ................................................................................ 1
C.     Tujuan .................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN .............................................................................. 2
A.    Peradaban Lembah Sungai Kuning...................................................... 2
B.     Pengaruh Peradaban Lembah Sungai Kuning Terhadap Indonesia..... 5
BAB III PENUTUP ...................................................................................... 6
A.    Simpulan .............................................................................................. 6
B.     Saran .....................................................................................................6
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................7


















BAB I
PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG
Di dunia ini terdapat beberapa negara yang menyebar dan memulai awal peradabannya masing- masing dalam memulai peradabannya biasanya banyak perubahan-perubahan yang terjadi. Maka dalam makalah ini kami akan membahas. Peradaban di Cina dimulai dari pradaban di sungai kuning atau sungai Huang-Ho. Sungai huang ho adalah sungai yang terletak di daerah pegunungan Kwen-Lun di  Tibet. Setelah melalui daerah pengunungan Cina Utara, sungai panjang yang membawa lumpur kuning itu membentuk dataran rendah Cina dan bermuara di Teluk Tsii-Li di Laut Kuning. Sedang didataran tinggi sebelah selatan mengalir Sungai Yang Tse Kiang yang berhulu di PegununganKwen-Lun (Tibet) dan bermuara di Laut Cina Timur. Peradaban lembah sungai Kuning merupakan salah satu pelopor dari kebudayaan dunia.
Sejak masa purba sampai sekarang, peradaban Cina ini mampu bertahan dan terus berkembangdi negeri Cina. Sebagaimana peradaban-peradaban kuno yang lain, peradaban Cina ini berkembang di sekitar lembah sungai Kuning sejak 5000 tahun yang lalu. Lembah Sungai HoangHo merupakan salah satu daerah yang subur di Tiongkok. Disebut Sungai Kuning´ karena pada saat terjadi banjir, Sungai Hoang Ho membawa lumpur berwarna kuning. Demikian pula laut dimana sungai tersebut mengalir sebagai muaranya disebut LAUT KUNING. Dalam peradaban sungai kuning Huang-ho juga terjadi perubahan teknologi, sistem pemerintahan, dan dinasti yang berkuasa. Oleh sebab itu untuk lebih jelasnya kami telah mengulas semua yang ada pada peradaban lembah sungai kuning Huang-Ho.
B.  RUMUSAN MASALAH
1.    Bagaimana peradaban lembah sungai kuning?
2.    Dimana letak geografis lembah sungai kuning?
3.    Bagaimana kepercayaan di lembah sungai kuning?
4.    Bagaimana pemerintahan & dinasti yang berkuasa pada masa peradaban sungai kuning?
C.  TUJUAN
1.         Untuk memenuhi tugas mata pelajaran Sejarah Peminatan
2.         Agar Siswa dan Siswi SMA Negeri 1 Jatibarang bisa menambah pengetahuan khususnya tentang sejarah peradaban budaya di lembah sungai kuning dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua.

BAB II
PEMBAHASAN

A.  PERADABAN LEMBAH SUNGAI KUNING
1.    Letak Geografis
Peradaban Lembah Sungai Kuning adalah peradaban bangsa Cina yang muncul di lembah Sungai Kuning (Hwang Ho atau yang sekarang disebut HuangHe). Sungai Hwang Ho disebut sebagai Sungai Kuning karena membawa lumpur kuning sepanjang alirannya. Sungai ini bersumber dari Pegunungan Kwen-Lun di Tibet dan mengalir melalui daerah Pegunungan Cina Utara hingga membentuk dataran rendah dan bermuara di Teluk Tsii-Li, Laut Kuning. Pada daerah lembah sungai yang subur inilah kebudayaan bangsa Cina berawal. Dalam sejarah, daerah tersebut menyulitkan masyarakat Cina kuno untuk melaksanakan aktivitas hidupnya karena terjadinya pembekuan es di musim dingin dan ketika es  mulai  mencair akan terjadi banjir serta air  bah. Berbagai kesulitan dan tantangan tersebut mendorong bangsa Cina untuk berpikir dan mengatasinya dengan pembangunan tanggul raksasa di sepanjang sungai tersebut.
2.    Pertanian
Pada bagian hilir dari Sungai Kuning, terdapat dataran rendah Cina yang subur dan merupakan pusat kehidupan bangsa Cina. Masyarakat Cina umumnya bercocok tanam gandum, padi, teh, jagung, dan kedelai. Kegiatan pertanian Cina Kuno memang sudah dikenal sejak zaman Neolitikum ( 5000 SM) dan tanaman pangan utama yang ditanam adalah padi. Pada zaman perunggu, prioritas pokok dalam pertanian rakyat Cina adalah  padi, teh, kacang kedelai, dan rami. 
Kegiatan pertanian mengalami kemajuan pesat dalam pemerintahan Dinasti Qin (221-206 SM). Di masa itu, masyarakat Cina telah menerapkan sistem pertanian yang intensif dengan penggunaan pupuk, irigasi yang baik, dan perluasan lahan gandum.
3.    Filsafat
Pada  masa pemerintahan Dinasti Chou, filsafat Cina berkembang dengan pesat karena lahirnya tiga ahli filsafat Cina, yaitu Lao Zi, Kong Fu Zi (Kong HuCu), dan Mengzi. 
a)                  Lao Zi menuliskan ajarannya dalam buku berjudul Tao Te Ching. Beliau menjunjung tinggi semangat keadilan dan kesejahteraan yang ke keadaan abadi yang dinamakan Tao. Ajaran Lao Zi disebut Taoisme dan mengajarkanmanusia untuk menerima nasib.
b)                 Ajaran Kong Fu Zi juga berdasarkan pada Taoisme. Menurut Kong Fu Zi, Tao adalah kekuatan yang mengatur alam semesta ini hingga tercapai keselarasan. Penganut ajaran Taoisme meyakini bahwa bencana yang terjadi di muka bumi merupakan akibat dari ketidak patuhan manusia pada aturan Tao. Ajaran Kong Fu Zi yang mencakup bidang pemerintahan dan keluarga telah memberikan pengaruh yang begitu besar bagi masyarakat Cina karena memengaruhi cara berpikir dan sikap hidup sebagian besar bangsa Cina.
Menurut Kong Fu Zi, masyarakat terdiri dari keluarga dan dalam keluarga seorang bapak merupakan pusatnya. Oleh karena itu raja harus memerintah dengan baik dan bijaksana serta rakyat harus hormat dan taat pada raja seperti hubungan bapak dan anak yang seharusnya.
c)                  Ajaran Meng Zi yang merupakan murid Kong FuZi  mengajarkan pengetahuan kepada rakyat jelata dan menurut ajarannya, rakyatlah yang terpenting dalam suatu negara.
4.    Kebudayaan
Masyarakat Cina kuno telah mengenal tulisan sejak 1500 SM yang ditulis pada kulit penyu atau bambu. Pada awalnya huruf Cina yang dibuat sangat sederhana, yaitu satu lambang untuk satu pengertian. Pada masa pemerintahan Dinasti Han, seni sastra  Cina  kuno berkembang pesat seiring dengan ditemukannya kertas. Ajaran Lao Zi, Kong Fu Zi, dan Meng Zi banyak dibukukan baik oleh filsuf itu sendiri maupun para pengikutnya . Pada masa pemerintahan  Dinasti Tang,  hidup dua orang pujangga terkemuka yang banyak menulis puisi kuno, yaitu Li Tai Po dan Tu Fu. Selain berupa sastra, kebudayaan Cina yang muncul dan berkembang dilembah Sungai Kuning adalah seni lukis, keramik, kuil, dan istana.
Perkembangan seni lukis terlihat dari banyaknya lukisan hasil karya tokoh ternama yang menghiasi istana dan kuil. Lukisan yang dipajang umumnya berupa lukisan alam semesta, lukisan dewa-dewa, dan lukisan raja yang pernah memerintah. Keramik Cina merupakan hasil kebudayaan rakyat yang bernilai sangat tinggi dan menjadisalah satu komoditi  perdagangan saat itu. Rakyat Cina menganggap bahwa  kaisar  atau raja merupakan penjelmaan dewa sehingga istana untuk sang raja dibangun dengan indah dan megah. Hasil  kebudayaan Cina yang terkenal hingga saat ini adalah Tembok Besar
Cina yang  dibangun  pada  masa  Dinasti Qin untuk menangkal serangan dari musuh di bagian utara Cina. Kaisar Qin Shi Huang menghubungkan dinding-dinding  pertahanan yang telah dibangun tersebut menjadi tembok raksasa dengan sepanjang 7000 km.


5.    Kepercayaan
Sebelum ajaran Kong Fu Zi dan Meng Zi, bangsa Cina menganut kepercayaan dewa-dewa yang dianggap memiliki kekuatan alam. Dewa-dewa yang menerima pemujaan tertinggi dari mereka adalah Feng-Pa (dewa angin), Lei-Shih (dewan angin taufan yang digambarkan sebagai naga besar), T'sai-Shan (dewa penguasa bukit suci),  dan Ho-Po. Menurut kepercayaan Cina kuno,  dunia digambarkan sebagai sebuah segiempat yang di bagian atasnya ditutupi oleh 9 lapisan langit. Di tengah-tengahdunia itulah terletak daerah yang didiami bangsa Cina yang disebut T'ien-hsia.  Daerah di luar T'ien-hsia dianggap sebagai daerah kosong tempat tinggal para hantu dan Dewi Pa (penguasa musim semi).
6.    Pemerintahan
Dalam kehidupan kenegaraan Cina kuno, ada dua macam sistem pemerintahan yang dianut yaitu feodal dan unitaris. Dalam sistem pemerintahan feodal,  kaisar tidak menangani langsung urusan kenegaraan karena kedudukan kaisar bersifat sakral. Kaisar dianggap sebagai utusan atau anak dewa langit sehingga tidak  pantas mengurusi politik praktis.
Sedangkan pada sistem pemerintahan unitaris, kaisar berkuasa mutlak dalam pemerintahan sehingga kaisar berhak campur tangan dalam semua politik praktis. Sejarah mencatat terdapat banyak dinasti yang membangun Cina menjadi bangsa besar, diantaranya adalah Dinasti Shang,  Dinasti Chou,  Dinasti Qin,  Dinasti Han, dan  Dinasti Tang.
a)      Dinasti Shang (Hsia) merupakan dinasti tertua di Cina walaupun tidak  banyak peninggalan tertulis mengenai dinasti ini. Berdasarkan cerita rakyat Cina kuno,  pada masa ini telah berkembang sistem kepercayaan terhadap Dewa Shang-Ti. Dinasti Syang berakhir sekitar tahun 1766 SM dan digantikan oleh dinasti Yin (1700-1027 SM).
b)      Dinasti Chou adalah dinasti ketiga di Cina dan pada masa ini diterapkan prinsip feodalisme dengan pembagian kekuasaan pemerintahan. Pemerintah pusat yang dipimpin kaisar dibagi menjadi daerah-daerah pemerintahan yang dipimpinoleh raja bawahan.
c)      Pada masa pemerintahan Dinasti Qin, sistem tersebut berubah karena RajaCheng yang bergelar Qin Shi Huang membentuk Cina menjadi negara kesatuan yang hanya diperintah oleh satu orang pemimpin. Dalam pemerintahan Qin ShiHuang, dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan Cina berkembang. Sayangnya saat beliau meninggal terjadi kekacauan karena perebutan kekuasan yang pada akhirnya berhasil diatasi oleh Liu-Pa.
d)     Liu-Pa mendirikan Dinasti Han yang mencapai kejayaannya pada masa pemerintahan Han Wudi. Dinasti Han mencapai masa kejayaannya di bawah pemerintahan kaisar Han Wu Ti. Kerajaan Cina meliputi Asia Tengah, Kore, Mansyuria Selatan, Anam, Sinking. Setelah kaisar Han Wu Ti meninggal pada tahun 87 M, Dinasti Han mengalami kemunduran dan akhirnya runtuk pada tahun 221 M. ketika terjadi kekacauan bangsa tartar menyerang Cina, dan akhirnya sebagian negeri Cina dapat dikuasainya. Namun pada abad ke-7 M negeri Cina berhasil dipersatukan kembali di bawah pemerintahan kaisar-kaisar dari Dinasti T’ang.
e)      Dinasti T’ang didirikan oleh Li Shih Min yang terkenal dengan nama Kaisar T’ang T’ai Tsung. Ia memperluas wilayah kekuasaannya ke luar negeri Cina seperti selatan menguasai Ton-kin, Annam dan Kamboja. Ke sebelah barat menguasai Persia dan laut Kaspia. Di bawah kekuasaan T’ang T’ai Tsung, dinasti T’ang mencapai masa kejayaannya. Dinasti ini salah satu yang terpenting dalam sejarah karena Cina berhasil memperluas wilayah kekuasaannya, mencapai kejayaandengan kehidupan masyarakat yang makmur dan sejahterah, serta berkembangan kesenian dan kebudayaan Cina kuno.
7.    Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Masyarakat Cina kuno memiliki banyak ahli astronomi (ilmu perbintangan) yang dapat membantu masyarakat  dalam  pembuatan sistem penanggalan. Perkembangan ilmu astronomi merupakan dasar dari berbagai  aktivitas kehidupan bangsa Cina  karena sistem pertanian,  pelayaran, dan usaha lainnya memerlukan informasi tentang pergantian dan perputaran musim.  Perkembangan teknologi masyarakat Cina kuno terlihat dari pembuatan barang-barang perdagangan seperti barang tambang dan hasil olahannya berupa perabot rumah tangga, senjata, perhiasan, dan alat pertanian.

B.  PENGARUH PERADABAN LEMBAH SUNGAI KUNING TERHADAP PERADABAN DI INDONESIA
Beberapa pengaruh peradaban peradaban Lembah Sungai Kuning terhadapkebudayaan dan seluruh aspek kehidupan bangsa Indonesia antara lain sebagai berikut.:
1.      Kepercayaan tentang nasib dan peruntungan yang didasarkan paad tubuh, seperti bentuk garis tangan dan lain-lain. 
2.      Islam yang datang di Indonesia diantaranya berasal dari Cina. Terutama pada masa Dinasti Tang dan Ming.
3.      Makanan-makanan Indonesia banyak yang berasal dari Cina, seperti mie, bihun, capcay, tahu,  kecap, dan sebagainya.
BAB III
PENUTUP

A.  Simpulan
Berdasarkan pembahasan pada Bab II dapat disimpulkan hal-hal berikut.
1.              Pada peradaban Lembah Sungai Kuning berkembang beberapa filsafat, diantaranya yaitu ajaran Konfusianisme, ajaran Taotismedan ajaran Legalisme. Teknologi pada peradaban ini berkembangdengan baik terutama dalam pembuatan barang dagangan dan karya seni.
2.      Peradaban di Lembah Sungai Kuning banyak mempengaruhi berbagai aspek kehidupan di Indonesia, diantaranya kebudayaan dan tradisi,  kepercayaan, bahasa, olahraga dan juga makanan.

B.  Saran
Agar sejarah peradaban di Indonesia tetap lestari atau terjaga, kita harus terus menjaga agar sejarah ini tetap dipelajari, diketahui, serta diingat oleh seluruh masyarakat Indonesia.




















DAFTAR PUSTAKA

http://www.scribd.com/doc/83165445/KARYA-ILMIAH-REMAJA (diakses tanggal 25 Februari 2020)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH MENGENAI PERSATUAN DAN KESATUAN PADA MASA DEMOKRASI LIBERAL

MAKALAH MENGENAI PERSATUAN DAN KESATUAN PADA MASA DEMOKRASI LIBERAL DIAJUKAN UNTUK MEMNUHI TUGAS PELAJARAN PPKN                                                 Nama Kelompok (4): 1.     DIO ADAM BACHTIAR 2.     EVI ASTUTI 3.     NUGI ALFAJAR 4.     RIZKY SAKINAH P                                                 Kelas : XII IPS 1 PEMERINTAH KABUPATEN BREBES DINAS PENDIDIKAN DAN K...

MAKALAH KEPENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA

MAKALAH KEPENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA   NAMA KELOMPOK : 1.       A. WILDAN M. 2.       WAKHIDI K. 3.       KHAERUL MUSTASILHAQ 4.       TOHIRIN JAMAL P. 5.       ABDUL WAHAB 6.       YODI 7.       IKROM FAUDI KELAS :  MADRASAH ALIYAH DARULL ISTIKOMAH JL. RAYA UTARA  SONGGOM ,  Songgom  Lor, Kec.  Songgom , Kab.  Brebes  Prov. Jawa Tengah 2020 KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanya atas rahmat dan petunjuk-Nya saya dapat menyelesaikan penulisan berupa makalah yang berjudul “KE PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA (1942-1945)” Sumber dari makalah ini berupa buku-buku sejarah yang ditambah dengan informasi yang di...
ABRASI Abrasi yang biasa disebut dengan erosi gelombang laut atau erosi marin adalah proses pengikisan pantai oleh gelombang laut. Penyebab abrasi adalah permukaan air laut yang naik, dikarenakan mencairnya es di kutub. Sehingga berdampak pada pengikisan daerah permukaan yang lebih rendah. Abrasi ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah besar atau kecilnya gelombang laut dan cepat lambat gelombang tersebut. Sementara kekuatan abrasi disebabkan oleh beberapa hal, yaitu : besar kecil gelombang laut, tingkat kekerasan batuan (makin keras batu, kian tahan terhadap abrasi), dalamnya laut pada muka pantai (semakin dalam, kekuatan abrasi makin besar), banyaknya materi yang dibawa oleh gelombang (banyaknya materi yang sebagian besar berupa pasir atau kerikil akan menambah kekuatan abrasi jadi kian besar juga). Bentang alam hasil dari abrasi antara lain : -           Cliff (tebing pantai) Merupakan pantai yang mempu...