KLIPING
TENTANG E- BOOK
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran
SISKOMDIG
Nama Kelompok :
1.
Aldi Saputra (4)
2.
M. Agus Rianto (21)
Kelas : X TOT 1
SMK
BHAKTI PRAJA DUKUHWARU
Jl. Raya barat dukuhwaru, Kec. Dukuhwaru, Kab. Tegal
Kode
Pos 52451
Telp: (0283) 6196380- 6196222
2020
A. Sejarah Perkembangan E-Book
Penemu E-Book
Di bulan
Juli 1971 untuk pertama kali publik Amerika mengenal e-book yang kemudian
dilanjutkan dengan Project Gutenberg. Dialah Michael S. Hart, lelaki yang
menyandang julukan sebagai penemu e-book pertama di dunia, yang juga mengawali proyek pengadaan e-book untuk hampir semua buku
populer yang ada di dunia melalui Project Gutenberg. Namun Anda tidak akan lagi
bisa bertemu Hart karena lelaki yang tahun ini berusia 64 tahun itu meninggal
dunia pada
hari selasa (6 Sep) di kediamannya Urbana, Illinois.
Hart merupakan
lulusan University of Illinois. Pada tahun 70an saat Hart masih menjadi
mahasiswa di universitas tersebut, Hart diberi kesempatan mengakses komputer
utama kampusnya. Saat itu ia berpikir apa yang bisa ia lakukan dengan komputer
itu. Ide tentang e-book kemudian muncul saat Hart berada di sebuah supermarket saat
melakukan perjalanan ke berbagai tempat.
Menurut
wikipedia e-book (singkatan dari electronic book,
atau E-book) dikenal sebagai buku digital, merupakan e- teks
yang berbentuk media digital dan kadang-kadang dilindungi dengan
hak cipta digital. Adapun bentuknya bisa berbentuk file pdf, word, html, txt
dll. Tetapi yang terkenal biasanya e-book berbentuk file pdf
yang dapat dibaca dengan program seperti acrobat reader yang
dapat di download sebelumnya secara gratis.
Sebuah E-book,
sebagaimana didefinisikan oleh Oxford Kamus bahasa Inggris,
adalah “versi elektronik dari buku cetak yang dapat dibaca pada komputer
pribadi atau perangkat genggam yang dirancang khusus untuk tujuan ini”. E-book didedikasikan
bagi mereka para pembaca media elektronik atau perangkat e-book baik
melalui komputer atau bisa juga melalui ponsel yang dapat digunakan untuk
membaca buku elekronik ini.
File-file yang sering digunakan untuk pengemasan document tersebut sehingga
bisa disebut e-book biasanya dalam format pdf, exe, doc, ppt,
dan sebagainya. Yang lazim adalah pdf dan exe. Akan tetapi tidak semua file
document yang berekstensi pdf atau exe disebut e-book. Seperti
halnya banyak document manual / kertas yang tidak serta merta bisa disebut
buku, ada yang disebut selebaran, brosur, pamflet, dan lain-lain. Maka file
document agar bisa disebut e-book tentunya harus
memenuhi kaidah-kaidah penulisan buku dan tersusun dalam bentuk buku hanya saja
tidak diwujudkan secara fisik (di-print).E-book berekstensi pdf
(portable document format) adalah buku elektronik yang bisa dibuka dengan
program-program pdf reader seperti adobe acrobat reader, foxit reader, dan
semacamnya. Format pdf lebih banyak digunakan dalam pembuatan e-book karena
file ini memang lebih praktis dan mudah dalam management pembuatannya. Kita
dapat mengkonversi document word ke dalam pdf dengan adobe acrobat atau program
lain. Kelebihan file .pdf ini adalah ukurannya filenya kecil bahkan dapat
dioptimasikan untuk image-image yang di-embed di dalamnya, nyaman
dibaca/diprint, dan yang paling penting ada fasilitas setting menggunakan kode
sandi baik dalam pembacaan, editing, ataupun untuk dicetak.
B. Pembagian / Jenis E-Book
Ada dua
macam e-book yang tersedia,yaitu :
Pertama, e-book yang
bersifat ‘tertutup’ dan hanya dapat dibaca dengan alat dan program khusus.
Kedua, e-books yang dapat dibaca oleh berbagai peralatan digital
(tidak khusus). Untuk jenis pertama, setiap berkas hanya dapat dibaca
dengan perangkat yang sudah disiapkan khusus, misalnya merek Rocket dan
Softbook. Perangkat kerasnya dibuat agar mudah dibawa-bawa (portable). Tidakk
hanya teks yang ditampilkan, tetapi juga bisa suara video. Sudah tentu pula,
ada fasilitas temu-lkembali yang memudahkan pembaca berpindah-pindah.
Perangkat atau alat
baca (e-books reader) seperti ini belum terlalu popular mengingat
tingkah resolusi layarnya masih jauh lebih rendah dibandingkan resolusi kertas.
Jika sebuah buku kertas mampu memberikan resolusi 1200 dpi (dots per inch)
sehingga mata kita tidak lelah membaca, maka e-books seringkali
hanya bisa mencapai 105 dpi atau bahkan hanya 72 dpi. Tidak heran jika para
pembacanya mengeluh sering sakit kepala. Bentuk dan ukuran alat-baca yang saat
ini tersedia memang sudah menyerupai buku biasa, namun mungkin agak lebih
berat. Selain itu, alat ini memerlukan baterai yang usianya masih pendek,
sehingga kalau lupa mengisi (charging), kita akan kesal apalagi bila sedang
asyik membaca novel dan baterai nya habis maka akan mati seketika.
E-books jenis
kedua yang tersedia di Internet adalah yang untuk dibaca di berbagai alat
digital, mulai dari (desktop, laptop, sampai PDA (personal digital assistant).
Kunci dari e-books jenis ini tentu saja adalah penggunaan bahas
penyajian yang terstandar. Perusahaan-perusahaan seperti Microsoft, Glassbook,
dan Librius sedang bekerja bersama National Institute of Standards and
Technology untuk mencapai kesepakatan tentang standar penyajian teks
untuk e-books yang dapat dibaca di segala jenis komputer. Sudah ada
sebuah standar yang dapat dibaca di berbagai alat digital, yaitu Open e-book Publication
Structure, terbit tahun 1999, mengombinasikan Hypertext Markup Language (HTML)
dan eXtensible Markup Lannguage (XML). Dengan standar ini, masing-masing penerbit
dapat membuat sebuah buku digital tanpa harus memikirkan versi berbeda untuk
alat-baca yang berbeda.
Jenis e-book berdasarkan
formatnya. Popularitas umumnya bergantung pada ketersediaan berbagai E-book dalam
format tersebut dan mudahnya prangkat lunak yang digunakan untuk membaca jenis
format tersebut diperoleh.
1. Teks polos, teks polos
adalah format paling sederhana yang dapat dilihat hampir dalam setiap prangkat
lunak menggunakan komputer personal. Untuk beberapa device, format ini dapat
dibaca menggunakan prangkat lunak yang harus lebih dahulu diinstal.
2. PDF, Format
PDF memberikan kelebihan dalam hal format yang siap untuk dicetak. Bentuknya
mirip dengan bentuk buku sebenarnya. Selain itu terdapat pula fitur pencarian,
daftar isi, memuat gambar, dan juga multimedia.
3. JPEG, Seperti
halnya format gambar lainnya, format JPEG memliki ukuran yang besar
dibandingkan informasi teks yang dikandungnya, oleh karena itu format ini
umumnya populer bukan untuk E-book yang memilki banyak teks
akan tetapi untuk jenis buku komik atau manga yang proporsinya lebih didominasi
oleh gambar.
4. HTML, Dalam
format HTML ini gambar dan teks dapat diakomodasi. Layout tulisan dan gambar
dapat diatur, akan tetapi hasil dalam layar kadang tidak sesuai apabila
dicetak.
Jenis-jenis e-book berdasarkan kontennya. Yang paling
umum adalah tipe buku digital. Jenis buku ini adalah yang paling tradisional,
biasanya jumlah halamannya ada ratusan dan isinya persis dengan buku-buku
kertas. Tipe e-book ini dipilah-pilah kedalam bab dan beberapa
topik dan mengandung lebih dari satu ide.
Jenis e-book berikutnya
adalah manifesto atau e-book yang halamannya kurang dari
seratus halaman, topik yang ada dalam e-book ini hanya satu,
tidak seperti buku digital yang memiliki topik lebih dari satu.
Sedangkan jenis e-book lainnya
adalah e-book bonus atau konten arsip. Jenis ini biasanya
dipakai blogger/webmaster guna menarik pengunjung untuk datang ke
blogg/webmasternya.
C. Proses Pembuatan E-Book
Ada
dasarnya e-book merupakan sistem temu balik informasi yang
sangat praktis dalam penggunaan atau pemanfaatannya.
1. Tahap
Persiapan
Ketika untuk
mempublishkan sesuatu, tentu saja yang harus dipersiapkan pertama kali adalah
naskah. Sebab naskah berisi konten/ isi dari buku yang akan di elektronikkan.
Agar lebih apik, persiapkan naskah sebaik mungkin. Jika jenis naskah berupa
hasil karya tulis, jangan lupa menerapkan aturan atau etika penulisan yang baik
dan benar agar terhindar dari dugaan penjiplakan atau yang lebih dikenal
dengan “plagiarism”.
Selain itu,
untuk membuat dokumen digital beberapa persiapan perlu dilakukan agar dalam
pembuatan dokumen digital dapat berlangsung lancar. Persiapan tersebut
meliputi;
a.
Perangkat keras
Perangkat
keras yang perlu dipersiapkan diantaranya:
-
Komputer
Komputer
yang dapat digunakan tentunya sangat bervariasi dengan spesifikasi yang sangat
standart sampai kepada komputer dengan spesifikasi baik. Dalam menyiapkan alat,
perlu diperhatikan volume pekerjaan. Semakin banyak dokumen digital yang harus
dikelola, maka semakin membutuhkan perangkat komputer dengan spesifikasi baik
-
Alat pemindai (scaner)
Alat ini
yang nantinya memindahkan naskah apabila dari bentuk cetak ke bentuk digital.
Namun apabila naskah sudah berbentuk digital, tidak perlu menggunakan alat ini.
b.
Perangkat lunak
Naskah yang ada dialih bentukkan
kedalam format PDF. Hal ini dimaksudkan untuk mengunci dokumen agar tidak bisa
dengan sembarangan dimodifikasi ataupun dicetak oleh berbagai pihak yang tidak
bertanggung jawab.
Apabila menggunakan pemproses
dokumen OpenOffice, maka dapat langsung menyimpan naskah e-book ke
format PDF. Namun jika menggunakan Microsoft Office, menggunakan alat bantu,
diantaranya: primoPDF atau FoxitPDF Creator
Perangkat lunak yang dipersiapkan
berupa sistem operasi seperti windows, beberapa perangkat lunak yang diperlukan
antara lain:
-
Adobe acrobat (versi lengkap) untuk menghasilkan
dokumen dalam format pdf
-
MSWord untuk menulis dokumen yang kemudian disimpan
dalam format DOC, RTF ataupun PDF
2. Pendigitalisasian
data
Untuk mulai mendigitalisasikan data
atau membuat dokumen PDF terdapat berbagai cara, diantaranya:
a. Membuat
dokumen PDF dari MS-Word.
Melalui
tahapan-tahapan sebagai berikut :
Buka
dokumen tersebut dengan MS-Word dengan cara meng”klik” ganda nama file
tersebut. Atau dengan cara lain, buka program MS-Word. Klik file -> open
-> pilih nama file yang akan dibuka kemudian di “klik”
Dokumen MS-Word
yang akan diubah menjadi format pdf
Ø Klik menu Adobe PDF yang ada di deretan menu-menu
pada MS-Word
Menu
Adobe PDF pada layar MS-Word
Ø Pilih covert
to adobe PDF
Ø Ketik nama
file yang nantinya akan menjadi file PDF atau biarkan nama file yang ada jika
kita tidak akan merubah nama file aslinya
Ø Tekan tombol save jika sudah
Pembuatan
file PDF sedang berlangsung
Ø Tunggu
beberapa saat sampai konversi ke file PDF dari word selesai di proses
File
hasil konversi dari word ke PDF
Cara
kedua untuk membuat file PDF dari file MS-Word adalah sebagai berikut :
Ø Buka dokumentersebut dengan MS-Word dengan cara
meng”klik” ganda nama file tersebut. Atau dengan cara lain, buka program
MS-Word. Klik file->open->pilih nama file yang akan dibuka kemudian
diklik
Ø Dari program MS-Word, klik tombol file->
Print...(atau dari MS-Word tekan CTRL+P)
Ø MS-Word akan memunculkan layar sebagai berikut
Jendela
pengaturan percetakan
Ø Ubah nama
printernya menjadi acrobat PDFWriter kemudian tekan tombol OK
Jendela
untuk memberi nama file
Ø MS-Word akan mencetak file kita kedalam file PDF dengan
nama file sama dengan nama file MS-Wordnya tetapi dengan extention pdf.
Membuat dokumen PDF dengan acrobat 7
Cara
ini dapat digunakan bila komputer tidak terdapat MS Word atau program lain
untuk membaca file asli yang kita miliki. Cara membuat dokumen PDF dengan
acrobat 7, sebagai berikut :
1. Membuat dokumen PDF dari file
Ø jalankan adobe acrobat 7,
Ø klik menu file -> create PDF ->from file
Ø cari file yang akan dirubah ke dalam format PDF
(jenis file yang dapat dirubah oleh Adobe Acrobat 7 cukup banyak seperti HTML,
TXT, JPEG, PNG, DOC, PUB, dan masih banyak lagi)
Jendela
untuk mencari nama file yang akan diubah
Ø klik tombol open sesudah anda memilih file yang akan
diubah
Ø tunggu beberapa saat sampai semua proses selesai.
2.
Membuat dokumen PDF dari beragam file
Ø
jalankan Adobe Acrobat 7
Ø
klik menu file ->Create PDF ->From
Multiple Files
Ø
tekan tombol browse dan carilah salah
satu jenis file yang akan ditambahkan atau dibuat file PDF nya (file bisa
bereksistensi doc, jpg, gif, pdf, dan lainnya)
Ø
tekan tombol add
Ø
ulangi langkah 2-4 berulang kali sampai
kita mendata semua file yang akan dijadikan dokumen PDF
Ø
tekan tombol OK jika semua sudah selesai
Ø
Simpanlah dengan nama yang kita
kehendaki pada kotak file name
Ø
tekan tombol save.
3. Membuat
cover e-book
Agar e-book yang
kita buat terlihat lebih menarik meski belum dibaca secara keseluruhan, untuk
itu perlu dibuat cover yang interaktif. Mampu menarik pembaca untuk penasaran
dan tertarik mendalami tulisan didalam e-book secara lebih
lanjut. Untuk membuat sampul digital, yang perlu dipersiapkan diantaranya:
Ø Adobe
Photoshop CS2
Ø gambar latar
belakang, clipart, font
Ø action script
untuk membuat cover e-book
Langkah-langkah pembuatan
cover e-book, yaitu :
Ø
Jalankan program
Adobe Photoshop
Ø
Install action
script
Ø
Buka jendela
dialog actions (menu window-action)
Dari jendela Actions, pilih action
script yang bersangkutan.
Ø Klik pada step 1 dan klik pada tombol play selection
yang ada di bagian bawah jendela dialog action
Desain
tampilan sampul e-book seperti yang diinginkan dengan memanfaatkan
gambar/ font / clipart yang dimiliki
Ø Jika sdah puas dengan hasilnya, kembalilah ke jendela
dialog actions, klik sekali pada step 2 dan klik pada tombol play selection
yang ada dibawah
Ø Tunggu beberapa saat hingga desain selesai diproses
menjadi sebuah sampul e-book yang menarik
D. Manfaat
Menggunakan E-Book
1.
E-book Lebih Praktis dan
Mudah Dibawa
Jika anda
ingin membaca e-book dimanapun anda berada, anda cukup menyalakan perangkat
elektronik anda (entah itu smartphone, tablet, atau e-book reader).
2.
E-book Ramah Lingkungan
Buku cetak
bisa menghabiskan banyak sekali pohon yang kita perlukan untuk menjaga
keseimbangan kehidupan di bumi ini. Jika semua pohon habis ditebang untuk
membuat buku cetak, tentunya kita sendiri akan merugi. Sebaliknya, e-book tidak
memerlukan pohon karena bentukya digital.
3.
E-book Tahan Lama
E-book
adalah buku yang tahan lama atau bahkan abadi (everlasting). Ia tak akan mudah
rusak dimakan usia. Berbeda dengan buku cetak yang makin lama akan makin
menguning dan rusak. Selama data kita tidak terserang virus, dan hal ini bisa
dicegah dengan penggunaan komputer yang hati-hati dan pemasangan software anti virus, maka e-book
kita akan tetap bagus kondisinya
4.
E-book Lebih Simple
E-book
dinilai lebih simple untuk dibawa dan disimpan, dibandingkan dengan buku cetak.
Anda hanya butuh e-book readers untuk membawa atau menyimpan buku-buku anda.
5.
E-book Lebih Murah
Ebook
tidak perlu proses pencetakan hingga penerbitan yang memakan banyak biaya,
sehingga e-book bisa menjadi lebih murah daripada buku cetak. Selain itu ada
beberapa e-book yang diberikan secara gratis.
6.
E-book Lebih Portable
Asalkan
ada hardware yang kompatibel untuk mengoperasikan ebook yang berekstensi .pdf
dan .exe ini, mau dimanapun dan kapanpun juga kita akan tetap bisa menikmati
bacaan di dalam e-book dengan nyaman.
DAFTAR PUSTAKA
http://annisa675.blogspot.com/
(Diakses Tanggal 4 Februari 2020)
http://vickyedh.blogspot.com/2015/05/makalah-e-book.html
(Diakses Tanggal 4 Februari 2020)
https://teknoding.com/perbedaan-buku-digital-cetak/
(Diakses Tanggal 4 Februari 2020)
https://ribangkemambang.wordpress.com/2015/06/13/buku-cetak-vs-buku-digital/
(Diakses Tanggal 4 Februari 2020)
http://punyadzikri.blogspot.com/2014/12/buku-cetak-vs-buku-digital.html
(Diakses Tanggal 4 Februari 2020)
https://www.kaskus.co.id/thread/53815e320e8b46f80a0000b0/buku-dijital-e-book-vs-buku-cetak/
(Diakses Tanggal 4 Februari 2020)
Komentar
Posting Komentar