Langsung ke konten utama

PEMANASAN GLOBAL



KLIPING
PEMANASAN GLOBAL (GLOBAL WARMING)
Description: C:\Users\GARUDA\Documents\SMP N2 SONGGOM\Graphic1.jpg
 









Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran IPA

Nama Kelompok :
1.          Abdurokhman
2.          Amanatun Napisah
3.          Angga Saputra
4.          Sarah Susanti
5.          Siti Fatimatuz Zahro
Kelas : VII F



DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BREBES
SMP NEGERI 02 SONGGOM
Jl. Raya Jatirokeh Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes

KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa, karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyajikan laporan tugas karya tulis tentang GLOBAL WARMING atau pemanasan global.
Seperti yang kita ketahui, bahwa panasnya cuaca makin banyak bencana alam dan fenomena-fenomena alam yang cenderung semakin tidak terkendali. Mulai dari banjir, angin puting beliung, semburan gas, hingga curah hujan yang tidak menentu dari tahun ke tahun.
Sadarilah bahwa itu semua adalah dampak negatif dari global warming atau pemanasan global yang menunjukkan bahwa planet kita tercinta sedang mengalami proses kerusakan yang menuju pada kehancuran
Dari semua hal tersebut sudah sepantasnya kita menjaga alam yang merupakan titipan Tuhan Yang Maha Esa ini dengan cara mencegah dan berupaya mengurangi faktor pemanasan global.
Terakhir kami penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu tersusunnya makalah ini. Sehingga dapat menambah wawasan yang jauh lebih luas tentang dampak pemanasan global dan dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.

Brebes,   April 2018
Penyusun









DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR .............................................................................................. i
DAFTAR ISI ............................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................... 1
A.    Latar Belakang ................................................................................................ 1
B.     Rumusan Masalah ............................................................................................ 1
C.     Tujuan Pembahasan ......................................................................................... 1

BAB II PEMANASAN GLOBAL (Global Warming) .......................................... 2
2.1     Pengertian ...................................................................................................... 2
2.2     Penyebab Pemanasan Global ......................................................................... 2
2.3     Dampak Pemanasan Global ........................................................................... 4
2.4     Solusi Bagi Pemanasan Global ...................................................................... 5

BAB III PENUTUP................................................................................................... 7
A.  Simpulan ........................................................................................................ 7
B.  Saran .............................................................................................................. 7

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 8











BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Bumi merupakan satu-satunya tempat tinggal bagi makhluk hidup. Pelestarian lingkungan dilapisan bumi sangat mempengaruhi kelangsungan hidup semua makhluk hidup.
Suhu bumi yang terus meningkat ternyata menimbulkan banyak dampak negatif bagi kehidupan makhluk hidup. Gas CO2 yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fosil (BBF) telah menyebabkan suhu bumi meningkat dan menimbulkan pemanasan global. Selain itu, banyak sekali dampak yang ditimbulkan oleh pemanasan global ini.
Untuk itu, kami akan memuat dan meliput segala sesuatu yang berhubungan dengan pemanasan global, antara lain penyebab, akibat, hingga solusinya agar kita lebih mengetahui tentang pemanasan global termasuk mengapa akhir-akhir ini bumi kita terasa panas dan banyak dampak yang ditimbulkan.
B.  Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan pemanasan global (global warming)?
2.      Apa saja yang menyebabkan terjadinya pemanasan global?
3.      Apa saja dampak-dampak dari pemanasan global?
4.      Bagaimana cara mengatasi/mengurangi dampak negatif pemanasan global?
C.  Tujuan Pembahasan
1.      Agar siswa dan siswi SMP NEGERI 02 SONGGOM Mengetahui dan memahami maksud dari pemanasan global.
2.      Agar siswa dan siswi SMP NEGERI 02 SONGGOM Mengetahui dan memahami penyebab terjadinya pemanasan global.
3.      Agar siswa dan siswi SMP NEGERI 02 SONGGOM Mengetahui dan memahami dampak-dampak dari pemanasan global.
4.      Agar siswa dan siswi SMP NEGERI 02 SONGGOM Mengetahui dan memahami solusi untuk mengatasi/mengurangi dampak negatif pemanasan global.


BAB II
PEMANASAN GLOBAL
(Global Warming)

2.1  Pengertian
Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia" melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8.
Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. Perbedaan angka perkiraan itu dikarenakan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil. Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

2.2  Penyebab Pemanasan Global
Pemanasan global merupakan akibat yang dipicu oleh kegiatan manusia, terutama yang berkaitan dengan bahan bakar fosil (BBF) dan kegiatan alih-guna lahan. Kegiatan tersebut dapat menghasilkan gas-gas rumah kaca yang makin lama makin banyak jumlahnya di atmosfer.
Gas rumah kaca adalah gas-gas yang ada di atmosfer yang menyebabkan efek rumah kaca. Gas-gas tersebut sebenarnya muncul secara alami di lingkungan. Gas rumah kaca yang paling banyak adalah uap air yang mencapai atmosfer akibat penguapan air dari laut, danau dan sungai. Karbondioksida adalah gas terbanyak kedua.
Manusia telah meningkatkan jumlah karbondioksida yang dilepas ke atmosfer ketika mereka membakar bahan bakar fosil, limbah padat, dan kayu untuk menghangatkan bangunan, menggerakkan kendaraan dan menghasilkan listrik. Pada saat yang sama, jumlah pepohonan yang mampu menyerap karbondioksida semakin berkurang akibat perambahan hutan untuk diambil kayunya maupun untuk perluasan lahan pertanian. Hasilnya, pemanasan global yang mengancam kehidupan berbagai flora & fauna di bumi tidak dapat dihindari.
Penyebab pemanasan global lainnya adalah adanya efek umpan balik. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara hingga tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat). Umpan balik ini hanya dapat dibalikkan secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer.
Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersama dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air dibawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.
Umpan balik positif (yang menambah pemanasan) akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif.
Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah.
Faktor pertumbuhan penduduk dan pengunaan bahan bakar fosil berkaitan dengan kerusakan hutan (deforestasi). Ketidakseimbangan antara perusakan dan perbaikan tercermin pada kedua faktor tersebut. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah perubahan tata lahan. Pembabatan lahan penyerap karbon harus segera dihentikan untuk menekan pemanasan global.

2.3  Dampak Pemanasan Global
Pemanasan global juga memberikan “sedikit” dampak positif. Peningkatan suhu rata-rata menyebabkan proses fotosintesis meningkat yang berimplikasi pada peningkatan produksi pangan.
Namun, terlalu banyak dampak negatif yang diakibatkan oleh pemanasan global. Berbagai penilitian, konferensi, dan seminar telah dilakukan untuk menanggapi kondisi iklim yang semakin memburuk. Adapun dampak-dampak negatif tersebut adalah sebagai berikut.
-            Naiknya suhu samudra (Pasifik & Hindia). Hal ini berdampak serius pada ekologi samudra, terutama mengancam kehidupan terumbu karang. Selain itu, suhu lautan yang berubah berakibat pada perubahan arah angin yang secara acak yang akan menyebabkan cuaca sulit diramal.
-            Mencairnya salju dan es. Laporan terbaru dari para ahli menunjukkan salju dunia sudah berkurang 10%.
-             Naiknya permukaan air laut. Kondisi ini akan mengancam Indonesia sebagai negara kepulauan dengan garis pantai nomor 2 terpanjang di dunia.
-             Musim kemarau yang panjang dan tak beraturan.
-            Musim hujan yang singkat dengan intensitas tinggi.
-            Terjadinya perubahan iklim.
-            Air tanah menjadi langka.
-            Mempengaruhi gejala El Nino, memungkinkan kekuatan El Nino yang rata-rata terjadi 4 tahun sekali semakin dahsyat. Hal ini diduga kuat sebagai penyebab peningkatan intensitas terjadinya badai yang terjadi akhir-akhir ini.
-            Mengancam flora & fauna tertentu pada kepunahan. Hasil penelitian pada 2003 silam memaparkan bahwa 50 tahun terakhir ada 1700 jenis hewan dan tumbuhan yang secara bertahap beralih ke dua kutub. Jika tidak mengurangi kecepatan pemanasan global, maka akan banyak makhluk hidup mengalami kepunahan.
-            Dalam aspek estetis, hilangnya beberapa tempat yang memberikan pemandangan indah.

2.4  Solusi Bagi Pemanasan Global
Melihat begitu banyaknya dampak-dampak negatif serta kerugian yang ditimbulkan, harus diambil tindakan guna mengurangi/mengatasi pemanasan global. Beberapa solusi yang ditawarkan adalah sebagai berikut.
1)      Menghilangkan karbon. Banyak cara yang dapat dilakukan seperti menanam pepohonan, menggunakan bahan bakar rendah emisi, menyuntikkan gas karbon dioksida ke sumur-sumur minyak, perdagangan karbon, dan lain-lain.
2)      Meratifikasi Protokol Kyoto. Protolol Kyoto merupakan sebuah persetujuan internasional mengenai pemanasan global. Perjanjian ini bertujuan untuk mengurangi rata-rata emisi dari enam gas rumah kaca - karbon dioksida, metan, nitrous oxide, sulfur heksafluorida, HFC, dan PFC - yang dihitung sebagai rata-rata selama masa lima tahun antara 2008-12.
3)       Melakukan konservasi hutan.
4)      Melakukan reboisasi pada 10 negara yang memiliki hutan hujan tropis.
5)      Mengganti/mencari alternatif energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus menghemat pemakainnya.Salah satu alternatifnya adalah mengembangkan bioenergi melalui tanaman jarak.
Dalam ruang lingkup global, usaha-usaha tersebut harus dilakukan oleh negara-negara maju dan negara-negara berkembang secara bertahap secara berkesinambungan. Yang dapat kita lakukan untuk membantu menekan pemanasan global, antara lain: memakai listrik seperlunya, memilih alat-alat elektronik hemat energi, menanam pohon untuk menyerap karbon, dan menghemat pemakaian BBM. Usaha ini memang terlihat sederhana. Namun, jika dilakukan secara global, maka bukan mustahil dampak negatif pemanasan global dapat teratasi seluruhnya.
Hal yang terpenting adalah dibutuhkan kesadaran dan kearifan dari seluruh manusia di muka bumi untuk menyelamatkan bumi itu sendiri. Tanpa dua hal tersebut, harapan untuk menempati lingkungan yang aman dan nyaman sulit kita wujudkan. Sifat ini harus ditanamkan pada pelajar sebagai generasi penerus yang menentukan kemana arah bumi di masa depan, kesejahteraan atau kehancuran.




















BAB III
PENUTUP

A.      Simpulan
Dari pembahasan materi pemanasan global diatas, dapat disimpulkan sebagai berikut.
1)   Pemanasan global merupakan permasalahan global yang harus segera diatasi.
2)   Penyebab utama terjadinya pemanasan global adalah adanya efek rumah kaca dan efek umpan balik positif.
3)   Pemanasan global memberikan banyak sekali dampak negatif terhadap kelangsungan hidup organisme di bumi.

B.       Saran-saran
Kami menyarankan kepada segenap lapisan masyarakat, terutama kepada pelajar yang akan memegang tongkat estafet dalam mengelola bumi di masa yang akan datang, untuk lebih bijaksana dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam. Pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam haruslah berwawasan lingkungan.
Selain itu, kita harus menanamkan segala kebiasaan yang mampu menekan pemanasan global seperti: menghemat listrik, menggunakan alat elektronik yang hemat listrik dan ramah lingkungan, menghemat BBM, dan melakukan penghijauan disekitas lingkungan kita.














DAFTAR PUSTAKA


Hestiyanto, Yusman. 2005. Geografi 1 SMA Kelas X. Jakarta: Yushistira.
Ford, Harry. 2005. Topik Paling Seru: CUACA. Jakarta: Erlangga
Dirjen Penataan Ruang. - . Abstrak Makalah: Antisipasi Dampak Pemanasan Global Dari Aspek Teknis Penataan Ruang. Jakarta: Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah.
Wikipedia Indonesia, http://id.wikipedia.org/wiki/pemanasan_global. 23 Februari 2008. Pemanasan Global.
http://id.wikipedia.org/wiki/efek_rumah_kaca. 23 Februari 2008. Efek Rumah Kaca.
http://id.wikipedia.org/wiki/protokol_kyoto. 23 Februari 2008. Protokol Kyoto.
http://id.wikipedia.org/wiki/gas_rumah_kaca. 23 Februari 2008. Gas Rumah Kaca.

Download Here

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH MENGENAI PERSATUAN DAN KESATUAN PADA MASA DEMOKRASI LIBERAL

MAKALAH MENGENAI PERSATUAN DAN KESATUAN PADA MASA DEMOKRASI LIBERAL DIAJUKAN UNTUK MEMNUHI TUGAS PELAJARAN PPKN                                                 Nama Kelompok (4): 1.     DIO ADAM BACHTIAR 2.     EVI ASTUTI 3.     NUGI ALFAJAR 4.     RIZKY SAKINAH P                                                 Kelas : XII IPS 1 PEMERINTAH KABUPATEN BREBES DINAS PENDIDIKAN DAN K...

MAKALAH KEPENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA

MAKALAH KEPENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA   NAMA KELOMPOK : 1.       A. WILDAN M. 2.       WAKHIDI K. 3.       KHAERUL MUSTASILHAQ 4.       TOHIRIN JAMAL P. 5.       ABDUL WAHAB 6.       YODI 7.       IKROM FAUDI KELAS :  MADRASAH ALIYAH DARULL ISTIKOMAH JL. RAYA UTARA  SONGGOM ,  Songgom  Lor, Kec.  Songgom , Kab.  Brebes  Prov. Jawa Tengah 2020 KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanya atas rahmat dan petunjuk-Nya saya dapat menyelesaikan penulisan berupa makalah yang berjudul “KE PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA (1942-1945)” Sumber dari makalah ini berupa buku-buku sejarah yang ditambah dengan informasi yang di...
ABRASI Abrasi yang biasa disebut dengan erosi gelombang laut atau erosi marin adalah proses pengikisan pantai oleh gelombang laut. Penyebab abrasi adalah permukaan air laut yang naik, dikarenakan mencairnya es di kutub. Sehingga berdampak pada pengikisan daerah permukaan yang lebih rendah. Abrasi ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah besar atau kecilnya gelombang laut dan cepat lambat gelombang tersebut. Sementara kekuatan abrasi disebabkan oleh beberapa hal, yaitu : besar kecil gelombang laut, tingkat kekerasan batuan (makin keras batu, kian tahan terhadap abrasi), dalamnya laut pada muka pantai (semakin dalam, kekuatan abrasi makin besar), banyaknya materi yang dibawa oleh gelombang (banyaknya materi yang sebagian besar berupa pasir atau kerikil akan menambah kekuatan abrasi jadi kian besar juga). Bentang alam hasil dari abrasi antara lain : -           Cliff (tebing pantai) Merupakan pantai yang mempu...