MAKALAH
ANCAMAN
TERHADAP INTEGRASI
NASIONAL
DIAJUKAN UNTUK
MEMENUHI TUGAS PPKN
Nama Kelompok :
1.
ANGGITA
SHIFA NH.
2.
IRHAB
TOFIK
3.
.
4.
ROSI
ITSNAUL HAK
Kelas : XI MIA 1
MAN 1 BREBES
Jl.Yos
Sudarso No.16 (Komplek Islamic Centre) Brebes 52212
2020/2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur
Penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat dan
hidayahnya sehingga Penulis dapat menyelesaikan makalah ini, Pada
makalah ini Penulis banyak mengambil dari berbagai sumber dan refrensi dan
pengarahan dari berbagai pihak. oleh sebab itu, dalam kesempatan ini Penulis
mengucapkan terima kasih sebesar-sebesarnya kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini.
Penulis
menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini sangat jauh dari sempurna, untuk itu
Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna kesempurnaan
makalah ini.
Akhir kata Penulis mengucapkan terima kasih dan semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk
semua pihak yang membaca…
Brebes, Januari 2020
Penyusun
Tim Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................ i
DAFTAR ISI......................................................................................... ii
BAB II PEMBAHASAN...................................................................... 1
A. Latar Belakang..................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah................................................................ 1
C. Tujuan................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN...................................................................... 3
A. Pengertian Integrasi Nasional............................................... 3
B. Faktor Pendorong Dan Penghambat Integrasi
Nasional...... 5
C. Peran
dalam masyarakat dalam mengatasi ancaman............ 6
BAB III PENUTUP.............................................................................. 9
A. Kesimpulan........................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA........................................................................... 10
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Indonesia sebagai sebuah negara
dalam realitasnya terpisah pada beberapa bagian dan tingkatan, dari segi
geografis dipisahkan oleh lautan dengan beratus-ratus pulau besar dan
beribu-ribu pulau kecil. Kadangkalanya banyak pulau yang belum diberi nama,
bahkan belakangan ini dua pulau yang berada di kawasan Kalimantan telah menjadi
milik Negara Malaysia. Dari perspektif kewilayahan tampak pembagian Indonesia
Bagian Timur dan Indonesia Bagian Barat, atau kawasan perkotaan dan perdesaan.
Realitas itu menyebabkan pula
kewargaan penduduk Indonesia berbeda-beda dari segi kebudayaan. Pengelompokkan
kewargaan serupa itu diwujudkan dalam satuan-satuan etnik. Menurut kajian
Hildred Geetz (1963), terdapat 300 kelompok etnik dan 250 jenis bahasa yang
setiap kelompok etnik itu memiliki identitas kebudayaan sendiri, termasuk di
dalamnya bahasa-bahasa yang digunakannya.
Di era reformasi ini, kemajemukan
masyarakat cenderung menjadi beban daripada modal bangsa Indonesia. Hal ini
terlihat dari munculnya berbagai masalah yang sumbernya berbau kemajemukan,
Saat ini pula bangsa Indonesia,
masih mengalami krisis multidimensi yang menggoncang kehidupan kita. Sebagai
salah satu masalah utama dari krisis besar itu adalah ancaman disintegrasi
bangsa yang hingga saat ini masih belum mereda. Kesadarakan akan pentingnya
kerukunan antar agama, suku, ras, dan budaya harus selalu di wujudkan melalui
pemahaman integrasi nasional.
B. Rumusan
Masalah
Untuk lebih
memudahkan pembahasan maka perlu kiranya kami merumuskan beberapa hal berikut :
1.
Apa Pengertian Integrasi Nasional ?
2.
Bagaimana Proses Integrasi Nasiobnal dapat terjadi ?
3.
Faktor-faktor apa sajakah yang mejadi tantangan dan
pendorong dalam mewujudkan Integrasi Nasional ?
4.
Apa Problematika dan solusi dalam integrasi
nasional ?
C. Tujuan
Pembahasan
1.
Untuk mengetahui pengertian Integrasi Nasional.
2.
Untuk mengetahui Proses dalam Integrasi Nasional.
3.
Untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan
pendorong Integrasi Nasional.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Integrasi Nasional
Istilah integrasi nasional berasal
dari dua kata yaitu integrasi dan nasional. Istilah integrasi mempunyai arti
pembauran atau penyatuan sehingga menjadi kesatuan yang utuh /
bulat. Sedangkan istilah nasional mempunyai pengertian kebangsaan,
bersifat bangsa sendiri, meliputi suatu bangsa seperti cita-cita nasional,
tarian nasional, perusahaan nasional.
Sehubungan dengan penjelasan kedua
istilah diatas maka interasi nasional mempunyai pengertian suatu proses
penyatuan atau pembaruan berbagai aspek sosial budaya ke dalam kesatuan wilayah
dan pembentukan identitas nasional atau bangsa yang harus dapat menjamin
terwujudnya keselarasan, keserasian dan keseimbangan dalam mencapai tujuan
bersama sebagai suatu bangsa.
Nazaruddin berpendapat istilah
integrasi nasional merujuk kepada seluruh unsur dalam
rangka melaksanakan kehidupan bangsa, meliputi sosial, budaya
ekonomi, maka pada intinya integrasi nasional lebih menekankan persatuan
persepsi dan prilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Dengan demikian Integrasi nasional
dapat diartikan penyatuan bagian-bagian yang berbeda dari suatu
masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh, atau memadukan
masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa.
Proses Integrasi Nasional biasanya
akan dipengaruhi oleh aspek-aspek sosiologis dan antropologis. Dalam prosesnya,
integrasi dituntut adanya kesepakatan terhadap nilai-nilai umum yang ada didalam
masyarakat melalui proses :
1. Sosialisasi
Sosialisasi adalah sebuah proses
seumur hidup yang berkenaan dengan bagaimana individu mempelajari cara-cara
hidup, norma dan nilai sosial yang terdapat dalam kelompoknya agar dapat
berkenbangan menjadi pribadi yang dapat diterima oleh kelompoknya.
2. Akulturasi
Akulturasi
adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan
kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing.
3. Asimilasi
Asimilasi
adalah pebauran dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas
kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru.
4. Enkulturasi
Enkulturasi
merupakan proses mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran dan sikap individu
dengan sistem norma, adat, dan peraturan-peraturan yang hidup dalam
kebudayaannya.
Contoh
bentuk integrasi nasional adalah sumpah pemuda yang menghasilkan nasionalisme
dan menyatukan rakyat Indonesia secara sosial dan politik, melalui semboyan
“satu tanah air, satu bahasa, satu bangsa”.
Proses Integrasi
Nasional harus melalui fase-fase sosial dan politik :
a)
Melakukan pengorbanan sebagai langkah penyesuaian
antara banyak perbedaa, keinginan, dan ukuran penilaian.
b)
Mengembangkan sikap toleransi didalam kelompok sosial.
c)
Terciptanya kesadaran dan kesediaan untuk mencapai
suatu konsensus.
d)
Mengidentifikasi akar persamaan diantara kultur-kultur
etnis yang ada.
e)
Kemampuan segenap kelompok yang ada untuk berperan
secara bersama-sama dalam kehidupan busaya dan politik.
f)
Mengakomodasi timbulnya etnis.
g)
Adanya upaya kuat dalam melawan prasangka dan
diskiriminasi.
h)
Menghilangkan pengkotak-kotak kebudayaan.
Dalam
konteks Indonesia, maka proses Integrasi Nasional haruslah berjalan alamiah
sesuai dengan keanekaragaman budayanya dan harus lepas dari hegemoni pengaruh
kekuasaan suatu nefara atas negara-negara lain dan ominasi peran politik etnik
tertentu.
B. Faktor-Faktor
Pendorong dan Penghambat Integrasi Nasional
1.
Faktor-faktor pendorong integrasi nasional sebagai
berikut:
a)
Faktor sejarah yang menimbulkan rasa senasib dan
seperjuangan.
b)
Keinginan untuk bersatu di kalangan bangsa Indonesia
sebagaimana dinyatakan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.
c)
Rasa cinta tanah air di kalangan bangsa Indonesia,
sebagaimana dibuktikan perjuangan merebut, menegakkan, dan mengisi kemerdekaan.
d)
Rasa rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan
Negara, sebagaimana dibuktikan oleh banyak pahlawan bangsa yang gugur di medan
perjuangan.
e)
Kesepakatan atau konsensus nasional dalam perwujudan
Proklamasi Kemerdekaan, Pancasila dan UUD 1945, bendera Merah Putih, lagu
kebangsaan Indonesia Raya, bahasa kesatuan bahasa Indonesia.
f)
Adanya simbol kenegaraan dalam bentuk Garuda
Pancasila, dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
2.
Faktor-faktor penghambat integrasi nasional sebagai
berikut:
a)
Masyarakat Indonesia yang heterogen (beraneka ragam)
dalam faktor-faktor kesukubangsaan dengan masing-masing kebudayaan daerahnya,
bahasa daerah, agama yang dianut, ras dan sebagainya.
b)
Wilayah negara yang begitu luas, terdiri atas ribuan
kepulauan yang dikelilingi oleh lautan luas.
c)
Besarnya kemungkinan ancaman, tantangan, hambatan dan
gangguan yang merongrong keutuhan, kesatuan dan persatuan bangsa, baik yang
berasal dari dalam maupun luar negeri.
d)
Masih besarnya ketimpangan dan ketidakmerataan
pembangunan dan hasil-hasil pembangunan menimbulkan berbagai rasa tidak puas
dan keputusasaan di masalah SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar-golongan), gerakan
separatisme dan kedaerahan, demonstrasi dan unjuk rasa.
e)
Adanya paham “etnosentrisme” di antara beberapa suku
bangsa yang menonjolkan kelebihan-kelebihan budayanya dan menganggap rendah
budaya suku bangsa lain.
f)
Lemahnya nilai-nilai budaya bangsa akibat kuatnya
pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, baik
melewati kontak langsung maupun kontak tidak langsung.
g)
Kontak langsung, antara lain melalui unsur-unsur
pariwisata, sedangkan kontak tidak langsung, antara lain melalui media cetak
(majalah, tabloid), atau media elektronik (televisi, radio, film, internet,
telepon seluler yang mempunyai fitur atau fasilitas lengkap).
C. Peran
Masyarakat Dalam Mengatasi Ancaman Integrasi Nasional
1. Problematika
Masalah integrasi nasional di Indonesia
sangat kompleks dan multidimensional. Disintegrasi bangsa dapat
terjadi karena adanya konflik vertikal dan horizontal sebagai akibat
tuntutan demokrasi yang melampaui batas, konflik antara elite politik,
lambatnya pemulihan ekonomi, lemahnya penegakan hukum dan HAM serta kesiapan
pelaksanaan Otonomi Daerah.
Problematika dalam integrasi
nasional dapat dilihat dari berbagai aspek sebagai berikut :
a)
Geografi. Letak Indonesia yang terdiri dari
pulau-pulau dan kepulauan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Daerah yang
berpotensi untuk memisahkan diri adalah daerah yang paling jauh dari ibu kota,
atau daerah yang besar pengaruhnya dari negara tetangga atau daerah perbatasan,
daerah yang mempunyai pengaruh global yang besar, seperti daerah wisata, atau
daerah yang memiliki kakayaan alam yang berlimpah.
b)
Demografi. Pengaruh (perlakuan) pemerintah
pusat dan pemerataan atau penyebaran penduduk yang tidak merata merupakan
faktor dari terjadinya disintegrasi bangsa, selain masih rendahnya tingkat
pendidikan dan kemampuan SDM.
c)
Kekayaan Alam. Kekayaan alam Indonesia yang
sangat beragam dan berlimpah dan penyebarannya yang tidak merata dapat
menyebabkan kemungkinan terjadinya disintegrasi bangsa, karena hal ini meliputi
hal-hal seperti pengelolaan, pembagian hasil, pembinaan apabila terjadi
kerusakan akibat dari pengelolaan.
d)
Ideologi. Akhir-akhir ini agama sering
dijadikan pokok masalah didalam terjadinya konflik di negara ini, hal ini
disebabkan karena kurangnya pemahaman terhadap agama yang dianut dan agama lain.
Apabila kondisi ini tidak ditangani dengan bijaksana pada akhirnya dapat
menimbulkan terjadinya kemungkinan disintegrasi bangsa, oleh sebab itu perlu
adanya penanganan khusus dari para tokoh agama mengenai pendalaman masalah
agama dan komunikasi antar pimpinan umat beragama secara berkesinambungan.
e)
Politik. Masalah politik merupakan aspek
yang paling mudah untuk menyulut berbagai ketidak nyamanan atau ketidak
tenangan dalam bermasyarakat dan sering
mengakibatkan konflik antar masyarakat yang berbeda
faham apabila tidak ditangani dengan bijaksana akan menyebabkan konflik sosial
di dalam masyarakat. Selain itu ketidak sesuaian kebijakan-kebijakan pemerintah
pusat yang diberlakukan pada pemerintah daerah juga sering menimbulkan
perbedaan kepentingan yang akhirnya timbul konflik sosial karena dirasa ada
ketidak adilan didalam pengelolaan dan pembagian hasil atau hal-hal lain
seperti perasaan pemerintah daerah yang sudah mampu mandiri dan tidak lagi
membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat, konflik antar partai, kabinet
koalisi yang melemahkan ketahanan nasional dan kondisi yang tidak pasti dan
tidak adil akibat ketidak pastian hukum.
f)
Ekonomi. Krisis ekonomi yang berkepanjangan
semakin menyebabkan sebagian besar penduduk hidup dalam taraf kemiskinan.
Kesenjangan sosial masyarakat Indonesia yang semakin lebar antara masyarakat
kaya dengan masyarakat miskin dan adanya indikasi untuk mendapatkan kekayaan
dengan tidak wajar yaitu melalui KKN.
g)
Sosial Budaya. Pluralitas kondisi sosial budaya
bangsa Indonesia merupakan sumber konflik apabila tidak ditangani dengan
bijaksana. Tata nilai yang berlaku di daerah yang satu tidak selalu sama
dengan daerah yang lain. Konflik tata nilai yang sering terjadi saat ini yakni
konflik antara kelompok yang keras dan lebih modern dengan kelompok yang
relatif terbelakang.
2. Pertahanan
Keamanan.
Bentuk ancaman terhadap kedaulatan
negara yang terjadi saat ini menjadi bersifat multi dimensional yang berasal
dari dalam negeri maupun dari luar negeri, hal ini seiring dengan perkembangan
kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi, informasi dan komunikasi. Serta sarana dan prasarana
pendukung didalam pengamanan bentuk ancaman yang bersifat multi
dimensional yang bersumber dari permasalahan ideologi, politik, ekonomi, sosial
budaya.
Untuk mewujudkan integrasi
nasional diperlukan keadilan kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah dengan
tidak membedakan ras, suku, agama, bahasa, gender, dan sebagainya. Sebenarnya
upaya membangun keadilan, kesatuan, dan persatuan bangsa merupakan bagian dari
upaya membangun dan membina stabilitas politik disamping upaya lain seperti
banyaknya keterlibatan pemerintah dalam menentukan komposisi dan mekanisme
parlemen.
Adapun kebijakan yang diperlukan
guna memperkukuh upaya integrasi nasional adalah sebagai berikut :
a)
Menanamkan nilai-nilai Pancasila, jiwa sebangsa dan
setanah air dan rasa persaudaraan, agar tercipta kekuatan dan kebersamaan di
kalangan rakyat Indonesia.
b)
Menghilangkan kesempatan untuk berkembangnya tindakan
KKN.
c)
Meningkatkan ketahanan rakyat dalam menghadapi
usaha-usaha pemecahbelahan dari ancaman luar.
d)
Penyebaran dan pemasyarakatan wawasan kebangsaan dan
implementasi butir - butir Pancasila, dalam rangka melestarikan dan menanamkan kesetiaan
kepada ideologi bangsa.
e)
Menumpas setiap gerakan separatis secara tegas dan
tidak kenal kompromi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Istilah integrasi nasional berasal
dari dua kata yaitu integrasi dan nasional. Yang bermakna suatu proses
penyatuan atau pembauran berbagai aspek sosial budaya ke dalam kesatuan wilayah
dan pembentukan identitas nasional atau bangsa yang harus dapay menjamin
terwujudnya keselarasan, keserasianm dan keseimbangan dalam mencapai tujuan
bersama sebagai suatu bangsa.
Adapun kebijakan yang diperlukan
guna memperkukuh upaya integrasi nasional adalah sebagai berikut :
1.
Menanamkan nilai-nilai Pancasila, jiwa sebangsa dan
setanah air dan rasa persaudaraan
2.
Menghilangkan kesempatan untuk berkembangnya tindakan
KKN.
3.
Meningkatkan ketahanan rakyat
4.
Penyebaran dan pemasyarakatan wawasan kebangsaan dan
implementasi butir-butir Pancasila
5.
Menumpas setiap gerakan separatis secara tegas dan
tidak kenal kompromi.
6.
Membentuk satuan sukarela yang terdiri dari unsur
masyarakat, TNI dan Polri dalam memerangi separatis.
DAFTAR PUSTAKA
Suhadi, Kamus
Besar Bahasa Indonesia: 1989.
http://argamakmur.wordpress.com/cara-mengatasi-agar-tidak-terjadi-integrasi-suatu-bangsa//18-11-2011/19:30
http://onal-artikel.blogspot.com/2011/02/blog-post.html/18-11-2011/19:30
http://organisasi.org/mengembalikan-integrasi-nasional-dengan-nasionalisme-tanpa-sifat-kedaerahan/18-11-2011/19:30
http://pangisyarwi.com/index.php?option=com_content&view=article&id=101:penguatan-nasionalisme-kebangsaan-qnations-stateq&catid=8&Itemid=103/18-11-2011/19:30
Komentar
Posting Komentar