MAKALAH
MAKALAH TENTANG MENUNTUT ILMU

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
Nama Kelompok :
1. M. SYAROFUL
ANAM
2. M. DZIKRI
HAKIM
3. M. RIZKY
4. M. DIMAS R.
Kelas : X TBSM 3
SMK BHAKTI PRAJA
DUKUHWARU
Jl. Raya barat dukuhwaru, Kec. Dukuhwaru, Kab. Tegal
Kode Pos 52451 Telp: (0283) 6196380- 6196222
2020
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji bagi Allah yang maha megetahui dan maha bijaksana yang telah
memberi petunjuk agama yang lurus kepada hamba-Nya dan hanya
kepada-Nya. Salawat serta salam semoga tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW
yang membimbing umat nya dengan suri tauladan-Nya yang baik .
Syukur kehadiran Allah SWT yang telah memberikan anugrah,
kesempatan dan pemikiran kepada kami untuk dapat
menyelesaikan makalah ini, agar pemahaman terhadap permasalahan lebih mudah di
pahami dan lebih singkat dan akurat.
Akhirnya, kami penyusun mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang
telah membantu proses pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaaat
bagi kita
semua. Amiiinnnn
Dukuhwaru, Januari 2020
Penyusun
Tim Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................... i
DAFTAR ISI............................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................... 1
A. Latar Belakang.......................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah...................................................................................... 1
C. Tujuan....................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................... 2
A. Pengertian Ilmu......................................................................................... 2
B. Pengertian Menuntut Ilmu.......................................................................... 2
C. Ayat Al – Qur’an Tentang Menuntut Ilmu.................................................. 3
D. Hadist
– hadits yang menjelaskan pentingnya ilmu ..................................... 5
E.
Keutamaan menuntut ilmu.......................................................................... 6
F.
Penerapan Kandungan Hadis Tentang Menuntut Ilmu Dalam Kehidupan
Sehari-Hari............................................................................................... 6
BAB III PENUTUP................................................................................................... 7
A. Kesimpulan............................................................................................... 7
B. Saran........................................................................................................ 7
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................ 8
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Karena ilmu merupakan jalan
menuju surga, maka ilmu mempunyai kedudukan yang tinggi di dalam Islam. Karena
itu orang-orang yang berilmu menempati kedudukan yang tinggi disisi Allah swt,
bahkan mendekati kedudukan para Nabi. Semua muslim diwajibkan menuntut ilmu
agar aqidahnya tidak tersesat, ibadahnya benar, dan perilakunya sesuai
syari’at.
Menuntut ilmu adalah salah
satu kewajiban bagi setiap orang Islam selama hayat masih dikandung badan.
Untuk menunjukkan kesungguhan dalam memanfaatkan waktu untuk menuntut ilmu.
Sikap disiplin mutlak diperlukan dalam meraih cita-cita.
Dalam kehidupan seororang
muslim, waktu merupakan karunia yang tidak bisa terbelih dibandingkan harta dan
yang lainnya. Mengoptimalkan waktu untuk ketaatan kepada Allah swt, merupakan
modal kemanfa’atan kehidupan dunia dan akhirat sehingga mewujudkan keselamatan
bagi dirinya. Menyia-nyiakan waktu dengan membiarkannya berlalau tanpa makna,
berarti kesengsaraan dan kebinasaan bagi dirinya. Kita harus berusaha untuk
memenafaatkan waktu sebaik-baiknya.
B. Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
kandungan hadist tentang menuntut ilmu?
2.
Bagaimana
kandungan hadist tentang menghargai waktu?
3.
Bagaimana
penerapan kandungan hadist tentang menuntut ilmu dan menghargai waktu dalam
kehidupan sehari-hari?
C. Tujuan
1.
Untuk
Memenuhi tugas Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
2.
Agar
Siswa dan Siswi SMK BP Dukuhwaru mengetahui
kandungan hadist tentang menuntut ilmu
3.
Agar
Siswa dan Siswi SMK BP Dukuhwaru mengetahui
kandungan hadist tentang menghargai waktu
4.
Agar
Siswa dan Siswi SMK BP Dukuhwaru mengetahui
penerapan kandungan hadist tentang menuntut ilmu dan menghargai waktu dalam
kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Ilmu
“Secara bahasa pengertian
ilmu adalah lawan kata bodoh/Jahil, sedang secara istilah berarti sesuatu yang
dengannya akan tersingkaplah segala hakikat yang secara sempurna. Secara
istilah Syar’i pengertian ilmu yaitu, ilmu yang sesuai dengan amal, baik amalan
hati, lisan maupun anggota badan dan sesuai dengan petunjuk Rasulullah Saw.”
Ibnu Munir berkata : “Ilmu
adalah syarat benarnya perkataan dan perbuatan, keduanya tidak akan bernilai
kecuali dengan ilmu, maka ilmu harus ada sebelum perkataan dan perbuatan,
karena ilmu merupakan pembenar niat, sedangkan amal tidak akan di terima
kecuali dengan niat yang benar.”
Dalam pengertian lain “Ilmu
itu modal, tak punya ilmu keuntungan apa yang bisa didapat, ilmu adalah kunci
untuk membuka pintu kebaikan kesuksesan, kunci untuk menjawab pertanyaan dan
masalah di dunia . . .”
Berdasarkan beberapa
definisi tentang pengertian ilmu di atas dapat disimpulkan bahwa, ilmu
merupakan sesuatu yang penting bagi kehidupan manusia karena dengan ilmu semua
keperluan dan kebutuhan manusia bisa terpenuhi secara lebih cepat dan lebih
mudah baik secara lisan (perkataan), maupun berupa perbuatan (anggota badan),
tanpa ilmu kesuksesan tak pernah ketemu karena ilmu merupakan bagian terpenting
dalam kehidupan seperti kebutuhan manusia akan oksigen untuk bernapas.
Ilmu pengetahuan adalah sebaik-baik sesuatu yang disukai, sepenting-penting
sesuatu yang dicari dan merupakan sesuatu yang paling bermanfaat, dari pada
selainnya. Kemuliaan akan didapat bagi pemiliknya dan keutamaan akan diperoleh
oleh orang yang memburunya. Allah SWT berfirman :
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ
وَاَلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ (الزمر: 9)
Artinya: “Katakanlah (Wahai Muhammad!): ‘Adakah sama orang-orang
yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu?’”. (QS. Az-Zumar:
9)
Dengan ayat ini Allah SWT, tidak mau menyamakan orang yang berilmu dan
orang yang tidak berilmu, disebabkan oleh manfaat dan keutamaan ilmu itu
sendiri dan manfaat dan keutamaan yang akan didapat oleh orang yang berilmu[1].
B. Pengertian
Menuntut Ilmu
“Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang
dilakukan oleh seseorang untuk merubah tingkah laku dan perilaku kearah yang
lebih baik,karena pada dasarnya ilmu menunjukkan jalan menuju kebenaran dan
meninggalkan kebodohan.”
Menuntut ilmu merupakan
ibadah sebagaiman sabda Nabi Muhammad Saw.
Artinya :
“Menuntut Ilmu diwajibkan atas orang islam laki-laki dan perempuan” Mu’adz bin Jabbal berkata : “Tuntutlah ilmu, karena
mempelajari ilmu karena mengharapkan wajah Allah itu mencerminkan rasa
Khasyyah, mencarinya adalah ibadah, mengkajinya adalah tasbih, menuntutnya
adalah Jihad, mengajarnya untuk keluarga adalah Taqarrub.”
Dengan demikian perintah
menuntut ilmu tidak di bedakan antara laki-laki dan perempuan. Hal yang paling
di harapkan dari menuntut ilmu ialah terjadinya perubahan pada diri individu ke
arah yang lebih baik yaitu perubahan tingkah laku, sikap dan perubahan aspek
lain yang ada pada setiap individu.
C. Ayat Al – Qur’an
Tentang Menuntut Ilmu
1.
Qs Al – Alaq
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
اقْرَأْ بِاسْمِ
رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ﴿١﴾ خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ ﴿٢﴾ اقْرَأْ وَرَبُّكَ
الْأَكْرَمُ ﴿٣﴾ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ﴿٤﴾ عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ
يَعْلَمْ ﴿٥﴾
Artinya : “1. bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 3. Bacalah, dan
Tuhanmulah yang Maha pemurah, 4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran
kalam. 5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Qs
al-‘Alaq: 1-5)
2.
Kandungan surah al – alaq
Surah al – alaq diawali dengan kata iqra’ yang artinya
“bacalah”. Allah SWT memeritahkan hamba-NYA untuk membaca. Semua itu berkat
kekuasaan dan kehendak Allah SWT yang telah menciptakannya. Kalimat “bacalah”
pertama kali ditujukan kepada nabi Muhammad
SAW meskipun beliau tidak bisa membaca dan menulis kitab yang oleh
diturunkan Allah SWT lewat malaikat
Jibril, akhirnya beliau dapat membaca. Membaca di sini artinya mengamati,
mempelajari, da merenungkan alam yang merupakan bukti kekuasaan Allah SWT.
Kemampuan kemampuan tersebut menumbuhkan ilmu – ilmu seperti astronomi,
geografi, biologi, dll.
Dalam surah al – alaq, kata iqra’ diulang dua kali.
Maksudnya membacaitu tidak cukup satu kali saja tetapi harus di ulang – ulang.
Sebab membaca tidak akan meresap dalam jiwa kecuali setelah di ulang – ulang
dan dibiasakan. Surah ini juga menunjukkan tentang betapa pentingnya membaca,
menulis, dan ilmu pengetahuan bagi manusia dalam kehidupan sehari – hari.
3.
Contoh Penerapan Surah Surah Al – Alaq Dalam Kehidupan Sehari – Hari
a.
Pandai untuk
memanfaatkan waktu.
b.
tidak bermalas –
malasan / membuang waktu untuk hal – hal yang tidak penting.
c.
Memiliki
semangat keilmuan yaitu bersemangat dalam menuntut ilmu.
d.
Rela
mengeluarkan biaya dalam mencapai suatu ilmu.
e.
Lebih
mengutamakan penguasaan ilmu daripada harta kekayaan semata.
f.
Menanamkan
keimanan yang kuat kepada Allah SWT.
g.
Selalu beramal
shaleh dan berbuat baik terhadap orang lain.
h.
Tidak malu
bertanya kepada orang yang lebih tau.
i.
Rajin
mengunjungi perpustakaan.
j.
Rajin mendatangi
masjid, majelis ilmu, dan tempat mencari ilmu lainnya.
4.
Anjuran menuntut ilmu
Dari Mu’awiyah Bin Abu
Sufyan, dia berkata : Rasulullah SAW berkata, “Barang siapa yang Allah
kehendaki kebaikan pada dirinya niscaya Allah pahamkan dia dalam agamanya.”
(HR. Muttafaq ‘Alaih)
Hadits Riwayat Ibnu Abdil Bar
Artinya :Dari Anas ra. bahwasanya Nabi saw. bersabda : “Tuntutlah ilmu
walaupun di negeri Cina, karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi
setiap Muslim. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka kepada
para penuntut ilmu karena senang (rela) dengan yang ia tuntut.” (H.R. Ibnu
Abdil Bar)
Hadits di atas menunjukkan bahwa menuntut ilmu itu
wajib bagi siapa saja sekalipun di tempat yang jauh, dan malaikat turut senang
dan hormat kepada mereka.
Islam sangat memperhatikan dan ilmu pengetahuan karena
dengan ilmu pengetahuan manusia bisa berkarya, berprestasi dan mampu
tampil sebagai kholifah yaitu
memakmurkan bumi. Dengan ilmu, manusia mampu beribadah dengan sempurna. Contoh
orang Islam diwajibkan shalat, maka ia harus mengetahui ilmu-ilmu yang
berhubungan dengan shalat, begitu juga dengan puasa, zakat dan haji, sehingga
apa yang dilakukannya mempunyai dasar. Ilmu itu dibutuhkan dalam segala hal.
Dari Abu Hurairah r.a. dia berkata: Rasulullah SAW
bersabda, “barang siapa yang menempuh jalan dalam rangka mencari ilmu, maka
Allah akan memudhka baginya jalan menuju surga.”(HR. Muslim)
Abu Darda tinggal di Damaskus, lalu datang kepadanya
seorang lelaki dari Madinah. Abu Darda berkata kepadanya, “apakah gerangan yang
menyebabkan engkau datang kemari?” lelaki itu menjawab,” tiadalah aku datang
kemari melainkan karena suatu hadis yang pernah kudengar darimu.“selanjutnya
Abu darda menceritakan hadis ini. Para malaikat yang dimaksud di dalam hadis
ini adalah yang telah disebutkan dalam hadis sebelumnya. Mereka berhenti dan
mengelilingi orang-orang yang sedang menuntut ilmu untuk memperoleh bagian dari
rahmat Allah yang diturunkan kepada mereka dan cahayanya.
Demikian itu mereka lakukan mereka rida terhadap
perbuatan orang-orang yang sedang menuntut ilmu dan sebagi penghormatan
buatannya. Yang dimaksud dengan penuntut ilmu ialah penuntut ilmu yang
mengamalkan ilmunya. Makhluk yang dilangit, maksudnya ialah para malaikat yang
ada dilangit, mereka membaca tasbih seraya memuji Rabb mereka dan memintakan ampunan
buat orang-orang yang dibumi. Makhluk yang dibumi, maksudnya manusia, jin dan
hewan. Al-Hiitaan, ikan-ikan; permohonan ampun oleh semua makhluk yang telah
disebutkan buat orang yang alim, maksudnya mereka mendoakannya. Demikian itu
karena orang yang alim dengan bimbingan dengan petunjuknya kepada manusia
menyebabkan ia disukai Allah SWT.
Apabila Allah menyukainya, maka turut mencintainya
pula semua malaikat dan makhluknya dan apabila mereka mencintainya maka mereka
pasti mendoakannya. Hal ini ingsaAllah akan kami sebutkan dalam bab akhlak.
Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah SAW
bersabda, “jika seorang anak adam meninggal dunia, maka amal perbuatannya
terputus kecuali tiga hal; sedekah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau
anak shalih yang mendo’akannya.” (HR. Muslim, Ibnu Majahdan dari Ibnu khuzaimah
dari sanad yang lain)
Anjuran untuk mempersiapkan bekal sebelum mati dengan
amal-amal shalih. Amal-amal shalih yang manfaatnya tetap berlanjut setelah
orangnya meninggal dunia, maka pahalanya tetap mengalir kepadanya. Anjuran agar
melaksanakan amal kebaikan dengan cara wakaf, seperti membangun masjid,
madrasah, membuat sumur, Hatau menanam pohon. Semuanya itu merupakan sedekah
jariyah. Disunahkan mengajarkan ilmu dan menyusun kitab-kitab yang bermanfaat.
Itulah diantara ilmu nafi’ (yang bermanfaat) yang pahalanya tetap berlangsung
sepanjang zaman. Anjuran untuk mendidik anak dan mengajari mereka perkara yang
fardhu dan sunnah, serta adab sopan santun agar mereka menjadi orang-orang
shalih.
5.
Manfaat menuntut ilmu
Menuntut ilmu diperintahkan
dalam Islam. Hal ini membawa manfaat bagi orang yang menuntutnya. Adapun
manfaat menuntut ilmu antara lain sebagai berikut:
a)
Orang yang
mencari ilmu mendapatkan pahala seperti orang yang berjihad dijalan Allah hal
ini berdasarkan hadis rasulullah:
b)
Orang yang
menuntut ilmu akan mendapat kebaikan yang berlipat ganda. Orang yang menuntut
ilmu diumpamakan lebih baik derajatnya dari pada orang yang melakukan sholat
seratus rakaat.
D. Hadits-hadits yang menjelaskan
Pentingnya Ilmu
Hadits-hadits
yang menjelaskan pentingnya ilmu sangat banyak, dan tidak mungkin disebutkan
semuanya dalam makalah ini. Para ulama ahli hadits pada umumnya menuliskan bab
tersendiri yang menjelaskan pentingnya ilmu. Mereka bahkan menulis sebuah kitab
yang khusus menjelaskan betapa pentingnya ilmu bagi seluruh sendi kehidupan,
baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.
Sabda
Rasulullah SAW:
اَلْعُلَمَاءُ
وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ (رواه أبو داود والترمذي وابن ماجه وابن حبان)
Artinya:
“Orang-orang yang berilmu adalah ahli waris para nabi” (HR.
Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)
Tentu sudah diketahui, bahwa tidak ada kedudukan di atas kenabian dan tidak
ada kemuliaan di atas kemulian mewarisi kedudukan kenabian tersebut.
Rasulullah SAW bersabda:
يَسْتَغْفِرُ
لِلْعَالِمِ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ (رواه أبو داود والترمذي وابن ماجه
وابن حبان)
Artinya: “Segala apa yang ada di langit dan bumi memintakan ampun
untuk orang yang berilmu”. (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)
Kedudukan apa yang melebihi kedudukan seseorang yang selalu dimintakan
ampun oleh para malaikat langit dan bumi?.
Rasulullah SAW bersabda:
أَفْضَلُ
النَّاسِ الْمُؤْمِنُ الْعَالِمُ الَّذِيْ إِنِ احْتِيْجَ إِلَيْهِ نَفَعَ وَإِنِ
اسْتُغْنِيَ عَنْهُ أَغْنَى نَفْسَهُ (رواه البيهقي)
Artinya: “Seutama-utama
manusia ialah seorang mukmin yang berilmu. Jika ia dibutuhkan, maka ia menberi
manfaat. Dan jika ia tidak dibutuhkan maka ia dapat memberi manfaat pada
dirinya sendiri”. (HR. Al-Baihaqi)[6]
Hadits ini menjelaskan bagaimana keutamaan ilmu bagi seseorang, dimana ia
akan memberikan manfaat dan dibutuhkan oleh orang-orang disekitarnya. Bahkan
jika seorang yang berilmu terangsingkan dari kehidupan sekitarnya, ilmu yang ia
miliki akan memberikan manfaat kepada dirinya sendiri, dan menjadi penghibur
dalam kesendiriannya.
Tentang
pentingnya ilmu Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ يُرِدِ
اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ (رواه البخاري ومسلم)
Artinya:
“Barang siapa dikehendaki bagi oleh Allah, maka Allah memberi
kepahaman untuknya tentang ilmu”, (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini
adalah hadits yang urgen, dimana seolah-olah Allah menggantungkan kebaikan
seseorang terhadap kepahamannya terhadap agama, dalam arti kwalitas dan
kwantitas ilmunya dalam masalah agama. Dari sini dapat diketahui bahwa ilmu
adalah penting, karena ia menjadi penentu baik dan buruk seseorang. Dengan ilmu
ia akan membedakan salah dan benar, baik dan buruk dan halal dan haram.
E. Keutamaan Menuntut Ilmu
a)
Ilmu didahulukan
sebelum amal
b)
Ditunjukkan dan
dimudahkan untuk meniti jalan mehuju surga
c)
Merupakan tanda
bahwa seseorang dikehendaki atasnya kebaikan oleh Allah
d)
Malaikat
membentangkan sayap-sayapnya karena ridho kepada penuntut ilmu
e)
Dimintakan
ampunan oleh seluruh penduduk langit dan bumi, bhakan ikan-ikan dilautan
f)
Ulama’
(orang-orang yang ber ilmu) adalah pewari para nabi
g)
Para nabi hanya
mewariskan ilmu tiada yang lain
h)
Barang siapa
yang mengambil ilmu berarti ia telah mengambil bagian yang banyak.
F. Penerapan
Kandungan Hadis Tentang Menuntut Ilmu Dalam Kehidupan Sehari-Hari
Penerapan kandungan hadis menuntut ilmu dalam kehidupan sehari-hari,
antara lain:
1)
Memanfaatkan
masa muda untuk menuntut ilmu sebanyak-banyaknya, baik secara formal maupun non
formal;
2)
Menampakkan
kesungguhan dalam belajar, baik ketika berada di dalam maupun di luar sekolah
3)
Lebih
mengutamakan penguasaan ilmu daripada memikirkan harta
4)
Rela
mengeluarkan biaya demi tercapainya suatu ilmu
5)
Rajin menghadiri
majelis ilmu
6)
Rajin
memanfaatkan waktu-waktu longgarnya untuk membaca buku-buku ilmu pengetahuan
7)
Menyetujui dan
mendukung setiap usaha untuk meningkatkan ilmu pengetahuan
8)
Gemar bergaul
dengan orang-orang yang lebih pandai dan saleh serta mengurangi bergaul dengan
orang-orang yang tidak berilmu.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dengan mununtut ilmu kita
dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, mana yang haram dan mana
yang halal, sehingga menjadi bekal kita di akherat. Dunia bagaikan ladang. Yang
hasilnya akan kita petik di akherat kelak. disunahkan mengajarkan ilmu dan
menyusun kitab-kitab yang bermanfaat. Itulah diantara ilmu nafi’ (yang
bermanfaat) yang pahalanya tetap berlangsung sepanjang zaman. Anjuran untuk
mendidik anak dan mengajari mereka perkara yang fardhu dan sunnah, serta adab
sopan santun agar mereka menjadi orang-orang shalih.
Kita tidak boleh zhalim
terhadap diri sendiri dengan menyia-nyiakan waktu, usia dan kehidupan kita.
Jangan sampai kita salah langkah dalam menghabiskan usia. Jangan sampai kita
lebih suka bersenang-senag dan bermalas-malasan, melalaikan sesuatu yang lebih
mulia dan berharga. Setiap kali usaha bertambah, tanggung jawab setiap kita
juga bertambah. Hubungan dan relasi bertambah, waktu berkurang dan kekuatan
melemah. Waktu yang kita miliki di usia tua menjadi semakin sempit, tubuh
melemah dan kesehatan berkurang. Ketika kita mulai tidak berdaya kesibukan yang
dimiliki semakin bertambah.
Dalam penerapan menuntut
ilmu dan menghargai waktu itu saling berkaitan seharusnya waktu luang digunakan
untuk hal-hal yang bermanfaat seperti setiap waktu luang digunakan untuk
mengkaji pengetahuan, digunakan untuk berdzikir, dan melakukan hal-hal yang
bermanfaat demi kepentingan bersama. Dalam penerapan ilmu bila seseorang
mempunyai ilmu maka harus mengamalkan ilmunya kepada orang yang masih kurang
pengathuannya maka bila ilmu semakin sering di manfaatkan akan bertambah pula
pengetahuan yang di peroleh.
B. Saran
Semoga apa yang telah kami sajikan tadi dapat diambil
intisarinya yang kemudian diamalkan juga semoga berguna bagi kehidupan kita di
masa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Asqolani Ibnu Hajar,
2006, Ringkasan Targhib wa Tarhib.
Jakarta: pustaka Azam
Asy-Syuhud Syaikh Ali bin
Nayif. 2009, Shahih Fadhilah Amal. Solo: PT Aqwam
Fatoni4ever.blogspot.com/2012/02/makalah-kandungan-hadis-tentang.html
Muhaimin, Qur’an Hadist
untuk Kls IX MTs, Bandung: Grafindo media pratama, 2008. Hal:66
Shihab M. Quraish. 2007,
Secercah Cahaya Ilahi HIdup bersama Al-Qur’an. Bandung : PT Mizan Putaka.
Wadud Abdul.,dkk. 2000. Qur’an Hadits Madrasah
Tsanawiyah Kelas 3. Semarang:PT.Karya Toha Putra. h. 27
Komentar
Posting Komentar