KLIPING
KONVERENSI INTER INDONESIA

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata
Pelajaran Sejarah Indonesia
Nama
Kelompok :
1.
NIHAL IKNA
NAQIYAH
2.
NINDA ALVIANA
3.
NOVAL ARDHIAN P.
4.
NOVITA DIAH P.
5.
NURUL PADILAH
Kelas : X TKJ 2
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMK NEGERI 1
SONGGOM
Jl.
Songgom – Larangan, Kec. Songgom, Kab. Brebes 52266
2020
KONFERENSI INTER INDONESIA
Konferensi ini dilaksanakan sebelum
Konferensi Meja Bundar terjadi. Dalam Konferensi ini untuk membentuk suatu
negara federal yang akan datang ke Belanda untuk melakukan Konferensi Meja
Bundar. Berikut penjelasan terlengkapnya dalam artikel dibawah ini.
Konferensi
Inter Indonesia
Konferensi Inter Indonesia merupakan
suatu konferensi yang dilakukan antara Negara Indonesia dan BFO (Negara
bentukan Belanda) atau Negara boneka Belanda yang dikala itu Indonesia menjadi
RIS (Republik Indonesia Serikat).
Awalnya, pembentukan negara BFO ini
bertujuan untuk dapat menguasai kembali Indonesia sehabis merdeka. Negara
cuilan yang terbentuk dikala itu berjumlah 16 negara yang dibagi menjadi tiga
kawasan kekuasaan. Daerah kekuasaan pertama yaitu mencakup negara cuilan
Pasundan, Indonesia, Jawa Timur, Negara Indonesia Timur, Madura, Sumatera
Selatan, Sumatera Timur.
Daerah kekuasaan kedua yaitu mencangkup
Riau, Jawa Tengah, Dayak Besar, Bangka, Belitung, Kaltim, Kalbar, Kalteng,
Banjarmasin. Daerah kekuasaan ketiga yang terdiri dari wilayah Indonesia yang
tidak masuk kedalam negara bagian.
Konferensi Inter-Indonesia ini merupakan
konferensi antara pemerintah Republik Indonesia dan Bijeenkomst voor Federaal
Overleg (BFO) atau Badan Permusyawaratan Federal, yaitu suatu badan yang
merupakan suatu kumpulan negara-negara bagian bentukan Belanda.
Konferensi ini diselenggarakan pada
tanggal 19-22 Juli 1949 di Yogyakarta dan tanggal 31 Juli-2 Agustus 1949 di
Jakarta. Peserta konferensi Inter-Indonesia merupakan wakil-wakil pemerintah RI
dan wakil-wakil negara pada bagian yang dipimpin Van Mook.
Latar
Belakang Konferensi Inter Indonesia
Latar belakang dilakukannya suatu
Konferensi Inter Indonesia ini bermula ketika hasil Perjanjian Roem Royen yang
menyatakan bahwa Indonesia ikut serta dalam KMB (Konferensi Meja Bundar).
Oleh alasannya itu, RI harus
mempersiapkan diri dengan mengadakan suatu konferensi antar Indonesia yang
dilakukan antara pihak Indonesia dan Negara Boneka Bentukan Belanda.
Sebab lainnya ialah suatu perubahan
perilaku negara-negara cuilan BFO sehabis adanya serangan kedua Belanda yang
kita kenal juga dengan nama Agresi Militer Belanda 2.
Karena simpati, negara-negara BFO ini lalu membebaskan beberapa
pemimpin-pemimpin Indonesia. BFO juga turut andil dalam pelaksanaan Konferensi
Inter Indonesia yang berlangsung di kota Yogyakarta.
Tujuan
Konferensi Inter Indonesia
Tujuan diadakannya konferensi inter
Indonesia ini ialah untuk membentuk suatu negara Federal atau negara yang
sanggup disebut dengan negara serikat, yang didalamnya terdiri dari pemerintah
pusat, provinsi dan daerah. Dilaksanakannya konferensi inter Indonesia
merupakan salah satu syarat yang harus dapat dilakukan Republik Indonesia
Serikat (RIS) supaya dapat menerima ratifikasi kedaulatan dari pemerintah
Belanda. Konferensi ini dilakukan dua kali, yang pertama pada tanggal 19 hingga
22 Juli 1949 dan yang kedua berlangsung pada tanggal 30 Juni 1949 dengan tujuan
memilih atribut Negara dan panitia dalam KMB (Konferensi Meja Bundar) di Den
Haag, Belanda.
Hasil
Konferensi Inter Indonesia
Hasil Konferensi Inter Indonesia Pertama
Konferensi Inter Indonesia yang pertama
dipimpin oleh Bung Hatta (Drs. Mohammad Hatta) yang dilakukan pada tanggal
19-22 Juli 1949.
Berikut ini adalah hasil konferensi inter Indonesia yang pertama :
- Pertahanan
negara ialah suatu hak dari pemerintah RIS (Republik Indonesia Serikat).
- Angkatan
perang RIS yaitu angkatan perang nasional.
- RIS
ini akan mendapatkan kedaulatan dari pemerintah kerajaan Belanda dan
Republik Indonesia.
- RIS
dipimpin atau diketuai oleh Presiden yang dipilih oleh negara cuilan
Republik Indonesia dan Badan Permusyawaratan Federal (Bijeenkomst Voor
Federaal Overlag).
- Nama
negara federal adalah Republik Indonesia Serikat (RIS).
Hasil
Konferensi Inter Indonesia Kedua
Setelah
penetapan negara federal Republik Indonesia Serikat (RIS), lalu dapat
diputuskan untuk mengadakan konferensi inter Indonesia kedua.
Berlangsung
pada tanggal 30 Juli 1949, bertujuan untuk dapat membentuk atribut Negara dan
panitia yang akan ikut dalam perjanjian KMB di Den Haag, Belanda.
Berikut ini
adalah hasil konferensi kedua, antara lain :
- Bendera
Republik Indonesia Serikat yaitu sang saka merah putih.
- Lagu kebangsaan
RIS adalah Indonesia Raya.
- Bahasa
resmi (Nasional) Republik Indonesia adalah bahasan Indonesia.
- Pemilihan
Presiden ini yang ditentukan oleh negara cuilan Republik Indonesia dan
BFO.
- Membentuk
suatu panitia yang bertugas dalam Konferensi Meja Bundar.
- Anggota
MPRS (Majelis Permusyawaratan Sementara) ditentukan oleh negara cuilan
yang berjumlah 16 negara.
Setelah
dilakukannya Konferensi Inter Indonesia, lalu pelaksanaan KMB di Den Haad
dilakukan pada tanggal 23 Agustus 1949 hingga tanggal 2 November 1949.
Berikut ini
poin-poin isi perjanjian tersebut diantaranya :
- Belanda
menyerahkan suatu kedaulatan atas Indonesia sepenuhnya terhadap
pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS), tanpa syarat dan sanggup
dicabut.
- RIS
mendapatkan suatu kedaulatan atas kententuan pada konstitusinya, sementara
rancangan konstitusi sudah diserahkan kepada kerajaan Belanda.
- Kedaulatan
RIS yang akan diserahkan selambat-lambatnya pada tanggal 30 Desember 1949.


Komentar
Posting Komentar