Langsung ke konten utama

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA LARUTAN ASAM BASA




LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
LARUTAN ASAM BASA

Hasil gambar untuk LOGO MAN 1 BREBES

DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA PELAJARAN KIMIA

DISUSUN OLEH ;
1.    Bina Hartani
2.    Evi Mauidatul Aqiqoh
3.    Irhab Tofik
4.    Silvia Anasya Salsa Nabila 
KELAS : XI MIA 1

                  
MADRASAH ALIYAH NEGERI
(MAN) 1 BREBES
Jl.Yos Sudarso No.16 (Komplek Islamic Centre) Brebes 52212
info@man1brebes.sch.id Tlp : (0283)672243 NPSN : 20364962
2020/2021

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanya atas rahmat dan petunjuk-Nya saya dapat menyelesaikan penulisan berupa Laporan Tentang Larutan Asam Basa.
Dalam penulisan Laporan ini pastilah ada banyak kendala yang saya temui namun saya berhasil menghadapinya dan menyelesaikan laporan ini tepat waktu.
Akhir kata jika ada sesuatu pada khususnya kata-kata yang tidak berkenan pada hati pembaca mohon dimaklumi. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca.


Brebes,   Februari 2020
Penyusun


Tim Penyusun




























DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR .............................................................................................. i
DAFTAR ISI ............................................................................................................ ii

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA  LARUTAN ASAM BASA........................... 1
A.     Judul Percobaan.............................................................................................. 1
B.     Tujuan Percobaan............................................................................................ 1
C.     Dasar  Teori.................................................................................................... 1
D.     Alat Dan Bahan............................................................................................... 1
E.      Prosedur Kerja................................................................................................ 2
F.      Data Hasil Pengamatan.................................................................................... 2
G.     Kesimpulan  .................................................................................................... 4         
H.     Daftar Pustaka................................................................................................. 4






























LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
LARUTAN ASAM BASA


A.     Judul Percobaan
Larutan Asam dan Basa

B.     Tujuan Percobaan
1.    Untuk menguji larutan yang termasuk asam dan basa menggunakan pH   indikator dan kertas lakmus
2.    Untuk menguji bahan alam yang dapat digunakan sebagai indikator asam basa

C.     Dasar  Teori
Indikator asam-basa (disebut juga Indikator pH) adalah senyawa halokromik yang ditambahkan dalam jumlah kecil ke dalam sampel, umumnya adalah larutan yang akan memberikan warna sesuai dengan kondisi pH larutan tersebut. Pada temperatur 25° Celsius, nilai pH untuk larutan netral adalah 7,0. Di bawah nilai tersebut larutan dikatakan asam, dan di atas nilai tersebut larutan dikatakan basa. Kebanyakan senyawa organik yang dihasilkan makhluk hidup mudah melepaskan proton (bersifat sebagai asam Lewis), umumnya asam karboksilat dan amina, sehingga indikator asam-basa banyak digunakan dalam bidang biologi dan kimia analitik.
Teori Lewis yang mengatakan Asam adalah senyawa yang dapat Menerima pasangan elektron bebas dari senyawa lainAsam merupakan salah satu penyusun dari berbagai bahan makanan dan minuman, misalnya cuka, keju, dan buah-buahan. Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air akan  melepaskan ion H+.
Basa adalah suatu senyawa yang jika dilarutkan dalam air (larutan) dapat melepaskan ion hidroksida (OH-). Oleh karena itu, semua rumus kimia basa umumnya mengandung gugus OH. Dalam keadaan murni, basa umumnya berupa kristal padat dan bersifat kaustik. Beberapa produk rumah tangga seperti deodoran, obat maag (antacid) dan sabun serta deterjen mengandung basa. Identifikasi Larutan Asam dan Basa Menggunakan Indikator Alami Cara lain untuk mengidentifikasi sifat asam atau basa suatu zat dapat menggunakan indikator alami. Berbagai bunga yang berwarna atau tumbuhan, seperti daun, mahkota bunga, kunyit, kulit manggis, dan kubis ungu dapat digunakan sebagai indikator asam basa.  Ekstrak atau sari dari bahan-bahan ini dapat menunjukkan warna yang berbeda dalam larutan asam basa.

D.    Alat Dan Bahan
1.      Alat dan Bahan
§  Bunga soka
§  Pucuk merah
§  Pandan
§  Bunga lavender
§  Kunyit
§  Bunga kertas
§  Cuka
§  Air sabun
§  Penyaring
§  Gelas plastik
E.     Prosedur Kerja
Penguji larutan asam basa
1.    Sediakan alat dan bahan
2.    Masukan masing-masing bunga secukupnya ke dalam gelas plastik masing – masing 3 gelas
3.    Masukan air sabun pada gelas 1
4.    Masukan cuka pada gelas 2
5.    Dan gelas ke 3 tidak usah dicampurkan (netral)

F.      Data Hasil Pengamatan

Bersifat Basa

Bersifat Asam







Bersifat Netral







No.
Bahan yang diuji
Awal / Netral
Air Sabun
Cuka
1.
Bunga soka
Merah Muda
Coklat Muda
Merah Muda
2.
Pucuk merah
Coklat Muda
Coklat Muda
Coklat Muda
3.
Pandan
Hijau Tua
Hijau Muda
Hijau Tua
4.
Bunga lavender
Bening
Keruh
Bening
5.
Kunyit
Coklat Tua
Coklat Kehitaman
Kuning
6.
Bunga kertas
Coklat Kehitaman
Coklat Muda
Coklat Muda

Tabel hasil penguji indikator dari bahan alam


G.    Kesimpulan 
Ø  Berdasarkan percobaan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa cara menentukan asam, basa dan netral suatu larutan menggunakan kertas lakmus, yaitu dengam melihat perubahan warna yang terjadi pada kertas lakmus yang telah dicelupkan.
Ø  Apabila kertas lakmus merah berubah menjadi biru, maka sifat larutan tersebut adalah basa.
Ø  Apabila kertas lakmus biru berubah menjadi merah, maka sifat larutan tersebut adalah asam.
Ø  Apabila kertas lakmus tidak mengalami perubahan warna, maka sifat larutan tersebut adalah netral.

H.    Daftar Pustaka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH MENGENAI PERSATUAN DAN KESATUAN PADA MASA DEMOKRASI LIBERAL

MAKALAH MENGENAI PERSATUAN DAN KESATUAN PADA MASA DEMOKRASI LIBERAL DIAJUKAN UNTUK MEMNUHI TUGAS PELAJARAN PPKN                                                 Nama Kelompok (4): 1.     DIO ADAM BACHTIAR 2.     EVI ASTUTI 3.     NUGI ALFAJAR 4.     RIZKY SAKINAH P                                                 Kelas : XII IPS 1 PEMERINTAH KABUPATEN BREBES DINAS PENDIDIKAN DAN K...

MAKALAH KEPENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA

MAKALAH KEPENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA   NAMA KELOMPOK : 1.       A. WILDAN M. 2.       WAKHIDI K. 3.       KHAERUL MUSTASILHAQ 4.       TOHIRIN JAMAL P. 5.       ABDUL WAHAB 6.       YODI 7.       IKROM FAUDI KELAS :  MADRASAH ALIYAH DARULL ISTIKOMAH JL. RAYA UTARA  SONGGOM ,  Songgom  Lor, Kec.  Songgom , Kab.  Brebes  Prov. Jawa Tengah 2020 KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanya atas rahmat dan petunjuk-Nya saya dapat menyelesaikan penulisan berupa makalah yang berjudul “KE PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA (1942-1945)” Sumber dari makalah ini berupa buku-buku sejarah yang ditambah dengan informasi yang di...
ABRASI Abrasi yang biasa disebut dengan erosi gelombang laut atau erosi marin adalah proses pengikisan pantai oleh gelombang laut. Penyebab abrasi adalah permukaan air laut yang naik, dikarenakan mencairnya es di kutub. Sehingga berdampak pada pengikisan daerah permukaan yang lebih rendah. Abrasi ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah besar atau kecilnya gelombang laut dan cepat lambat gelombang tersebut. Sementara kekuatan abrasi disebabkan oleh beberapa hal, yaitu : besar kecil gelombang laut, tingkat kekerasan batuan (makin keras batu, kian tahan terhadap abrasi), dalamnya laut pada muka pantai (semakin dalam, kekuatan abrasi makin besar), banyaknya materi yang dibawa oleh gelombang (banyaknya materi yang sebagian besar berupa pasir atau kerikil akan menambah kekuatan abrasi jadi kian besar juga). Bentang alam hasil dari abrasi antara lain : -           Cliff (tebing pantai) Merupakan pantai yang mempu...