Langsung ke konten utama

SISTEM HIDROLIK & SISTEM PNEUMATIK



MAKALAH
SISTEM HIDROLIK & SISTEM PNEUMATIK





Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran PDTO


NAMA      : SAHRUL ANAM
Kelas         : X TOT 3



SMK BHAKTI PRAJA DUKUHWARU
Jl. Raya barat dukuhwaru, Kec. Dukuhwaru, Kab. Tegal
Kode Pos 52451 Telp: (0283) 6196380- 6196222
2020

KATA PENGANTAR


Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Alloh SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul : “SISTEM HIDROLIK DAN SISTEM PNEUMATIK”.
Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Akhirnya, tiada kata yang dapat kami berikan selain harapan dan terima kasih. semoga Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi kita semua serta dapat meningkatkan keimanan kita menjadi hamba Allah yang mulia.

Dukuhwaru,     Februari 2020
Penulis


Sahrul Anam
























DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR .............................................................................................. i
DAFTAR ISI ............................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................... 1
A.    Latar belakang ................................................................................................. 1
B.     Tujuan .............................................................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................... 1
A.    Pengertian hidrolik .......................................................................................... 1
B.     Jacking (macam – macam alat angkat ) ........................................................... 1
C.     Blocking (safety stand).................................................................................... 3
D.    Lifting ( car lift) ............................................................................................... 5
E.     Sistem penumatik ............................................................................................ 6

BAB III PENUTUP .................................................................................................. 10
A.    Kesimpulan ...................................................................................................... 10
B.     Saran ................................................................................................................ 10

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 11




























BAB I
PENDAHULUAN


A.    LATAR BELAKANG
Sistem Hidrolik sebetulnya sudah banyak dikenal di masyarakat dan tidak sedikit kita menemukan alat tersebut. Sistem Hidrolik mempunyai fungsi yang sangat berperan penting bagi masyarakat terutama bagi mereka yang memiliki kendaraan berat, karena apabila mereka menggunakan Sistem Hidrolik akan terasa mudah dalam melakukan pekerjaannya. Selain itu juga sistem hidrolik banyak digunakan di tempat-tempat pencucian mobil yaitu untuk mengangkat beban yang berat. Maka dari itu kami selaku penulis merasa termotivasi untuk membahas materi itu, selain itu juga sebagai tugas kelompok kami.

B.     TUJUAN
1.      Untuk memenuhi tugas mata pelajaran PDTO
2.      Tujuan kami menyusun makalah ini yaitu supaya kami mengetahui pengertian Sistem Hidrolik,
3.      Agar kami mengetahui Manfaat dari Sistem Hidrolik dan Penumatik dan macam-macam Sistem Hidrolik dan Penumatik .





















BAB II
PEMBAHASAN


A.    PENGERTIAN HIDROLIK
Kata hidrolik berasal dari bahasa Inggris hydraulic yang berarti cairan atau minyak. Prinsip dari peralatan hidrolik memanfaatkan konsep tekanan, yaitu tekanan yang diberikan pada salah satu silinder akan diteruskan ke silinder yang lain., sesuai dengan hukum Pascal.
Peralatan hidrolik untuk memperbaiki bodi kendaraan memiliki ukuran yang sangat bervariasi, dari peralatan yang hanya memiliki kekuatan sekitar 1 ton, sampai dengan 50 ton. Jenis yang digunakan disesuaikan dengan kerusakan yang terjadi. Jenisnya juga beragam dan beberapa alat dapat saling dikombinasikan.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka perlu diperhaikan prosedur perbaikan dengan alat hidrolik.  Dalam penggunaan berbagai peralatan hidrolik, biasanya  kita sering menggunakan oli sebagai perantara untuk menyalurkan tekanan. Jadi, perbaikan bodi kendaraan memanfaatkan oli untuk membantu pekerjaan kita. Konsep dari hidrolik banyak digunakan pada pemakaian sistem rem kendaraan, dongkrak kendaraan, alat pengangkat mobil ketika dicuci, juga pada berbagai alat berat seperti back hoe, excavator dan lain sebagainya.
Dalam perbaikan bodi kendaraan, baik kerusakan ringan maupun kerusakan berat, sering diperlukan peralatan hidrolik untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Peralatan hidrolik yang sering digunakan adalah alat pengangkat mobil (car lift), dongkrak lantai, ram atau dongkrak tenaga serta alat-alat penarik dan penekan.
1.      Prinsip Kerja
Prinsip kerja yang digunakan adalah Hukum Pascal, yaitu : benda cair yang ada di ruang tertutup apabila diberi tekanan, maka tekanan tersebut akan dilanjutnya ke segala arah dengan sama besar.
Sistem hidrolik adalah teknologi yang memenfaatkan zat cair, biasanya oli, untuk melakukan suatu gerakan segaris atau putaran. Sistem ini bekerja berdasarkan prinsip jika suatu zat cair dikenakan tekanan, maka tekanan itu akan merambat kesegala arah dengan tidak bertambah atau berkurang kekuatannya. Prinsip dalam rangkaian hidrolik adalah menggunakan fluida kerja berupa zat cair yang dipindahkan dengan pompa hidrolik untuk menjalankan suatu sistem tertentu.

B.     JACKING (MACAM-MACAM ALAT ANGKAT YANG BANYAK DIGUNAKAN)
Jacking diartikan sebagai (device for lifting heavy object, esp one for raising the axle of a motor vehicle off the ground) arti yang lain adalah raise-hoistjack up. Jacking adalah tindakan untuk mengangkat atau menaikkan kendaraan lebih tinggi dari posisi lantai, lebih dikenal dengan mendongkrak. Jacking atau dongkrak terdapat dua jenis yaitu dongkrak mekanis dan dongkrak hidrolik.
Dongkrak adalah nama yang diberikan pada sebuah alat yang digunakan untuk mengangkat beban berat. Untuk ”mendongkrak” sesuatu ke atas, berarti mengangkatnya. Pada saat bagian bawah kendaraan dikerjakan, atau roda-roda atau track harus diganti, roda dan track tersebut harus diangkat atau didongkrak.
1.      Dongkrak Gunting 
Merupaan dongkrak bawaan dari sebuah kendaraan. Selain praktis dongkrak ini juga tidak memakan tempat terlalu banyak. Namun karena masih menggunakan ulir, maka tenaga yang dikeluarkan untuk mengangkat kendaraan tentu lebih banyak. Dinamakan dongkrak gunting karena memang bentuknya seperti gunting. Cara penggunaan dongkrak ini sangat mudah yaitu tinggal memutar ulir kekanan untuk menaikkan dan sebaliknya.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRY8KFUGiHxN6pY8n8mO1CKclbl2usjDT_Y5TGM41V_-og3A_Uz_zHo0M-p_5U4iIYfn-UMV3myt5xqToF-IacTZGoOtpdSQsg5Ci_Sd7ANJJd8jzwQSTYramHKqvhttm7eqD77NQcIJY/s320/1.jpg
2.      Dongkrak Botol 
Merupakan dongkrak hidrolik namun berukuran kecil. Dari segi bentuk memang seperti botol yaitu berbentuk silindris. Cara penggunaannya yaitu tinggal memompa tuas untuk menaikkan dan membuka kran untuk menurunkan. Kelebihan dari dongkrak ini selain simpel dan praktis juga penggunaan tenaga untuk menaikkan kecil karena sudah menggunakan hidrolik. Namun kelemahannya yaitu harganya yang lebih mahal dari dongkrak ulir.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7fD_EMxOb5n131hmGe9-SRj3hvGweJPrH4b_a4HCpotzB9DCC3RrJT6LFRnRHAAhYPYd2dnIagyNgk-9NH9aWug08lw_PhkObqxvl0XBlD4YRsDhsTKkDjSlCXryMyF0TVQh3YVbCHds/s320/2.jpg
3.      Dongkrak Buaya 
Merupakan salah satu jenis dongkrak hidrolik yang berukuran besar sehingga kapasitas pengangkatan juga lebih besar. Dongkrak ini memiliki empat roda dan dapat didorong. Cara penggunaan sama seperti dongkrak botol yaitu dengan memompa tuas untuk menaikkan dan membuka kran untuk menurunkan. Kelebihan dongkrak ini yaitu kapasitas pengangkatan lebih besar, bisa digunakan pada mobil dengan ground clearance rendah seperti sedan. Kekurangan yaitu harganya yang jauh lebih mahal daripada dongkrak botol, serta bentuknya yang besar sehingga tidak bisa dibawa kemana mana.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjSvN3OUuxFTg27zLpeAnWw2Xmq0g5riXhlb_S5uhXewMtSKUEpFp1JVziesCz5AeqLziknJhKxPmEO47aSkMcnwZD56gr7z6q_DTBA4puWvC2acKSQ_Y1JXtZDAFR0NvGupsE3s7Eess/s320/3.jpg

4.      Dongkrak Botol M/Buaya 
Merupakan dongkrak perpaduan antara dongkrak botol dengan dongkrak buaya. Dongkrak ini mempunyai kelebihan dapat mengangkat beban besar mulai dari 22 ton - 50 ton. Namun kelemahannya yaitu tidak mudah dipindah-pindahkan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgymDUwRQidSojpaTasvo7JPzD6NuRqqyfaE8F_bkutirDI0yTWbJXgCjGTBqNCj43fFJ7g-E3qbAdamlHnaB9E7LaHhe3AUsII_klpLP0ozpR_MA4StX6htJb8-IJg8Yhyphenhyphen_fCsFFo9MKU/s320/4.jpg
5.      Dongkrak Kereta 
Merupakan dongkrak yang digunakan untuk perbaikan kereta api. Dongkrak ini dirancang untuk mengatasi proses jacking yang tidak bisa dilakukan oleh dongkrak biasa, sehingga memerlukan dongkrak khusus.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjD5WC3eC2f3_Vy8MXzS94kVYygy6xXBZHSLUE5Oq41J27rrx-TP4SDlCMaRPoQB5170i4JwJDHVJq4nQh-OHMH5J1wLn9Vat4i7OcMGmpH4h1GmQz3XGlSD2jPtisZWl56bECuT7jBbYA/s320/5.jpg

Cara Menggunakan Dongkrak
-          Letakkan ganjalan pada ban-ban belakang apabila bagian depan kendaraan yang diangkat. Sebaliknya, letakkan ganjalan pada ban-ban depan apabila bagian belakang kendaraan yang diangkat.
-          Dongkrak ditempatkan ditempat yang telah ditentukan.
-          Sebelum dongkrak mulai mengangkat, periksalah sekali lagi apakah tempat pengangkatan kendaraan tepat berada ditengah-tengah sadel dongkrak. Sebab bila tidak, dongkrak dapat slip sewaktu mengangkat kendaraan.
-          Sebelum mengangkat dan menurunkan kendaraan, periksalah bahwa tidak ada orang atau sesuatu disekitarnya, apabila lagi dibawah kendaraan. Jangan sekali-kali bekerja dibawah kendaraan yang hanya ditopang dengan dongkrak saja. Topanglah kendaraan tersebut dengan stand (penopang)


C.    BLOCKING (SAFETY STAND)
Blocking diartikan sebagai make the movement or flow in (a passage, pipe, road, etc.) difficult or impossible: Persamaan arti yang lain adalah obstruct – stop – bar – jam – clog – blockade. Dalam terjemahan bebas bisa diartikan sebagai tindakan untuk menahan suatu benda tetap pada posisinya.  Dalam bahasa umum lebih dikenal dengan mengganjal/menyangga.
Setelah sebuah kendaraan terangkat atau didongkrak, kendaraan tersebut harus disangga sebelum dikerjakan. Cara ini disebut mengganjal (pengganjalan). Sebuah ganjal adalah stand yang kuat dan stabil yang dibuat khusus untuk menyangga sebuah kendaraan. Ganjal mempunyai beberapa ukuran dan dibuat untuk menopang beban yang berbeda-beda, dari kendaraan kecil hingga peralatan berat ditambang.
Sebagian besar ganjal dibuat dengan ketinggian yang dapat disesuaikan dengan alat/kendaraan yang diganjal. Setelah tinggi ganjal ditentukan, ganjal tersebut harus dikunci pada posisinya. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan pin, rack, dan thread, tetapi sebagian ganjal memiliki ketinggian tetap / tidak berubah. Pada ganjal jenis pin, lubang-lubang pada adjusting column (kolom yang bisa disetel) sejajar dengan casing bagian luar.
Pastikan bahwa pin tersebut terpasang sepenuhnya, bisa masuk dari satu sisi dan keluar dari sisi lainnya. Bila ganjal tersebut mempunyai pin ganda, pastikan bahwa keduanya cocok.
Safety Stand merupakan alat penopang dan pengaman ketika proses perbaikan atau perawatan kendaraan yang sudah dilakukan proses jacking atau didongkrak. Safety stand sangat diperlukan untuk menjamin keamanan apabila terjadi slip pada dongkrak yang digunakan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguUybHGzYhBoSW7WjJeukAoWl_0ISWxubz0CoURs3oipgizmpT_Zxw_n91_mw07sCWthB7D5svJjOMqUakqUNEJIUWoVOfdPCwPGW1i13vycMwCXtC2xNVkch_-IO6Gn4QwxQ-yk6QhjE/s320/7.jpg
  1. Paddock Motor merupakan dongkrak yang berfungsi untuk menyangga sepeda motor. Sepeda motor yang disangga merupakan sepeda motor sport yang kebanyakan tidak memiliki standar internal. Oleh karena itu perlu penyangga khusus.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHB8Kxi7Tt9z14DTnWhpCHpNItV3wME_AjO0W2SCiIPB-6Qhyphenhyphen6rNcWfQTIn-v7xGDGGzgJv8LPqIsV5m23izwm-qsJYDdeXJbCfhEpYKQ3tEGYMgn2CxDtga_jh-g3QQGKNH0RQSFFB3M/s320/8.jpg

Cara menggunakan cranes
a.       Tempatkan cranes pada posisi aman untuk mengangkat engine atau transmisi
b.      Jika perlu siapkan rantai sebagai kelengkapan dari pada cranes
c.       Ikatkan rantai pada lengan pangangkat cranes
d.      Tekan batang pengungkit berulang-ulang hingga engine atau transmisi terangkat melalui rantai
e.       Setelah terangkat hingga ketinggian yang diharapkan, dorong cranes keluar Untuk menurunkan engine atau transmisi, bukalah katup oli secara perlahan-lahan.
D.    LIFTING (CAR LIFT)
Lifting Dalam perbaikan bodi kendaraan baik kerusakan ringan maupun kerusakan berat, sering diperlukan peralatan hidrolik untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Peralatan hidrolik yang sering digunakan salah satunya adalah alat pengangkat mobil (car lift).
Car lift juga merupakan alat pengangkat kendaraan yang memberikan keleluasaan yang lebih besar kepada mekanik bengkel untuk bergerak secara leluasa di bawah kendaraan dalam memperbaiki hampir seluruh komponen yang ada di bawah kendaraan, karena mekanik dapat berdiri dan berjalan di bawah kendaraan sehingga perbaikkan lebih mudah dilakukan .Car lift  hanya digunakan oleh bengkel-bengkel besar, karena di samping harganya cukup mahal juga membutuhkan tempat yang cukup luas.
Jika tinjau dari alat penggeraknya car lift terutama dibedakan menjadi beberapa  macam, yaitu penggerak mekanik (poros berulir), penggerak hidrolik, dan penggerak pneumatik, untuk jenis pneumatik belum digunakan secara umum di Indonesia. Sedangkan jika tinjau dari bentuknya car lift terdiri dari beberapa jenis, yaitu : single post, double post dan  four post car lift. Tenaga yang digunakan untuk mengalirkan oli menggunakan pompa yang digerakkan oleh tenaga manusia langsung, pompa yang digerakkan motor listrik, ataupun dengan pompa yang digerakkan dengan udara tekan. Aliran fluida dari pompa dialirkan ke silinder, yang menyebabkan piston akan terangkat ke atas dan penyangga akan mengangkat kendaraan.
            Macam – Macam Lifting
1.    Single Post Car Lift terdapat empat lengan yang dapat diatur sedemikian rupa arah lengan serta panjang pendek lengan disesuaikan dengan ukuran kendaraan. Single post car lift jarang digunakan pada bengkel kendaraan karena faktor keamanan yang kurang.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtqZX9jchA80Vlq1dv7Lj-1dL0QmSnUvo1rqZgK9jheZHsJg5QedInlhony-5o0XGA3Uo5viuTr1W5yN-Ofj_mVIJ1sFdVHgT8g9OV_r0bMb4C5IHAld-fbYPRtbTbgfRa3W1PzRd7V7U/s320/3.jpg
2.    Two Post Car Lift memiliki landasan yang dapat diatur untuk menyesuaikan dengan kendaraan yang diangkat. Posisi roda menggantung sehingga aman ketika proses pekerjaan dibawah kendaraan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9fx5T6sCZsrJykSYIEIK0zBO5qLYXpihGIxBknMTvDhPIod5E7zJgrgoxVAajp4IZ3X_uWNtBXjktbwhnfhyphenhyphenFHbHnhEVFBlf4a18M1scVN_5NM3W0guWhABngX_2gxSy6vXix1r2vJ6s/s1600/2.jpg
3.    Four Post Car Lift memiliki keamanan yang paling baik diantara dua lifting yang lainnya. Four post car lift memiliki empat penyangga sehingga lebih kuat daripada lifting lainnya.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMv6Nhmp9lfuChq_xVdw_GBPihYLSGNkY02R2DsvdSLYkQHFtYUeLjNjcolaZA-GICKFLg1lctaY86LuRYS2-kmplr5PVjEkqwSVzsg5pO38NrmkuxDuug4rera1DlXz0vm1Rwd7qhc9Y/s320/1.jpg
Cara menggunakan car lift
Bentuk konstruksi car lift yang digerakkan secara mekanik maupun hidrolik, hampir tidak dapat dibedakan, termasuk cara menggunakannya pun hampir sama. Dengan demikian, jika sudah bisa menggunakan car lift penggerak mekanik maka otomatis akan dapat menggunakan penggerak hidrolik. Cara menggunakannya adalah sebagai berikut :
1.      Pindahkan kendaraan ke area car lift hinga kendaran dapat diangkat dengan aman. Faktor keamanan yang harus diperhatikan adalah :
-       Daya angkat car lift harus diatas berat kendaraan
-       Posisi kendaraan pada car lift  harus seimbang dan tepat pada dudukan yang aman, untuk menghindari kendaran terguling.
-       Disekitar car lift  harus bebas dari barang-barang yang mungkin mengganggu pada saat kendaraan diangkat.
2.      Tekan tombol motor listrik hingga kendaraan terangkat setinggi yang diinginkan. Untuk car lift yang menggunakan lengan pengangkat, sebelum mobil terangkat, periksa dahulu lengan pengangkat apakah sudah tepat pada duduka n yang diharapkan dan terhindar dari komponen-komponen yang mungkin rusak.
3.      Jika car lift  dilengkapi dengan alat pengaman (umumnya penggerak hidrolik) maka pasanglah alat pengaman tersebut untuk mencegah kerusakan pada sistem hidrolik car lift dan sekaligus mencegah car hoist turun secara tiba-tiba.

E.     SISTEM PNEUMATIK
Pengertian secara Umum
Pneumatik berasal dari bahasa Yunani yang berarti udara atau angin. Semua sistem yangmenggunakan tenaga yang disimpan dalam bentuk udara yang dimampatkan untuk menghasilkan suatu kerja disebut dengan sistem Pneumatik. Dalam penerapannya, sistem pneumatic banyak digunakan sebagai sistem automasi.
Apa sih Pneumatik itu ?
Pneumatik adalah suatu filsafat (science) yang menggunakan tekanan udara (compressed air)untuk mengerjakan sesuatu yang sifatnya lurus (linear) atau memutar (rotational).Tenaga fluida adalah istilah yang mencakup pembangkitan, kendali dan aplikasi dari fluida bertekanan yang digunakan untuk memberikan gerak. Berdasarkan fluida yang digunakantenaga fluida dibagi menjadi pneumatik, yang menggunakan udara, serta hidrolik, yangmenggunakan cairan.








CONTOH DARI SISTEM PNEUMATIC

Pneumatik adalah sebuah sistem penggerak yang menggunakan tekanan udara sebagai tenaga penggeraknya. Cara kerja Pneumatik sama saja dengan hidrolik yang membedakannya hanyalah tenaga penggeraknya. Jika pneumatik menggunakan udara sebagai tenaga penggeraknya, dan sedangkan hidrolik menggunakan cairan oli sebagai tenaga penggeraknya. Dalam pneumatik tekanan udara inilah yang berfungsi untuk menggerakkan sebuah cylinder kerja. Cylinder kerja inilah yang nantinya mengubah tenaga/tekanan udara tersebut menjadi tenaga mekanik (gerakan maju mundur pada cylinder).
Sistem pneumatik ini biasa diaplikasikan pada mesin – mesin industri. Dikarenakan kurangnya daya/kekuatan mekanik dari pneumatik. Maka pneumatik ini hanya bisa diaplikasikan pada mesin – mesin yang tidak terlalu membutuhkan tenaga mekanik yang kuat (mesin-mesin bertenaga ringan) dalam pengoperasiannya. Sedangkan untuk mesin-mesin yang membutuhkan tenaga mekanik yang kuat harus menggunakan sistem hidrolik. Berikut ini kelebihan dan kekurangan pada sistem pneumatik dan hidrolik:


Cara kerja sistem pneumatik
Udara disedot oleh kompresor dan disimpan pada reservoir air ( tabung udara) hingga mencapai tekanan kira-kira sekitar 6 – 9 bar. Kenapa harus 6 – 9 bar?? Karena bila tekanan hanya dibawah 6 bar akan menurunkan daya mekanik dari cylinder kerja pneumatik dan sedangkan bila bertekanan diatas 9 bar akan berbahaya pada sistem perpipaan atau kompresor. Baca berapa standar tekanan maksimal yang terdapat pada nameplate reservoir air dari kompresor. Selanjutnya udara bertekanan itu disalurkan ke sirkuit dari pneumatik dengan pertama kali harus melewati air dryer (pengering udara) untuk menghilangkan kandungan air pada udara. Dan dilanjutkan menuju ke katup udara (shut up valve), regulator, selenoid valve dan menuju ke cylinder kerja. gerakan air cylinder ini tergantung dari selenoid. Bila selenoid valve menyalurkan udara bertekanan menuju ke inlet dari air cylinder maka piston akan bergerak maju sedangkan bila selenoid valve menyalurkan udara bertekanan menuju ke outlet dari air cylinder maka piston akan bergerak mundur. Jadi dari selenoid valve inilah penggunaan aplikasi pneumatik bisa juga di kombinasikan dengan elektrik, seperti PLC ataupun rangkaian kontrol listrik lainnya. Sehingga mempermudah dalam pengaplikasiannya. Untuk mengetahui bagaimana menggabungkan aplikasi PLC dengan pneumatik baca juga artikel selanjutnya tentang penggabungan sederhana aplikasi rangkaian kontrol PLC dan pneumatik

Contoh Alat dari Sistem penumatik

1.      Kompresor
Kompresor adalah suatu alat mekanikal yang bertujuan untuk menaikkan tekanan suatu gas dengan cara menurunkan volumenya. Komponen inilah yabg mensupply udara bertekanan untuk sistem pneumatik, serta menjaga tekanan sistem agar tetap berada pada tekanan kerjanya.
2.      Regulator & Gauge
Kedua alat tersebut menjadi komponen wajib di setiap sistem pneumatik. Regulator adalah komponen yang berfungsi untuk mengatur supply udara terkompresi masuk ke sisptem pneumatik. Sedangkan gauge berfungsi sebagai penunjuk besar tekanan udara di dalam sistem. Keduanya dapat berupa sistem mekanis maupun elektrik.
Regulator & Gauge
Regulator dan Gauge pada Sistem Pneumatik
3.      Tanki Akumulator
Tanki akumulator atau juga disebut buffer tank berfungsi sebagai cadangan (storage) tekanan udara terkompresi yang digunakan untuk penggerak aktuator. Selain itu tanki ini juga berfungsi untuk mencegah ketidakstabilan supply udara ke aktuator, lebih menstabilkan kerja kompresor agar tidak terlalu sering mematikan dan menyalakannya lagi, serta lebih memudahkan desain sistem dalam menempatkan kompresor jika diharusakan penempatan aktuator pneumatik lebih jauh dengan kompresor.
https://artikel-teknologi.com/wp-content/uploads/2019/12/B4239D36-2E12-4811-8D27-90436907E4A5.jpeg
Tanki Akumulator Sistem Pneumatik
4.      Saluran Pipa
Pipa-pipa digunakan untuk mendistribusikan udara terkompresi dari kompresor atau tanki akumulator ke berbagai sistem aktuator. Diameter pipa yang digunakan pun bermacam-macam tergantung dari desain dan tujuan penggunaan sistem pneumatik tersebut. Pada sebuah sistem pneumatik besar (menggunakan lebih dari dua aktuator), untuk area sistem supply (area kompresor dan tanki) digunakan pipa berdiameter lebih besar daripada yang digunakan pada area aktuator. Namun jika sistem pneumatik yang ada kecil, misal hanya untuk menggerakkan satu saja aktuator, maka diameter pipa yang digunakan pun akan seragam di semua bagian.
5.      Aktuator
Pneumatik aktuator adalah alat yang melakukan kerja pada sistem pneumatik. Ada berbagai macam jenis pneumatik aktuator sesuai dengan penggunaannya. Antara lain adalah silinder pneumatik, diafragma aktuator, serta pneumatik motor.
20110624-103740.jpg
Diafragma Aktuator
Prinsip kerja
Dengan memberikan udara bertekanan pada satu sisi permukaan piston ( arah maju ) sedangkan arah yang lain (arah mundur) terbuka ke atmosfir, maka gaya diberikan pada sisi permukaan tersebut sehingga batang piston akan terdorong keluar sampai mencapai batas maksimun dan berhenti. . Gerakan silinder kembali masuk, diberikan oleh gaya pada sisi permukaan batang piston (arah mundur) dan sisi permukaan piston (arah maju) udaranya terbuka ke atmosfir.
Keuntungan silinder kerja ganda dapat dibebani pada kedua arah gerakan batang pistonnya. Ini memungkinkan pemasangannya lebih fleksibel. Gaya yang diberikan pada batang piston gerakan keluar lebih besar daripada gerakan masuk. Karena efektif permukaandikurangi pada sisi batang piston oleh luas permukaan batang piston 












BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Kata hidrolik berasal dari bahasa Inggris hydraulic yang berarti cairan atau minyak. Prinsip dari peralatan hidrolik memanfaatkan konsep tekanan, yaitu tekanan yang diberikan pada salah satu silinder akan diteruskan ke silinder yang lain., sesuai dengan hukum Pascal.
Proses jacking, blocking dan lifting digunakan untuk mempermudah kita dalam melakukan kegiatan perawatan dan perbaikan, terutama untuk pekerjaan dibagian bawah kendaraan.
Proses Jacking adalah suatu proses dimana kendaraan yang akan dilakukan perawatan dan perbaikan diangkat sebagian atau keseluruhan, seperti mengganti ban, servis rem, dll. Alat yang digunakannya adalah dongkrak (jack) dan penopang (Stand).
Proses Blocking  adalah suatu proses menahan salah satu roda jika bagian lain kendaraan akan diangkat menggunakan dongkrak. Hal ini dimaksudkan agar kendaraan tidak tergelincir ketika diangkat. Kita bisa menggunakan balok kayu/ campuran karet sebagai penahannya.
Proses Lifting   adalah suatu proses mengangkat/menaikan kendaraan secara keseluruhan sehingga kita bisa leluasa bekerja dibagian bawah kendaraan, seperti servis kaki-kaki, ganti kopling, servis transmisi, dll. Alat yang digunakannya adalah car lift.

B.     SARAN
Saran yang penulis dapat sampaikan yaitu selaku pembaca sebaiknya mempelajari lebih jauh lagi tentang sistem hidrolik ini.

























DAFTAR PUSTAKA








Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH MENGENAI PERSATUAN DAN KESATUAN PADA MASA DEMOKRASI LIBERAL

MAKALAH MENGENAI PERSATUAN DAN KESATUAN PADA MASA DEMOKRASI LIBERAL DIAJUKAN UNTUK MEMNUHI TUGAS PELAJARAN PPKN                                                 Nama Kelompok (4): 1.     DIO ADAM BACHTIAR 2.     EVI ASTUTI 3.     NUGI ALFAJAR 4.     RIZKY SAKINAH P                                                 Kelas : XII IPS 1 PEMERINTAH KABUPATEN BREBES DINAS PENDIDIKAN DAN K...

MAKALAH KEPENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA

MAKALAH KEPENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA   NAMA KELOMPOK : 1.       A. WILDAN M. 2.       WAKHIDI K. 3.       KHAERUL MUSTASILHAQ 4.       TOHIRIN JAMAL P. 5.       ABDUL WAHAB 6.       YODI 7.       IKROM FAUDI KELAS :  MADRASAH ALIYAH DARULL ISTIKOMAH JL. RAYA UTARA  SONGGOM ,  Songgom  Lor, Kec.  Songgom , Kab.  Brebes  Prov. Jawa Tengah 2020 KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanya atas rahmat dan petunjuk-Nya saya dapat menyelesaikan penulisan berupa makalah yang berjudul “KE PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA (1942-1945)” Sumber dari makalah ini berupa buku-buku sejarah yang ditambah dengan informasi yang di...
ABRASI Abrasi yang biasa disebut dengan erosi gelombang laut atau erosi marin adalah proses pengikisan pantai oleh gelombang laut. Penyebab abrasi adalah permukaan air laut yang naik, dikarenakan mencairnya es di kutub. Sehingga berdampak pada pengikisan daerah permukaan yang lebih rendah. Abrasi ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah besar atau kecilnya gelombang laut dan cepat lambat gelombang tersebut. Sementara kekuatan abrasi disebabkan oleh beberapa hal, yaitu : besar kecil gelombang laut, tingkat kekerasan batuan (makin keras batu, kian tahan terhadap abrasi), dalamnya laut pada muka pantai (semakin dalam, kekuatan abrasi makin besar), banyaknya materi yang dibawa oleh gelombang (banyaknya materi yang sebagian besar berupa pasir atau kerikil akan menambah kekuatan abrasi jadi kian besar juga). Bentang alam hasil dari abrasi antara lain : -           Cliff (tebing pantai) Merupakan pantai yang mempu...