TUGAS PJOK
RANGKUMAN
MATERI PTS
SEMESTER
1
(Bola
Voli, Bola Basket, Sprint, Lompat Jauh,
Pangertian P3K dan Macam – Macam Cedera)
Disusun Untuk Memenuhi Mata Pelajaran PJOK
Disusun
Oleh :
ALYA OKTAVIANA
Kelas : IX B
Dinas
Pendidikan Kabupaten Brebes
SMP NEGERI 02 SONGGOM
|
Jl.
Raya Jatirokeh kec. Songgom kab. Brebes
2017
– 2018
BOLA VOLI
1.
Sejarah Bola
Voli
Pada
awal penemuannya, olahraga permainan bola voli ini diberi nama Mintonette.
Olahraga Mintonette ini pertama kali ditemukan oleh seorang Instruktur
pendidikan jasmani (Director of Phsycal Education) yang bernama William
G. Morgan
di YMCA pada tanggal 9 Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts (Amerika
Serikat). YMCA (Young Men’s Christian
Association) merupakan sebuah organisasi yang didedikasikan untuk
mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda, seperti yang
telah diajarkan oleh Yesus. Organisasi ini didirikan pada tanggal 6
Juni
1884 di London,
Inggris oleh George William. Setelah bertemu dengan James Naismith (seorang
pencipta olahraga bola basket yang lahir pada tanggal 6 November 1861, dan
meninggal pada tanggal 28 November 1939), Morgan menciptakan sebuah olahraga
baru yang bernama Mintonette. Sama halnya dengan James Naismith, William G.
Morgan juga mendedikasikan hidupnya sebagai seorang instruktur pendidikan
jasmani. William G. Morgan yang juga merupakan lulusan Springfield College of
YMCA, menciptakan permainan Mintonette ini empat tahun setelah diciptakannya
olahraga permainan basketball oleh James Naismith. Olahraga permainan
Mintonette sebenarnya merupakan sebuah permainan yang diciptakan dengan mengkombinasikan
beberapa jenis permainan.
Tepatnya,
permainan Mintonette diciptakan dengan mengadopsi empat macam karakter olahraga
permainan menjadi satu, yaitu bola basket, baseball, tenis, dan yang terakhir
adalah bola tangan (handball).
Pada awalnya, permainan ini diciptakan khusus bagi anggota YMCA yang sudah
tidak berusia muda lagi, sehingga permainan ini-pun dibuat tidak seaktif
permainan bola basket.Perubahan nama Mintonette menjadi
volleyball (bola voli) terjadi pada tahun 1896, pada demonstrasi pertandingan
pertamanya di International YMCA Training School. Pada awal tahun 1896
tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick (Director of the Professional Physical
Education Training School sekaligus sebagai Executive Director of Department of
Physical Education of the International Committee of YMCA) mengundang dan
meminta Morgan untuk mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan di
stadion kampus yang baru. Pada sebuah konferensi yang bertempat di kampus YMCA,
Springfield tersebut juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan jasmani.
Dalam kesempatan tersebut, Morgan membawa dua tim yang pada masing-masing tim
beranggotakan lima orang. Dalam kesempatan itu, Morgan juga menjelaskan bahwa
permainan tersebut adalah permainan yang dapat dimainkan di dalam maupun di
luar ruangan dengan sangat leluasa. Dan menurut penjelasannya pada saat itu,
permainan ini dapat juga dimainkan oleh banyak pemain. Tidak ada batasan jumlah
pemain yang menjadi standar dalam permainan tersebut. Sedangkan sasaran dari
permainan ini adalah mempertahankan bola agar tetap bergerak melewati net yang
tinggi, dari satu wilayah ke wilayah lain (wilayah lawan).
2.
Cara permainan
Permainan
ini dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing terdiri dari 6 orang pemain dan
berlomba-lomba mencapai angka 25 terlebih dahulu.[4]
Dalam
sebuah tim, terdapat 4 peran penting, yaitu tosser (atau setter),
spiker (smash), libero,
dan defender (pemain bertahan).
Tosser atau pengumpan adalah
orang yang bertugas untuk mengumpankan bola kepada rekan-rekannya dan mengatur
jalannya
permainan.
Spiker bertugas untuk memukul
bola agar jatuh di daerah pertahanan lawan. Libero adalah pemain bertahan yang bisa bebas keluar dan masuk
tetapi tidak boleh men-smash
bola ke seberang net. Defender
adalah pemain yang bertahan untuk menerima serangan dari lawan.
Permainan
voli menuntut kemampuan otak yang prima, terutama tosser. Tosser
harus dapat mengatur jalannya permainan. Tosser
harus memutuskan apa yang harus dia perbuat dengan bola yang dia dapat, dan
semuanya itu dilakukan dalam sepersekian detik sebelum bola jatuh ke lapangan
sepanjang permainan. Permainan ini dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing
terdiri dari 6 orang pemain dan mengusahakan untuk mencapai angka 25 terlebih
dahulu untuk memenangkan suatu babak.
3.
Teknik dasar dalam permainan
bolavoli yang harus dimiliki dan kuasai antara lain adalah passingbawah, passing atas, servis, smash, dan blok.
1)
Passing
bawah
Prinsip dasar bermain bolavoli yaitu upaya seorang pemain
bolavoli untuk memainkan bola dengan tujan diumpan dengan teman seregunya atau
dimainkan di lapangan permainan sendiri. Berkaitan dengan passing M Yunus (1992:79) menyatakan, passing adalah mengoper bola pada teman sendiri
dalam satu regu dengan suatu teknik tertentu, sebagai langkah awal untuk
menyusun pola serangan kepada regu lawan.
Berdasarkan batasan passing diatas dapat dirumuskan
pengertian passing bawah adalah teknik dasar memainkan bola dengan menggunakan
kedua tangan, yaitu perkenaan bola pada pada kedua lengan bawah yang bertujuan
untuk mengoperkan bola kepada teman seregunya untuk dimainkan di lapangan
sendiri atau sebagai awal untuk melakukan serangan.
2)
Passing
atas
Menurut M. Mariyanto, Sunardi, dan Agus Margono (1994:54)
menyatakan, passing atas adalah suatu teknik memainkan bola yang dilakukan oleh
seorang pemain bolavoli dengan tujuan untuk mengarahkan bola yang dimainkannya
ke suatu tempat atau kepada teman seregunya untuk dimainkan di lapangan
sendiri.
3)
Servis
Servis merupakan pukulan permulaan untuk memulai suatu
permainan yang dilakukan dari daerah servis di belakang lapangan di bagian
sebelah kanan, selebar 3 meter, dengan panjang ke belakang tidak terbatas, M.
Yunus (1992: 137). Servis juga merupakan pukulan bola yang dilakukan dari garis
belakang lapangan permainan (daerah servis) melampaui net ke daerah lawan, M.
Mariyanto, Sunardi, dan Agus Margono, (1994:114). Dari pendapat di atas dapat
disimpulkan bahwa servis merupakan tindakan memukul bola yang dilakukan dari
garis belakang lapangan permainan (daerah servis) dengan syarat melampaui
rintangan atau jaring net ke daerah lawan.
4)
Smash
Smash merupakan pukulan yang utama dalam penyerangan dalam
usaha mencapai kemenangan, M. Yunus (1999: 108). Menurut Pranatahadi (2007:31)
smash adalah tindakan memukul bola ke lapangan lawan, sehingga bola bergerak
melewati atas jaring dan mengakibatkan pihak lawan sulit mengembalikannya.
5)
Bendungan
(Blok)
Bendungan merupakan benteng pertahanan yang utama untuk
menangkis serangan lawan, M. Yunus (1992:119). Menurut Muhajir (2004:34-38)
bendungan (blok) sangat erat sekali dengan teknik bertahan yang
dilakukan di atas net, keberhasilan bendungan dapat ditentukan oleh loncatan
yang tinggi dan kemampuan menjangkau lengan pada bola yang sedang dipukul
lawan. Bendungan dapat dilakukan oleh satu, dua, atau tiga pemain tergantung
pada kualitas pemain lawan, dan bendungan dapat dilakukan secara akitif dan
pasif.
4. Gambar Lapangan Bola Voli
Setelah melihat gambar lapangan bola voli di bawah, kita sudah bisa mengetahui ukuran detailnya mulai dari ukuran lebar atau panjang nya, termasuk berapa ukuran area atau tempat melakukan servis ketika akan memulai permainan, untuk detailnya bisa liaht rincin berikut ini :
Ukuran Luas : Panjang Dan Lebar Lapangan :
- Ukuran panjang lapangan : 18 Meter
- Ukuran lebar lapangan : 9 meter
- Ukuran Lebar Garis Serang : 3 Meter
- Ukuran Lebar Garis Tengah (Center Line) : 5cm
- Ukuran area servis (serving area) : 3 meter
Ukuran Tiang Dan Net
- Tinggi tiang net : 2,55 meter
- Tinggi Net Untuk Laki-laki (Man) : 2.43 meter
- Tinggi Net Untuk Perempuan (women) : 2.24 meter
- Lebar Net : 1 meter
- Panjang Net : 9.5 meter
- Mata jala net : 10 centimeter
- Pita Bagian tepi atas net : 5 centimeter
- Pita samping net : 5 centimeter
- Jarang Tiang Net Dengan pinggir lapangan :0.6meter
- Tinggi Antenna : 80 cm
BOLA BASKET
Pencipta
Bolabasket (James Naismith)
https://id.wikipedia.org/wiki/Bola_basket
Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas
dua tim beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak
poin dengan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Bola basket
sangat cocok untuk ditonton karena biasa dimainkan di ruang olahraga tertutup
dan hanya memerlukan lapangan yang relatif kecil. Selain itu, permainan bola
basket juga lebih kompetitif karena tempo permainan cenderung lebih cepat jika
dibandingkan dengan olahraga bola yang lain, seperti voli dan sepak bola. Ada 3
posisi utama dalam bermain basket, yaitu : 1) Forward, pemain yang tugas
utamanya adalah mencetak poin dengan memasukkan bola ke keranjang lawan, 2)
Defense, pemain yang tugas utamanya adalah menjaga pemain lawan agar pemain
lawan kesulitan memasukkan bola, dan 3) Playmaker, pemain yang menjadi tokoh
kunci permainan dengan mengatur alur bola dan strategi yang dimainkan oleh
rekan-rekan setimnya.
1. Sejarah Bola Basket
Basket dianggap sebagai olahraga unik karena diciptakan secara tidak
sengaja oleh seorang guru olahraga. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith,
seorang guru olahraga asal Kanada yang mengajar di sebuah perguruan tinggi
untuk para siswa profesional di YMCA (sebuah wadah pemuda umat Kristen) di
Springfield, Massachusetts, harus membuat suatu permainan di ruang tertutup
untuk mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim dingin di New England.
Terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario,Naismith
menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola
basket pada 15 Desember 1891.Menurut cerita, setelah menolak beberapa gagasan
karena dianggap terlalu keras dan kurang cocok untuk dimainkan di
gelanggang-gelanggang tertutup, dia lalu menulis beberapa peraturan dasar,
menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang olahraga, dan meminta
para siswa untuk mulai memainkan permainan ciptaannya itu.
Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada
tanggal 20 Januari 1892 di tempat kerja Dr.James Naismith. Basket adalah
sebutan yang diucapkan oleh salah seorang muridnya. Olahraga ini pun segera
terkenal di seantero Amerika Serikat. Penggemar fanatik ditempatkan di seluruh
cabang di Amerika Serikat. Pertandingan demi pertandingan pun dilaksanakan di
seluruh kota-kota negara bagian Amerika Serikat.
Pada awalnya, setiap tim berjumlah sembilan orang dan tidak ada
dribble, sehingga bola hanya dapat berpindah melalui lemparan. Sejarah
peraturan permainan basket diawali dari 13 aturan dasar yang ditulis sendiri
oleh James Naismith.
2. Teknik Dasar Permainan Bola Basket
a. Passing dan Catching (Mengoper dan Menangkap), Passing berarti mengoper, sedangkan catching berarti menangkap. Sebagai pemula kita dituntut belajar mengenai cara mengoper dan menangkap bola dengan teman. Karena ini merupakan dasar untuk bisa bermain secara maksimal dan baik. Passing sendiri terbagi ke dalam beberapa bentuk berikut diantaranya.
b. Chest Pass (operan setinggi dada), Operan ini dimulai dari memegang bola di depan dada, kemudian bola dilempar lurus dengan telapak tangan ke arah luar.
c. Bounce Pass (operan pantul), Sama dengan chest pass, bedanya hanya lemparan diarahkan ke lantai, usahakan titik pantulnya berada di 3/4 jarak dari pengoper bola.
d. Overhead Pass (operan di atas kepala), Operan dilakukan dengan kedua tangan berada di atas. Penerima bola juga menangkap dengan posisi tangan di atas.
e. Baseball Pass , Operan ini dilakukan di atas/belakang kepala, bertujuan agar passing melambung dan melewati lawan. Operan jarak jauh yang dilakukan biasanya lebih dari setengah panjang lapangan. Operan ini tidak terlalu akurat namun berguna pada fast break.
f. Behind the Back Pass, Teknik gerakan behind the back pass merupakan gerakan yang rumit untuk para pemula. Untuk tenikn ini utuh latihan tekun dan berulang-ulang untuk bisa melakukan gerakan ini dengan baik dan benar. Operan ini sekarang sudah menjadi senjata menyerang yang umum. Keunggulan umpan ini yaitu lawan tidak mengetahui sasaran yang ingin dituju.
g. Dribbling (menggiring bola)
Prinsip dalam teknik dribble antara lain:
a) Kontrol pada jari-jari tangan
b) Mempertahankan tubuh tetap rendah
c) Kepala tegak
d) Melatih kedua tangan agar sama-sama memiliki dribble yang bagus
e) Lindungi bola (protect the ball)
Macam-Macam Dribble yaitu :
1.
Change
of pace dribble - Dribble ini adalah yang
paling umum dalam bolabasket dan digunakan untuk membuat pemain bertahan
berfikir bahwa pelaku dribble akan memperlambat atau mempercepat tempo dribble.
2.
Low
or control dribble - Dribble ini adalah yang
paling umum dalam bolabasket dan digunakan untuk membuat pemain bertahan
berfikir bahwa pelaku dribble akan memperlambat atau mempercepat tempo dribble.
3.
High
or speed dribble - Ketika pemain berada di
lapangan terbuka dan harus bergerak secepatnya denganbola, maka ia akan
menggunakan dribble ini. Ketika berlari dengan cepat, pemain akan mendorong
bola di depannya dan membiarkannya melambung ke atas setinggi pinggulnya.
Tangan yang mendribble tidak berada di atas bola melainkan di belakang bola.
4.
Crossover
dribble - Yaitu mendribble bola dengan
memindahkan bola dari tangan yang satu kearah tangannya yang lain. Gerakan ini
sangat bagus untuk memperdaya pemain bertahan. Namun bola bisa dicuri bila
tidak dilakukan dengan baik, karena bola tidak terjaga.
5.
Behind
the back dribble - Jenis dribble ini digunakan
ketika pemain mengganti arah supaya terbebas dari pemain bertahan. Bola
digerakkan dari satu sisi tubuh ke sisi tubuh yang lain dengan mengayunkannya
di belakang tubuh.
6.
Between
the legs dribble - Dribble ini adalah cara yang
cepat untuk memindahkan bola dari satu tangan ke tangan yang lain melewati sela
kaki. Digunakan ketika pen-dribble dijaga dengan ketat atau ingin mengganti
arah.
7.
Reverse
dribble - Dribble ini dikenal juga dengan
nama spin dribble atau rol dribble. Dribble ini dilakukan untuk mengganti arah
dan memantulkan bola dari satu tangan ke tangan yang lain ketika dijaga dengan
ketat. Dribble ini harus dilakukan dengan cepat saat pen-dribble mendorong bola
ke lantai dan berputar mengelilingi pemain bertahan.
h. Shooting (menembakkan bola ke arah keranjang), Tembakan ini jarang dilakukan pada permainan biasa. Karena jika penembak tidak melompat, maka tembakannya akan mudah dihalangi. Umumnya tembakan ini dilakukan saat lemparan bebas atau bila memungkinkan untuk menembak tanpa rintangan (free throw).
i.
Lay-up
shoot,
Lay-up dilakukan di
akhir dribble. Pada jarak beberapa langkah dari ring, penggiring bola secara
serentak mengangkat tangan dan lutut ke atas ketika melompat ke arah keranjang.
j.
Jump
shoot,
Tembakan ini sering
dilakukan saat pemain menyerang tidak bisa mendekati keranjang. Tembakan ini
sangat sulit dihalangi karena dilakukan pada titik tertinggi lompatan vertical
penembak.
k.
Pivot
(Berputar),
Pivot adalah
gerakan memutar badan dengan menggunakan salah satu kaki sebagai poros putaran
(setelah kita menerima bola). Ada tiga alternatif gerakan yang bisa dilakukan:
a. Pivot kemudian dribble (membawa bola)
b. Pivot kemudian passing (melempar bola)
c. Pivot kemudian shooting (menembakan bola)
a. Pivot kemudian dribble (membawa bola)
b. Pivot kemudian passing (melempar bola)
c. Pivot kemudian shooting (menembakan bola)
l.
Jump
Stop,
Jump stop merupakan sebuah gerak berhenti terkendali
dan dengan menggunakan dua kaki. Jump stop bisa digunakan pemain penyerang
untuk memantapkan kaki yang akan dipakai untuk pivot (poros), menghindari
traveling, dan mempertahankan keseimbangan tubuh dengan baik.
m.
Rebound, Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat
rebound yaitu make contact, box out, dan jump to the
ball. Dalam era basket modern sekarang ini diperlukan gerakan rebound dalam
suatu pertandingan. Apabila sebuah tim tidak mempunyai keinginan untuk
melakukan defensive rebound maupun offensive rebound, dapat dipastikan tim itu
akan kehilangan banyak kesempatan kedua untuk melakukan score pada saat
pertandingan.
3. Gambar Lapangan Bola Basket
LARI JARAK PENDEK
Atlet Olahraga Sprin Dari Indonesia (Agus Prayogo)
1.
Sejarah
Lari Sprint (Lari Jarakpendek)
Lari adalah salah
satu cabang olahraga tertua di dunia. Sebelum menjadi sebuah cabang olahraga,
lari sudah dikenal oleh peradaban-peradaban manusia kuno.
Lari sprint atau
lari jarak pendek adalah lari yang menempuh jarak antara 50 meter sampai dengan
jarak 400 m. Oleh karena itu kebutuhan utama untuk lari jarak pendek adalah
kecepatan. Kecepatan dalam lari jarak pendek adalah hasil kontraksi yang kuat
dan cepat dari otot-otot yang diubah menjadi gerakan halus lancer dan efisien
dan sangat dibutuhkan bagi pelari untuk mendapatkan kecepatan yang tinggi.
Seorang pelari jarak pendek (sprinter) yang potensial bila dilihat dari
komposisi atau susunan serabut otot persentase serabut otot cepat (fast twitch)
lebih besar atau tinggi dengan kemampuan sampai 40 kali perdetik dalam vitro
dibanding dengan serabut otot lambat (slow twitch) dengan kemampuan sampai 10
kali perdetik dalam vitro. Oleh karena itu seorang pelari jarak pendek itu
dilahirkan /bakat bukan dibuat. Suatu analisis struktural prestasi lari jarak
pendek dan kebutuhan latihan dan pembelajaran untuk memperbaiki harus dilihat
sebagai suatu kombinasi yang kompleks dari proses-proses biomekanika, biomotor,
dan energetic. Lari jarak pendek bisa dilihat dari tahap-tahap berlari terdiri
dari beberapa tahap yaitu :
·
tahap reaksi dan dorongan
(reaction dan drive)
·
tahap percepatan (acceleration)
·
tahap transisi/perubahan
(transition)
·
tahap kecepatan maksimum (speed
maximum)
·
tahap pemeliharaan kecepatan
(maintenance speed)
·
finish Tujuan lari jarak pendek
adalah untuk memaksimalkan kecepatan horizontal, yang dihasilkan dari dorongan
badan ke depan.
Kecepatan lari ditentukan oleh panjang langkah dan frekuensi langkah
(jumlah langkah persatuan waktu). Oleh karena itu, seorang pelari jarak pendek
harus dapat meningkatkan satu atau kedua-duanya.
2.
Tekhnik
Teknik
lari jarak pendek terbagi menjadi tiga, yaitu start jongkok, gerakan lari, dan
teknik memasuki garis finish.
1) Start jongkok
Cara
melakukan start jongkok adalah sebagai berikut:
· Posisi berjongkok dengan kedua
kaki bertumpu pada sandaran blok start, lutut kaki belakang berada sejajr
dengan ujung kaki depan.
· Kedua lengan lurus sejajr
dengan bahu, dan jari-jari tangnan diletakkan dibelakang garis start.
· Berat badan bertumpu di kedua
tangan, sehingga sikap seimbang dapat dipertahankan sampai ada aba-aba.
Start jongkok yang digunakan oleh pelari jarak pendek, dapat
dibedakan menjadi 3, yaitu:
·
Start
jongkok pendek (bunch start): jarak kaki saat jongkok 14-28 meter
·
Start
jongkok menengah (medium start): jarak kaki saat jongkok 35-42 meter
·
Start
jongkok panjang (long start): jarak kaki saat jongkok 50-70 meter
Aba
– aba start pada perlombaan lari sprint adalah sebagai berikut:
2) Bersedia, Pelari menuju tempat start didepan blok start
dengan melangkahkan mundur seperti merangkak, dengan meletakkan kaki pada blok
start, yang disusul kaki belakang, kedua ujung kaki tetap menyentuh tanah,
jari-jari tangan tepat di belakang garis start. Kedua lengan tetap dalam posisi
lurus dengan sidikit melebar dari bahu. Bahu sedikit condong ke depan berat
badan berada di tengah-tengah sehinggabadan dalam posisi seimbang. Punggung
diangkat sedikit agak rata,otot leher dan rahang rileks, kepala bagian belakang
segaris dengan punggung, pandangan ke bawah atau ke depan sekitar 1-2 meter dengan
garis start dan konsentarsi dengan aba-aba selanjutnya.
Perhatikan!!! Pada aba-aba bersedia pelari maju menuju garis start untuk
menempatkan kaki tumpu pada balok start, kaki yang kuat diletakan di depan.
Letakkan tangan tepat di belakang garis start.
Hal-hal
yang penting dalam sikap start:
1.
Letak
tangan lebih lebar sedikit dari bahu, jari-jari dan ibu jari membentuk huruf V
terbalik, bahu condong ke depan/sedikit di depan tangan, lengan lurus.
2.
Kepala
sedemikian rupa sehingga leher tidak tegang, mata memandang ke lintasan
kira-kira 2m atau pandangan di antara kedua lengan menghadap garis star.
3.
Tubuh
rileks/ tidak kaku
4.
Pikiran
dipusatkan pada aba-aba berikutnya.
5.
Jarak
letak kaki terhadap garis star tergantung dari bentuk sikap yang dipegunakan
3) Siap, Angkat pinggul ke atas, dengan barat badan
berada di kedua tangan dan pandangan ke bawah dengan mengikuti gerakan badan,
kedua lengan dalam sikap lurus membentuk sudut 120 derajat.
Secara rinci gerakan pada aba-aba siap
Angkat
pinggul kearah atas hingga sidikit lebih tinggi dari bahu, jadi garis punggung
menurun kedepan. Berat badan lebih kedepan. Jaga keseimbngan sampai aba-aba
berikutnya bunyi pistol. Kepala rendah, leher tetap rileks (santai aja!),
pandangan ke arah garis star di antara bawah tangan. Lengan tetap lurus/ siku
jangan bengkok. Pada waktu mengangkat pinggul disertai dengan mengambil nafas
dalam-dalam. yang paling penting konsentrasi penuh pada bunyi pistol/ bunyi
sempritan atau bunyi lainya yang disepakati bersama.
4) Ya!!, Tolakkan kaki pada blok start, ayunkan kedua
lengan ke depan secara bergantian dan berlawanan dengan gerakan kaki (jika
tangan kanan didepan maka kaki kanan dibelakang, begitu juga sebaliknya).
Secara
rinci, Ayunkan lengan kiri ke depan dan lengan kanan ke belakang kuat-kuat
(gerakan lengan harus harmonis dengan gerak kaki). Kaki kiri menolak kuat-kuat
sampai terkadang lurus. kaki kanan melangkah secepat mungkin, serendah mungkin
mencapai tanah pada langkah pertama. Berat badan harus meluncur lurus kedepan,
dari sikap jongkok berubah kesikap lari, berat badan harus naik sedikit demi
sedikit tidak langsung tegak, hindarkan gerakan ke samping. Langkah lari makin
lama makin menjadi lebar, enam sampai sembilan langkah pertama merupakan
langkah peralihan. Bernafas seperti
biasa, menahan nafas berarti menegakkan badan.
Suatu hal
yang perlu mendapat perhatian sebelum melakukan star ialah pemanasan dengan
sebaik-baiknya, merangsang persendian dan meregang otot-otot ditambah dengan
gerakan lari cepat. Hal itu dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya
cidera otot.
LOMPAT
JAUH
http://olahraga.biz.id/pengertian-dan-sejarah-lompat-jauh/
1.
Sejarah Lompat jauh
Lompat
jauh ternyata sudah ada sejak olympiade kuno di Yunani sekitar pada abad ke 13.
Pada awalnya olah raga lompat jauh yang diadakan pada olympiade kuno ditujukan
sebagai latihan perang. Munculnya olahraga lompat jauh pada awalnya adalah
untuk melatih keterampilan prajurit dalam melompati rintangan seperti parit
atau jurang. Pada zaman itu teknik olahraga lompat jauh sangat berbeda dengan
saat ini. Pada saat itu peserta lompat jauh hanya diperkenankan untuk melakukan
start lari jarak pendek. Selain itu, peserta lompat jauh diharuskan berlari
sambil membawa beban di kedua tangannya, yang dikenal dengan nama halteres
dengan berat berkisar antara 1 sampai 4,5 kg.
Olahraga
lompat jauh telah dianggap sebagai olahraga paling sulit sejak olympiade kuno,
karena memerlukan banyak keahlian. Namun demikian menurut catatan yang ada
bahwa seorang pria bernama Chionis, berhasil melakukan lompatan sejauh 7.05
metres (23 feet and 1.7 inches). Olahraga Lompat jauh merupakan salah satu
cabang olahraga yang dipertandingkan pada olympiade modern sejak tahun 1986.
Peraturan olahraga lompat jauh ini terus diperbaiki hingga seperti peraturan
yang ada pada saat ini. Dan pada tahun 1948, lompat jauh putri ditambahkan pada
cabang olahraga di olympiade. Amerika Serikat pernah berjaya di cabang lompat
jauh pada Olimpiade yang diadakan di Meksiko pada tahun 1968 dengan catatan
rekor yang dilakukan oleh Bob Beamon dengan lompatan sejauh 8,90 meter.
Kemudian rekor tersebut dapat dipecahkan oleh atlet asal Amerika Serikat
bernama Mike Powell dengan lompatan sejauh 8,95 meter.
2.
Pengertian Lompat Jauh
Lompat
jauh merupakan salah satu nomor lompat dari cabang olahraga atletik yang paling
populer dan paling sering dilombakan dalam kompetisi kelas dunia, termasuk
Olimpiade. Lompat jauh adalah suatu gerakan melompat ke depan atas dalam upaya
membawa titik berat badan selama mungkin di udara (melayang di udara) yang
dilakukan dengan cepat dan dengan jalan melakukan tolakan pada satu kaki untuk
mencapai jarak yang sejauh-jauhnya.
Lompat
jauh merupakan suatu gerakan melompat yang menggunakan tumpuan pada satu kaki
untuk mencapai jarak sejauh-jauhnya. Sasaran dan tujuan lompat jauh adalah
untuk mencapai jarak lompatan sejauh mungkin ke sebuah titik pendaratan atau
bak lompat. Jarak lompatan diukur dari papan tolakan sampai ke batas terdekat
dari letak titik pendaratan yang dihasilkan oleh bagian tubuh.
3. Teknik Lompat Jauh
Lompat jauh mempunyai empat fase gerakan, yaitu awalan, tolakan,
melayang dan mendarat serta terdapat tiga macam gaya yang membedakan antara
gaya yang satu dengan gaya yang lainnya pada saat melayang diudara. Uraian
mengenai keempat fase gerakan dalam lompat jauh adalah sebagai berikut:
Teknik atau kelangsungan dari gerakan lompat jauh dapat
dibagi sebagai berikut:
1. Awalan
atau ancang-ancang, Tujuan ancang-ancang adalah untuk
mendapatkan kecepatan yang setinggi-tingginya agar dorongan massa ke depan
lebih besar. Latihan kecepatan awalan dapat dilakukan dengan latihan-latihan
sprint 10 - 20 meter yang di lakukan berulang-ulang. Panjang langkah, jumlah
langkah, dan kecepatan berlari dalam mengambil awalan harus selalu sama.
Menjelang tiga sampai empat langkah sebelum balok tumpu, seorang pelompat harus
dapat berkonsentrasi untuk dapat melakukan tumpuan dengan kuat. Dengan catatan
tanpa mengurangi kecepatan.
2.
Tumpuan atau tolakan, Merupakan suatu gerakan yang penting untuk menentukan hasil
lompatan yang sempurrna. Badan sewaktu menumpu jangan terlalu condong seperti
halnya melakukan lari/ ancang-ancang. Tumpuan harus kuat, cepat dan aktif keseimbangan
badan dijaga agar tidak oleng/ goyang. Berat badan sedikit di depan titik
tumpu, gerakan kaki menelapak dari tumit ke ujung kaki, dengan tempo yang
cepat. Gerakan ayunan lengan sangat membantu menambah ketinggian dan juga
menjaga keseimbangan badan.
3.
Melayang diudara, Gerakan melayang pada saat setelah meninggalkan balok
tumpuan dan diupayakan keseimbangan tetap terjaga dengan bantuan ayunan kedua
tangan sehingga bergerak di udara. Untuk melakukan gerak ini terdapat beberapa
teknik. Yang Pertama, Melayang dengan sikap jongkok dengan cara waktu menumpu
kaki ayun mengangkat lutut setinggi-tingginya dan disusul oleh kaki tumpu dan
kemudian sebelum mendarat kedua kaki di bawa ke arah depan. Yang Kedua,
Melayang dengan sikap bergantung cara melakukanya yaitu waktu menumpu kaki ayun
dibiarkan tergantung lurus, badan tegak kemudian disusul oleh kaki tumpu dengan
sikap lutut ditekuk sambil pinggul didorong ke depan yang kemudian ke-dua
lengan direntangkan ke atas. Keseimbangan badan perlu diperhatikan agar tetap
terpelihara hingga mendarat.
4.
Mendarat, Gerakan-gerakan waktu pendaratan harus dua kaki. Yang perlu
diperhatikan saat mendarat adalah kedua kaki mendarat secara bersamaan diikuti
dengan dorongan pinggul ke depan sehingga badan tidak cenderung jatuh ke
belakang yang berakibat merugikan si pelompat itu sendiri. Untuk menghindarkan
pendaratan pada pantat, kepala ditundukkan dan lengan diayunkan ke depan
sewaktu kaki menyentuh pasir. Titik berat badan akan melampui titik pendaratan
kaki di pasir.
a) Lapangan:
Ø Lintasan awalan lompat jauh lebar
minimal 1,22 m dan panjang 45 m.
Ø Panjang papan tolakan 1, 22 m; lebar
20 cm dan tebal 10 cm.
Ø Pada sisi dekat dengan tempat
mendarat harus diletakkan papan plastisin untuk mencatat bekas kaki
pelompat bila ia berbuat salah tolak sekurang-kurangnya 1 m dari tepi depan bak
pasir pendaratan
Ø Lebar tempat pendaratan minimal 2,
75 m, jarak antara garis tolakan sampai akhir tempat lompatan minimal 10 m
Ø Permukaan pasir di dalam tempat
pendaratan harus sama tinggi/datar dengan sisi atas papan tolakan.
b) Peserta
Ø Jika peserta lomba lebih dair 8
orang, maka setiap peserta pun dibolehkan untuk melakukan 3 kali lompatan,
serta 8 pelompatan dengan lompatan terbaik tersebut dapat melompat 3 kali untuk
bisa menentukan siapakah yang menjadi pemenangnya.
Ø Jika peserta kurang dari 8 orang,
maka setiap peserta harus melompat sebanyak 6 kali secara bergiliran.
Ø Seluruh lompatan yang sudah
dihasilkan oleh para peserta pun akan diukur, dari titik bebas terdekat pada
bak pasir pendaratan .
Ø Setiap peserta akan diberikan waktu
selama 1.5 menit untuk melakukan lompatan
Ø Lompatan yang terbaik yang sudah
dihasilkan oleh peserta adalah hasil yang akan dicatat untuk menentukan
siapakah yang akan menjadi pemenangnya.
PENGERTIAN DARI P3K DAN MACAM – MACAM CIDERA
1.
Pegertian P3K
Pengertian pertolongan pertama ialah pemberian pertolongan segera
kepada penderita sakit ataupun cedera (kecelakaan) yang memerlukan penanganan
medis Dasar. Sedangkan pengertian medis dasar ialah tindakan perawatan
berdasarkan ilmu kedokteran yang dimiliki oleh orang awam atau orang awam yang
terlatih secara khusus.
Dalam pelaksanaan pertolongan pertama terdapat beberapa tujuan, di
antaranya ialah sebagai berikut :
1.
Menyelamatkan jiwa penderita.
2.
Mencegah kecacatan.
3.
Memberikan rasa nyaman dan menunjang
proses penyembuhan.
Dalam pertolongan pertama terdapat pelaku pertolongan pertama yang
artinya ialah penolong yang pertama kali tiba di tempat kejadian, yang memiliki
kemampuan dan terlatih dalam kemampuan medis dasar.
2.
Macam-macam Cedera Saat Olahraga
Ada banyak
sekali macam-macam cedera, diantaranya adalah sebagai berikut:
1)
Cedera Overuse, Cedera overuse disebabkan karena ketegangan yang
terjadi secara terus-menerus di salah satu bagian tubuh sehingga bagian
tersebut menjadi terasa sakit dan terjadi kerusakan. Salah satu contoh cedera jenis ini adalah “jumper’s knee” atau
patellar tendinitis, ciri-cirinya adalah memiliki rasa sakit di bagian tendon
tepatnya di bawah tempurung lutut. Rotator dari bahu tersusun dari 4 otot.
Tendon yang
selalu melekatkan otot-otot tersebut ke tulang bahu dapat terjadi radang yang
memunculkan rasa sakit, terutama saat sering melakukan aktivitas atau
pergerakan di atas kepala.
2)
Cedera Traumatis, Cedera traumatis ditimbulkan oleh gerakan secara
tiba-tiba yang sangat kuat, misalnya cedera di bagian jari-jari tangan. Cedera
pada jari tangan ini juga beragam, mulai dari cedera minor yaitu cedera pada
ligamen yang menyambungkan antar tulang satu dengan lainnya, hingga patah
tulang jari. Contoh lainnya dari cedera traumatis ialah otot yang sobek atau
tertarik. Jenis cedera ini sangat sering terjadi di bagian otot besar pada
kaki. Untuk menanggulanginya, lakukan stretching di bagian betis dan paha
dengan baik serta selalu memulai pemanasan setiap latihan atau sebelum
olahraga.
3)
Cedera Hamstring, Cedera Hamstring ini biasanya terjadi saat
melakukan gerakan yang tiba-tiba dan, seperti melompat, berlari dan meregangkan
kaki. Jika terjadi hal-hal demikian, maka serabut otot akan mengalami
overstretching atau peregangan berlebihan, akibatnya akan menyebabkan bruising
dan perdarahan. Agar terhindar dari cidera ini, kamu harus selalu melakukan
latihan squats, hamstring kicks dan lunges. Kamu juga bisa berlatih kelenturan
untuk meningkatkan suppleness dari hamstring.
4)
Cedera lutut, Cedera lutut yang biasanya sering terjadi adalah
sprain atau keseleo. Lutut yang keseleo menimbulkan adanya sobekan kecil di
ligamen. Oleh karena itu untuk membantu proses penyembuhan pada ligamen, dalam
beberapa hari lutut harus diistirahatkan. Setelah sobekan tertutup, kamu harus
berlatih peregangan dan penguatan untuk otot di sekitar lutut agar bisa
membantu memposisikan lutut tetap pada tempatnya. Cedera pada lutut juga bisa
terjadi karena sobekan pada meniscus, yaitu jaringan yang berfungsi sebagai
bantalan antara tulang-tulang bagian atas dan bawah dari kaki pada lutut.
Untuk menghilangkan atau menyembuhkan meniscus yang telah sobek,
mungkin dibutuhkan operasi arthroscopic. Yaitu operasi yang dilakukan dengan
memasukkan instrumen-instrumen dan sebuah kamera ke dalam sendi lutut melalui
irisan kecil pada kulit. Dengan adanya instrumen-instrumen tersebut, meniscus
yang sobek dan rusak dapat dilihat dan segera diobati.
Komentar
Posting Komentar