Langsung ke konten utama

“Manfaat Televisi Untuk Siswa”



MAKALAH

“Manfaat Televisi Untuk Siswa”



Disusun Untuk Memenuhi Tugas Teks Diskusi Bahasa Indonesia

Nama Kelompok
1.        LILI LAELATUL PURIDA
2.        SYAHFIERA LALORA NABILA
3.        SUKMA AMIR
4.        M. ILHAM ADI NUGROHO
Kelas : VIII E

Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes
SMP NEGERI 02 SONGGOM
Jl. Raya Jatirokeh kec. Songgom kab. Brebes
2016 – 2017





KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah yang maha kuasa atas segala limpahan rahmat, inayah, taufik dan hidayahnya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang merupakan salah satu tugas mata pelajaran.
Harapan kami  semoga makalah ini bisa membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi kami dan khususnya bagi pembaca.
Dengan disajikannya makalah ini yang begitu sederhana, kami harapkan semoga makalah ini yang kami buat mampu memotivasi para generasi muda, untuk menambah wawasan.
Kami mohon maaf jika ada kata – kata yang kurang berkenan dalam makalah ini, bagaimanapun juga kami adalah manusia biasa yang memiliki banyak kelalaian dan kekurangan.

                                                                                                Brebes,    Februari  2017
                                                                                                Penyusun













DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i
KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
1.1 Latar belakang ......................................................................................... 1
1.2 Rumusan masalah .................................................................................... 1
1.3 Tujuan penelitian ..................................................................................... 2
1.4 Manfaat penelitian .................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................ 3
2.1 Pengertian televisi ................................................................................... 3
2.2 Pengaruh siaran televisi pada pendidikan ............................................... 4
2.3 Televisi sebagai media komunikasi ......................................................... 4
2.4 Manfaat televisi dalam pendidikan ......................................................... 5
2.5 Bimbingan orang tua ............................................................................... 7
2.6 Peranan orang tua dalam mengatasi dampak negatif acara tv................. 7
BAB III PENUTUP ................................................................................................ 9
3.1 Kesimpulan ............................................................................................. 9
3.2 Saran ....................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 10


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Perkembangan teknologi melahirkan suatu media baru yang dapat menyajikan informasi sacara cepat kepada masyarakat yaitu Televisi. TV sebagai alat penangkap siaran dan gambar. Televisi berasal dari kata Tele ; tampak dan vision ; jauh atau jika digabungkan menjadi suatu makna yang berarti “jauh dan tampak” atau dengan kata lain TV merupakan suatu alat untuk “melihat dari jarak jauh”.
Segi jauhnya diwakili oleh prinsip radio yaitu dapat mendengarkan suara sedangkan segi ”penglihatan” diwakili dengan adanya gambar. Tanpa gambar tidak ada apa- apa yang dapat dilihat. Para penonton dapat manikmati gambar karena adanya pemancar, dan gambar yang dipancarkan itu dapat adalah gambar yang bergerak (Dalam hal terrtentu juga gambar diam, still picture).
Televisi merupakan jaringan komunikasi dengan peran seperti komunikasi massa  yaitu  satu  arah,  menimbulkan  keserempakan  dan  komunikan     bersifat heterogen. Televisi merupakan media massa yang berfungsi sebagai alat pendidikan, penerangan, dan hiburan. Selain itu sifat negatif TV adalah sepintas lalu, tidak terlalu dapat diterima dengan sempurna, dan menghadapi publik yang heterogen.
Tayangan televisi dapat diartikan sebagai adanya suatu pertunjukan acara yang ditampilkan atau disiarkan melaui media massa televisi. Tayangan tersebut bisa bersifat hiburan, informasi, ataupun edukasi seperti tayangan mengenai paendidikan.

1.2  Rumusan Masalah
              Merumuskan masalah sangat perlu dilakukan dalam pembuatan makalah,  dengan tujuan untuk memperjelas topik yang dibahas, untuk itu kami merumuskan masalah dengan beberapa pertanyaan sebagai berikut:
1.      Apakah pengertian dari televisi ?
2.      Apakah pengaruh siaran televisi pada pendidikan ?
3.      Apa saja kah bimbingan orang tua dalam mengawasi anaknya ?
4.      Apa sajakah peran orang tua dalam mengawasi anaknya ?




1.3  Tujuan Penelitian
  Adapun tujuan dari kegiatan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Dapat mengetahui pengertian dari Televisi
2.      Dapat mengetahui pengaruh siaran televisi pada pendidikan
3.      Apa Peran orang tua dalam anaknya dirumah
4.      Orang tua dapat mengetahui dalam mengawasi anaknya menonton televisi

1.4  Manfaat Penelitian
              Manfaat penelitian yang kami lakukan yaitu  para siswa khususnya untuk siswa smp, bahwa menonton telvisi boleh – boleh saja, asal harus ingat dengan waktu, yaitu, dimana waktu untuk belajar dan dimana waktu untuk menonton televisi. Dan peran orang tua sangat penting dalam mengawasi anaknya dalam menonton televisi.























BAB II
PEMBAHASAN



2.1  Pengertian Televisi
Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi" merupakan gabungan dari kata tele ("jauh") dari bahasa Yunani dan visio ("penglihatan") dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual atau penglihatan.”
Penggunaan kata "Televisi" sendiri juga dapat merujuk kepada "kotak televisi", "acara televisi", ataupun "transmisi televisi". Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi' secara tidak formal sering disebut dengan TV (dibaca: tiviteve ataupun tipi)
Kotak televisi pertama kali dijual secara komersial sejak tahun 1920-an, dan sejak saat itu televisi telah menjadi barang biasa di rumah, kantor bisnis, maupun institusi, khususnya sebagai sumber kebutuhan akan  hiburan  dan  berita serta menjadi media periklanan.
Tidak dipungkiri, dengan adanya media massa televisi ini, banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil. Dimana kita akan dengan cepat memperoleh informasi - informasi terbaru yang terjadi dimana pun dan belahan dunia manapun. Dengan adanya televisi akan mempermudah suatu perusahaan atau badan usaha untuk mempromosikan produk-produknya, sehingga konsumen mengetahui dan dapat dengan mudah mencari produk tersebut, serta masih banyak lagi keuntungan-keuntungan yang dapat kita peroleh dengan adanya media televisi.
Akan tetapi kemudian muncul pandangan yang berpendapat agar televisi digunakan dalam pengajaran dalam kelas. Maka pendapat ini pun memerlukan penelitian dan pembuktian yang falit tentang penggunaan televisi di sekolah. Kemudian pendapat inilah yang mendorong masyarakat pittsburg (U.S.A) mengadakan penyelidikan dan kemudian diterbitkan berbagai artikel tentang televisi dalam pendidikan. bahkan untuk keperluan pendidikan, workshop dan operasi pernah dikeluarkan biaya sebesar 60 juta dollar amerika.
2.2  Pengaruh Siaran Televisi Pada Pendidikan
Pada kenyataannya saat ini, dari berbagai bentuk tegnologi komunikasi yang ada, siaran televisi (TV) merupakan media yang sangat ampuh (a powerful medium) dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat secara serempak. Televisi juga mempunyai daya jangkau yang  luas dan mampu meniadakan batas wilayah geografis, sistem sosial, politik dan budaya masyarakat pemirsa.
Akan tetapi selain yang disebutkan diatas, sangat penting kita ketahui bahwasannya televisi juga mempunyai potensi yang sangat besar sebagai penetrasi dalam mempengaruhi sikap seseorang, kreativitas, motivasi, pandangan hidup, gaya hidup, dan juga orientasi masyarakat. Dengan demikian, salah satu bentuk pendayagunaan tegnologi komunikasi adalah media televisi.
Media televisi sebagai media yang terbukti memiliki kemampuan yang sangat efektif (penatrasinya lebih dari 70%) sehingga dimanfaatkan untuk penyiaran program-program pembelajaran  secara nasianal agar dapat memperluas kesempatan untuk memperoleh pendidikan, meningkatkan kualitas pendidikan dan meningkatkan efektivitas pendidikan.
Televisi juga dapat memberikan pengaruh sosial. Televisi memberikan pengaruh sosial yang sangat besar terhadap  masyarakat, baik bagi anak-anak maupun terhadap pemuda dan orang dewasa. Pengaruh ini dapat dilihat antara lain dalam percakapan-percakapan dan perbuatan mereka.  Akan terdapat kemajuan mereka dalam hal pembicaraan tentang kebudayaan, menambah pemberdayaan bahasa dan menyebabkan berkurangnya minat mereka dalam membaca surat kabar atau majalah. Bahkan pengaruh itu juga dapat terlihat, bahwa televisi seolah-olah menggantikan bioskop, akbatnya mereka jadi  jarang keluar rumah untuk menonton bioskop, akan tetapi lebih betah di rumah untuk menonton televisi.
Dengan demikian, maka terbuktilah, bahwa sebagai  media pendidikan  televisi berperan aktif dan dapat mempengaruhi pendidikan seorang anak. Seperti  berpengaruh pada sikap seseorang, kreativitas, motivasi, pandangan hidup, gaya hidup, dan juga orientasi masyarakat. Dengan demikian, salah satu bentuk pendayagunaan tegnologi komunikasi adalah media elevisi.

2.3  Televisi Sebagai Media Komunikasi
Komunikasi massa merupakan suatu tipe komunikasi manusia (Human Comunication) yang bersamaan dengan mulai digunakannya alat-alat mekanik, yang mampu melipat gandakan pesan komunikasi yaitu semenjak ditemukannya mesin cetak oleh Johanes Gutenberg dan semenjak saat itu dimulailah era komunikasi massa. Yang dimaksud dengan komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa modern, yang meliputi surat kabar yang memiliki sirkulasi yang sangat luas, siaran radio dan televisi yang ditujukan secara umum, dan film yang dipertunjukan gedung-gedung dibioskop.
Komunikasi massa dengan media televisi merupakan proses komunikasi antara komunikator dengan komunikan (massa) melalui sebuah sarana, yaitu televisi. Kelebihan media televisi terletak pada kekuatannya menguasai jarak dan ruang, sasaran yang dicapai untuk mencapai massa cukup besar. Nilai aktualitas terhadap suatu liputan atau pemberitaan sangan cepat. Menurut Effendy, seperti halnya media massa lain, televisi pada pokoknya mempunyai tiga fungsi pokok berikutnya.

2.4  Manfaat Televisi Dalam Pendidikan
Televisi sangat bermanfaat, baik bagi siswa dan mastyarakat luas  atau penggunaan televisi di sekolah besar manfaatnya bagi pendidikan., diantaranya yaitu:
1.      Televisi bersifat langsung dan nyata, dapat menyajikan peristiwa yang sebenarnya pada waktu terjadinya.
Contohnya seperti  pada waktu pelantikan seorang pejabat negara, berlangsungnya pembukaan sidang MPR, parade militer dan sebagainya. Melalui televisi kelas dapat mengadakan kontak langsung dengan ahli-ahli ilmu pengetahuan  dari berbagai bidang ilmu pengetahuan. Mereka dapat melihat dan mendengar secara nyata.
2.      Memperluas tinjauan kelas, melintasi berbagai daerah atau berbagai negara. Seperti halnya televisi dapat melintasi berbagai daerah dan mungkin berbagai negara. Program televisi  menyajikan berbagai beristiwa, keadaan penduduk dan kehidupannya dari daerah atau dari negara lain. Dengan demikian, maka televisi berperan aktif dalam bidang pengetahuan umum dan wawasan.
3.      Dapat menciptakan kembali peristiwa pada masa lampau. Televisi dapat menceritakan kembali semua peristiwa masa lampau, baik melalui film, ataupun melalui drama. Sehingga dapat mengingatkan kembali pengetahuan yang sifatnya sudah lampau.
4.      Televisi dapat mempertunjukan banyak hal dan banyak segi yang beraneka ragam. Alat ini dapat menyajikan pokok-pokok itu satu persatu secara berurutan dan sama baiknya. Mulai dari benda-benda hidup atau berupa program film, mulaidari hal-hal yang aneh sampai hal-hal yang bisa terjadi dalam kehidupan, transpor, listrik, semuanyaa bisa disajikan dengan baik.  Demikian pula menyajikan program drama, kesenian, ilmu bumi, sejarah, kesusasteraan, musik dan lain-lain dapat disesuaikan dari tingkatan murid sejak dari pra sekolah sampai ke Perguruan Tinggi.
5.      Banyak mempergunakan-mempergunakan sumber-sumber masyarakat. Melalui program televisi, banyak sekali peristiwa dan masalah-masalah, sekaligus  kegiatan-kegiatan dan sumber-sumber masyarakat lainnya yang dapat dibawa dalam kelas. Seperti masalah dalam bidang ekonomi,  industri, sosial dan pemerintahan yang dapat diamati kelas melalui film dalam layar televisi. Dengan demikian, maka televisi bukan hanya menjadi media yang evektif akan teapi juga turut mempererat hubungan antara sekolah dengan masyarakat .
6.      Televisi dapat menarik minat seorang anak maupun orang dewasa. Karena seorang anak pada umumnya sangat senang melihat televisi, karena acaranya yang menarik, karena acaranya yang menarik dan cara penyajiannya yang menyenangkan. Oleh karena itu, keadaan yang seperti ini dapat dipergunakan di sekolah untuk menarik minat yang berarti mendorong minat belajar.
7.      Dapat melatih guru, baik dalam pre-service maupun dalam incervise training. Maksudnya adalah televisi dapat melatih guru  melakukan kesempatan untuk melihat contoh-contoh  mengajar yang baik.  Kegiatan ini dapat diikuti dengan mengamati berbagai kelas dari berbagai sekolah. Akan tetapi kegiatan seperti ini akan kurang efektif terutama dalam efisiensi penggunaan waktu. Televisi dapat menyajikan di dalam kelas berbagai daerah.
8.      Melalui media televisi, dapat mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam rangka meningkatkan perhatian mereka terhatap sekolah. Pada umumnya masyarakat dan orang tua tidak mengetahui apa yang dikerjakan disekolah, dengan tayangan program televisi inilah, maka  kegiatan disekolah dapat diamati dan dipahami. Hal ini sangat penting,  guna untuk pendidikan anak-anak mereka dan orang tua juga dapat memberikan sarana-saarana atau pengawasan belajar di rumah.







2.5  Bimbingan Orang Tua
Menurut Gunarsa ( 1995 : 31 – 38) dalam keluarga yang ideal (lengkap) maka ada dua individu yang memainkan peranan penting yaitu peran ayah dan peran ibu, secara umum peran kedua individu tersebut adalah :
1.      Peran ibu adalah :
a.       memenuhi kebutuhan biologis dan fisik
b.      merawat dan mengurus keluarga dengan sabar, mesra dan konsisten
c.       mendidik, mengatur dan mengendalikan anak
d.      menjadi contoh dan teladan bagi anak
2.      Peran ayah adalah :
a.       ayah sebagai pencari nafkah
b.      ayah sebagai suami yang penuh pengertian dan memberi rasa aman
c.       ayah berpartisipasi dalam pendidikan anak
d.      ayah sebagai pelindung atau tokoh yang tegas, bijaksana, mengasihi keluarga.
Dari penjabaran mengenai peranan orang tua diatas, dapat disimpulkan betapa besarnya peranan orang tua dalam memenuhi kebutuhan anaknya, mendidik, mengendalikan anaknya serta menjadi teladan bagi anaknya. Orang tua memiliki tanggung jawab penuh terhadap perkembangan anaknya dan segala aktivitas anaknya serta harus bisa membimbing, mengawasi dan mengarahkan untuk melakukan kebaikan sesuai dengan kepercayaan (agama) yang dianutnya dan norma yang berlaku dimasyarakat.

2.6  Peranan Orang Tua Dalam Mengatasi Dampak Negatif Acara Televisi
Anak-anak sangat mudah terpengaruh dengan lingkungannya termasuk pengaruh dari televisi. Anak-anak dipastikan akan meniru apa yang dilihatnya dari televisi secara berulang-ulang. Bila anak menonton acara yang sehat dan mendidik maka hal tersebut akan berdampak positif bagi perkembangan dan pengetahuannya, misalnya menonton acara menyanyi lagu anak maka mereka akan suka menyanyikan lagu anak-anak, menonton acara pengetahuan tentang hewan akan menambah pengetahuan anak, menonton berita akan menambah wawasannya dan sebagainya. Demikian juga sebaliknya, anak-anak yang sering atau senang menonton sinetron biasanya akan meniru cara berbicara, busana dan perilaku tokoh-tokoh dalam sinetron. Belum lagi adanya iklan-iklan yang seringkali berisi konten dewasa yang bisa saja muncul pada acara khusus untuk anak-anak. Untuk itu tidak bisa tidak, orang tua harus melakukan pembatasan bagi anak dalam menonton televisi.
Setiap orang tua memiliki tanggungjawab untuk selalu mengawasi anaknya dan memperhatikan perkembangannya, oleh sebab itu hal-hal yang sekecil apapun harus bisa diantisipasi oleh setiap orang tua mengenai dampak positif atau negatif yang akan ditimbulkan oleh hal yang bersangkutan. Begitu juga mengenai hal televisi ini, sudah sepatutnya setiap orang tua mempersiapkan senjata untuk mengantisipasinya jika ada anaknya kecanduan dengan menonton televisi sehingga akan lupa dengan kewajiban sebagai seorang pelajar.
Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan oleh setiap orang tua, yaitu:
1.      Pilih acara yang sesuai dengan usia anak
Jangan biarkan anak-anak menonton acara yang tidak sesuai dengan usianya, walaupun ada acara yang memang untuk anak-anak, perhatikan dan analisa apakah sesuai dengan anak-anak (tidak ada unsur kekerasan, atau hal lainnya yang tidak sesuai dengan usia mereka).
2.      Dampingi anak memonton TV
Tujuannya adalah agar acara televisi yang mereka tonton selalu terkontrol dan orangtua bisa memperhatikan apakah acara tersebut masih layak atau tidak untuk di tonton.
3.      Letakan TV di ruang tengah, hindari menyediakan TV dikamar anak.
Dengan meyimpan TV diruang tengah, akan mempermudah orang tua dalam mengontrol tontonan anak-anaknya, serta bisa mengantisipasi hal yang tidak orang tua inginkan, karena kecendrungan rasa ingin tahu anak-anak sangat tinggi.
4.      Perbanyak membaca buku, letakkan buku ditempat yang mudah dijangkau anak, ajak anak ke toko dan perpustakaan











BAB III
PENUTUP



3.1  Kesimpulan
Setelah menguraikan beberapa pembahasan diatas maka dapat penulis simpulkan bahwa Televisi adalah sebuah media telekomunikasi yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Dan televisi sangat berperan penting bagi semua kalangan karena menyebarkan informasi kepada masyarakat secara serempak. terbuktilah, bahwa sebagai  media pendidikan  televisi berperan aktif dan dapat mempengaruhi pendidikan seorang anak. Seperti  berpengaruh pada sikap seseorang, kreativitas, motivasi, pandangan hidup, gaya hidup, dan juga orientasi masyarakat. Dengan demikian, salah satu bentuk pendayagunaan tegnologi komunikasi adalah media elevisi.

3.2  Saran – Saran
Peran orang tua disini sangat penting, karena tanpa peran orang tua, anak akan kecanduan dalam menonton televisi, dan akan lalai dengan kewajiban seorang pelajar. Terlebih-lebiih anak akan menonton televisi sampai larut malam, dan akan malas jika bangun.















DAFTAR PUSTAKA


























Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH MENGENAI PERSATUAN DAN KESATUAN PADA MASA DEMOKRASI LIBERAL

MAKALAH MENGENAI PERSATUAN DAN KESATUAN PADA MASA DEMOKRASI LIBERAL DIAJUKAN UNTUK MEMNUHI TUGAS PELAJARAN PPKN                                                 Nama Kelompok (4): 1.     DIO ADAM BACHTIAR 2.     EVI ASTUTI 3.     NUGI ALFAJAR 4.     RIZKY SAKINAH P                                                 Kelas : XII IPS 1 PEMERINTAH KABUPATEN BREBES DINAS PENDIDIKAN DAN K...

MAKALAH KEPENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA

MAKALAH KEPENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA   NAMA KELOMPOK : 1.       A. WILDAN M. 2.       WAKHIDI K. 3.       KHAERUL MUSTASILHAQ 4.       TOHIRIN JAMAL P. 5.       ABDUL WAHAB 6.       YODI 7.       IKROM FAUDI KELAS :  MADRASAH ALIYAH DARULL ISTIKOMAH JL. RAYA UTARA  SONGGOM ,  Songgom  Lor, Kec.  Songgom , Kab.  Brebes  Prov. Jawa Tengah 2020 KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanya atas rahmat dan petunjuk-Nya saya dapat menyelesaikan penulisan berupa makalah yang berjudul “KE PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA (1942-1945)” Sumber dari makalah ini berupa buku-buku sejarah yang ditambah dengan informasi yang di...
ABRASI Abrasi yang biasa disebut dengan erosi gelombang laut atau erosi marin adalah proses pengikisan pantai oleh gelombang laut. Penyebab abrasi adalah permukaan air laut yang naik, dikarenakan mencairnya es di kutub. Sehingga berdampak pada pengikisan daerah permukaan yang lebih rendah. Abrasi ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah besar atau kecilnya gelombang laut dan cepat lambat gelombang tersebut. Sementara kekuatan abrasi disebabkan oleh beberapa hal, yaitu : besar kecil gelombang laut, tingkat kekerasan batuan (makin keras batu, kian tahan terhadap abrasi), dalamnya laut pada muka pantai (semakin dalam, kekuatan abrasi makin besar), banyaknya materi yang dibawa oleh gelombang (banyaknya materi yang sebagian besar berupa pasir atau kerikil akan menambah kekuatan abrasi jadi kian besar juga). Bentang alam hasil dari abrasi antara lain : -           Cliff (tebing pantai) Merupakan pantai yang mempu...