Langsung ke konten utama

KEANEKARAGAMAN BUDAYA INDONESIA



KLIPING
KEANEKARAGAMAN BUDAYA INDONESIA




Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran

Nama Kelompok :
1.   AGUNG MAULANA
2.   SUDRAJAT
3.   MURADI
4.   M. IBNU S.
5.   WISNU SAPUTRA
                                                Kelas : X RPL 2




SMK KARYA BHAKTI BREBES

JL. TAMAN SISWA NO. 1 BREBES
Brebes Kec. Brebes, Kab. Brebes Prov. Jawa Tengah
2018

KEANEKARAGAMAN BUDAYA INDONESIA


A.    Pengertian Kebudayaan
Banyak berbagai definisi tentang kebudayaan yang telah di paparkan oleh para ahli. Dari berbagai definisi dapat diperoleh kesimpulan mengenai pengertian kebudayaan yaitu sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Kata budaya atau kebudayaan itu sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Secara lebih rinci, banyak hal-hal yang dapat kita pelajari tentang definisi kebudayaan. Bagaimana cara pandang kita terhadap kebudayaan, serta bagaimana cara untuk menetrasi kebudayaan yang faktanya telah mempengaruhi kebudayaan lain.

B.     Definisi Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. Budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosial budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya (Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri). Dan citra yang memaksa itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme kasar” di Amerika, “keselarasan individu dengan alam” di Jepang dan “kepatuhan kolektif” di Cina. Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.
Pengertian kebudayaan menurut beberapa ahli    :
1.      Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
2.      Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
3.      Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
4.      Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Kekayaan budaya tersebut perlu dipelajari dalam rangka meningkatkan kecintaan dan kebanggaan terhadap tanah air. Sikap toleransi dalam menghadapi perbedaan perlu dikembangkan melalui kegiatan sehari-hari.
1.      AGAMA
a)      Agama Islam
Nama Kitab Suci : Al-Qur’an
Nama Pembawa : Nabi Muhammad SAW
Permulaan : Sekitar 1400 tahun yang lalu
Tempat Ibadah : Masjid
Hari Besar Keagamaan : Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, Tahun Baru Hijrah, Isra’ Mi’raj
Jumlah Penganut : 207.176.162 jiwa (87,18%)

b)      Agama Kristen Protestan
Nama Kitab Suci  : Alkitab
Nama Pembawa : Yesus Kristus
Permulaan : Sekitar 2000 tahun yang lalu
Tempat Ibadah : Gereja
Hari Besar Keagamaan : Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih
Jumlah Penganut : 16.528.513 jiwa (6,96%)

c)      Agama Katolik
Nama Kitab Suci : Alkitab
Nama Pembawa : Yesus Kristus
Permulaan : Sekitar 2000 tahun yang lalu
Tempat Ibadah : Gereja
Hari Besar Keagamaan : Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih
Jumlah Penganut : 6.907,873 jiwa (2,91%)

d)      Agama Hindu
Nama Kitab Suci : Weda
Nama Pembawa : –
Permulaan : Sekitar 3000 tahun yang lalu
Tempat Ibadah : Pura
Hari Besar Keagamaan : Hari Nyepi, Hari Saraswati, Hari Pagerwesi
Jumlah Penganut : 4.012.116 jiwa (1,69%)

e)      Agama Buddha
Nama Kitab Suci : Tri Pitaka
Nama Pembawa : Siddharta Gautama
Permulaan : Sekitar 2500 tahun yang lalu
Tempat Ibadah : Vihara
Hari Besar Keagamaan : Hari Waisak, Hari Asadha, Hari Kathina
Jumlah Penganut : 1.703.254 jiwa (0,72%)

f)       Agama Kong Hu Cu
Nama Kitab Suci : Si Shu Wu Ching
Nama Pembawa : Kong Hu Cu
Permulaan : Sekitar 2500 tahun yang lalu
Tempat Ibadah : Li Tang / Klenteng
Hari Besar Keagamaan : Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh
Jumlah Penganut : 117.091 jiwa (0,05%)


2.      PAKAIAN ADAT
a)       Pakaian Adat Aceh ( Sumatra)
Pakaian Adat Aceh Pakaian adat Aceh bernama pakaian Ulee Balang. Pakaian ini untuk pria disebut baju Linto Baro, sedangkan pakaian untuk wanita disebut baju Daro Baro. Dahulunya, pakaian ini hanya digunakan oleh para sultan dan pembesar kerajaan, namun sekarang keduanya lebih sering dipakai oleh para pengantin. Kedua pakaian tersebut punya keunikan tersendiri sebagai ciri khas di setiap bagian-bagiannya.

b)      Pakaian Adat Jawa Tengah
Ada banyak jenis pakaian tradisional yang dikenal dalam adat suku Jawa di Jawa Tengah. Akan tetapi, jenis pakaian adat yang menjadi ikon Jawa Tengah di kancah nasional adalah jenis pakaian resmi yang bernama Jawi Jangkep dan Kebaya


c)      Pakaian Adat Kalimantan Selatan
Masyarakat Kalimantan Selatan mayoritas penduduknya dihuni oleh suku Banjar. Suku Banjar sendiri memiliki 4 jenis baju adat, yaitu Pengantin Babaju Kun Galung Pacinan, Pengantin Baamar Galung Pancar Matahari, Pengantin Bagajah Gamuling Baular Lulut, dan Pangantin Babaju Kubaya Panjang






d)      Pakaian Adat Sulawesi Selatan ( Makassar)
Ada banyak jenis pakaian adat yang dikenal dalam budaya masyarakat Sulawesi Selatan. Hanya saja, yang paling terkenal di antaranya adalah pakaian adat yang bernama Baju Bodo. Baju Bodo adalah baju dengan desain yang sangat sederhana. Baju ini sangat minim jahitan. Selain itu, ia dianggap sebagai baju paling tua dan bahkan tercantum dalam Kitab Patuntung, kitab peninggalan nenek moyang suku Makassar.

e)      Pakaian adat Papua Barat - Pakaian Adat Tradisional Ewer

Pakaian ini murni terbuat dari bahan alami yaitu jerami yang dikeringkan. Dengan kemajuan dan pengaruh modernisasi, pakaian adat ini kemudian dilengkapi dengan kain untuk atasannya. Berikut ini gambar dari pakaian adat Ewer khas masyarakat Papua Barat.

Pakaian Adat Wanita Papua Barat Saat ini, bahan alam berupa jerami atau serat kering hanya digunakan sebagai bawahan rok untuk para perempuan. Rok tersebut dibuat dengan mengambil serat-serat tumbuhan dan merangkainya menggunakan tali di bagian atasnya. Rok ini dibuat dengan 2 lapisan, lapisan dalam sebatas lutut, dan lapisan luarnya lebih pendek. Untuk menguatkan ikatan rok, digunakan ikat pinggang yang terbuat dari kulit kayu yang diukir sedemikian rupa. Biasanya motif ukiran tersebut tidaklah rumit, yaitu motif kotak dengan susunan yang geometris.







3.      Permainan
1)      Permainan Tradisional NAD (Meuen Galah)

Permainan Tradisional NAD "Meuen Galah" telah menjadi permainan yang bersejarah bagi sebagian warga Naggroe Aceh Darussalam. Permainan tradisional nusantara ini bernama Muen galah, di daerah indonesia lain, Muen galah juga memiliki nama lain atau memiliki makna yang sama dengan permainan tradisional galasin, dan Permainan tradisional gerobak sodor. Mungkin memiliki nama lain juga di dareah lain.
Permainan Tradisional meuen galah ini membutuhkan peserta sebanyak 10 orang dengan dibagi menjadi 2 grup. Selain itu permainan ini memerlukan lahan yang cukup luas sekitar 4 x 10 meter yang dibagi lagi menjadi 6 persegi.

2)      Permainan Tradisional Jawa Timur (Congklak)
Congklak adalah permainan yang keberadaanya saat ini masih dapat dan banyak dijumpai, permainan yang membutuhkan alat ini dapat membuat otak berfikir karena jika asal jalan atau asal main kamu akan kalah dan kamu akan bermain dengan waktu yang singkat.
Jika dimainkan dengan berfikir terlebih dahulu dan mengira-ngira kamu akan memerlukan waktu yang lama untuk menyelesaikan permainan yang satu ini. Congklak menjadi permainan yang menghibur dan mennyenangkan, tanpa harus mengeluarkan tenaga dan keringat untuk bermainnya.

3)      Permainan Khas Kalimantan Selatan (Bagasing)
Gasing sendiri merupakan salah satu khasanah permainan tradisional anak-anak Nusantara yang layak untuk dilestarikan, namun sangat disayangkan permainan gasing tradisional ini pada masa sekarang cenderung terlupakan dan tergantikan oleh beragam jenis permainan produk asing. Padahal permainan gasing tradisional pada masa lalu tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Sunda, Jawa, Bali, Maluku, Sulawesi, NTT, NTB, Kalimantan hingga Papua.Gasing sendiri adalah benda yang dibuat sedemikian rupa dari bahan kayu atau bambu dengan cara memainkannya yang harus diputar menggunakan seutas tali. Bentuk gasing sendiri cukup banyak dan setiap daerah juga memiliki beberapa bentuk Gasing, jika di Jawa memiliki gasing dengan delapan bentuk, sedangkan di Toraja, Sulawesi Selatan mengenal gasing dalam 32 bentuk. Sementara di Kalimantan khususnya Kalteng dalam permainan gasing tradisional atau Bagasing mengenal Gasing dalam dua varian bentuk yakni Gasing Pantau dan Gasing Balanga.

4)      Permainan Tradisional Anak di Sulawesi Utara (Slepdur)

Dikenal juga dengan nama ular naga, biasanya dimainkan oleh anak perempuan dan anak laki-laki secara bersama-sama. Zaman dulu, slepdur dimainkan di malam hari saat bulan purnama. Jumlah pemain dari slepdur harus banyak agar lebih seru. Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan luas. Anak-anak berbaris bergandeng tangan dan ditaruh di bahu teman, dibuat layaknya ekor ular naga yang panjang. Biasanya anak yang tinggi yang menjadi kepala naga. Selain ekor ular, ada dua anak yang akan menjadi gerbang dan mereka akan memilih salah satu anak untuk dijadikan tumbal atau pengganti gerbang. Di saat ular sedang berjalan, anak-anak akan menyanyikan lagu slepdur untuk menentukan ketukan berhentinya ular naga.

5)      Permainan Tradisional Anak di irian jaya (Kayu Malele)
Permainan ini berasal dari Kabupaten Biak Numfor. Untuk memainkan permainan ini, kita membutuhkan media kayu sebagai tongkat dan anak tongkatnya. Tempat bermain ini diusahakan di tanah lapang yang cukup luas untuk menghindari kerusakan barang atau kecelakaan dari permainan ini.




Fungsi dan Peran Keragaman Budaya

5 Fungsi dan Peran Keragaman Budaya

Bahwa kita telah mengatakan tarian daerah tidak hanya sekedar tontonan yang menghibur saja, tapi lebih dari itu tarian adalah bagian dari keberagaman budaya yang mempunyai pesan-pesan nilai moral dan keagamaan yang dapat menginspirasi dan dapat diteladani oleh setiap elemen masyarakat kita. Dan untuk pembahasan kali ini, kita akan melihat apa saja fungsi dan peran dari keragaman budaya tersebut bagi bangsa Indonesia.

Adapun fungsi dan peran keragaman budaya adalah sebagai berikut.

1.       Sebagai daya tarik bangsa asing

Sebagai salah satu negara tujuan wisata dunia, maka keragaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah modal yang sangat berharga sebagai daya tarik bagi para wisatawan manca negara untuk datang mengunjungi Indonesia.

Karena menyadari pentingnya hal tersebut, setiap daerah berbenah diri untuk menghidupkan dan menampikan bagian-bagian khas dari kultur mereka kepada para wisman dan wisatawan domestik.

Berbagai atraksi dan promosi budaya sering dilakukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah masing-masing. Bali contohnya. Selain terkenal dengan keindahan panorama alamnya, Bali juga terkenal dengan kekayaan budaya dan adat istiadatnya. Kedua perpaduan kekayaan (keindahan alam dan kultur) inilah yang menjadi sebab membeludaknya turis ke tempat tersebut.

Tempat-tempat wisata lain seperti di Sumatra, Jawa, Sulawesi dan daerah tujuan wisata lainnya di Indonesia juga melakukan yang sama dengan Bali dan menunjukkan kelbihan dan kekhasan masing-masing. Sebut saja Lombok yang terkenal sebagai daerah seribu masjid menonojolkan wisata halal sebagai ikonnya dan juga sudah sangat terkenal sampai manca negara.

 

2.      Mengembangkan kebudayaan nasional

Dengan memiliki keanekaragaman budaya daerah maka dengan sendirinya akan membentuk sebuah budaya yang diakui oleh seluruh elemen bangsa yang disebut dengan kebudayaan nasional.

Kebudayaan nasional adalah suatu kebudayaan yang didukung oleh sebagaian besar warga suatu negara, dan memiliki syarat mutlak bersifat khas dan dibanggakan, serta memberikan identitas terhadap warga.

Sementara pengertian dari budaya nasional adalah budaya yang dihasilkan oleh masyarakat bangsa tersebut sejak zaman dahulu hingga kini sebagai suatu karya yang dibanggakan yang memiliki kekhasan bangsa tersebut dan memberi identitas warga, serta menciptakan suatu jati diri bangsa yang kuat.

Contoh dari sebuah hasil buday yang akrab dengan kita adalah batik. Setiap daerah di Indoneisia memiliki produk batik tersendiri dan dengan corak khas yang berbeda. Karena itu batik dijadikan sebagai pakaian nasional. Inilah yang disebut dengan budaya lokal menjadi budaya nasional.

 

3.      Tertanamnya sikap toleransi

Menurut saya, Karena adanya perbedaan-perbedaanlah manusia menjadi saling mengenal dan bahwa tanpa adanya perbedaan manusia tidak mungkin tahu caranya bersikap menghargai/tolerani terhadap orang lain.

Demikian pula halnya yang menyangkut beragamnya budaya yang ada di Indonesia. Setiap suku mempunyai budaya yang berbeda-beda yang harus bisa saling menghargai dan menghormati demi utuhnya persatuan dan kesatuan bangsa. Supaya dapat menghormati dan menghargai budaya lain dengan baik, maka kita harus tahu dan mengenal budaya dari suku lain tersebut.

Kita tahu, setiap suku atau daerah ingin mengembangkan kebudayaan masing-masing untuk dikenal oleh suku atau daerah lainnya. Kalau setiap suku sudah bisa saling menghargai, maka akan muncul sikap kebersamaan untuk saling memberikan kesempatan kebudayaan lain untuk berkembang.

Dengan kata lain kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia mempunyai edukasi/pendidikan positif terutama dalam menanamkan sikap toleransi masyarakat Indonesia.

4.      Saling melengkapi hasil  budaya

‘Tidak ada suatu apapun yang sempurna di dunia ini’. Demikianlah ungkapan yang di amini oleh semua orang. Demikian pula dengan budaya dan kebudayaan yang datang dari hasil pemikiran dan kreativitas manusia, tentu tidak ada yang sempurna pula. Ketidaksempurnaan inilah yang mendorong timbulnya kebutuhan kepada yang lainnya untuk bisa saling mengisi dan melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada hingga menghasilkan inovasi budaya baru yang sangat berharga.

Contohnya: Batik. Pada mulanya batik ini adalah kerajinan khas masyarakat Jawa Tengah dengan motif Jawa. Tapi kemudian batik ini berinteraksi dengan budaya-budaya lain di luar Jawa akibatnya motif batik sekarang banyak coraknya tergantung daerah mana yang membuatnya.

Contoh lainnya, musik keroncong. Musik ini merupakan hasil perpaduan antara musik pop Spanyol dengan musik Melayu. Contoh ini juga sekaligus dapat menjadi contoh no 5 di bawah.

 

5.      Mendorong Inovasi Kebudayaan

Inovasi kebudayaan terjadi karena pembelajaran dari kebudayaan yang berlangsung terus menerus dalam sekian lama untuk memperoleh kemajuan dan hasil yang lebih baik dari sebelumnya. Inovasi bermakna perubahan atau pembaharuan dari sesuatu yang sudah ada dan berkembang sebelumnya. Ini bisa disebabkan karena adanya asimilasi atau akulturasi dua atau lebih kebudayaan.

Contoh.kebudayaan berupa teknologi pertanian yang telah diwariskan nenek moyang. Setiap masyarakat memiliki cara bercocok tanam yang kadang berbeda. Perbedaan ini tentu didasari oleh berbagai penyebab. Dengan terjadinya komunikasi kebudayaan cara bertani, maka akan memperbaiki kebudayaan yang telah berkembang.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH MENGENAI PERSATUAN DAN KESATUAN PADA MASA DEMOKRASI LIBERAL

MAKALAH MENGENAI PERSATUAN DAN KESATUAN PADA MASA DEMOKRASI LIBERAL DIAJUKAN UNTUK MEMNUHI TUGAS PELAJARAN PPKN                                                 Nama Kelompok (4): 1.     DIO ADAM BACHTIAR 2.     EVI ASTUTI 3.     NUGI ALFAJAR 4.     RIZKY SAKINAH P                                                 Kelas : XII IPS 1 PEMERINTAH KABUPATEN BREBES DINAS PENDIDIKAN DAN K...

MAKALAH KEPENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA

MAKALAH KEPENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA   NAMA KELOMPOK : 1.       A. WILDAN M. 2.       WAKHIDI K. 3.       KHAERUL MUSTASILHAQ 4.       TOHIRIN JAMAL P. 5.       ABDUL WAHAB 6.       YODI 7.       IKROM FAUDI KELAS :  MADRASAH ALIYAH DARULL ISTIKOMAH JL. RAYA UTARA  SONGGOM ,  Songgom  Lor, Kec.  Songgom , Kab.  Brebes  Prov. Jawa Tengah 2020 KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanya atas rahmat dan petunjuk-Nya saya dapat menyelesaikan penulisan berupa makalah yang berjudul “KE PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA (1942-1945)” Sumber dari makalah ini berupa buku-buku sejarah yang ditambah dengan informasi yang di...
ABRASI Abrasi yang biasa disebut dengan erosi gelombang laut atau erosi marin adalah proses pengikisan pantai oleh gelombang laut. Penyebab abrasi adalah permukaan air laut yang naik, dikarenakan mencairnya es di kutub. Sehingga berdampak pada pengikisan daerah permukaan yang lebih rendah. Abrasi ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah besar atau kecilnya gelombang laut dan cepat lambat gelombang tersebut. Sementara kekuatan abrasi disebabkan oleh beberapa hal, yaitu : besar kecil gelombang laut, tingkat kekerasan batuan (makin keras batu, kian tahan terhadap abrasi), dalamnya laut pada muka pantai (semakin dalam, kekuatan abrasi makin besar), banyaknya materi yang dibawa oleh gelombang (banyaknya materi yang sebagian besar berupa pasir atau kerikil akan menambah kekuatan abrasi jadi kian besar juga). Bentang alam hasil dari abrasi antara lain : -           Cliff (tebing pantai) Merupakan pantai yang mempu...