LAPORAN
UJI MAKANAN
Diajukan
Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran BIOLOGI
Disusun Oleh:
1)
RIYAN PUTRIYANI
2)
LILI RETNO ATIKA
3)
M. IRKHAM
4)
TIAR NUR HIDAYAH
Kelas : XI IPA 2
MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 2 TEGAL
Alamat : Jl. Gamprit No. 1,
Kec. Pagerbarang, Kab. Tegal, Kode Pos 52462
2019/2020
I.
JUDUL
Uji Makanan
II.
TUJUAN
Mengetahui kandungan
nutrisi yang terdapat pada makanan.
III. DASAR TEORI
Makanan adalah bahan,
biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan oleh makhluk hidup untuk
memberikan tenaga dana nutrisi. Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan.Tanpa
makanan, makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktifitas
sehari-harinya.Makanan dapat membantu kita dalam mendapatkan energi,membantu
pertumbuhan badan dan otak.Memakan makanan yang bergizi akan membantu
pertumbuhan kita, baik otak maupun badan.Setiap makanan mempunyai kandungan
gizi yang berbeda.Protein, karbohidrat, lemak, dan lain-lain adalah salah satu
contoh gizi yang akan kita dapatkan dari makanan.
Setiap jenis gizi yang
kita dapatkan mempunyai fungsi yang berbeda.Karbohidrat merupakan sumber tenaga
yang kita dapatkan sehari-hari.Salah satu contoh makanan yang mengandung
karbohidrat adalah nasi.Protein digunakan oleh tubuh untuk membantu pertumbuhan
kita,baik otak maupun tubuh kita.Lemak digunakan oleh tubuh kita sebagai
cadangan makanan dan sebagai cadangan energi.Lemak akan digunakan saat tubuh
kekurangan karbohidrat, dan lemak akan memecah menjadi glukosa yang sangat
berguna bagi tubuh kita saat kita membutuhkan energi. Berikut zat-zat yang
terkandung dalam makanan yang diperlukan oleh tubuh.
KARBOHIDRAT
Karbohidrat atau
sakarida adalah segolongan besar senyawa organik yang tersusun hanya dari atom
karbon, hidrogen, dan oksigen. Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana
terdiri dari satu molekul gula sederhana. Banyak karbohidrat yang merupakan
polimer yang tersusun dari molekul gula yang terangkai menjadi rantai yang
panjang serta bercabang-cabang.
Karbohidrat merupakan
bahan makanan penting dan sumber tenaga yang terdapat dalam tumbuhan dan daging
hewan. Selain itu, karbohidrat juga menjadi komponen struktur penting pada
makhluk hidup dalam bentuk serat (fiber), seperti selulosa, pektin, serta
lignin.
Karbohidrat menyediakan
kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh. Tubuh menggunakan karbohidrat seperti
layaknya mesin mobil menggunakan bensin. Glukosa, karbohidrat yang paling
sederhana mengalir dalam aliran darah sehingga tersedia bagi seluruh sel tubuh.
Sel-sel tubuh tersebut menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi tenaga untuk
menjalankan sel-sel tubuh.
Selain sebagai sumber
energi, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa di
dalam tubuh, berperan penting dalam proses metabolisme dalam tubuh, dan
pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak.
AMILUM
Pati atau amilum (CAS#
9005-25-8) adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud
bubuk putih, tawar dan tidak berbau. Pati merupakan bahan utama yang dihasilkan
oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa (sebagai produk fotosintesis)
dalam jangka panjang. Hewan dan manusia juga menjadikan pati sebagai sumber
energi yang penting.
Pati tersusun dari dua
macam karbohidrat, amilosa dan amilopektin, dalam komposisi yang berbeda-beda.
Amilosa memberikan sifat keras (pera) sedangkan amilopektin menyebabkan sifat
lengket. Amilosa memberikan warna ungu pekat pada tes iodin sedangkan
amilopektin tidak bereaksi. Penjelasan untuk gejala ini belum pernah bisa
tuntas dijelaskan.
GULA (GLUKOSA)
Karbohidrat merupakan
sumber energi utama bagi tubuh manusia, yang menyediakan 4 kalori (17
kilojoule) energi pangan per gram. Pemecahan karbohidrat (misalnya pati)
menghasilkan mono- dan disakarida, terutama glukosa. Melalui glikolisis,
glukosa segera terlibat dalam produksi ATP, pembawa energi sel. Di sisi lain,
glukosa sangat penting dalam produksi protein dan dalam metabolisme lipid. Karena
pada sistem saraf pusat tidak ada metabolisme lipid, jaringan ini sangat
tergantung pada glukosa.
Glukosa diserap ke
dalam peredaran darah melalui saluran pencernaan. Sebagian glukosa ini kemudian
langsung menjadi bahan bakar sel otak, sedangkan yang lainnya menuju hati dan
otot, yang menyimpannya sebagai glikogen ("pati hewan") dan sel
lemak, yang menyimpannya sebagai lemak. Glikogen merupakan sumber energi
cadangan yang akan dikonversi kembali menjadi glukosa pada saat dibutuhkan
lebih banyak energi. Meskipun lemak simpanan dapat juga menjadi sumber energi
cadangan, lemak tak pernak secara langsung dikonversi menjadi glukosa. Fruktosa
dan galaktosa, gula lain yang dihasilkan dari pemecahan karbohidrat, langsung
diangkut ke hati, yang mengkonversinya menjadi glukosa.
PROTEIN
Protein (akar kata
protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah
senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari
monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida.
Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala
sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua
sel makhluk hidup dan virus.
Kebanyakan protein
merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi
struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan
sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai
antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan
(dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi,
protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu
membentuk asam amino tersebut (heterotrof).
IV. ALAT DAN BAHAN
Alat :
1.
Penjepi tabung reaksi
2.
Pipet tetes
3.
Lumpang porselin
4.
Tabung reaksi
5.
Pembakar spritus
6.
Pemes/pisau
7.
Papan proselin
8.
Spatula/pengaduk
9.
Rak tabung reaksi
10.
Gelas ukur
Bahan
1. Nasi
2. Roti
3. Tepung
terigu
4. Tahu
5. Tempe
6. Telur
7. Susu
8. Nasi
tumbuk
9. Ikan
V.
LANGKAH
KERJA
1.
Menyiapkan alat dan bahan yang di perlukan.
2.
Melakukan uji makanan.
3.
Percobaan 1 : Uji amilum
a. Menempatkan
bahan makanan di lumpang proselin.
b. Bahan
makanan tersebut ditetesi reagen lugol sebanyak 2 tetes.
c. Mengamati
perubahan warna yang terjadi.
d. Memasukkan
data pada table pengamatan.
4.
Percobaan
2 : Uji protein
a.
Menghaluskan
bahan yang diuji dengan menggunakan lumpang proselin dan penumbuk.
b.
Memasukkan
aquades secukupnya untuk memudahkan penumbukan.
c.
Letakkan
±2mL hasil tumbukan pada tabung reaksi.
d.
Tetesi
tabung reaksi tersebut dengan reagen biuret sebanyak 10 tetes.
e.
Mengocok
tabung reaksi tersebut hinggga ada perubahan warna menjadi ungu, maka bahan
makanan tersebut mengandung protein.
f.
Memasukkan
data kedalam table pengamatan, dan lakukan hal yang sama dengan bahan makanan
yang lain.
5.
Percobaan
3 : Uji glokusa.
a.
Menghaluskan
bahan yang diuji dengan menggunakan lumpang proselin dan penumbuk.
b.
Memasukkan
aquades secukupnya untuk memudahkan penumbukan.
c.
Letakkan
±2mL hasil tumbukan pada tabung reaksi.
d.
Tetesi
tabung reaksi tersebut dengan reagen benedict sebanyak 10 -15 tetes.
e.
Panaskan
tabung reaksi d atas pembakar sepritus.
f.
Memasukkan
data kedalam table pengamatan, dan lakukan hal yang sama dengan bahan makanan
yang lain
VI. DATA PENGAMATAN
Tabel hasil Reaksi /
Perubahan
|
No
|
Nama makanan
|
Hasil uji makanan
|
||
|
Amilum
|
Glukosa
|
Protein
|
||
|
1
|
Nasi
|
Positif
|
Negatif
|
Negatif
|
|
2
|
Roti
|
Positif
|
Positif
|
Negatif
|
|
3
|
Tepung
terigu
|
Positif
|
Positif
|
Negatif
|
|
4
|
Tahu
|
Negatif
|
Negatif
|
Positif
|
|
5
|
Tempe
|
Negatif
|
Negatif
|
Positif
|
|
6
|
Telur
|
Negatif
|
Negatif
|
Positif
|
|
7
|
Susu
|
Positif
|
Positif
|
Positif
|
|
8
|
Nasi
tumbuk
|
Positif
|
Negatif
|
Negatif
|
|
9
|
Ikan
|
-
|
-
|
Positif
|
Tabel
Hasil Uji Kandungan Makanan
VII.
PEMBAHASAN
Pada kegiatan praktikum
ini kita menggunakan reagen yang digunakan untuk mengetahui kandungan makanan,
antara lain :
Lugol digunakan untuk
menguji apakah suatu makanan mengandung karbohidrat(amilum) atau tidak. Bila
makanan yang kita tetesi lugol menghitam, maka makanan tersebut mengandung
karbohidrat. Semakin hitam berarti makanan tersebut banyak kandungan
karbohidratnya.
Biuret adalah reagen
yang digunakan untuk menguji kandungan protein. Bila bahan makanan itu
mengandung protein maka setelah bereaksi dengan biuret akan menghasilkan warna
ungu/ warna lembayung. Hal itu terjadi karena ada ikatan protein dengan biuret
yang menghasilkan dasar reaksi sebagau berikut :
kompleks koordinasi
antara Cu 2+ dgn gugus -C=O dan NH ikatan peptida dalam larutan alkalis, akan
membentuk warna lembayung.
Benedict adalah reagen
yang digunakan untuk menguji kandungan glokusa pada bahan makanan jika hasil
reaksi tersebut menghasilkan warna merah bata. Hal itu terjadi Ketika reagen
benedict dicampurkan dan dipanaskan dengan glukosa, di mana glukosa memiliki
elektron untuk diberikan, tembaga(salah satu kandungan di reagen benedict) akan
menerima elektron tersebut dan mengalami reduksi sehingga terjadilah perubahan
warna. Selama proses ini CU2+ tereduksi menjadi CU+. Ketika Cu mengalami reduksi, glukosa memberikan salah
satu elektronnya dan dioksidasi. Karena glukosa mampu mereduksi Cu pada
benedict, maka glukosa disebut sebagai gula pereduksi. Dan menghasilkan warna
merah bata.
Sesuai pernyataan di
atas di peroleh hasil pengujian sebagai berikut : Ipritus tidak meninggalkan
noda transparan. Maka pisang ambon tidak mengandung lemak.
Uji
Putih Telur
-
Uji amilum, putih telur di tetesi dengan
reagen lugol bereaksi dan menghasilkan warna putih kekuning-kuniangan. Hal itu
berarti tidak menunjukkan bahwa putih telur memiliki amilum karena bila
memiliki amilum setelah di uji seharusnya memiliki warna biru kehitaman.
-
Uji protein, putih telur mengandung
protein karena setelah ditetesi reagen biuret warna menjadi ungu.
-
Uji glukosa, putih telur ditetesi
benedict kemudian di panggang di atas pembakar spritus ternyata tidak
mengakibatkan perubahan warna atau bisa disebut putih telur tidak mengandung
glukosa.
-
Uji lemak, putih telur yang dioleskan pada kertas buram dan
dipanaskan pada pembakar spritus tidak meninggalkan noda transparan. Maka putih
telur tidak mengandung lemak.
Uji
Kuning Telur
-
Uji amilum, kuning telur di tetesi
dengan reagen lugol bereaksi dan menghasilkan warna putih kekuning-kuniangan.
Hal itu berarti tidak menunjukkan bahwa kuning telur memiliki amilum. karena
bila memiliki amilum setelah di uji seharusnya memiliki warna biru kehitaman.
-
Uji protein, kuning telur mengandung
protein karena setelah ditetesi reagen biuret warna menjadi ungu.
-
Uji glukosa, kuning telur ditetesi
benedict kemudian di panggang di atas pembakar spritus ternyata tidak
mengakibatkan perubahan warna atau bisa disebut kuning telur tidak mengandung
glukosa.
-
Uji lemak, kuning telur yang dioleskan pada kertas buram dan
dipanaskan pada pembakar spritus
meninggalkan noda transparan. Maka kuning telur mengandung lemak.
Uji
Tempe
-
Uji amilum, tempe di tetesi dengan
reagen lugol bereaksi dan menghasilkan warna putih kekuning-kuniangan. Hal itu
berarti tidak menunjukkan bahwa tempe memiliki amilum. karena bila memiliki
amilum setelah di uji seharusnya memiliki warna biru kehitaman.
-
Uji protein, tempe mengandung protein
karena setelah ditetesi reagen biuret warna menjadi ungu.
-
Uji glukosa, tempe ditetesi benedict
kemudian di panggang di atas pembakar spritus ternyata tidak mengakibatkan
perubahan warna atau bisa disebut tempe tidak mengandung glukosa.
-
Uji lemak, tempe yang dioleskan pada kertas buram dan
dipanaskan pada pembakar spritus tidak meninggalkan noda transparan. Maka tempe
tidak mengandung lemak
-
VIII.
KESIMPULAN
DAN SARAN
A.
Kesimpulan
Setelah kami melakukan
praktikum dapat disimpulkan bahwa : Reagen
lugol digunakan untuk mengetahui bahwa makanan yang mengandung amilim, Reagen
biuret digunakan untuk mengetahui bahwa makanan yang mengandung protein. Reagen
benedict digunakan untuk mengetahui bahwa makanan yan mengandung glukosasedangkan
kertas buram digunakan unuk mengetahui bahwa makanan yang mengandung lemak.
Bahan makanan yang
apabila ditetesi dengan lugol berubah warna menjadi biru kehitaman berarti
bahwa makanan tersebut mengandung amlum. Bahan makanan yang ditetesi dengan
reagen biuret dan mengocoknya, berubah warna menjadiungu, maka bahan makanan
tersebut mengandung protein.bahan makanan yang didenan reagen benedict dsn
memanaskannya diatas pembakar spritus dan warna menjadi merah bata, maka bahan
makanan tersebut mengandung glikosa. Sebahan
makanan yang dioleskan pada kertas buram dan memanaskannya pada pembakar
spritus, jika meninggalkan bekas noda tranparan maka bahan makanan tersebut
mengandung lemak.
Bahan makanan yang
mengandung amilum yaitu : singkong dan tepung kanji. Bahan makanan yang
mengandung glokusa : Santan kelapa, singkong dan pisang ambon. Bahan makanan
yang mengandung protein :santan kelapa, tempe, dan tepung kanji, putih telur
dan kuning telur. Sedangkan bahan yang mengandung lemak antara lain : santan kelapa
dan kuning telur.
Dalam satu bahan
makanan tidak hanya mengandung nutrisi, tetapi banyak yang mempunyai lebih dari
dua nutrisi. Seperti santan kelapa terdapat glokusa, protein dan lemak.
IX. DAFTAR PUSTAKA
http://tutorjunior.blogspot.com/2009/10/uji-kandungan-makanan.html
Aendra
di Kamis, Januari 27, 2011
X.
LAMPIRAN
Komentar
Posting Komentar