MAKALAH
PERKEMBANGAN BANI ABBASIYAH
PERIODE KE 3
![]() |
DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA PELAJARAN
NAMA KELOMPOK :
1.
Endang Putri P.
2.
M. Ikrom Fauzi
3.
Arya Kurniawan
4.
M. Yodi Setiono
5.
A.Tohirin Jamal P.
6.
Ika Rosa S.
KELAS :
MADRASAH ALIYAH DARULL ISTIKOMAH
JL.
RAYA UTARA SONGGOM, Songgom Lor,
Kec. Songgom, Kab. Brebes Prov.
Jawa Tengah
2020
KATA
PENGANTAR
Alhamdulillah,
puji syukur kami panjatkan ke hadirat allah SWT. Berkat rahmat-Nya kami dapat
menyelesaikan tugas makalah ini dengan sebaik-baiknya.
Kemudian
dari pada itu shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad Saw.
Semoga dengan banyaknya kita mengucapkan salam kepada beliau tergolonglah kita
umat yang mendapat syafaat nya nanti amin.
Kami
menyadari bahwa makalah ini belum sempurna. Oleh karena itu, semua kritik dan
saran dari pembaca demi perbaikan makalah ini akan kami terima dengan senang
hati. Semoga keberadaan makalah ini bermanfaat.
Songgom, ...
Februari 2020
Penyusun
Tim Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................... i
DAFTAR ISI ............................................................................................... ii
BAB I PEMBAHASAN............................................................................... 1
A.
Latar Belakang............................................................................. 1
B.
Rumusan Masalah ....................................................................... 1
C.
Tujuan Penyusunan ..................................................................... 1
BAB II PREMBAHASAN ........................................................................ 2
A.
Sejarah Berdirinya Bani Abbasiyah............................................. 2
B.
Masa kekuasaan Bani Abbasiyah................................................. 2
C.
Masa Kejayaan Peradaban Bani Abbasiyah................................. 2
D.
Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Kemunduran
Bani Abbasiyah............................................................................ 4
E.
Kebudayaan Pada Masa Dinasti Abbasiyah................................ 5
F.
Masa Akhir Kekuasaan Bani Abbasiyah...................................... 7
BAB III
PENUTUP..................................................................................... 8
A.
Kesimpulan................................................................................... 8
B.
Saran ............................................................................................ 8
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................. 9
BAB I
PEMBAHASAN
A. Latar
Belakang
Dalam
peradaban ummat Islam, Bani Abbasiyah merupakan salah satu bukti sejarah
peradaban ummat Islam yang terjadi. Bani Abbasiyah merupakan masa pemerintahan
ummat Islam yang memperoleh masa kejayaan yang gemilang. Pada masa ini banyak
kesuksesan yang diperoleh Bani Abbasiyah, baik itu dibidang Ekonomi, Politik,
dan Ilmu pengetahuan. Hal inilah yang perlu untuk kita ketahui sebagai acuan
semangat bagi generasi ummat Islam bahwa peradaban ummat Islam itu pernah
memperoleh masa keemasan yang melampaui kesuksesan negara-negara Eropa.
Dengan kita mengetahui bahwa dahulu peradaban ummat Islam itu diakui oleh
seluruh dunia, maka akan memotifasi sekaligus menjadi ilmu
pengetahuan kita mengenai sejarah peradaban ummat Islam sehingga kita akan
mencoba untuk mengulangi masa keemasan itu kembali nantinya oleh generasi ummat
Islam saat ini.
B. Rumusan
Masalah
- Bagaimana
sejarah berdirinya Bani Abbasiyah ?
- Seperti
apa masa kekuasaan Bani Abbasiyah ?
- Apa
saja yang diperoleh pada masa kejayaan Bani Abbasiyah ?
- Apa
faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran Bani Abbasiyah ?
- Bagaimana
akhir masa kekuasaan Bani Abbasiyah ?
C. Tujuan
Penyusunan
1. Untuk memenuhi tugas mata pelajaran di kelas
2. Agar siswa
dan siswi MA Darull Istikomah mengerti tentang masa kekuasaan Bani Abbasiyah.
3. Agar siswa
dan siswi MA Darull Istikomah mengetahui Masa Kejayaan Peradaban Bani Abbasiyah
4. Agar siswa
dan siswi MA Darull Istikomah mengerti Apa faktor-faktor menyebabkan kemunduran
Bani Abbasiyah ?
5.
Agar siswa dan siswi MA Darull Istikomah mengetahui
Kebudayaan Pada Masa Dinasti Abbasiyah
6.
Agar siswa dan siswi MA Darull Istikomah
mengetahui Bagaimana akhir masa
kekuasaan Bani Abbasiyah
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah
Berdirinya Bani Abbasiyah
Dinasti Abbasiyah didirikan pada tahun 132 H/750 M
oleh Abul Abbas Ash-shaffah, dan sekaligus sebagai khalifah pertama. Kekuasaan
Bani Abbas melewati rentang waktu yang sangat panjang, yaitu lima abad dimulai
dari tahun 132-656 H/750-1258 M. Berdirinya pemerintahan ini dianggap sebagai
kemenangan pemikiran yang pernah dikumandangkan oleh bani Hasyim (alawiyun )
setelah meninggalnya Rasulullah dengan mengatakan bahwa yang berhak berkuasa
adalah keturunan Rasulullah dan anak-anaknya.
Kelahiran bani Abbasiyah erat kaitannya dengan gerakan
oposisi yang di lancarkan oleh golongan syi’ah terhadap pemerintahan Bani
Umayyah. Golongan Syi’ah selama pemerintahan Bani Umayyah merasa tertekan
dan tersingkir karena kebijakan-kebijakan yang di ambil pemerintah. Hal
ini bergejolak sejak pembunuhan terhadap Husein Bin Ali dan pengikutnya di
Karbela.
Gerakan oposisi terhadap Bani Umayyah dikalangan orang
syi’ah dipimpin oleh Muhammad Bin Ali, ia telah di bai’ah oleh orang-orang
syi’ah sebagai imam. Tujuan utama dari perjuangan Muhammad Bin Ali untuk
merebut kekuasaan dan jabatan khalifah dari tangan Bani Umayyah, karena menurut
keyakinan orang syi’ah keturunan Bani Umayyah tidak berhak menjadi imam atau
khalifah, yang berhak adalah keturunan dari Ali Bin Abi Thalib, sedangkan bani
umayyah bukan berasal dari keturunan Ali Bin Abi Thalib. Pada awalnya
golongan ini memakai nama Bani Hasyim, belum menonjolkan nama Syi’ah atau Bani
Abbas, tujuannya adalah untuk mencari dukungan masyarakat.
B. Masa
kekuasaan Bani Abbasiyah
Berdasarkan pola pemerintahan itu, para sejarawan
biasanya membagi kekuasaan Bani Abbasiyah pada empat periode :
1.
Masa Abbasiyah I, yaitu semenjak lahirnya dinasti
Abbasiyah tahun 132 H/750 M sampai meninggalnya khalifah Al-Watsiq 232 H/847 M.
2.
Masa Abbasiayah II, yaitu mulai khalifah Al-Mutawakkil
pada tahun 232 H/847 M sampai berdirinya Daulah Buwaihiyah di Baghdad tahun 334
H/946 M.
3.
Masa Abbasiyah III, yaitu dari berdirinya Daulah
Buwaihiyah tahun 334 H/946 M sampai masuknya kaum Saljuk ke Baghdad Tahun 447
H/1055 M
4.
Masa Abbasiyah IV, yaitu masuknya kaum saljuk di
Baghdad tahun 447 H/1055 M sampai jatuhnya Baghdad ketangan bangsa Mongol
dibawah pimpinan Hulagu Khan pada tahun 656 H/1258 M.
C. Masa
Kejayaan Peradaban Bani Abbasiyah
Pada periode pertama pemerintahan Bani Abbasiyah
mencapai masa keemasan, secara politis para khalifah memang orang-orang yang
kuat dan merupakan pusat kekuasaan politik sekaligus Agama. Disisi lain
kemakmuran masyarakat mencapai tingkat tertinggi. Periode ini juga berhasil
menyiapkan landasan bagi perkembangan Filsafat dan ilmu pengetahan dalam Islam.
Peradaban dan kebudayyan Islam berkembang dan tumbuh
mencapai kejayaan pada masa Bani Abbasiyah. Hal tersebut dikarenakan pada masa
ini
Abbasiyah lebih menekankan pada perkembangan peradaban
dan kebudayaan Islam dari pada perluasan wilayah. Disinilah letak perbedaan
pokok dinasti Abbasiyah dengan dinasti Umayyah. Puncak kejayaan dinasti
Abbasiyah terjadi pada masa khalifah Harun Al- Rasyid (786-809 M) dan anaknya
Al-Makmun (813-833 M). Ketika Al-Rasyid memerintah, negara dalam keadaan
makmur, kekayaan melimpah, keamanan terjamin walaupun ada juga pemberontakan
dan luas wilayahnya mulai dari Afrika Utara sampai ke India.
Di zaman khalifah Harun al- Rasyid (786-809 H) adalah
zaman yang gemilang bagi
Adapun ilmu pengetahuan yang berkembang pada masa Bani
Abbasiayah adalah sebagai berikut :
a.
Ilmu Kedokteran
Pada mulanya Ilmu Kedokteran telah ada pada saat Bani
Umayyah, ini terbukti dengan adannya sekolah tinggi kedokteran Yundisapur dan
Harran. Dinasti Abbasiyah telah banyak melahirkan dokter
terkenal diantaranya sebagai berikut
b.
Ilmu tafsir
Pada masa ini muncul dua alirang yaitu ilmu
tafsir Al-matsur dan Tafsir Bir ra’yi,
aliran yang pertama lebih menekan pada ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadist dan
pendapat tokoh-tokoh sahabat.
c.
Ilmu Hadist
Pada masa pemerintahan khalifah Umar Bin Abdul Aziz
(717-720 M) dari Bani Umayyah sudah mulai usaha untuk mengumpulkan dan
membukukan Hadist. Akan tetapi perkembangan ilmu hadist yang paling menonjol
pada amasa Bani Abbasiyah, sebab pada masa inilah muncul ulama-ulama hadist
yang belum ada tandingannya sampai sekarang. Diantara yang terkenal ialah Imam
Bukhari (W.256 H) ia telah mampu mangumpulkan sebanyak 7257 Hadist dan setelah
diteliti terdapat 4000 hadist Shahih dari yang telah berhasil dikumpulkan oleh
imam Bukhari yang disusun dalam kitabnya Shahih Bukhari.
d.
Ilmu Kalam
Bukanlah hal yang berlebihan jika dikatakan pada masa
Bani Abbasaiyah merupakan dasar-dasar Ilmu Fiqh. Ilmu ini disusun oleh ulama-ulama
yang terkenal pada masa itu dan masih besar pengaruhnya sampai sekarang,
Diakalangan Ulama Ahlu al-Sunnah wal jamaah. Muncul
Imam Abu Hanifah(810-150 H) yang lebih cendrung memakai akal (rasio) dan
Ijtihad, Imam Malik Bin Anas (93-179 H) yang lebih cendrung memakai hadist dan
menjauhi sampai batas tertentu pemakaian Rasio, Imam Syafi’i (150-204 H) yang
berusaha mengkompromikan aliran Ahl al-Ra’yi,
dengan Ahl al-Hadist dalam Fiqh, dan Imam Ahmad bin
Hambal(164-241 H) yang merupakan tokoh aliran Fiqh yang keras, ketat dan kurang
luwes dari aliran-aliaran fiqh yang lainnya. Buku karang mereka masih dapat
kita temukan sampai sekarang yaitu al-muawatta, al-umm, al-risalah, dan
sebagainya.
e.
Ilmu Tashawuf
Dalam bidang ilmu Tashawuf juga muncul ulama-ulama
yang terkenal pada masa pemerintahn Daulah Bani Abbasiyah. Imam Al-Ghazali
sebagai seorang ulama sufi pada masa Daulah Bani Abbasiyah meninggalkan
karyanya yang masih beredar sampai sekarang yaitu buku Ihya’ Al-Din, yang terdiri dari lima jilid.
Al-Hallaj (858-922 M) menulis buku tentang Tashawuf yang berjudul Al-Thawasshin,
Al-Thusi menulis buku al-lam’u fi al-Tashawuf,
Al-Qusyairi (W. 465 H) dengan bukunya al-risalat al-Qusyairiyat fi
il’m al-Tashawuf.
f.
Ilmu Matematika
Terjemahan dari bahasa asing ke bahasa Arab
menghasilkan karya dibidang matematika. Diantara ahli matematika islam yang
terkenal adalah Al-Khawarizmi, adalah seorang pengarang kitab Al-Jabar wal Muqabalah (ilmu hitung) dan penemu
angka Nol. Tokoh lainnya adalah Abu Al-Wafa Muhammad Bin Muhammad Bin Ismail
Bin Al-Abbas terkenal sebagi ahli ilmu matematika.
g.
Ilmu Farmasi
Diantara ahli farmasi pada masa Bani Abbasiyah adalah
Ibnu Baithar, karyanya yang terkenal adalah Al-Mughni (berisi
tentang obat-obatan), jami’ al-mufradat al-adawiyah (berisi
tentang obat-obatan dan makanan bergizi).
D. Faktor-Faktor
Yang Menyebabkan Kemunduran Bani Abbasiyah
Menurut W. Montgomery, bahwa beberapa faktor penyebab kemunduran
Bani Abbasiyah adalah :
1.
Luasnya wilayah kekuasaan Bani Abbasiyah, sementara
komunikasi pusat dengan daerah sulit dilakukan. Bersamaan dengan itu, tingkat
saling percaya antara penguasa dan pelaksana pemerintah sudah sangat rendah.
2.
Dengan profesionalisasi angkatan bersenjata,
ketergantungan khalifah kepada mereka sangat tinggi.
3.
Keuangan negara sangat sulit karena biaya yang
dikeluarkan untuk tentara bayaran sangat besar. Pada saat iu kekuatan militer
menurun, khalifah tidak sanggup memaksa pengiriman pajak ke Baghdad.
Sedangkan menurut Dr. Badri Yatim, M. A diantara hal
yang menyebabkan kemunduran Daulah Bani Abbasiayah Adalah :
1. Persaingan
antar bangsa
Khalifah Abbasiyah didirikan oleh Bani Abbas yang
bersekutu dengan orang-orang Persia, persekutuan dilatar belakangi oleh
persamaan nasib pada saat pemerintahan Bani Umayyah, keduanya sama-sama
tertindas. Setelah dinasti Abbasiyah berdiri Bani Abbas tetap mempertahankan
persekutuan itu. Pada masa ini persaingan antar bangsa menjadi pemicu untuk
saling berkuasa. Kecendrungan masing-masing bangsa untuk berkusa telah
dirasakan sejak awal pemerintahan Bani Abbas.
2. Kemerosotan
Ekonomi
Khalifah Abbasiyah juga mengalami kemerosotan Ekonomi
bersamaan dengan Kemunduran dibidang Politik. Pada periode pertama,
pemerintahan Bani Abbasiyah merupakan pemerintahan yang kaya, dan keuangan yang
masuk lebih besar dari pada yang keluar, sehingga Baitul Mal penuh dengan
Harta.
3. Konflik
Keagamaan
Fanatisme keagamaan berkaitan erat dengan masalah
kebangsaan. Pada periode Abbasiyah , konflik keagamaan yang muncul menjadi isu
sentra sehingga terjadi perpecahan. Berbagai Aliran keagaam seperti
Mu’tazillah, Syi’ah, Ahlus sunnah, dan kelompok-kelompok lainnya menjadikan
pemerintahan Abbasiyah mengalami kesulitan untuk mempersatukan berbagai faham
keagamaan yang ada.
4. Perang Salib
Perang salib merupakan sebab dari eksternal ummat
Islam. Pernag salib yang terjadi beberapa gelombang banyak menelan korban.
Konsentrasi dan perhatian Bani Abbasiyah terpecah belah untuk menghadapi tentara
salib sehingga memunculkan kelemahan-kelemahan.
5. Serangan
Bangsa Mongol
Serangan tentara mongol ke wilayah Islam menyebabkan
kekuatan Islam menjadi lemah, apalagi serangan Hulagu Khan dengan pasukan
Mongol yang biadab menyebabkan kekuasaan Abbasiyah menjadi lemah dan akhirnya
menyerah pada kekuatan Mongol
E. Kebudayaan
Pada Masa Dinasti Abbasiyah
1.
Kondisi Sosial
Pada masa dinasti umayyah, kelas kaum muslimin arab
yang tinggal di suriah menempati tingkatan yang tertinggi. Hal itu menimbulkan
kecemburuan masyarakat islam lainnya. Akhirnya,hal itu menjadi sebab utama
runtuhnya dinasti umayyah. Kekecewaan yang terus menerus membuat mereka
membrontak.
Keluarga barmak adalah keluarga bangsawan terpandang
asal balkh, Persia. Khalid bin barmak adalah orang pertama dari keluarga barmak
yang membina hubungan dengan cara khalifah dinasti abbasiyah. Mereka ikut
berjuang dalam gerakan dakwah dinasti abbasiyah dan ikut berperan besar dalam
proses berdirinya dinasti ini.khalid bin barmak berjasa besar dalam usaha meredakan
pembrontakan di Mesopotamia. Untuk beberapa saat lamanya, ia menjadi gubernur
di sana.
Interaksi bangsa arab dengan bangsa-bangsa non-arab
itu memberikan khazanah baru dalam bidang social dan budaya. Selama
pemerintahan dinasti abbasiyah tidak ada pembelaan kelas antara penduduk arab
dan non-arab. Dengan demikian,mereka mampu memberikan sumbangan yang penting
dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban.
2.
Kemajuan Kebudayaan
Di sisilia,
hal yang hamper sama juga terjadi. Raja Normandia, Roger I menjadikan istananya
sebagai tempat pertemuan filsuf, dolter-dokter, dan ahli islam lainnya dalam
berbagai bidang ilmu pengetahuan. Ketika Roger II menjadi raja, ia bahkan lebih
terpengaruh budaya arab. Pakaian kebesaran yang dipilihnya adalah pakaian arab.
Gerejanya dihiasi dengan ukiran dan tulisan-tulisan arab. Wanita Kristen
sisilia meniru wanita islam dalam soal mode pakaian.
Perkembangan
kebudayaan pada masa dinasti abbasiyah juga di tunjukan oleh ada
peninggalan-peninggalan bersejarah. Peninggalan itu, antara lain berupa
istana,masjid,dan bangunan lainnya. Peninggalan bersejarah itu banyak yang
masih dapat disaksikan hingga saat ini dan menunjukkan betapa tingginya
peradaban yang telah dicapai umat islam pada waktu itu.
3.
Kemajuan Politik Dan Militer
Perkembangan
politik dan militer dinasti abbasiyah terbagi kedalam lima periode. Dalam
setiap periode terjadi perubahan pemegang kekuasaan, system pemerintahan, dan
kebijaksanaan militer. Pembahasan berikut ini akan mengemukakan perkembangan
politik dan militer dinasti abbasiyah pada setiap periode tersebut.
a.
Periode kesatu
Usaha
militer merupakan usaha yang terus menerus dilakukan oleh para khalifah dinasti
abbasiyah sejak yang pertama hingga khalifah terakhir. Tegaknya pemerintahan
dan Negara bias terwujud dengan dukungan bala tentara dan system kemiliteran
yang kuat. Usaha mendirikan kekhalifaan dinasti abbasiyah melalu gerakan
militer merupakan usaha militer pertama dari dinasti tersebut. Setelah itu,
usaha militer dilakukan dalam mempertahankan kebutuhan Negara dari ancaman
pembrontakan dan serangan kerajaan lain.
b.
Periode Kedua
Periode ini
merupakan periode pengaruh turki yang pertama. Para perwira militer turki
betul-betul mendominasi pemerintahan dinasti abbasiyah. Figur khalifah hanya
menjadi symbol di istana bagdad. Orang-orang turki itu berbuat sekehendaknya
dan bahkan ikut campur tangan dalam penggantian khalifah. Mulai periode ini
hingga periode keempat, peran politik khalifah bias dikatakan hilang. Mereka
hanya bias menjadi symbol keagamaan bagi para pejabat negar dengan member
legitimasi keagamaan bagi setiap kebijakan yang di ambil oleh mereka.
Khalifah
ar-Radi kemudian di gantikan oleh al-Muttaqi. Akan tetapi, ia hanya merupakan
boneka dari seorang jenderal turki yang bernama tuzun. Pada masa
pemerintahannya, orang-orang yunani menyerang Edessa dan membunuh kaum
muslimin.
c.
Periode Ketiga
Periode ini
merupakan periode pengaruh Persia kedua. Setelah khalifah al-Muttaqi meninggal,
Tuzun mengangkat al-muktafi pada tahun 944 M sebagai khalifah. Pada masa
khalifah al-muktafi ini terjadi perubahan politik yang sangat penting. Di masa
itu, muncul penguasa baru dari daerah dailam yaitu dinasti buwaihiyah . untuk
mengurangi dominasi para pengawal turki, khalifah al-muktafi mengundang dinasti
buwaihiyah ke bagdad.
Pada masa
itu, para khalifah bahkan kehilangan legitimasi keagamaannya. Posisi mereka
sebagai khatib shalat jum’at diserahkan kepada orang-orang dinasti buwaihiyah.
Hal itu disebabkan, dinasti buwaihiyah menganut aliran syi’ah, sedangkan dinasti
abbasiyah menganut aliran suni.
d.
Periode Keempat
Khalifah
al-Qaim mengawali pemerintahan dinasti abbasiyah pada periode ini. Periode ini
disebut periode pengaruh turki kedua. Masuknya pengaruh turki ini dimulai pada
masa khalifah al-Qa’im yang tidak menyukai dominasi dinasti
buwaihiyah. Khalifah al-Qaim ingin melepaskan diri dari pengaruh dinasti
buwaihiyah. Pada tahun 1055 M, terjadi kekacauan yang disebabkan oleh
pertikaian internal dinasti buwaihiyah di bagdad.
e.
Periode Kelima
Kehancuran
dinasti abbasiyah dating seiring dengan serangan hulagu khan pada tahun 1258 M.
kota bagdad dan berbagai peninggalan bersejarah dihancurkan. Khalaifah
al-Musta’sim dan keluarganya di bunuh. Dengan demikian, berakhirlah kekuasaan
dinasti abbasiyah. Kekuatan politik dan militernya yang begitu unggul pada masa
sebelumnya lenyap saat itu juga. Setelah itu, bagdad dan wilayah islam lainnya
jatuh dalam kekuasaan bangsa mongol.
F. Masa
Akhir Kekuasaan Bani Abbasiyah
Akhir dari kekuasaan Bani Abbasiyah adalah saat
Baghdad dihancurkan oleh pasukan Mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan (656
H/1258 M). Ia adalah saudara dari Kubilay Khan yang berkuasa di Cina sampai ke
Asia Tenggara, dan saudaranya Mongke Khan yang menugaskannya untuk
mengembalikan wilayah-wilayah sebelah barat dari Cina kepangkuannya. Baghdad
dihancurkan dan diratakan dengan tanah. Pada mulanya Hulagu Khan mengirim suatu
tawaran kepada Khalifah Bani Abbasiyah yang terakhir Al-Mu’tashim billah
untuk bekerja sama menghancurkan gerakan Assassin. Tawaran tersebut tidak
dipenuhi oleh khalifah. Oleh karena itu timbullah kemarahan dari pihak Hulagu
Khan. Pada bulan september 1257 M, Khulagu Khan melakukan penjarahan terhadap
daerah Khurasan, dan mengadakan penyerangan didaerah itu. Khulagu Khan
memberikan ultimatum kepada khalifah untuk menyerah, namun khalifah tidak mau
menyerah dan pada tanggal 17 Januari 1258 M tentara Mongol melakukan
penyerangan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Bani Abbasiyah merupakan masa pemerintahan ummat Islam
yang merupakan masa keemasan dan kejayaan dari peradaban ummat Islam yang
pernah ada. Pada masa Bani Abbasiyah kekayaan negara melimpah ruah dan
kesejahteraan rakyat sangat tinggi. Pusat peradaban Islam mengalami kemajuan
yang pesat sehingga pada masa ini banyak muncul para tokoh ilmuan
dari kalangan Ummat Islam, baik itu ilmu pengatuhan yang bersifat umum seperti
ilmu kedokteran yang telah mencetak dokter seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusyd dan
lain-lainnya, sehingga pada masa ini telah ada lebih dari 800 dokter yang
berada di kota Baghdad. Dalam bidang matematika melahirkan ilmuan bernama
Al-Khawarizmi yang merupakan penemu angka Nol. Demikian juga dari biang ilmu
agama, adanya perkembangan ilmu tafsir, ilmu kalam, filsafat Islam, dan ilmu
tashauf, yang juga melairkan tokoh-tokoh dibidang ilmu masing-masing. Pada masa
pemerintahan khalifah Harun Al-rasyid kesejahteraan ummat sangat terjamin,
karena pada masa inilah puncak dari kejayaan Bani Abbasiyah, pembangunan
dilakukan dimana-mana, baik pembangunan rumah sakit, irigasi, dan
pemandian-pemandian umum.
Namun diakhir pemerintahan Khalifah Bani Abbasiyah,
Islam mengalami keterpurukan yang sangat parah. Hal ini disebabkan dari
serangan tentara Mongol yang telah mengahncurkan pusat peradaban Ummat Islam di
Baghdad dan mengahancurkan Pusat ilmu pengetahuan yaitu Baitul Hikmah, yang
berisi buku-buku karangan pakar ilmu ummat Islam yang tak ternilai harganya.
B. Saran
Alhamdulillah kelompok kami telah menyelesaikan
tugas tepat pada waktunya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami,
khususnya bagi pembaca.
Dalam penyusunan makalah ini kami menyadari masih
banyak kekurangan, maka dari itu kami mohon kritik dan saran yang dapat
membangun kami ke depannya agar lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Dewan
redaksi ensiklopedi islam. 1994. Ensiklopedi islam. Jakarta: PT Ichtiar Baru
van hoeve.
Esposito,
john. L. 1999. The oxford history of islam. Oxford: oxford history press.
Khalid
Muhammad. 1992. 60 sahabat rasululla. Bandung:CV diponegoro.
Penerjemah:
H. Samson rahman. Jakarta: akbar media sarana.
Yatim,
badri,1993. Sejarah peradaban islam: dirasah islamiyah II. Jakarta: Raja
Grafindo Persada.

Komentar
Posting Komentar