MAKALAH
SISTEM HIDROLIK & SISTEM PNEUMATIK

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran PDTO
NAMA : SAHRUL ANAM
Kelas : X TOT 3
SMK BHAKTI PRAJA
DUKUHWARU
Jl. Raya barat dukuhwaru, Kec. Dukuhwaru, Kab. Tegal
Kode Pos 52451 Telp: (0283) 6196380- 6196222
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis penjatkan
kehadirat Alloh SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan
penyusunan makalah yang berjudul : “SISTEM HIDROLIK DAN SISTEM PNEUMATIK”.
Dalam Penulisan makalah ini penulis
merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun
materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan
saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan
makalah ini.
Akhirnya, tiada kata yang dapat kami
berikan selain harapan dan terima kasih. semoga Hasil penelitian ini dapat
bermanfaat bagi kita semua serta dapat meningkatkan keimanan kita menjadi hamba
Allah yang mulia.
Dukuhwaru, Februari 2020
Penulis
Sahrul Anam
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR .............................................................................................. i
DAFTAR
ISI ............................................................................................................. ii
BAB I
PENDAHULUAN ......................................................................................... 1
A.
Latar belakang ................................................................................................. 1
B.
Tujuan .............................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................... 1
A.
Pengertian hidrolik .......................................................................................... 1
B.
Jacking (macam – macam alat angkat ) ........................................................... 1
C.
Blocking (safety stand).................................................................................... 3
D.
Lifting ( car lift) ............................................................................................... 5
E.
Sistem penumatik ............................................................................................ 6
BAB III PENUTUP .................................................................................................. 10
A.
Kesimpulan ...................................................................................................... 10
B.
Saran ................................................................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 11
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Sistem
Hidrolik sebetulnya sudah banyak dikenal di masyarakat dan tidak sedikit kita
menemukan alat tersebut. Sistem Hidrolik mempunyai fungsi yang sangat berperan
penting bagi masyarakat terutama bagi mereka yang memiliki kendaraan berat,
karena apabila mereka menggunakan Sistem Hidrolik akan terasa mudah dalam
melakukan pekerjaannya. Selain itu juga sistem hidrolik banyak digunakan di
tempat-tempat pencucian mobil yaitu untuk mengangkat beban yang berat. Maka
dari itu kami selaku penulis merasa termotivasi untuk membahas materi itu,
selain itu juga sebagai tugas kelompok kami.
B. TUJUAN
1.
Untuk memenuhi tugas mata pelajaran PDTO
2.
Tujuan kami menyusun makalah ini yaitu supaya kami
mengetahui pengertian Sistem Hidrolik,
3.
Agar kami mengetahui Manfaat dari Sistem Hidrolik dan
Penumatik dan macam-macam Sistem Hidrolik dan Penumatik .
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN HIDROLIK
Kata hidrolik berasal dari bahasa Inggris hydraulic
yang berarti cairan atau minyak. Prinsip dari peralatan hidrolik memanfaatkan
konsep tekanan, yaitu tekanan yang diberikan pada salah satu silinder akan
diteruskan ke silinder yang lain., sesuai dengan hukum Pascal.
Peralatan hidrolik untuk memperbaiki bodi kendaraan memiliki
ukuran yang sangat bervariasi, dari peralatan yang hanya memiliki kekuatan
sekitar 1 ton, sampai dengan 50 ton. Jenis yang digunakan disesuaikan dengan
kerusakan yang terjadi. Jenisnya juga beragam dan beberapa alat dapat saling
dikombinasikan.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka perlu
diperhaikan prosedur perbaikan dengan alat hidrolik. Dalam
penggunaan berbagai peralatan hidrolik, biasanya kita sering
menggunakan oli sebagai perantara untuk menyalurkan tekanan. Jadi, perbaikan
bodi kendaraan memanfaatkan oli untuk membantu pekerjaan kita. Konsep dari
hidrolik banyak digunakan pada pemakaian sistem rem kendaraan, dongkrak
kendaraan, alat pengangkat mobil ketika dicuci, juga pada berbagai alat berat
seperti back hoe, excavator dan lain sebagainya.
Dalam perbaikan bodi kendaraan, baik kerusakan ringan
maupun kerusakan berat, sering diperlukan peralatan hidrolik untuk memperbaiki
kerusakan tersebut. Peralatan hidrolik yang sering digunakan adalah alat
pengangkat mobil (car lift), dongkrak lantai, ram atau dongkrak tenaga serta
alat-alat penarik dan penekan.
1.
Prinsip
Kerja
Prinsip
kerja yang digunakan adalah Hukum Pascal, yaitu : benda cair yang ada di ruang
tertutup apabila diberi tekanan, maka tekanan tersebut akan dilanjutnya ke
segala arah dengan sama besar.
Sistem
hidrolik adalah teknologi yang memenfaatkan zat cair, biasanya oli, untuk
melakukan suatu gerakan segaris atau putaran. Sistem ini bekerja berdasarkan
prinsip jika suatu zat cair dikenakan tekanan, maka tekanan itu akan merambat
kesegala arah dengan tidak bertambah atau berkurang kekuatannya. Prinsip dalam
rangkaian hidrolik adalah menggunakan fluida kerja berupa zat cair yang
dipindahkan dengan pompa hidrolik untuk menjalankan suatu sistem tertentu.
B.
JACKING (MACAM-MACAM ALAT ANGKAT YANG BANYAK DIGUNAKAN)
Jacking diartikan sebagai (device
for lifting heavy object, esp one for raising the axle of a motor vehicle off
the ground) arti yang lain adalah raise-hoistjack up. Jacking
adalah tindakan untuk mengangkat atau menaikkan kendaraan lebih tinggi dari
posisi lantai, lebih dikenal dengan mendongkrak. Jacking atau dongkrak terdapat
dua jenis yaitu dongkrak mekanis dan dongkrak hidrolik.
Dongkrak adalah nama yang diberikan
pada sebuah alat yang digunakan untuk mengangkat beban berat. Untuk
”mendongkrak” sesuatu ke atas, berarti mengangkatnya. Pada saat bagian bawah
kendaraan dikerjakan, atau roda-roda atau track harus diganti, roda dan track
tersebut harus diangkat atau didongkrak.
1.
Dongkrak Gunting
Merupaan
dongkrak bawaan dari sebuah kendaraan. Selain praktis dongkrak ini juga tidak
memakan tempat terlalu banyak. Namun karena masih menggunakan ulir, maka tenaga
yang dikeluarkan untuk mengangkat kendaraan tentu lebih banyak. Dinamakan
dongkrak gunting karena memang bentuknya seperti gunting. Cara penggunaan
dongkrak ini sangat mudah yaitu tinggal memutar ulir kekanan untuk menaikkan
dan sebaliknya.
2.
Dongkrak Botol
Merupakan
dongkrak hidrolik namun berukuran kecil. Dari segi bentuk memang seperti botol
yaitu berbentuk silindris. Cara penggunaannya yaitu tinggal memompa tuas untuk
menaikkan dan membuka kran untuk menurunkan. Kelebihan dari dongkrak ini selain
simpel dan praktis juga penggunaan tenaga untuk menaikkan kecil karena sudah
menggunakan hidrolik. Namun kelemahannya yaitu harganya yang lebih mahal dari
dongkrak ulir.
3.
Dongkrak Buaya
Merupakan
salah satu jenis dongkrak hidrolik yang berukuran besar sehingga kapasitas
pengangkatan juga lebih besar. Dongkrak ini memiliki empat roda dan dapat didorong.
Cara penggunaan sama seperti dongkrak botol yaitu dengan memompa tuas untuk
menaikkan dan membuka kran untuk menurunkan. Kelebihan dongkrak ini yaitu
kapasitas pengangkatan lebih besar, bisa digunakan pada mobil dengan ground
clearance rendah seperti sedan. Kekurangan yaitu harganya yang jauh lebih mahal
daripada dongkrak botol, serta bentuknya yang besar sehingga tidak bisa dibawa
kemana mana.
4.
Dongkrak Botol M/Buaya
Merupakan
dongkrak perpaduan antara dongkrak botol dengan dongkrak buaya. Dongkrak ini
mempunyai kelebihan dapat mengangkat beban besar mulai dari 22 ton - 50 ton.
Namun kelemahannya yaitu tidak mudah dipindah-pindahkan.
5.
Dongkrak Kereta
Merupakan
dongkrak yang digunakan untuk perbaikan kereta api. Dongkrak ini dirancang
untuk mengatasi proses jacking yang tidak bisa dilakukan oleh dongkrak biasa,
sehingga memerlukan dongkrak khusus.
Cara Menggunakan Dongkrak
-
Letakkan
ganjalan pada ban-ban belakang apabila bagian depan kendaraan yang diangkat.
Sebaliknya, letakkan ganjalan pada ban-ban depan apabila bagian belakang
kendaraan yang diangkat.
-
Dongkrak
ditempatkan ditempat yang telah ditentukan.
-
Sebelum
dongkrak mulai mengangkat, periksalah sekali lagi apakah tempat pengangkatan
kendaraan tepat berada ditengah-tengah sadel dongkrak. Sebab bila tidak,
dongkrak dapat slip sewaktu mengangkat kendaraan.
-
Sebelum
mengangkat dan menurunkan kendaraan, periksalah bahwa tidak ada orang atau
sesuatu disekitarnya, apabila lagi dibawah kendaraan. Jangan sekali-kali
bekerja dibawah kendaraan yang hanya ditopang dengan dongkrak saja. Topanglah
kendaraan tersebut dengan stand (penopang)
C.
BLOCKING (SAFETY STAND)
Blocking diartikan sebagai make the
movement or flow in (a passage, pipe, road, etc.) difficult or impossible:
Persamaan arti yang lain adalah obstruct – stop – bar – jam – clog –
blockade. Dalam terjemahan bebas bisa diartikan sebagai tindakan untuk
menahan suatu benda tetap pada posisinya. Dalam bahasa umum lebih dikenal
dengan mengganjal/menyangga.
Setelah sebuah kendaraan terangkat
atau didongkrak, kendaraan tersebut harus disangga sebelum dikerjakan. Cara ini
disebut mengganjal (pengganjalan). Sebuah ganjal adalah stand yang kuat dan
stabil yang dibuat khusus untuk menyangga sebuah kendaraan. Ganjal mempunyai
beberapa ukuran dan dibuat untuk menopang beban yang berbeda-beda, dari
kendaraan kecil hingga peralatan berat ditambang.
Sebagian besar ganjal dibuat dengan
ketinggian yang dapat disesuaikan dengan alat/kendaraan yang diganjal. Setelah
tinggi ganjal ditentukan, ganjal tersebut harus dikunci pada posisinya. Hal ini
dapat dilakukan dengan menggunakan pin, rack, dan thread, tetapi sebagian
ganjal memiliki ketinggian tetap / tidak berubah. Pada ganjal jenis pin,
lubang-lubang pada adjusting column (kolom yang bisa disetel) sejajar dengan
casing bagian luar.
Pastikan bahwa pin tersebut
terpasang sepenuhnya, bisa masuk dari satu sisi dan keluar dari sisi lainnya.
Bila ganjal tersebut mempunyai pin ganda, pastikan bahwa keduanya cocok.
Safety Stand merupakan alat penopang dan pengaman ketika
proses perbaikan atau perawatan kendaraan yang sudah dilakukan proses jacking
atau didongkrak. Safety stand sangat diperlukan untuk menjamin keamanan apabila
terjadi slip pada dongkrak yang digunakan.
- Paddock Motor merupakan dongkrak yang
berfungsi untuk menyangga sepeda motor. Sepeda motor yang disangga
merupakan sepeda motor sport yang kebanyakan tidak memiliki standar
internal. Oleh karena itu perlu penyangga khusus.
Cara
menggunakan cranes
a. Tempatkan cranes pada posisi aman untuk
mengangkat engine atau transmisi
b. Jika perlu siapkan rantai sebagai
kelengkapan dari pada cranes
c. Ikatkan rantai pada lengan pangangkat
cranes
d. Tekan batang pengungkit berulang-ulang
hingga engine atau transmisi terangkat melalui rantai
e. Setelah terangkat hingga ketinggian yang
diharapkan, dorong cranes keluar Untuk menurunkan engine atau transmisi,
bukalah katup oli secara perlahan-lahan.
D.
LIFTING (CAR
LIFT)
Lifting Dalam
perbaikan bodi kendaraan baik kerusakan ringan maupun kerusakan berat, sering
diperlukan peralatan hidrolik untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Peralatan
hidrolik yang sering digunakan salah satunya adalah alat pengangkat mobil (car
lift).
Car lift juga merupakan alat
pengangkat kendaraan yang memberikan keleluasaan yang lebih besar kepada
mekanik bengkel untuk bergerak secara leluasa di bawah kendaraan dalam
memperbaiki hampir seluruh komponen yang ada di bawah kendaraan, karena mekanik
dapat berdiri dan berjalan di bawah kendaraan sehingga perbaikkan lebih mudah
dilakukan .Car lift hanya digunakan oleh bengkel-bengkel besar, karena di
samping harganya cukup mahal juga membutuhkan tempat yang cukup luas.
Jika tinjau dari alat penggeraknya
car lift terutama dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu penggerak
mekanik (poros berulir), penggerak hidrolik, dan penggerak pneumatik, untuk
jenis pneumatik belum digunakan secara umum di Indonesia. Sedangkan jika tinjau
dari bentuknya car lift terdiri dari beberapa jenis, yaitu : single post,
double post dan four post car lift. Tenaga yang digunakan untuk mengalirkan
oli menggunakan pompa yang digerakkan oleh tenaga manusia langsung, pompa yang
digerakkan motor listrik, ataupun dengan pompa yang digerakkan dengan udara
tekan. Aliran fluida dari pompa dialirkan ke silinder, yang menyebabkan piston
akan terangkat ke atas dan penyangga akan mengangkat kendaraan.
Macam
– Macam Lifting
1.
Single Post Car Lift terdapat empat lengan yang dapat diatur
sedemikian rupa arah lengan serta panjang pendek lengan disesuaikan dengan
ukuran kendaraan. Single post car lift jarang digunakan pada bengkel kendaraan
karena faktor keamanan yang kurang.
2. Two Post Car Lift memiliki landasan yang dapat
diatur untuk menyesuaikan dengan kendaraan yang diangkat. Posisi roda
menggantung sehingga aman ketika proses pekerjaan dibawah kendaraan.
3. Four Post Car Lift memiliki keamanan yang paling
baik diantara dua lifting yang lainnya. Four post car lift memiliki empat
penyangga sehingga lebih kuat daripada lifting lainnya.
Cara menggunakan car lift
Bentuk konstruksi car lift yang digerakkan secara mekanik maupun hidrolik,
hampir tidak dapat dibedakan, termasuk cara menggunakannya pun hampir sama.
Dengan demikian, jika sudah bisa menggunakan car lift penggerak mekanik maka
otomatis akan dapat menggunakan penggerak hidrolik. Cara menggunakannya adalah
sebagai berikut :
1. Pindahkan
kendaraan ke area car lift hinga kendaran dapat diangkat dengan aman. Faktor
keamanan yang harus diperhatikan adalah :
- Daya angkat
car lift harus diatas berat kendaraan
- Posisi
kendaraan pada car lift harus seimbang dan tepat pada dudukan yang aman,
untuk menghindari kendaran terguling.
- Disekitar
car lift harus bebas dari barang-barang yang mungkin mengganggu pada saat
kendaraan diangkat.
2.
Tekan tombol motor listrik hingga kendaraan terangkat
setinggi yang diinginkan. Untuk car lift yang menggunakan lengan pengangkat,
sebelum mobil terangkat, periksa dahulu lengan pengangkat apakah sudah tepat
pada duduka n yang diharapkan dan terhindar dari komponen-komponen yang mungkin
rusak.
3.
Jika car lift dilengkapi dengan alat pengaman
(umumnya penggerak hidrolik) maka pasanglah alat pengaman tersebut untuk
mencegah kerusakan pada sistem hidrolik car lift dan sekaligus mencegah car
hoist turun secara tiba-tiba.
E. SISTEM PNEUMATIK
Pengertian
secara Umum
Pneumatik berasal dari bahasa Yunani yang
berarti udara atau angin. Semua sistem yangmenggunakan tenaga yang
disimpan dalam bentuk udara yang dimampatkan untuk menghasilkan suatu
kerja disebut dengan sistem Pneumatik. Dalam penerapannya,
sistem pneumatic banyak digunakan sebagai sistem automasi.
Apa sih Pneumatik itu ?
Pneumatik
adalah suatu filsafat (science) yang menggunakan tekanan udara (compressed
air)untuk mengerjakan sesuatu yang sifatnya lurus (linear) atau memutar
(rotational).Tenaga fluida adalah istilah yang mencakup pembangkitan, kendali
dan aplikasi dari fluida bertekanan yang digunakan untuk memberikan gerak.
Berdasarkan fluida yang digunakantenaga fluida dibagi menjadi pneumatik,
yang menggunakan udara, serta hidrolik, yangmenggunakan cairan.
CONTOH DARI SISTEM
PNEUMATIC
Pneumatik adalah sebuah
sistem penggerak yang menggunakan tekanan udara sebagai tenaga penggeraknya.
Cara kerja Pneumatik sama saja dengan hidrolik yang membedakannya hanyalah
tenaga penggeraknya. Jika pneumatik menggunakan udara sebagai tenaga
penggeraknya, dan sedangkan hidrolik menggunakan cairan oli sebagai tenaga
penggeraknya. Dalam pneumatik tekanan udara inilah yang berfungsi untuk
menggerakkan sebuah cylinder kerja. Cylinder kerja inilah yang nantinya
mengubah tenaga/tekanan udara tersebut menjadi tenaga mekanik (gerakan maju
mundur pada cylinder).
Sistem pneumatik ini
biasa diaplikasikan pada mesin – mesin industri. Dikarenakan kurangnya
daya/kekuatan mekanik dari pneumatik. Maka pneumatik ini hanya bisa
diaplikasikan pada mesin – mesin yang tidak terlalu membutuhkan tenaga mekanik
yang kuat (mesin-mesin bertenaga ringan) dalam pengoperasiannya. Sedangkan
untuk mesin-mesin yang membutuhkan tenaga mekanik yang kuat harus menggunakan
sistem hidrolik. Berikut ini kelebihan dan kekurangan pada sistem pneumatik dan hidrolik:
Cara kerja sistem pneumatik
Udara disedot oleh
kompresor dan disimpan pada reservoir air ( tabung udara) hingga mencapai
tekanan kira-kira sekitar 6 – 9 bar. Kenapa harus 6 – 9 bar?? Karena bila
tekanan hanya dibawah 6 bar akan menurunkan daya mekanik dari cylinder kerja
pneumatik dan sedangkan bila bertekanan diatas 9 bar akan berbahaya pada sistem
perpipaan atau kompresor. Baca berapa standar tekanan maksimal yang terdapat
pada nameplate reservoir air dari kompresor. Selanjutnya udara bertekanan itu
disalurkan ke sirkuit dari pneumatik dengan pertama kali harus melewati air
dryer (pengering udara) untuk menghilangkan kandungan air pada udara. Dan
dilanjutkan menuju ke katup udara (shut up valve), regulator, selenoid valve
dan menuju ke cylinder kerja. gerakan air cylinder ini tergantung dari
selenoid. Bila selenoid valve menyalurkan udara bertekanan menuju ke inlet dari
air cylinder maka piston akan bergerak maju sedangkan bila selenoid valve
menyalurkan udara bertekanan menuju ke outlet dari air cylinder maka piston
akan bergerak mundur. Jadi dari selenoid valve inilah penggunaan aplikasi
pneumatik bisa juga di kombinasikan dengan elektrik, seperti PLC ataupun
rangkaian kontrol listrik lainnya. Sehingga mempermudah dalam
pengaplikasiannya. Untuk mengetahui bagaimana menggabungkan aplikasi PLC dengan
pneumatik baca juga artikel selanjutnya tentang penggabungan
sederhana aplikasi rangkaian kontrol PLC dan pneumatik.
Contoh Alat dari
Sistem penumatik
1. Kompresor
Kompresor adalah suatu alat
mekanikal yang bertujuan untuk menaikkan tekanan suatu gas dengan cara
menurunkan volumenya. Komponen inilah yabg mensupply udara bertekanan untuk
sistem pneumatik, serta menjaga tekanan sistem agar tetap berada pada tekanan
kerjanya.

2. Regulator & Gauge
Kedua alat tersebut menjadi komponen
wajib di setiap sistem pneumatik. Regulator adalah komponen yang berfungsi
untuk mengatur supply udara terkompresi masuk ke sisptem pneumatik. Sedangkan
gauge berfungsi sebagai penunjuk besar tekanan udara di dalam sistem. Keduanya
dapat berupa sistem mekanis maupun elektrik.
Regulator
dan Gauge pada Sistem Pneumatik
3. Tanki Akumulator
Tanki akumulator atau juga
disebut buffer tank berfungsi sebagai cadangan (storage)
tekanan udara terkompresi yang digunakan untuk penggerak aktuator. Selain itu
tanki ini juga berfungsi untuk mencegah ketidakstabilan supply udara ke
aktuator, lebih menstabilkan kerja kompresor agar tidak terlalu sering
mematikan dan menyalakannya lagi, serta lebih memudahkan desain sistem dalam
menempatkan kompresor jika diharusakan penempatan aktuator pneumatik lebih jauh
dengan kompresor.

Tanki
Akumulator Sistem Pneumatik
4. Saluran Pipa
Pipa-pipa digunakan untuk
mendistribusikan udara terkompresi dari kompresor atau tanki akumulator ke
berbagai sistem aktuator. Diameter pipa yang digunakan pun bermacam-macam
tergantung dari desain dan tujuan penggunaan sistem pneumatik tersebut. Pada sebuah
sistem pneumatik besar (menggunakan lebih dari dua aktuator), untuk area sistem
supply (area kompresor dan tanki) digunakan pipa berdiameter lebih besar
daripada yang digunakan pada area aktuator. Namun jika sistem pneumatik yang
ada kecil, misal hanya untuk menggerakkan satu saja aktuator, maka diameter
pipa yang digunakan pun akan seragam di semua bagian.
5. Aktuator
Pneumatik aktuator adalah alat yang
melakukan kerja pada sistem pneumatik. Ada berbagai macam jenis pneumatik
aktuator sesuai dengan penggunaannya. Antara lain adalah silinder pneumatik,
diafragma aktuator, serta pneumatik motor.
Diafragma
Aktuator
Prinsip kerja
Dengan
memberikan udara bertekanan pada satu sisi permukaan piston ( arah maju )
sedangkan arah yang lain (arah mundur) terbuka ke atmosfir, maka gaya diberikan
pada sisi permukaan tersebut sehingga batang piston akan terdorong keluar
sampai mencapai batas maksimun dan berhenti. . Gerakan silinder kembali masuk,
diberikan oleh gaya pada sisi permukaan batang piston (arah mundur) dan sisi
permukaan piston (arah maju) udaranya terbuka ke atmosfir.
Keuntungan
silinder kerja ganda dapat dibebani pada kedua arah gerakan batang pistonnya.
Ini memungkinkan pemasangannya lebih fleksibel. Gaya yang diberikan pada batang
piston gerakan keluar lebih besar daripada gerakan masuk. Karena efektif
permukaandikurangi pada sisi batang piston oleh luas permukaan batang
piston
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Kata
hidrolik berasal dari bahasa Inggris hydraulic yang berarti cairan atau minyak.
Prinsip dari peralatan hidrolik memanfaatkan konsep tekanan, yaitu tekanan yang
diberikan pada salah satu silinder akan diteruskan ke silinder yang lain.,
sesuai dengan hukum Pascal.
Proses jacking, blocking dan lifting digunakan untuk mempermudah kita dalam
melakukan kegiatan perawatan dan perbaikan, terutama untuk pekerjaan dibagian
bawah kendaraan.
Proses Jacking adalah suatu proses dimana kendaraan yang akan dilakukan
perawatan dan perbaikan diangkat sebagian atau keseluruhan, seperti mengganti
ban, servis rem, dll. Alat yang digunakannya adalah dongkrak (jack) dan
penopang (Stand).
Proses Blocking adalah suatu proses menahan salah satu roda jika
bagian lain kendaraan akan diangkat menggunakan dongkrak. Hal ini dimaksudkan
agar kendaraan tidak tergelincir ketika diangkat. Kita bisa menggunakan balok
kayu/ campuran karet sebagai penahannya.
Proses Lifting adalah suatu proses mengangkat/menaikan
kendaraan secara keseluruhan sehingga kita bisa leluasa bekerja dibagian bawah
kendaraan, seperti servis kaki-kaki, ganti kopling, servis transmisi, dll. Alat
yang digunakannya adalah car lift.
B. SARAN
Saran yang penulis dapat sampaikan yaitu
selaku pembaca sebaiknya mempelajari lebih jauh lagi tentang sistem hidrolik
ini.
DAFTAR
PUSTAKA












Komentar
Posting Komentar