
“ PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA BANI ABBASYIAH ”
Disusun Oleh
LILI RETNO ATIKA
Kelas : VIII G
GURU MAPEL : CHORIDAH, S.Pd.I
Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes
SMP NEGERI 02 SONGGOM
Jl. Raya Jatirokeh kec. Songgom kab. Brebes
2016
– 2017

“ MENGGALAKAN KB
UNTUK MENGENDALIKAN ANGKA KELAHIRAN YANG BERLEBIHAN”

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Teks Diskusi Bahasa Indonesia
Nama Kelompok
1)
Adela Rizqi. NF
2)
Aris Teguh Riyadi
3)
Hana Pertiwi . YP
4)
Helen Mela. A
5)
Khasyi Akmal. F
6)
Sarah Putri As. S
Kelas : VIII B
Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes
SMP NEGERI 02 SONGGOM
Jl. Raya Jatirokeh kec. Songgom kab. Brebes
2016 – 2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah yang maha kuasa atas segala limpahan
rahmat, inayah, taufik dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan
penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana, semoga
makalah ini dapat dipergunakan sebagai acuan atau pedoman bagi pembaca dalam
administrasi pendidikan.
Harapan kami semoga makalah ini
membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca, sehingga kami dapat
memperbaiki bentuk maupun isi laporan ini sehingga kedepannya dapat lebih
baik. Saya menyadari bahwa masih banyak
kekurangan yang mendasar dalam laporan ini. Oleh karena itu kritik dan saran
dari pembaca yang bersifat membangun sangat saya harapkan.
Terimakasih
dan semoga makalah ini dapat memberikan sumbangan positif bagi kita semua.
Aminnnn …..
Brebes, Januari 2017
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL ......................................................................................................... i
KATA
PENGANTAR ....................................................................................................... ii
DAFTAR
ISI ....................................................................................................................... iii
BAB
I PENDAHULUAN .................................................................................................. 1
1.1
Latar Belakang .................................................................................................... 1
1.2
Tujuan ................................................................................................................. 2
1.3
Sasaran ................................................................................................................ 2
1.4
Rumusan Masalah ............................................................................................... 2
BAB
II PEMBAHASAN .................................................................................................... 3
2.1
Sejarah Perkembangan KB di Indonesia ............................................................ 3
2.2
Tujuan Umum Kb ............................................................................................... 3
2.3
Peran Keluarga Berencana .................................................................................. 4
2.4
Kebijakan Pemerintah Menangani Kepadatan Penduduk .................................. 6
2.5
Kelebihan/Keuntungan Program KB .................................................................. 6
2.6
Gambaran Keberhasilan KB ............................................................................... 7
2.7
Sasaran Program KB ........................................................................................... 7
BAB
III PENUTUP ............................................................................................................ 10
3.1
Kesimpulan ........................................................................................................ 10
3.2
Saran ................................................................................................................... 10
DAFTAR
PUSTAKA ........................................................................................................ 11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Jumlah penduduk indonesia selama ini terus
bertambah. Sejak tahun 1968 penduduk indonesia bertambah dari 115,0 juta orang
menjadi 147,5 juta orang pada tahun 19880 dan 179,9 juta orang pada tahun 1990.
Laju pertu pertumbuhan
penduduk dalam kurun waktu 1971-1980 adalah 2,32% per tahun sedangkan selama
kurun waktu 1980-1990 menurun menjadi 1,97% per tahun. Keberhasilan penurunan pertumbuhan penduduk secara
berkelanjutan tak lepas dari upaya pemerintah dengan mangadakan program
Keluarga Berencana (KB),dan program KB itu sendiri adalah mengatur jumlah anak
sesuai kehendak anda, dan menentukan sendiri kapan anda ingin mengandung, Sehingga dapat menekan angka kelahiran setiap
tahunnya. Program KB juga dapat berguna bagi keluarga miskin yang msih cukup
besar, karena program KB dibuat oleh pemerintah dengan tujuan
mensejahterakan rakyat. Tapi sampai saat ini masih kurangnya kesadaran
masyarakat akan pentingnya program KB, sehingga program ini masih belum bisa
dilaksanakan secara optimal. Oleh karena itu diperlukan upaya pemerintah untuk memberikan wawasan kepada
masyarakat akan pentingnya program KB demi kesejahteraan masyarakat itu
sendiri. Dengan mengikuti program KB sesuai anjuran pemerintah, para akseptor
akan mendapatkan tiga manfaat utama optimal, baik untuk ibu, anak dan keluarga,
antara lain:
1.
Manfaat Untuk Ibu:
a.
Mencegah
kehamilan yang tidak diinginkan
b.
Mencegah
setidaknya 1 dari 4 kematian ibu
c.
Menjaga
kesehatan ibu
d.
Merencanakan
kehamilan lebih terprogram
2.
Manfaat Untuk Anak:
a.
Mengurangi
risiko kematian bayi
b.
Meningkatkan
kesehatan bayi
c.
Mencegah bayi
kekurangan gizi
3.
Tumbuh kembang
bayi lebih terjamin
a.
Kebutuhan ASI
eksklusif selama 6 bulan relatif dapat terpenuhi
b.
Mendapatkan
kualitas kasih sayang yang lebih maksimal
4.
Manfaat Untuk Keluarga:
a.
Meningkatkan
kesejahteraan keluarga
b.
Harmonisasi
keluarga lebih terjaga
1.2
Tujuan
Secara umum
tujuan diadakannya program KB adalah untuk Meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam
rangka mewujudkan NKKBS (Normal Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang menjadi dasar
terwujudnya masyarakat
yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus
menjamin terkendalinya pertambahan penduduk. Sedangkan tujuan prpogram KB
secara khusus adalah:
1.
Meningkatkan
jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi.
2.
Menurunkannya jumlah
angka kelahiran bayi.
3.
Meningkatnya
kesehatan Keluarga Berencana dengan cara penjarangan kelahiran
1.3 Sasaran
Sasaran diadakanya program KB adalah untuk :
1.
Menekan tingkat kelahiran pertahunnya sehingga secara otomatis dapat
menekan tingkat kepadatan penduduk setip tahunnya juga.
2.
Mensejahterakan
kehidupan masyarakat pada suatu daerah atau negara
3.
Mensejahterakan kehidupan
rakyat miskin
4.
Menekan angka pengangguran karena program KB juga
dapat menekan jumlah ledakan penduduk.
1.4 Rumusan Masalah
1. Bagaimana sejarah adanya program KB di
Indonesia?
2. Apa Kebijakan Pemerintah dalam Menangani Kepadatan Penduduk
3. Apa kelebihan – Kelebihan dari KB
4. Sasaran apa saja kah KB ?
1.5 Tujuan
1.
Untuk
mengetahui sejarah dan pengertian KB
2.
Untuk mengendalikan
angka kelahiran yang berlebihan
3.
Untuk
mengetahui Kelebihan – kelebihan dari program KB
4.
Untuk
mengetahui sasaran program KB di Indonesia
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah
Perkembangan KB di Indonesia
Di Indonesia sejak zaman dulu telah
dipakai obat dan jamu yang maksudnya untuk mencegah kehamilan. Di Irian Jaya
telah lama dikenal ramuan dari daun-daunan yang khasiatnya dapat mencegah
kehamilan. Dalam masyarakat hindu bali sejak dulu hanya ada nama untuk empat
orang anak, mungkin suatu cara untuk menganjurkan supaya pasangan suami istri
mengatur kelahiran anaknya sampai empat.
Di Indonesia keluarga berencana
modern mulai dikenal pada tahun 1953. Pada waktu itu sekelompok ahli kesehatan,
kebidanan dan tokoh masyarakat telah mulai membantu masyarakat.
Pada tanggal 23 Desember 1957 mereka
mendirikan wadah dengan nama perkumpulan keluarga Berencana Indonesia (PKBI )
dan bergerak secara silent operation membantu masyarakat yang memerlukan
bantuan secara sukarela, jadi di Indonesia PKBI adalah pelopor pergerakan
keluarga Berencana nasional.
2.2 Tujuan Umum KB
Tujuan umum keluarga berencana
adalah membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekuatan sosial ekonomi suatu
keluarga dengan cara pengaturan kelahiran anak, agar diperoleh suatu keluarga
bahagian sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Menurut Undang-undang
nomor 52 tahun 2009 pasal 21 ayat 2, Keluarga berencana mempunyai
tujuan sebagai berikut :
1. Mengatur kehamilan yang
diinginkan,
2. Menjaga kesehatan dan menurunkan
angka kematian ibu, bayi dan anak,
3. Meningkatkan akses dan kualitas
informasi, pendidikan, konseling, dan pelayanan keluarga berencana dan
kesehatan reproduksi,
4. Meningkatkan partisipasi dan
kesertaan pria dalam praktek keluarga berencana,
5.
Mempromosikan penyusuan bayi sebagai upaya untuk
menjarangkan jarak kehamilan.
Tujuan keluarga berencana berdasarkan rencana
strategis 2005 - 2009 meliputi :
(1) keluarga dengan anak ideal,
(2) keluarga sehat,
(3) keluarga berpendidikan,
(4) keluarga sejahtera,
(5)
keluarga berketahanan,
(6)
keluarga yang terpenuhi hak-hak reproduksinya,
(7) penduduk
tumbuh seimbang (PTS).
Sehingga
kesimpulan dari tujuan keluarga berencana adalah memperbaiki kesehatan dan
kesejahteraan ibu, anak, keluarga dan bangsa, mengurangi angka kelahiran untuk
menaikkan tarif hidup rakyat dan bangsa, memenuhi permintaan masyarakat akan
pelayanan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi yang berkualitas,
termasuk upaya - upaya menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan anak serta
penanggulangan masalah kesehatan reproduksi.
2.3
Peran Keluarga Berencana (Family
Planning) dalam Upaya Mengendalikan Populasi
Salah satu upaya menekan laju pertumbuhan populasi adalah
dengan membatasi angka kelahiran (birth rate). Untuk itu sejak beberapa
dekade silam diperkenalkan suatu agenda yang disebut Program Keluarga Berencana
(Family Planning Program). Program ini diharapkan mampu berperan dalam
mengendalikan jumlah penduduk global yang terus bertambah. Artikel ini
bertujuan mereview manfaat keluarga berencana berikut tantangan-tantangannya.
Menilik sejarahnya, disekitar 1960’an, beberapa organisasi
nirlaba, institusi pembangunan internasional, dan pemerintah dari negara-negara
berkembang mengungkapkan keprihatinan atas dampak negatif dari pertumbuhan
populasi yang sangat cepat pada saat itu. Pernyataan tersebut muncul akibat
tidak efektifnya program pengendalian angka kelahiran dalam menekan laju
pertumbuhan penduduk. Oleh karena itu, setelah melalui berbagai diskusi dan
penelitian, diciptakanlah suatu program baru yang di kemudian hari dikenal
dengan nama program Keluarga Berencana. Tujuan program ini bukan lagi sekadar
menekan angka kelahiran, namun juga untuk meningkatkan standar kelayakan hidup
dan kesejahteraan keluarga, meningkatkan produktivitas ekonomi, serta menjaga
kelestarian sumberdaya dan lingkungan.
Tujuan-tujuan diatas bisa dijabarkan sebagai berikut:
pertama, dari sisi ekonomi, dengan membatasi jumlah anak dalam satu keluarga,
keluarga berencana bisa mengurangi biaya-biaya yang mesti dikeluarkan dibandingkan
dengan keluarga yang memiliki banyak anak. Dengan demikian ada porsi sumber daya
keuangan yang tersedia untuk investasi atau tabungan. Dari investasi dan
tabungan inilah kesejahteraan keluarga diharapkan meningkat. Lantas dalam skala
makro, jika terjadi peningkatan investasi, maka akan berdampak positif terhadap
perekonomian secara agregat.
Kemudian, dari sisi pemberdayaan perempuan (woman
empowerment), yakni diberikannya kesempatan kepada perempuan (istri) untuk
secara aktif mengambil keputusan dalam menentukan kehidupan keluarga. Ini
sekaligus sebagai upaya mewujudkan kesetaraan gender (gender
equality)
dan penghormatan terhadap hak-hak perempuan.
Peranan keluarga berencana dalam pembangunan ekonomi jangka
panjang juga tertuang dalam tujuan yang tercantum dalam the sustainable development goals (SDGs). Adapun peran tersebut adalah sebagai berikut:
1.
Memerangi kemiskinan dan kelaparan.
2.
Mencapai target terpenuhinya pendidikan dasar.
3.
Menciptakan kesetaraan gender dan pemberdayaan
perempuan (woman empowerment).
4.
Mencapai target terpenuhinya kesehatan keluarga secara
keseluruhan.
5.
Memerangi penyebaran penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS.
6.
Mendukung pemanfaatan lingkungan dalam jangka panjang.
Meskipun memiliki banyak manfaat,
namun program keluarga berencana juga menghadapi berbagai kendala, yakni:
1.
Pandangan tradisional dari beberapa wilayah yang menyatakan
bahwa program ini tidak sesuai dengan budaya lokal.
2.
otoritas agama yang menolak keberadaan program ini karena
tidak sesuai dengan doktrin agama yang bersangkutan.
3.
adanya alasan politis yang menyatakan bahwa program ini
merupakan instrumen untuk kepentingan politik tertentu.
Mengingat
berbagai tantangan yang dihadapi, maka diperlukan kerjasama dari berbagai
pihak, yakni pemerintah, organisasi nirlaba, dan masyarakat luas, agar bisa
mensukseskan program keluarga berencana. Adapun kerjasama tersebut terdiri
dari:
a. penyediaan fasilitas dan akses
kesehatan yang layak, terutama di daerah terpencil.
b. kegiatan sosialiasi kepada
masyarakat tentang fungsi, tujuan, dan manfaat keluarga berencana.
c.
pemberian edukasi kepada perempuan akan pentingnya
kesehatan, terutama menyangkut kesehatan reproduksi seksual, serta hak-hak yang
dimilikinya.
d.
pemaparan program keluarga berencana melalui pendekatan
budaya tanpa memaksa masyarakat untuk mengikutinya.
e.
pemberian informasi yang lengkap, akurat, dan tepat waktu
melalui pusat informasi yang didirikan disetiap wilayah, sehingga tidak
menimbulkan pemahaman yang keliru.
2.4 Kebijakan Pemerintah Menangani Kepadatan Penduduk
Kebijakan dan usaha pemerintah dalam
menanggulangi kepadatan penduduk yaitu:
1. Kebijakan yang diambil pemerintah
Indonesia dalam upaya mengatasi masalah jumlah penduduk,yaitu:
a. Mencanangkan program Keluarga
Berencana (KB) sebagai gerakan nasional, dengan cara memperkenalkan
tujuan-tujuan program KB melalui jalur pendidikan, mengenalkan alat-alat
kontrasepsi kepada pasangan usia subur, dan menepis anggapan yang salah tentang
anak. Meski program ini cenderung bersifat persuasif ketimbang dipaksakan.
Program ini dinilai berhasil menekan tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia.
b. Menetapkan Undang-Undang Perkawinan
yang di dalamnya mengatur serta menetapkan tentang batas usia nikah.
c. Membatasi pemberian tunjangan anak
bagi PNS/ABRI hanya sampai anak kedua.
2. Usaha-usaha yang dilakukan
pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk antara lain meliputi hal-hal
berikut ini:
a. Meningkatkan pelayanan kesehatan dan
kemudahan dalam menjadi akseptor Keluarga Berencana.
b. Mempermudah dan meningkatkan
pelayanan dalam bidang pendidikan, sehingga keinginan untuk segera menikah
dapat dihambat.
c. Meningkatkan wajib belajar
pendidikan dasar bagi masyarakat, dari 6 tahun menjadi 9 tahun.
2.5 Kelebihan KB
Kelebihan dari program KB disini
antara lain sebagai berikut :
1. Mengatur angka kelahiran dan jumlah
anak dalam keluarga serta membantu pemerintah mengurangi resiko ledakan
penduduk atau baby boomer
2. Penggunaan kondom akan membantu
mengurangi resiko penyebaran penyakit menular melalui hubungan seks
3. Meningkatkan tingkat kesehatan
masyarakat. Sebab, anggaran keuangan keluarga akhirnya bisa digunakan untuk
membeli makanan yang lebih berkualitas dan bergizi
4. Menjaga kesehatan ibu dengan cara
pengaturan waktu kelahiran dan juga menghindarkan kehamilan dalam waktu yang
singkat.
5. Mengkonsumsi pil kontrasepsi dapat
mencegah terjadinya kanker uterus dan ovarium. Bahkan dengan perencanaan
kehamilan yang aman, sehat dan diinginkan merupakan salah satu faktor penting
dalam upaya menurunkan angka kematian maternal.
Ini berarti program tersebut dapat memberikan keuntungan
ekonomi dan kesehatan Keluarga Berencana memberikan keuntungan ekonomi pada
pasangan suami istri, keluarga dan masyarakat dengan demikian program KB
menjadi salah satu program pokok dalam meningkatkan status kesehatan dan
kelangsungan hidup ibu, bayi, dan anak. Program KB menentukan kualitas
keluarga, karena program ini dapat menyelamatkan kehidupan perempuan serta
meningkatkan status kesehatan ibu terutama dalam mencegah kehamilan tak di inginkan,
menjarangkan jarak kelahiran mengurangi risiko kematian bayi. Selain memberi
keuntungan ekonomi pada pasangan suami istri, keluarga dan masyarakat, KB juga
membantu remaja mangambil keputusan untuk memilih kehidupan yang lebih balk
dengan merencanakan proses reproduksinya.
2.6 Gambaran Keberhasilan KB
Gotong royong. Itulah kunci keberhasilan pelaksanaan program
keluarga berencana (KB) di Indonesia. Demikian disampaikan oleh Menteri
Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dalam sambutannya pada sesi
plenary London Summit on Family Planning, pada 11 Juli 2012. Menko Kesra
memaparkan keberhasilan program KB di Indonesia, serta komitmen pemerintah
Indonesia terhadap pelaksanaan program KB selanjutnya. Pendekatan gotong royong
inilah yang dijual atau dipromosikan oleh Menko Kesra ke berbagai negara
peserta London Summit sebagai kunci sukses pelaksanaan program KB di Indonesia.
Menko Kesra menjelaskan bahwa pelaksanaan KB di Indonesia dilaksanakan dengan
dukungan dari berbagai pihak secara gotong royong.
Semua komponen, termasuk pemerintah, swasta, lembaga dan
organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan wartawan memberikan dukungan
dalam bentuk berbeda-beda. Wartawan mendukung program KB melalui penyebaran
informasi kepada masyarakat melalui media massa sementara tokoh agama dan adat
menyampaikan informasi program KB kepada masyarakat melalui pengajian,
pertemuan adat, dan lain-lain.
2.7 Sasaran Program KB
Sasaran
program KB dibagi menjadi 2 yaitu sasaran langsung dan sasaran tidak langsung,
tergantung dari tujuan yang ingin dicapai. Sasaran langsungnya adalah Pasangan
Usia Subur (PUS) yang bertujuan untuk menurunkan tingkat kelahiran dengan cara
penggunaan kontrasepsi secara berkelanjutan. Sedangkan sasaran tidak
langsungnya adalah pelaksana dan pengelola KB, dengan tujuan menurunkan tingkat
kelahiran melalui pendekatan kebijaksanaan kependudukan terpadu dalam rangka
mencapai keluarga yang berkualitas, keluarga sejahtera. Ada beberapa sasaran
keluarga berencana.
Cara-cara yang dapat dilakukan untuk
mengimbangi pertambahan jumlah penduduk :
1. Penambahan dan penciptaan lapangan
kerja dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan
banyak anak banyak rejeki. Di samping itu pula diharapkan akan meningkatkan
tingkat pendidikan yang akan merubah pola pikir dalam bidang kependudukan.
2. Meningkatkan kesadaran dan
pendidikan kependudukan. Dengan semakin sadar akan dampak dan efek dari laju
pertumbuhan yang tidak terkontrol, maka diharapkan masyarakat umum secara
sukarela turut mensukseskan gerakan keluarga berencana.
3. Mengurangi kepadatan penduduk dengan
program transmigrasi. Dengan menyebar penduduk pada daerah-daerah yang memiliki
kepadatan penduduk rendah diharapkan mampu menekan laju pengangguran akibat
tidak sepadan antara jumlah penduduk dengan jumlah lapangan pekerjaan yang
tersedia.
4. Meningkatkan produksi dan pencarian
sumber makanan. Hal ini untuk mengimbangi jangan sampai persediaan bahan pangan
tidak diikuti dengan laju pertumbuhan. Setiap daerah diharapkan mengusahakan
swasembada pangan agar tidak ketergantungan dengan daerah lainnya.
Hal-hal
yang perlu dilakukan untuk menekan pesatnya pertumbuhan penduduk :
- Menggalakkan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum dan masal, sehingga akan mengurangi jumlah angka kelahiran.
- Menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi.
- Pelaksanaan Program KB
Salah satu cara untuk mewujudkan
keluarga yang sakinah adalah mengikuti program Keluarga Berencana (KB). KB
secara prinsipil dapat diterima oleh Islam, bahkan KB dengan maksud menciptakan
keluarga sejahtera yang berkualitas dan melahirkan keturunan yang tangguh
sangat sejalan dengan tujuan syari`at Islam yaitu mewujudkan kemashlahatan bagi
umatnya, KB merupakan salah satu upaya pemerintah yang dikoordinir oleh Badan
Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB), dengan program untuk
membangun keluarga-keluarga bahagia dan sejahtera serta menjadikan keluarga
yang berkualitas. KB dapat dipahami juga sebagai suatu program nasional yang
dijalankan pemerintah untuk mengurangi populasi penduduk, karena diasumsikan
pertumbuhan populasi penduduk tidak seimbang dengan ketersediaan barang dan
jasa. Pelaksanaan program tersebut salah satunya adalah dengan cara
menganjurkan. setiap keluarga agar mengatur dan merencanakan kelahiran anak,
dengan menggunakan alat kontrasepsi modern. Sebab dengan mengatur kelahiran
anak, keluarga biasanya akan lebih mudah menyeimbangkan antara keadaan dan
kebutuhan, pendapatan dan pengeluaran. Dan pada akhirnya dapat lebih mudah
membentuk sebuah keluarga bahagia dan sejahtera. Bila pertumbuhan penduduk
dapat ditekan, maka masalah yang dihadapi tidak seberat menghadapi
pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Setelah
menguraikan beberapa pembahasan diatas maka dapat penulis simpulkan bahwa:
1.
KB adalah program yang dibuat pemerintah untuk
mensejahterakan masyarakkat.
2.
Pengurangan jumlah ledakan masyarakat karena
program KB yang dapat menekan angka kelahiran
3.
KB juga berfungsi untuk menjaga kesehatan ibu dan
anak serta dapat mensejahterakan keluarga
4.
Masih banyak masyarakat yang belum tau akan
pentingnya program KB sehingga pemerintah masih perlu mengupayakan agar
msayarakat tau tentang pentingnya ber-KB
3.2
Saran – Saran
Dalam membuat karya
tulis ini penyusun meyarankan:
Menggalakan program KB untuk mengatasi ledakan penduduk yang secara tidak
langsung mengurangi jumlah kebutuhan akan pangan dan energi, juga kapasitas
bumi sehingga mengurangi kerusakan ekosistem. Selain itu, pemerintah juga
membuat tata kota yang seimbang dan menindak tegas oknum-oknum yang melakukan
tindakan pengalih fungsian lahan tanpa izin.
DAFTAR PUSTAKA
Abd ar-Rahim ‘Umran. 1997. Islam dan KB. Jakarta: Lentera
Hartanto, Hanafi. 2004.Keluarga Berencana dan Kontrasepsi.Jakarta:
Pustaka Sinar Harapan
Masjfuk Zuhdi. 1991. Masail Fiqhiyah. Jakarta: CV Haji Mas Agung
Prawirohardjo, Sarwono. 2006. Buku Panduan Praktis Pelayanan
Kontrasepsi.Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Prihatmiati, Atiek. 2003. Beberapa Faktor yang Berkaitan dengan
Pemilihan Type Alat Kontrasepsi Suntik pada Ibu Menyusui
1q1q. 2 mei 2008. Kekurangan dan kelebihan alat kontrasepsi.
http://i-comers.com/2008/05/02. 12 Maret 2010
http://nurelfata.blogspot.com/
http://kesehatan.kompas.com/read/2009/11/03/14564725/Bengkulu.Terbaik.dalam.Pelaksanaan.KB.
http://rizanurzaman.blogspot.com/2012/11/sejarah-keluarga-berencana.html

Komentar
Posting Komentar